23 November 2009

KURSI BAPAK YANG KOSONG

Sumber : Come and Follow Jesus
Anak perempuan dari seseorang telah meminta pendeta
dari gereja setempat untuk datang berdoa dengan
bapaknya. Ketika pendeta itu tiba di rumah itu
dia dapati orang itu sedang terbaring di tempat
tidurnya diatas dua bantal yang tersusun. Sebuah kursi
yang kosong terletak di samping ranjang itu.

Si pendeta tadi berpikir tentu orang itu sudah
diberitahukan akan kunjungannya kerumah itu.

Saya pikir tentu anda sedang menunggu kedatangan saya,
dia berkata. 'Tidak, siapakah anda?' tanya bapak itu.
Pendeta tadi memberitahukan namanya kemudian
melanjutkan, "Saya melihat kursi yang kosong itu, jadi
saya sangka anda sudah tahu bawa saya akan datang
berkunjung." "Oh, ya, mengenai kursi itu,"kata orang
yang kelihatan sakit payah tak dapat berdiri dari
ranjangnya itu. "Bolehkah anda tolong menutup pintu itu?"

Merasa sedikit keheranan, pendeta itu menutup pintu
kamar itu. "Saya tidak pernah menceritakan hal ini
kepada siapa pun, kepada anak perempuanku pun tak
pernah," kata si orang itu. "Tetapi sepanjang umur
hidup saya, saya tidak pernah tahu bagaimana caranya
berdoa. Di gereja saya selalu mendengar pendeta
berkhotbah tentang berdoa, tapi itu hanya lalu saja
begitu melampaui kepala saya." Saya berhenti berusaha
berdoa sama sekali," orang tua itu melanjutkan,
"sehingga pada suatu hari kira-kira
empat tahun yang lalu, seorang sahabat baikku berkata
kepadaku, "Johnny, doa itu adalah suatu hal yang
sederhana yaitu anda mengadakan percakapan
dengan Yesus. Inilah anjuran saya. Anda duduklah
disatu kursi, kemudian di depan anda letakkan satu
kursi yang kosong, kemudian dalam iman anda
lihatlah Yesus sedang duduk dikursi itu. Ini bukan
satu pikiran yang aneh, karena Dia berjanji, 'Aku akan
beserta dengan kamu selamanya.' "Kemudian anda
bercakap dengan dia seperti caranya anda
berbicara dengan saya sekarang." Jadi saya coba itu
dan saya sangat menyukainya sehingga saya telah
melakukan itu selama dua jam setiap hari. Saya sangat
berhati-hati dalam soal ini. Kalau anak perempuan saya
melihat saya berbicara kepada kursi yang kosong, pasti
dia akan jadi senewen atau gegawang dan akan mengirim
saya ke rumah sakit jiwa."

Si pendeta sangat terharu mendengar cerita itu dan
menganjurkan supaya meneruskan pengalaman ini.
Kemudian dia berdoa dengan orang itu dan setelah itu
mengurapinya dengan minyak dan kembali ke gerejanya.
Dua malam kemudian anak perempuan itu menelpon pendeta
tadi dan menyampaikan bahwa bapaknya sudah meninggal
pada sore hari itu.

"Apakah dia meninggal dengan tenang?" dia bertanya.
"Ya, pada waktu saya akan meninggalkan pada
jam dua sore, dia memanggil saya kesamping tempat
tidurnya, mengatakan bahwa dia mencintai saya dan
kemudian mencium pipi saya. Waktu saya kembali dari
toko sejam kemudian, saya dapati bahwa dia sudah
meninggal. Tapi ada sesuatu yang aneh dalam
kematiannya itu. Kelihatannya, sebelum bapak
meninggal, dia telah mengangkat kepalanya lalu
membaringkan itu diatas kursi di samping ranjangnya.
Menurut anda apa yang telah terjadi?" Si pendeta
menyeka linangan air matanya dan berkata, "Betapa aku
harapkan kalau kita semua bisa meninggal dengan cara
demikian."

01. Aku minta air dari Tuhan, dan Ia berikan aku sebuah samudera.
02. Aku minta kembang dari Tuhan, dan Ia berikan aku sebuah taman.
03. Aku minta teman dari Tuhan, dan Ia berikan ENGKAU kepadaku.
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

The daughter of a man has asked priests
of the local church to come pray with
father. When the priest arrived at the house
He found the man lying in the
sleeping on two pillows arranged. A chair
which is located beside the empty bed.

The priest was thinking of that person's
will be notified that his visit home.

I think certainly you're waiting for my arrival,
he said. 'No, who are you? " the father asked.
Pastor was told his name and
continued, "I saw the empty chair, so
I think you already know I will come take
visit. "" Oh, yes, on that chair, "said the
that looks terrible pain could not stand the
her bed was. "Can you please close the door?"

Feeling a little surprise, the priest closed the door
room. "I never told this story
to anyone, to my daughter did not
ever, "said the man." But all the age
my life, I never know how
pray. In church I always hear the preacher
preach about prayer, but it was only then it
so beyond my head. "I stopped trying
pray at all, "the old man continued,
"so that one day about
four years ago, a friend of mine said
to me, "Johnny, prayer is something that
ie you hold a simple conversation
with Jesus. Here's my advice. You sit
the one chair, then you put in front of one
the empty chair, then in your faith
see Jesus was sitting in the chair. This is not
a strange thought, because He promised, 'I will
along with you forever. " "Then you
talk with him like the way you
talk to me now. "So I tried it
and I loved it so I have
do it for two hours each day. I strongly
careful in this matter. When my daughter
see me talking to an empty chair, certainly
he'll be nervous or gegawang and will send
me to a mental hospital. "

The minister was deeply moved to hear the story and
suggested that this experience continues.
Then he prayed with him and after that
anointing with oil and returned to his church.
Two nights later the daughter called pastor
earlier and said that his father had died
in the afternoon that day.

"Did he die in peace?" he asked.
"Yes, when I would leave the
two in the afternoon, he called me aside places
his sleep, saying that he loved me and
then kissed my cheek. When I returned from
store an hour later, I found that he had
died. But there was something strange in the
his death was. Apparently, before the father
died, he had raised his head and then
lay it on the chair beside her bed.
What do you think has happened? "The minister
wipe the tears in his eyes and said, "How I
expect if we all could die in a way
so. "

01. I asked for water from the Lord, and He gave me an ocean.
02. I asked for flowers from the Lord, and He gave me a garden.
03. I asked a friend of God, and He gave me YOU.
--------------------

The Power of One

Sumber: Mujizat itu Nyata
Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel."

Hakim-Hakim 5:6 "Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit."

Hanya ada dua ayat dalam Alkitab yang menyinggung kehidupan Samgar. Samgar hanya petani sederhana....tidak ada orang yang memperhitungkan dia sebagai seorang pahlawan yang besar. Akan tetapi, petani sederhana ini, seorang diri membunuh 600 orang Filistin + menyelamatkan seluruh bangsa! Hal ini membangkitkan semangat bagi kita yang merasa diri hanya orang biasa saja. Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

#1: (Saudara harus) MULAI DARI TEMPAT SAUDARA BERADA
Samgar adalah orang biasa yang menjalani hidup yang biasa saja. SAUDARA, jangan menunggu kondisi jadi sempurna, mulai tepat dari tempat Saudara berada!

Mulai kerjakan persiapan, mulai kerjakan perencanaan, mulai MELANGKAH KELUAR + lakukan sesuatu dalam kehidupan Saudara -tepat dari tempat di mana Saudara berada sekarang!

Tidak ada gunanya kalau kita berkata: "Suatu hari kelak, aku akan membuat perbedaan + memberikan dampak pada dunia! Suatu hari kelak, aku akan memiliki takdir ilahi!"

Pemimpin sejati selalu mulai dari tempat di mana mereka berada sekarang!

Kalau Saudara pelajar, Saudara bisa memberikan pengaruh yang positif bagi teman sekelas + guru kalian di sekolah. Kalau Saudara penjual asuransi, Saudara bisa menolong client Saudara menjatuhkan pilihan yang bijak yang menguntungkan keluarganya. Kalau Saudara seorang businessman, Saudara bisa menyediakan suatu pelayanan yang meningkatkan standar kehidupan komunitas Saudara. Kalau Saudara fulltimer, Saudara memiliki pengaruh yang sangat kuat pada anggota gereja lainnya.

#2: (Saudara harus) GUNAKAN APA YANG SAUDARA MILIKI
Hakim-Hakim 3:31 "...ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu..."
Menurut para sarjana dan arkeolog, tongkat penghalau lembu Samgar panjangnya 2,5 m. Kalau mau dipakai senjata, hal itu pasti sangat janggal! Tapi hanya itu yang dimiliki Samgar! Seringkali kita fokus pada apa yang kita tidak miliki sehingga kita lupa untuk fokus pada apa yang telah kita miliki!

Apa yang digambarkan oleh tongkat penghalau lembu:
IMPIAN Saudara
Impian adalah suatu hal yang dahsyat! Impian membuat kita memiliki pengharapan + memampukan kita untuk bisa membayangkan masa depan yang lebih baik! Impian memberi kita motivasi, energi + memberi kita keberanian untuk mengambil resiko.

Jangan berpikir kecil-impian Saudara harus gagah + berani! Samgar punya impian membebaskan bangsanya dari terror + penjajahan orang Filistin.Dia mengambil tongkat penghalau lembu+ membuat impiannya menjadi kenyataan.

TALENTA Saudara
Talenta apa yang telah Tuhan berikan pada Saudara? Mencari uang? Menyanyi? Melukis? Mendesign software komputer? Menjalankan website?Talenta dalam mengajar anak? Mendorong semangat orang tua? Pelayanan meja? Cuci piring? Setiap Saudara punya semua talenta yang Saudara butuhkan! Apapun talenta Saudara, pakai creativitas untuk mengembangkannya.

#3: (Saudara harus) LAKUKAN APA YANG SAUDARA BISA

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin..."

Samgar tidak seperti Yosua atau Otniel atau Ehud yang telah menghancurkan puluhan ribu musuh. Dia hanya melakukan yang bisa dia lakukan -600 orang Filistin ... itu yang terbaik yang bisa dikerjakannya!

Tetapkan sasaran yang bisa dikerjakan...dan waktu Saudara mengerjakan sebaik mungkin, maka hal tsb cukup! Hati-hati dengan sikap atau roh agamawi yang membuat Saudra selalu merasa belum cukup dalam melakukan sesuatu!

Shamgar MELAKUKAN LANGKAH IMAN:
- Mulai di mana dia berada,
- Menggunakan apa yang dia punya.
- Melakukan apa yang dia bisa!

... dan hal tsb lebih dari cukup bagi Kerajaan Sorga! Alkitab mencatat bahwa dia sendirian bisa mengalahkan 600 orang Filistin. Ada kekuatan luar biasa dalam setiap kehidupan kita! Amin
--------------------


The Power of One

Sumber: Mujizat itu Nyata
Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel."

Hakim-Hakim 5:6 "Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit."

Hanya ada dua ayat dalam Alkitab yang menyinggung kehidupan Samgar. Samgar hanya petani sederhana....tidak ada orang yang memperhitungkan dia sebagai seorang pahlawan yang besar. Akan tetapi, petani sederhana ini, seorang diri membunuh 600 orang Filistin + menyelamatkan seluruh bangsa! Hal ini membangkitkan semangat bagi kita yang merasa diri hanya orang biasa saja. Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

#1: (Saudara harus) MULAI DARI TEMPAT SAUDARA BERADA
Samgar adalah orang biasa yang menjalani hidup yang biasa saja. SAUDARA, jangan menunggu kondisi jadi sempurna, mulai tepat dari tempat Saudara berada!

Mulai kerjakan persiapan, mulai kerjakan perencanaan, mulai MELANGKAH KELUAR + lakukan sesuatu dalam kehidupan Saudara -tepat dari tempat di mana Saudara berada sekarang!

Tidak ada gunanya kalau kita berkata: "Suatu hari kelak, aku akan membuat perbedaan + memberikan dampak pada dunia! Suatu hari kelak, aku akan memiliki takdir ilahi!"

Pemimpin sejati selalu mulai dari tempat di mana mereka berada sekarang!

Kalau Saudara pelajar, Saudara bisa memberikan pengaruh yang positif bagi teman sekelas + guru kalian di sekolah. Kalau Saudara penjual asuransi, Saudara bisa menolong client Saudara menjatuhkan pilihan yang bijak yang menguntungkan keluarganya. Kalau Saudara seorang businessman, Saudara bisa menyediakan suatu pelayanan yang meningkatkan standar kehidupan komunitas Saudara. Kalau Saudara fulltimer, Saudara memiliki pengaruh yang sangat kuat pada anggota gereja lainnya.

#2: (Saudara harus) GUNAKAN APA YANG SAUDARA MILIKI
Hakim-Hakim 3:31 "...ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu..."
Menurut para sarjana dan arkeolog, tongkat penghalau lembu Samgar panjangnya 2,5 m. Kalau mau dipakai senjata, hal itu pasti sangat janggal! Tapi hanya itu yang dimiliki Samgar! Seringkali kita fokus pada apa yang kita tidak miliki sehingga kita lupa untuk fokus pada apa yang telah kita miliki!

Apa yang digambarkan oleh tongkat penghalau lembu:
IMPIAN Saudara
Impian adalah suatu hal yang dahsyat! Impian membuat kita memiliki pengharapan + memampukan kita untuk bisa membayangkan masa depan yang lebih baik! Impian memberi kita motivasi, energi + memberi kita keberanian untuk mengambil resiko.

Jangan berpikir kecil-impian Saudara harus gagah + berani! Samgar punya impian membebaskan bangsanya dari terror + penjajahan orang Filistin.Dia mengambil tongkat penghalau lembu+ membuat impiannya menjadi kenyataan.

TALENTA Saudara
Talenta apa yang telah Tuhan berikan pada Saudara? Mencari uang? Menyanyi? Melukis? Mendesign software komputer? Menjalankan website?Talenta dalam mengajar anak? Mendorong semangat orang tua? Pelayanan meja? Cuci piring? Setiap Saudara punya semua talenta yang Saudara butuhkan! Apapun talenta Saudara, pakai creativitas untuk mengembangkannya.

#3: (Saudara harus) LAKUKAN APA YANG SAUDARA BISA

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin..."

Samgar tidak seperti Yosua atau Otniel atau Ehud yang telah menghancurkan puluhan ribu musuh. Dia hanya melakukan yang bisa dia lakukan -600 orang Filistin ... itu yang terbaik yang bisa dikerjakannya!

Tetapkan sasaran yang bisa dikerjakan...dan waktu Saudara mengerjakan sebaik mungkin, maka hal tsb cukup! Hati-hati dengan sikap atau roh agamawi yang membuat Saudra selalu merasa belum cukup dalam melakukan sesuatu!

Shamgar MELAKUKAN LANGKAH IMAN:
- Mulai di mana dia berada,
- Menggunakan apa yang dia punya.
- Melakukan apa yang dia bisa!

... dan hal tsb lebih dari cukup bagi Kerajaan Sorga! Alkitab mencatat bahwa dia sendirian bisa mengalahkan 600 orang Filistin. Ada kekuatan luar biasa dalam setiap kehidupan kita! Amin
--------------------


SANG PENIPU

Sumber : Elia Stories Care
Saya (OA) lahir tanggal 18 November 1956 dari keluarga poligami yang tidak mengenal Kristus. Ibu sangat menderita saat mengandung dan melahirkan saya, karena saya adalah anak ke-10 dalam keluarga dan ke-9 kakak saya semuanya meninggal saat masih bayi atau pun dalam kandungan, sehingga ketika keluarga tahu bahwa ibu mengandung, mereka menolak dan menyingkirkannya. Akhirnya, ibu saya bersembunyi di sebuah kampung terpencil. Saya tidak lahir tepat pada saatnya, tapi pada usia kandungan ibu saya 18 bulan, sehingga ia sangat kesakitan saat saya lahir. Ibu dibawa ke rumah sakit yang sangat jauh dari kampung karena komplikasi. Orang tua saya tidak mau memberikan nama, karena takut saya akan meninggal jika diberi nama. Lagipula dalam adat saya, pemberian sebuah nama harus dilakukan dengan perayaan yang sangat mahal. Hal itu membuat saya dipanggil sekenanya pada masa kanak-kanak, sehingga pada saat remaja, saya memberi nama diri saya sendiri "Wahid".

Saya sebenarnya anak yang cerdas di sekolah (Ahmadiyah Grammar School), namun saya juga sekaligus anak yang nakal, suka merokok, dan melakukan begitu banyak kenakalan remaja. Hal itu membuat saya menjadi anak yang paling banyak dihukum di sekolah, dan saya bangga akan hal itu. Sekolah segan mengeluarkan saya karena saya anak yang sangat cerdas, bahkan berhasil lulus SMA dengan nilai yang tinggi. Tapi saya melawan kehendak orang tua saya. Mereka ingin saya masuk universitas, tapi saya malah bergabung dengan kehidupan geng dan preman di kota kami. Melakukan apa saja untuk mendapatkan uang dengan cepat, namun hanya menghambur-hamburkan uang yang saya dapat untuk tidur bersama pelacur di hotel dan mabuk-mabukan sampai pagi. Hal itu membuat ibu saya memaksa saya untuk menikah. Saya menikah bulan Desember tahun 1981. Tapi di malam pernikahan saya, saya malah menghabiskan malam itu bersama dengan seorang pelacur di sebuah hotel. Malah pada malam ketika anak pertama saya lahir, saya mabuk-mabukan sampai drop di sebuah hotel.

Saya sama sekali tidak memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sama sekali tidak peduli dengan istri saya yang membanting tulang bekerja sebagai buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebaliknya, saya malah meninggalkan mereka pergi ke Amerika tanpa pamit, hanya karena seseorang menghina saya tidak punya gelar sarjana. Di Amerika, saya masuk ke Borough Of Manhattan Community College, lalu ke Baruch College; kedua-duanya di New York. Sekolah saya berjalan cukup baik, namun seperti biasa saya terus terlibat dalam pencarian uang secara instan. Seperti penipuan, pemalsuan, pengedaran narkoba, bahkan perdagangan manusia. Semua, baik pendidikan dan penghasilan dari dunia gelap, berjalan baik (terutama dari bisnis penipuan saya). Saya merasa begitu penuh dan tercukupi, merasa diri paling hebat, itu semua hasil usaha saya, dan di manakah Tuhan? Buktinya Dia tidak bisa menghentikan hal-hal jahat yang saya lakukan ini.

Pengenalan saya yang pertama kali kepada Yesus terjadi agak aneh. Saya sedang bermain judi bersama teman-teman saya. Kemudian ada seorang teman yang bernama Ray, sering menang dan setiap kali menang dia berseru, "Puji Tuhan, Haleluya, dan Terima kasih Yesus". Hal itu sungguh mengesalkan hati saya. Saya memandangi Ray dan berpikir dia sudah gila. Masakan membawa-bawa jargon-jargon agama dalam judi. Dan saya juga katakan padanya bahwa Yesus yang dia puji-puji itu tidak ada istimewanya, hanya manusia biasa seperti kita, seorang penipu yang lebih pintar dari pengikutnya, sehingga pengikutnya mau saja dibohongi dan mengikutinya. Namun pada malam harinya, tanggal 5 Februari, saya bermimpi dan mimpi itu begitu nyata. Saya melihat seorang pria yang matanya, kulitnya, dan jubahnya semuanya berwarna putih bagai salju. Saya bertanya padanya, "Siapakah engkau?" Dia lalu menjawab, "Aku adalah Yesus yang kau bilang sebagai penipu. Tapi sekarang Aku akan memberimu tugas untuk memberitahukan seluruh dunia kalau Aku bukan tipuan, tetapi sesuatu yang sungguh nyata."

Saya katakan padanya, saya tidak punya urusan denganmu, untuk itu pergilah tinggalkan saya. Kejadian itu menjadi awal dibongkarnya hidup saya dan akhir dari kenyamanan yang dibangun atas kejahatan saya. Saya tidak bisa lagi hidup tenang sejak mimpi itu. Beberapa hari setelah mimpi itu, ibu saya menelepon, katanya istri saya akan meninggalkan saya kalau saya tidak berbicara dengannya. Saya memang meninggalkan istri saya pada ibu saya, karena saya pikir dia tidak berpendidikan atau pun setingkat kehidupannya dengan saya. Saya coba bicara dengannya, namun saya malah salah bicara dan menghancurkan sedikit harapan yang tersisa padanya. Ia pun langsung pergi keluar dari rumah ibu saya, kembali pada orang tuanya, dengan meninggalkan sebuah amplop berisi surat yang mengatakan bahwa dia akan tetap menunggu saya, peduli sampai berapa lama. Tidak lama kemudian, rumah saya yang di Amerika dirampok habis saat saya sedang pergi kuliah, tidak ada harta saya yang tersisa, semuanya habis dibawa perampok.

Pada bulan Maret 1987, saya menembak seseorang hingga hampir mati hanya karena masalah wanita. Pada 15 September 1987, FBI menangkap dan membekuk saya di dalam kelas saat sedang kuliah, dengan tuntutan penipuan dan pemalsuan. Saya ditahan 13 bulan sebelum akhirnya dibebaskan. Baru saja saya dibebaskan, departemen imigrasi langsung menangkap saya dan langsung mendeportasi saya kembali ke Nigeria. Setelah hampir 4 tahun mencoba kembali ke Amerika, saya akhirnya berhasil kembali ke negeri itu tahun 1991. Namun dua tahun kemudian terjadi masalah besar, pertama ibu saya meninggal di bulan Januari. Lalu saya ditangkap pihak berwajib sampai 19 kali di tahun itu juga. Bukan semuanya karena kesalahan saya. Banyak orang dalam perusahaan saya terlibat dalam penipuan dan pemalsuan, sehingga saya sering terseret dalam penyelidikan.

Tahun 1994, saya kembali ke Nigeria untuk mencari pertolongan spiritual. Saya benar-benar hancur, baik dalam hal kejiwaan dan finansial. Saya benar-benar butuh pertolongan. Hal yang mendorong saya mencari pertolongan spritual. Setiap kali kejadian-kejadian di atas terjadi, suara dalam mimpi yang saya alami itu terus datang. Menantang dan terus memanggil saya. Tapi saya coba lari dari-Nya, saya tidak mau itu menjadi jalan hidup saya. Saya memutuskan untuk mencoba sedikit berdamai dengan pemilik suara itu. Maka saya mencari seorang pendeta dan meminta sarannya. Ia menyarankan agar saya kembali bersama istri dan keluarga saya. Bila tidak, keadaan akan bertambah buruk. Saya mematuhi sarannya, dan berusaha kembali pada keluarga saya. Itulah hadiah Natal terindah, 23 Desember 1994, dua putri saya yang manis kembali duduk di pangkuan saya dengan sukacita.

Bulan Februari 1997, saya memutuskan kembali ke Amerika, karena bisnis saya di Nigeria, apapun itu, selalu gagal. Saya transit di Amsterdam, Belanda, saya menelepon teman saya yang tinggal di situ. Ia pun dengan senangnya langsung mengundang saya ke rumahnya, karena ada perayaan pemberian nama untuk anaknya. Setelah perayaan itu selesai, saya jalan-jalan melihat-lihat Amsterdam. Namun di tengah jalan, mendadak polisi memberhentikan mobil saya. Menurut data yang mereka miliki, ternyata saya termasuk dalam daftar orang dicari di negara tersebut. Saya sangat terkejut, bagaimana mungkin, saya belum pernah datang ke negara itu, namun tertuduh atas sebuah kejahatan di situ? Setelah diusut, ternyata saya tercatat karena kejahatan yang saya lakukan di negara lain 5 tahun lalu, yang dilaporkan oleh warga negara di negara tersebut. Saat didorong masuk dengan kasar ke dalam sel dan pintu sel dengan keras terkunci, suara dari mimpi itu dengan jelas datang lagi dan berkata, "Apakah engkau sudah siap sekarang?"

Saya langsung tersungkur di lantai sel itu dengan muka menghadap ke tanah. Saya menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil. "Tuhan ..., ampuni aku, aku sudah lelah, aku menyerah!" Di dalam penjara itu, pada tanggal 7 Februari 1997, saya akhirnya menyerahkan hidup saya kepada Yesus Kristus. Di dalam penjara itu pula saya menjadi manusia yang tergantung hanya pada satu buku, yaitu Alkitab. Tidak saya lepas ke mana pun saya pergi di dalam lingkungan penjara. Saya baca berulang-ulang, sekali lagi dan lagi. Roh Kudus banyak berbicara pada saya melalui firman-Nya. Selama 7 bulan dalam penjara, saya pun dilepaskan dan menjadi luntang-lantung di Belanda. Di jalanan, saya bertemu dengan seorang pecandu narkoba dan dia menawarkan tempat sementara untuk berteduh. Tempat itu ternyata sebuah gereja bernama Victory Outreach Church. Dan saya disambut dengan sangat baik di sana, seperti di keluarga sendiri, bahkan mungkin lebih baik dari keluarga. Saya ikut dalam program rehabilitasi di gereja itu selama 3 bulan dan kemudian dipindahkan ke Utrecth. Ternyata pendeta pelayan di Utrecth adalah seorang Nigeria, namanya Pendeta Franklin Ogunnorin. Saya belajar banyak di bawah bimbingannya selama 6 bulan, dan pemerintah Belanda memerintahkan saya untuk melanjutkan perjalanan ke Amerika.

Namun, saat saya sedang transit di Spanyol dan mengunjungi seorang teman, suara itu datang lagi. "Aku tidak mengutusmu ke Amerika, tapi kembali ke Afrika dan dirikanlah gereja seperti yang telah engkau lihat, khusus untuk melayani pecandu, pelacur, pemabuk, narapidana, anak jalanan, dan mereka yang berasal dari keluarga yang berantakan. Mendengar suara itu, saya memilih patuh daripada mengikuti keinginan diri saya sendiri. Saya pun kembali ke Nigeria dengan hanya $10 di kantong dan langsung menggunakan rumah warisan ibu saya sebagai tempat pelayanan dan rehabilitasi. Kami juga melayani ibadah, sampai diadakan di hampir setiap hotel di Ibadan. Kehidupan dalam pelayanan bukanlah jalanan yang penuh bunga, namun begitu banyak tantangannya. Saya dan istri memang memiliki beban yang sama dalam pelayanan, tapi kami hidup tidak seperti suami istri, kami hidup seperti dua orang yang asing. Begitu banyak adu mulut dan perkelahian dalam kehidupan perkawinan kami. Sampai suatu saat, saya ditegur dengan firman Tuhan yang menyatakan agar saya harus mengasihi istri saya, menghormatinya, dan menjaganya. Puji nama Tuhan, kehidupan keluarga saya menjadi harmonis sejak saya patuh pada firman Tuhan.

Tuhan Yesus yang Mahakuasa telah memanggil dan mengubahkan saya. Saya yang dahulunya suka memukul wanita, menjadi seorang pencinta istri. Saya tidak lagi melihat anak-anak saya sebagai parasit dan pengganggu hidup saya, melainkan warisan mulia dari Tuhan. Tuhan telah mengubahkan saya, dari seorang penghujat Tuhan menjadi pengabar Injil-Nya. Dari penjara menjadi pendeta, dari pencinta kehidupan malam menjadi pencinta kehidupan doa. Saya tidak melihat wanita dari tubuhnya lagi, tapi dari jiwanya yang terluka. Saya tidak mabuk akan anggur lagi, melainkan mabuk akan Roh Kudus. Dibebaskan dari lembah kematian dan diletakkan pada gunung batu kemulian-Nya. Saya sekarang percaya kalau Tuhan bisa memanggil saya, memilih saya, dan mengubahkan saya dengan karunia-Nya, kasih-Nya, dan kuasa-Nya yang begitu besar. Tuhan juga pasti mampu memanggilmu dan mengubahkanmu dari yang terhilang menjadi anak kesayangan-Nya. Asal kau mau bertobat dan kembali pada-Nya. Saya sekarang merasa begitu hidup, begitu diperbaharui, dan begitu dipulihkan. Membuat saya berpikir jika pengalaman saya bersama Kristus yang begitu indah ini adalah sebuah mimpi, maka saya tidak mau dibangunkan. Biarkan saya tetap bermimpi dalam hidup berkemenangan seperti ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama majalah: VOICE Indonesia, Vol. 88/2007
Penulis: Omotoni Akintoye
Penerbit: Communication Department Full Gospel Business's Men Fellowship International -- Indonesia dan Yayasan Usahawan Injil Sepenuhnya Internasional (PUISI), Jakarta 2007
Halaman: 18 -- 23

Artikel Lain:
- Air Mata Ibu Dan Ayah
- Hai Dunia, Bergembiralah!

Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

Renungan: Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir
Ada seorang pendeta yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana Kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi.

Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.

Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya di ketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : 'Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan. '

Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :
'' Apa yang daripada tanah kembali kepada tanah dan apa yang daripada debu kembali kepada debu..''

Mengapa demikian?
Ia baru sadar: semuanya ini karena.... YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI

Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita teriakan '' Haleluyah '' keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ''Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s'kalian nyanyilah s'kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah'' Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Tapi syukurlah Yohanes 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.
' Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.'

SANG PENIPU

Sumber : Elia Stories Care

Saya (OA) lahir tanggal 18 November 1956 dari keluarga poligami yang tidak mengenal Kristus. Ibu sangat menderita saat mengandung dan melahirkan saya, karena saya adalah anak ke-10 dalam keluarga dan ke-9 kakak saya semuanya meninggal saat masih bayi atau pun dalam kandungan, sehingga ketika keluarga tahu bahwa ibu mengandung, mereka menolak dan menyingkirkannya. Akhirnya, ibu saya bersembunyi di sebuah kampung terpencil. Saya tidak lahir tepat pada saatnya, tapi pada usia kandungan ibu saya 18 bulan, sehingga ia sangat kesakitan saat saya lahir. Ibu dibawa ke rumah sakit yang sangat jauh dari kampung karena komplikasi. Orang tua saya tidak mau memberikan nama, karena takut saya akan meninggal jika diberi nama. Lagipula dalam adat saya, pemberian sebuah nama harus dilakukan dengan perayaan yang sangat mahal. Hal itu membuat saya dipanggil sekenanya pada masa kanak-kanak, sehingga pada saat remaja, saya memberi nama diri saya sendiri "Wahid".

Saya sebenarnya anak yang cerdas di sekolah (Ahmadiyah Grammar School), namun saya juga sekaligus anak yang nakal, suka merokok, dan melakukan begitu banyak kenakalan remaja. Hal itu membuat saya menjadi anak yang paling banyak dihukum di sekolah, dan saya bangga akan hal itu. Sekolah segan mengeluarkan saya karena saya anak yang sangat cerdas, bahkan berhasil lulus SMA dengan nilai yang tinggi. Tapi saya melawan kehendak orang tua saya. Mereka ingin saya masuk universitas, tapi saya malah bergabung dengan kehidupan geng dan preman di kota kami. Melakukan apa saja untuk mendapatkan uang dengan cepat, namun hanya menghambur-hamburkan uang yang saya dapat untuk tidur bersama pelacur di hotel dan mabuk-mabukan sampai pagi. Hal itu membuat ibu saya memaksa saya untuk menikah. Saya menikah bulan Desember tahun 1981. Tapi di malam pernikahan saya, saya malah menghabiskan malam itu bersama dengan seorang pelacur di sebuah hotel. Malah pada malam ketika anak pertama saya lahir, saya mabuk-mabukan sampai drop di sebuah hotel.

Saya sama sekali tidak memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sama sekali tidak peduli dengan istri saya yang membanting tulang bekerja sebagai buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebaliknya, saya malah meninggalkan mereka pergi ke Amerika tanpa pamit, hanya karena seseorang menghina saya tidak punya gelar sarjana. Di Amerika, saya masuk ke Borough Of Manhattan Community College, lalu ke Baruch College; kedua-duanya di New York. Sekolah saya berjalan cukup baik, namun seperti biasa saya terus terlibat dalam pencarian uang secara instan. Seperti penipuan, pemalsuan, pengedaran narkoba, bahkan perdagangan manusia. Semua, baik pendidikan dan penghasilan dari dunia gelap, berjalan baik (terutama dari bisnis penipuan saya). Saya merasa begitu penuh dan tercukupi, merasa diri paling hebat, itu semua hasil usaha saya, dan di manakah Tuhan? Buktinya Dia tidak bisa menghentikan hal-hal jahat yang saya lakukan ini.

Pengenalan saya yang pertama kali kepada Yesus terjadi agak aneh. Saya sedang bermain judi bersama teman-teman saya. Kemudian ada seorang teman yang bernama Ray, sering menang dan setiap kali menang dia berseru, "Puji Tuhan, Haleluya, dan Terima kasih Yesus". Hal itu sungguh mengesalkan hati saya. Saya memandangi Ray dan berpikir dia sudah gila. Masakan membawa-bawa jargon-jargon agama dalam judi. Dan saya juga katakan padanya bahwa Yesus yang dia puji-puji itu tidak ada istimewanya, hanya manusia biasa seperti kita, seorang penipu yang lebih pintar dari pengikutnya, sehingga pengikutnya mau saja dibohongi dan mengikutinya. Namun pada malam harinya, tanggal 5 Februari, saya bermimpi dan mimpi itu begitu nyata. Saya melihat seorang pria yang matanya, kulitnya, dan jubahnya semuanya berwarna putih bagai salju. Saya bertanya padanya, "Siapakah engkau?" Dia lalu menjawab, "Aku adalah Yesus yang kau bilang sebagai penipu. Tapi sekarang Aku akan memberimu tugas untuk memberitahukan seluruh dunia kalau Aku bukan tipuan, tetapi sesuatu yang sungguh nyata."

Saya katakan padanya, saya tidak punya urusan denganmu, untuk itu pergilah tinggalkan saya. Kejadian itu menjadi awal dibongkarnya hidup saya dan akhir dari kenyamanan yang dibangun atas kejahatan saya. Saya tidak bisa lagi hidup tenang sejak mimpi itu. Beberapa hari setelah mimpi itu, ibu saya menelepon, katanya istri saya akan meninggalkan saya kalau saya tidak berbicara dengannya. Saya memang meninggalkan istri saya pada ibu saya, karena saya pikir dia tidak berpendidikan atau pun setingkat kehidupannya dengan saya. Saya coba bicara dengannya, namun saya malah salah bicara dan menghancurkan sedikit harapan yang tersisa padanya. Ia pun langsung pergi keluar dari rumah ibu saya, kembali pada orang tuanya, dengan meninggalkan sebuah amplop berisi surat yang mengatakan bahwa dia akan tetap menunggu saya, peduli sampai berapa lama. Tidak lama kemudian, rumah saya yang di Amerika dirampok habis saat saya sedang pergi kuliah, tidak ada harta saya yang tersisa, semuanya habis dibawa perampok.

Pada bulan Maret 1987, saya menembak seseorang hingga hampir mati hanya karena masalah wanita. Pada 15 September 1987, FBI menangkap dan membekuk saya di dalam kelas saat sedang kuliah, dengan tuntutan penipuan dan pemalsuan. Saya ditahan 13 bulan sebelum akhirnya dibebaskan. Baru saja saya dibebaskan, departemen imigrasi langsung menangkap saya dan langsung mendeportasi saya kembali ke Nigeria. Setelah hampir 4 tahun mencoba kembali ke Amerika, saya akhirnya berhasil kembali ke negeri itu tahun 1991. Namun dua tahun kemudian terjadi masalah besar, pertama ibu saya meninggal di bulan Januari. Lalu saya ditangkap pihak berwajib sampai 19 kali di tahun itu juga. Bukan semuanya karena kesalahan saya. Banyak orang dalam perusahaan saya terlibat dalam penipuan dan pemalsuan, sehingga saya sering terseret dalam penyelidikan.

Tahun 1994, saya kembali ke Nigeria untuk mencari pertolongan spiritual. Saya benar-benar hancur, baik dalam hal kejiwaan dan finansial. Saya benar-benar butuh pertolongan. Hal yang mendorong saya mencari pertolongan spritual. Setiap kali kejadian-kejadian di atas terjadi, suara dalam mimpi yang saya alami itu terus datang. Menantang dan terus memanggil saya. Tapi saya coba lari dari-Nya, saya tidak mau itu menjadi jalan hidup saya. Saya memutuskan untuk mencoba sedikit berdamai dengan pemilik suara itu. Maka saya mencari seorang pendeta dan meminta sarannya. Ia menyarankan agar saya kembali bersama istri dan keluarga saya. Bila tidak, keadaan akan bertambah buruk. Saya mematuhi sarannya, dan berusaha kembali pada keluarga saya. Itulah hadiah Natal terindah, 23 Desember 1994, dua putri saya yang manis kembali duduk di pangkuan saya dengan sukacita.

Bulan Februari 1997, saya memutuskan kembali ke Amerika, karena bisnis saya di Nigeria, apapun itu, selalu gagal. Saya transit di Amsterdam, Belanda, saya menelepon teman saya yang tinggal di situ. Ia pun dengan senangnya langsung mengundang saya ke rumahnya, karena ada perayaan pemberian nama untuk anaknya. Setelah perayaan itu selesai, saya jalan-jalan melihat-lihat Amsterdam. Namun di tengah jalan, mendadak polisi memberhentikan mobil saya. Menurut data yang mereka miliki, ternyata saya termasuk dalam daftar orang dicari di negara tersebut. Saya sangat terkejut, bagaimana mungkin, saya belum pernah datang ke negara itu, namun tertuduh atas sebuah kejahatan di situ? Setelah diusut, ternyata saya tercatat karena kejahatan yang saya lakukan di negara lain 5 tahun lalu, yang dilaporkan oleh warga negara di negara tersebut. Saat didorong masuk dengan kasar ke dalam sel dan pintu sel dengan keras terkunci, suara dari mimpi itu dengan jelas datang lagi dan berkata, "Apakah engkau sudah siap sekarang?"

Saya langsung tersungkur di lantai sel itu dengan muka menghadap ke tanah. Saya menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil. "Tuhan ..., ampuni aku, aku sudah lelah, aku menyerah!" Di dalam penjara itu, pada tanggal 7 Februari 1997, saya akhirnya menyerahkan hidup saya kepada Yesus Kristus. Di dalam penjara itu pula saya menjadi manusia yang tergantung hanya pada satu buku, yaitu Alkitab. Tidak saya lepas ke mana pun saya pergi di dalam lingkungan penjara. Saya baca berulang-ulang, sekali lagi dan lagi. Roh Kudus banyak berbicara pada saya melalui firman-Nya. Selama 7 bulan dalam penjara, saya pun dilepaskan dan menjadi luntang-lantung di Belanda. Di jalanan, saya bertemu dengan seorang pecandu narkoba dan dia menawarkan tempat sementara untuk berteduh. Tempat itu ternyata sebuah gereja bernama Victory Outreach Church. Dan saya disambut dengan sangat baik di sana, seperti di keluarga sendiri, bahkan mungkin lebih baik dari keluarga. Saya ikut dalam program rehabilitasi di gereja itu selama 3 bulan dan kemudian dipindahkan ke Utrecth. Ternyata pendeta pelayan di Utrecth adalah seorang Nigeria, namanya Pendeta Franklin Ogunnorin. Saya belajar banyak di bawah bimbingannya selama 6 bulan, dan pemerintah Belanda memerintahkan saya untuk melanjutkan perjalanan ke Amerika.

Namun, saat saya sedang transit di Spanyol dan mengunjungi seorang teman, suara itu datang lagi. "Aku tidak mengutusmu ke Amerika, tapi kembali ke Afrika dan dirikanlah gereja seperti yang telah engkau lihat, khusus untuk melayani pecandu, pelacur, pemabuk, narapidana, anak jalanan, dan mereka yang berasal dari keluarga yang berantakan. Mendengar suara itu, saya memilih patuh daripada mengikuti keinginan diri saya sendiri. Saya pun kembali ke Nigeria dengan hanya $10 di kantong dan langsung menggunakan rumah warisan ibu saya sebagai tempat pelayanan dan rehabilitasi. Kami juga melayani ibadah, sampai diadakan di hampir setiap hotel di Ibadan. Kehidupan dalam pelayanan bukanlah jalanan yang penuh bunga, namun begitu banyak tantangannya. Saya dan istri memang memiliki beban yang sama dalam pelayanan, tapi kami hidup tidak seperti suami istri, kami hidup seperti dua orang yang asing. Begitu banyak adu mulut dan perkelahian dalam kehidupan perkawinan kami. Sampai suatu saat, saya ditegur dengan firman Tuhan yang menyatakan agar saya harus mengasihi istri saya, menghormatinya, dan menjaganya. Puji nama Tuhan, kehidupan keluarga saya menjadi harmonis sejak saya patuh pada firman Tuhan.

Tuhan Yesus yang Mahakuasa telah memanggil dan mengubahkan saya. Saya yang dahulunya suka memukul wanita, menjadi seorang pencinta istri. Saya tidak lagi melihat anak-anak saya sebagai parasit dan pengganggu hidup saya, melainkan warisan mulia dari Tuhan. Tuhan telah mengubahkan saya, dari seorang penghujat Tuhan menjadi pengabar Injil-Nya. Dari penjara menjadi pendeta, dari pencinta kehidupan malam menjadi pencinta kehidupan doa. Saya tidak melihat wanita dari tubuhnya lagi, tapi dari jiwanya yang terluka. Saya tidak mabuk akan anggur lagi, melainkan mabuk akan Roh Kudus. Dibebaskan dari lembah kematian dan diletakkan pada gunung batu kemulian-Nya. Saya sekarang percaya kalau Tuhan bisa memanggil saya, memilih saya, dan mengubahkan saya dengan karunia-Nya, kasih-Nya, dan kuasa-Nya yang begitu besar. Tuhan juga pasti mampu memanggilmu dan mengubahkanmu dari yang terhilang menjadi anak kesayangan-Nya. Asal kau mau bertobat dan kembali pada-Nya. Saya sekarang merasa begitu hidup, begitu diperbaharui, dan begitu dipulihkan. Membuat saya berpikir jika pengalaman saya bersama Kristus yang begitu indah ini adalah sebuah mimpi, maka saya tidak mau dibangunkan. Biarkan saya tetap bermimpi dalam hidup berkemenangan seperti ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama majalah: VOICE Indonesia, Vol. 88/2007
Penulis: Omotoni Akintoye
Penerbit: Communication Department Full Gospel Business's Men Fellowship International -- Indonesia dan Yayasan Usahawan Injil Sepenuhnya Internasional (PUISI), Jakarta 2007
Halaman: 18 -- 23

Artikel Lain:

- Air Mata Ibu Dan Ayah

- Hai Dunia, Bergembiralah!

cid:image001.gif@01C7E2A7.B636D0D0 Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

Renungan: Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir

Ada seorang pendeta yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana Kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi.

Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.

Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya di ketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : 'Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan. '

Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :
'' Apa yang daripada tanah kembali kepada tanah dan apa yang daripada debu kembali kepada debu..''

Mengapa demikian?
Ia baru sadar: semuanya ini karena.... YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI

Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita teriakan '' Haleluyah '' keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ''Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s'kalian nyanyilah s'kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah'' Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Tapi syukurlah Yohanes 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.
' Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.'

20 November 2009

Father's Love

Sumber : Come and Follow Jesus
Diambil dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat, dan sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita.

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya mereka pun selalu berdoa, 'Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...' Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, 'Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.' Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi, 'Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami.' Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung,lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. 'Anak laki-laki pak,' kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata, 'Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.' Si ayah membalas, 'Kabar apapun, saya siap menerimanya,pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk' 'Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain,' jelas si dokter. 'Apa maksud bapak,' si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, 'Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius.' Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, 'Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu.'

But above all these things put on love, which is the bondof perfection. Colossians 3:14 (NKJV)

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua. Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut,tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut. Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. 'Woi anak gw nih…ganteng kan ?' Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes. Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka yang cacat itu.

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, 'Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa.' Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi 'ting', maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, 'Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya'.

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir, 'Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama.' Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, 'Kalau 2 sendok the saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka.' Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu. Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, 'Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa.' Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma 'sedap' dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. 'Wah pasti enak nih.'

Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, 'Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?' Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan, 'Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan, amin.'

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya, 'Enak kan pa?'

'Iya, enaaaak sekali,' lalu melanjutkan makan. Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, 'Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….' Si ayah berkata, 'Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.' Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, 'Harum dan enak kan pa?' Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, 'Pahit, tapi papa suka sekali.' Dan dengan lugunya si anak menjawab, 'Ya iya dong papa, kopi kan pahit…,' karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata 'Ray, kamu tau nggak…'

'Nggak paa,' potong si anak cacat tersebut. Lalu si ayah melanjutkan, 'Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.' Lalu si anak menjawab, 'Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat papa.' Lalu si ayah berkata lagi, 'Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?' Si anak sambil menggelengkan kepala, 'Nggak tau pa….' 'Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.' Lalu si ayah melanjutkan, 'Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang sekali sama kamu?' Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, 'Nggak tahu pa…..' 'Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeeeeeeeeeng banget.' 'Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.' Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya, 'Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.' Lalu si anak menjawab, 'Sama-sama papaah….' Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, 'Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku…'

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut?
Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan. Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa
yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang harum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut..

Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu. You are all fair, my love, and there is no spot in you. Song of Solomon 4:7 (NKJV)
--------------------

19 November 2009

Mulailah Perjalanan Bersama Allah

Sumber : Mujizat Itu Nyata
Setiap orang Kristen di dunia ini tidak asing dengan kata-kata samping, yakni "Allah akan membuat jalan". Kata-kata ini bukanlah kata-kata penghibur belaka supaya kita bisa menikmati hidup atau tidak putus asa ketika masalah dan ujian datang. Kata-kata ini benar-benar mengandung sebuah keyakinan bahwa jalan akan terbuka, setiap masalah dapat teratasi dan kemenangan diraih. Bukan keyakinan Anda yang membuat jalan, melainkan Allah.

Beriman adalah langkah vital yang Anda ambil untuk menghubungkan diri Anda dengan Allah, Sang Pembuat jalan. Tetapi tanpa Allah, semua iman yang dapat Anda kumpulkan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Anda harus menemukan jalan Allah itu. Lalu pertanyaannya saat ini, bagaimanakah menemukannya? Mari mulailah melakukan perjalanan Anda bersama Allah.

Abraham adalah contoh yang baik berkaitan dengan hal ini. Ketia Allah memanggil dua untuk meninggalkan kampong halamannya, Abraham tidak tahu akan pergi ke mana. Tetapi ia percaya bahwa Allah tahu ke mana ia melangkah, maka ia pun berkemas dan berangkat. Abraham tidak mengandalkan keyakinan dirinya, tetapi ia mengandalkan Allah yang tahu ke mana ia melangkah dan siapa yang mau menuntunnya ke sana.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kisah Abraham diatas:

1. Kita dirancang untuk tergantung. Sebagian orang membantah bahwa percaya kepada Allah adalah suatu kelemahan, bahwa Allah adalah penopang bagi mereka yang tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri. kenyataan bahwa Anda sangat membutuhkan Allah di dalam hidup bukanlah kelemahan. Dia menciptakan kita untuk dapat meraih sesuatu di luar diri kita agar kita dapat menemukan apa yang kita butuhkan. Kita dirancang untuk bergantung kepada-Nya. Iman yang Anda miliki dapat membuat Anda melakukan segala hal yang orang dunia ini bayangkan sekalipun.

2. Allah menyediakan apa yang Anda butuhkan. Seringkali manusia begitu ragu bagaimana memenuhi kehidupan mereka sehingga tidak jarang mereka terjebak dengan kegiatan mereka. Manusia mencoba lebih keras untuk membuat suatu hubungan berjalan dengan baik, untuk sukses dalam berkarir, atau mengatasi masalah pribadi, pola, atau kebiasaan sulit. Namun, apakah itu berhasil? Awal mulanya mungkin berhasil, tetapi itu tidak akan lama. Ada waktu dia akan jatuh dan akhirnya menyerah dengan apa yang dialami. Akan tetapi, bila Anda berjalan bersama Allah, maka ketika Anda sampai pada keterbasana Anda, maka sebenarnya itu adalah awal harapan. Seperti yang dikatakan Yesus, "Allah memberkati mereka yang menyadari kebutuhan mereka akan Dia, (Matius 5:3, NLT). Apabila Anda menyadari bahwa Anda miskin dan tidak berdaya tanpa Allah, maka Anda siap untuk meminta pertolongan kepada-Nya. Saat Anda meminta pertolongan Allah, Anda akan melampaui keterbatasan Anda sendiri dalam menemukan jalan, dan kekayaan Allah tersedia bagi Anda.

3. Jawaban "Ya' dari kita-lah yang dibutuhkan Allah. Mukjizat tidak akan pernah terjadi bila manusia yang percaya kepada Allah tidak meyakini perkataan-Nya. Anda tidak akan dapat melihat keajaiban di dalam kehidupan Anda bila Anda tidak meresponi apa yang Allah janjikan/ ucapkan. Memang terkadang Anda akan kaget melihat jalan-jalan yang dibukakan-Nya, tetapi percayalah bahwa itu merupakan jalan terbaik bagi hidup Anda. Amin
--------------------

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

Sumber : Come and Follow Jesus
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut".
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar".

"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan.

"Lho, kenapa?" tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar.

Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka, kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

Maleakhi 1:2 Aku mengasihi kamu,

-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

Wealth, Success, and Love,

One time, there was a woman who returned home to home, and he sees a bearded man 3 people who sat in the front yard. She did not know them all. She said: "I do not know you, but I'm sure you all must have been hungry. Let's go inside, I must have something to prop the belly".
Bearded man then asked, "Is your husband home?"

The woman replied, "No, he's out".

"Oh, then, we do not want to go. We will wait until your husband back," he said.

At dusk, when the family gathered, the wife told him all about that. The husband, initially confused by this incident, and he said to his wife, "Tell them, I have returned, and they all can come to enjoy this supper".

The woman then went out and invited them to enter into. "Sorry, we all can not go together", said the men were almost identical.

"Why, why?" she asked, feeling puzzled.

One person he said, "Name him wealth," he said, pointing to a bearded man next to him, "while this is called success, holding the other bearded man's shoulder. While I myself called Compassion. Now, ask your husband, who among us who can come into your home. "

The woman went back inside, and told him the message out.

Her husband too was surprised. "Ohho ... lovely. Well, then, try to take the property you enter into. I want this house full of wealth."

His wife does not agree with that choice. He asked, "Honey, why do not we just invite the success? Because it seems we need him to help the success of our farm crops."

Apparently, their children listen to the conversation. He suggested, too, who will go into the house. "Would not it be nice if we took the Valentines that goes into? House we will be comfortable and filled with the warmth of Love."

Husband and wife agree with the choice fruits of their hearts. "All right, get into the Valentines is inside. And tonight, The Valentine's dinner to our friends."

The woman went back outside, and asked the 3 men. "Who among you is the name of Love? Come on, please log in, you become our guest tonight."

Love the rose, and walked toward the porch of the house. Ohho .. turns out, the other bearded men also participate. Feeling strange, she asked the wealth and the success. "I only invited the Love that goes into, but why did you come too?"

The two men who asked the same answers. "If you invite the property, or the success, then others will stay out. However, because you invited the Valentines, then, wherever Love goes, we'll go be with him. Where there is Love, the Wealth and Success also will participate. Because, you know, actually we both are blind. And the only Valentines that can be seen. Only he can show us the path of goodness, to a Straight Path. So, we need guidance as you walk. When we this life. "
--------------------

18 November 2009

DITINGGAL OLEH SAHABAT


Sumber : Come and Follow Jesus
Hampir tiap orang di dunia ini pernah mempunyai seorang sahabat karib, entah pada saat kita masih kecil maupun saat sekarang ini.
Bagaimana kalau Anda di tinggal mati oleh sahabat karib Anda?
Tempat dimana Anda bisa berbagi suka maupun duka.
Hal inilah yg terjadi pada saat ini dengan diri saya, sobat karib saya, Ben kemarin telah meninggal dunia dalam usia 46 th, karena penyakit kanker.
Hal ini mengingatkan kembali ketika saya di tinggal mati oleh si Udin.

Sejak usia 2 th saya telah di tinggal ayah, karena ia ditawan oleh tentara Jepang. Ibu harus berkerja keras untuk bisa membiayai hidup anak-anaknya.

Ibu sering melakukan puasa, karena tidak cukup makanan dirumah, bahkan kamipun sering tidur dengan perut lapar.

Hal inilah yg mendorong saya untuk minggat dari rumah, karena ingin meringankan bebannya Ibu. Padahal waktu itu usia saya baru 6 th dengan rasa berat hati dan air mata terlinang saya berangkat meninggakan kampung halaman dengan tujuan pergi ke kota besar Bandung, karena ingin mencoba mencari nafkah sendiri

Saya berangkat berdua dengan sobat karib saya si Udin yg usianya 3 th lebih tua daripada saya. Ber-jam-jam kami berjalan kaki seharian tanpa makan, sedangkan uang tidak kami miliki, satu-satunya harta yang kami miliki ialah sehelai baju yang melekat dibadan kami.

Karena sudah tidak tertahankan lagi, saya mengusulkan kepada si Udin untuk mencuri buah-buahan di kebun orang, tetapi si Udin walaupun ia anak yatim, ia sangat taat sekali kepada agama, ia melarang saya untuk mencuri, ia bilang lebih baik kita mengemis daripada mencuri.

Kami melewati satu gedung besar, dan kami berpikir disinilah kita bisa mengemis untuk memohon sesuap nasi, tetapi belum saja kami bisa masuk ke halaman rumah, kami telah dikejar oleh anjing sipemilik rumah, kami lari terbirit-birit, tetapi dengan kaki yg masih kecil, saya belum bisa berlari cepat, sehingga saya jatuh tersungkur dan anjing menggigit saya. Akhirnya si Udin datang melindungi dan menghalau anjing tersebut.

Hujan telah turun dgn deras, badan kami menggigil kedinginan, karena telah tak tertahankan lagi, kami mencari makan di tempat sampah, ternyata disitu masih ada sisa sepotong roti kecil, dan beberapa genggam nasi.

Karena badan saya telah lemah lunglai apalagi telah digigit anjing, si Udin memberikan roti maupun nasi tersebut semuanya untuk saya, makanlah ia bilang, karena saya lagi puasa, walaupun kenyataannya tidaklah demikian, tetapi ia mengikhlaskannya untuk saya.

Malam hari itu kami tidur di emperan rumah orang, tepatnya di depan sebuah kelenteng. Malam-malam saya terbangun, karena saya mendengar si Udin mengeluh kesakitan, badannya menggigil, tak satu katapun bisa ia ucapkan tetapi matanya kelihatan sayu.

Saya mengetahui ia sakit, karena lapar, ia sudah tidak makan sejak lebih dari dua hari, dan bagian makanannya selalu diberikan kepada saya, sehingga badannya menjadi sedemikian lemahnya.

Dari luar kelenteng masih kelihatan cahaya api lilin remang-remang diatas meja sesajen, tanpa pikir panjang saya memanjat pagar dan pintu kelenteng untuk bisa masuk ke dalam, akhirnya saya berhasil mencuri sesajen berupa dua potong kueh. Saya berlari kepada si Udin cepat-cepat untuk memberikannya kepada dia, karena saya merasa takut sekali kehilangan dia.

Ketika saya tiba, saya berusaha memeluk badannya si Udin yang gemetaran dan mencoba menyuapkan kueh ke dalam mulutnya, tetapi rupanya telah terlambat. Sang Pencipta telah memanggil dia balik kepangkuan-Nya.

Apakah Anda bisa membayangkan betapa perasaan seorang bocah berusia 6 th yang di tinggal mati oleh kawan dan sobat satu-satunya yg pada saat itu tidak memiliki siapapun juga, karena jauh dari kampung halaman?

Bagaimana perasaan Anda apabila sobat karib Anda meninggal dalam pelukan tangan Anda?

Dibawah hujan rintik-rintik dengan badan menggigil kedinginan, saya menangis terseduh-seduh. Saya mendekap badannya si Udin erat-erat dan dengan suara tersendat-sendat saya mengucapkan: "Jangan tinggalkan saya, Din! Jangan tinggakan saya seorang diri......"

Hal inilah yg terulang dan teringat kembali, bagaimana sakitnya perasaan dan hati saya di tinggal oleh seorang sobat karib. Dengan air mata terlinang saya menyanyikan lagu: "What we have a friend in Jesus!"

Selamat jalan Ben!
A brother may not be a friend, but a friend will always be a brother.

YOHANES 15:13
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

Almost every person in this world ever had a best friend, either when we were little and now today.
What if you're in the living dead by your best friend?
The place where you can share joy and sorrow.
This reply is happening at this moment with me, my closest friend, Ben yesterday has died at the age of 46 years, due to cancer.
This reminds me back when the living dead by the Udin.

Since the age of 2 years I have been in the living father, because he was captured by Japanese soldiers. My mother had to work hard in order to finance his children live.

Mothers often make fast, because not enough food at home, even sleeping with kamipun often hungry.

This is reply prompted me to run away from home, because Mom wanted to lighten the load. And this time I was age 6 years with a heavy heart and a sense of the tears I left terlinang hometown meninggakan with the aim of going to the big city Bandung, because I wanted to try to make a living alone

I left alone with my closest friend's reply Udin age 3 years older than me. Be the hours we walked all day without eating, while we did not have money, the only treasure we have is a piece of clothing we dibadan attached.

Because it's not unbearable, I propose to the Udin for stealing fruit in the garden, but even though he's Udin orphan, he was very faithful to the religion, he told me not to steal, he said we'd better to beg than steal.

We passed a large building, and we think this is where we can beg to beg a bite of rice, but we can not just go to the home page, we have been chased by a dog sipemilik house, we rushed to run, but the reply was little feet, I could not run fast, so I fell down and the dog bit me. Finally the Udin come to protect and dispel these dogs.

The rain has come down with heavy, our bodies shivering, because it has been unbearable, we are looking for food in the trash, there was still a small remaining piece of bread and some rice cell.

Because I have a weak body limp dog let alone been bitten, the Udin give them bread and rice all for me, eat she said, because I was again fast, despite the fact that not the case, but he was let go for me.

At night we slept on the porch of the house, exactly in front of a temple. The nights I woke up, because I heard the Udin complained of pain, his body shivering, not a word could he say but his eyes looked glazed.

I knew he was sick, because of hunger, he had not eaten since more than two days, and the food is always given to me, so that the body becomes so weak.

From outside the temple are still visible light dim candle on the table of offerings, without thinking I climbed the fence and the temple door to get into, I finally managed to steal the offerings of two pieces of hot dog. I ran to the Udin quickly to give it to him, because I was so scared to lose him.

When I arrived, I tried to hug the body's trembling Udin and tried feeding hot dog into his mouth, but apparently too late. The Creator has called him behind his fold.

Can you imagine the feelings of a boy who was 6 th in the living dead by friends and buddies only reply at that time did not have anyone, because far from home?

How would you feel if your closest friend died in the arms of your hand?

Under the drizzling rain with shivering body, I cried terseduh-brewed. I hugged the Udin body tightly and in a voice choking me to say: "Do not leave me, Din! Do tinggakan me alone ......"

This is repeated and the reply came back, how sick feeling in my heart and live by a friend of friends. With tears I sang terlinang: "What we have a friend in Jesus!"

Good-bye Ben!
--------------------

17 November 2009

Cara Pandang Tentang Beban Hidup

Sumber : Come and Follow Jesus
Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas
air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira
segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah
berat absolutnya,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1
hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang
harus kita lakukan adalah
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa
pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil
lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal
terindah dan terbaik
di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh
di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day........
Tuhan Memberkati Kita Semua.
--------------------

NILA SETITIK TIDAK MERUSAK SUSU SEBELANGA

Sumber : doa Untuk Saudaraku
Seorang gadis kecil kelas empat SD, diminta gurunya untuk menggambar tangga sebagai PR.
Dengan susah payah dan kerja keras akhirnya gambar yang di minta, yang besok mesti dikumpulkan selesai juga, tapi malang saat sedang bergegas membereskan peralatan gambarnya,
setetes tinta gambar tertetes tepat di tengah gambar tangga yang baru saja di selesaikkannya.
Si gadis kecil menjerit kesal. Bagaimana tidak, semalaman ia berusaha menyelesaikan gambar itu, tapi karena keteledoran kecil iya membuyarkan apa yang sudah dikerjakannya dengan susah payah.
Tambah lagi waktu sudah menunjukkan pukkul sebelas malam.
Hampir tidak mungkin lagi baginya menggambar ulang. Sebab besok pagi-pagi ia harus bangun untuk bersekolah.
Isakan si gadis kecil membangunkan ayahnya, setelah mengetahui duduk perkaranya, si ayah dengan lembut berkata, "jangan sedih sayang, tetesan tinta itu kan seperti bitik di tubuh seeokr anjing kecil.
nah, yang harus kamu lakukan adalah menggambar seekor anjing di sekitar titik hitam itu. jangan mudah putus asa nak, dalam setiap kemalangan pasti ada kemujuran.
yang kita butuhkan hanya sedikit imajinasi dan keuletan untuk mengubah hal yang buruk menjadi baik. ingat, hannya sedikit hal yang sejak awal memang tidak memiliki harapan."

ucapan sang ayah menggugah kesadaran si gadis kecil. iya pun menggerakkan daya khayal dan kreatifitasnya mencoba menggambar anjing kecil di sekitar tetesan tinta.
Yang terjadi keesokan harinya tidak terduga sama sekali oleh si gadis kecil. Ibu guru yang melihat gambarnya lain daripada yang lain, dan menyatakan gambarnya adalah gambar yang terbaik di kelasnya.
"Lihatlah apa yang dihasilkan oleh daya khayal dan kreatifitas dan ke uletan."
Kata bu guru "anjing kecil ini justru melengkapi sebuah lukisan yang bagus."

saudara ku sekalian, milikilah mental positif yang selalu melihat jalan keluar dari keadaan yang nampaknya tidak ada harapan.
Kiranya Kasih Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai kida semua...
"Awali dengan Doa"
--------------------

God Bless All

(Robert Pettersen)

These girls eman-year-old when I first met him at the beach near where I live.

This beach is about four miles from my house.

He was making something like a sand castle and then look at me, his eyes blue like the sea.

"Hi", he said.

I replied nonchalantly, my heart was not well and did not want to be disturbed by a small child.

"I'm building," he said.

"I know. What's that? "I asked Sekedarnya, do not care.

"Oh, do not know, I'm just happy to play the sand."

It looks good, I think, then I took off my shoes.

A bird flying across the sea.

"That is happiness"

"That what?"

"That's happiness. Mama said seabird bring happiness to us "

The bird flew away from the beach.

"Good-bye joy," I muttered to myself, "Hello pain," and turned to continue the journey.

I was depressed; my life seems really messed up.

"What's your name?" The boy did not give up.

"Robert," I replied. "I'm Robert Peterson."

"My name's Wendy? I was six. "

"Hi, Wendy."

She giggled. "You're funny," he said.

By ignoring my feelings, I laughed and then walked away.

Rhythm boy giggle followed me.

"Come back, yes, Sir Peter" he called.

"We still have another fun day."

Days and weeks following does not belong to me: a group of kids that can not be arranged, meeting parents and teachers, a sick mother. The sun was shining brightly when one morning I was washing her hands.

"I need a sea bird", I said to myself, taking the jacket.

The atmosphere of the beach is waiting. The wind was cold, but I continued, trying to get the peace that I need. I had forgotten the little boy and was surprised to see him.

"Hello Mr. Peter," he said.

"Want to play?"

"You want to play something?" I said with a little disturbed.

"I do not know? Suit yourself. "

"What if we play pretend?" I asked sarcastically.

Laughter sounded again.

"I do not know what it is."

"Then we walk."

As I looked at him, I recognized the face of genuine tenderness.

"You live where?" I asked.

"Over there." He pointed to a row of cottages for the summer ahead.

Strange, I thought, this winter.

"You are the school where?"

"I'm not in school. Mama says we're a vacation "

He was babbling like a little girl all the way along the coast, but I'm thinking of something else. Wendy said that she enjoyed the fun day. Strange, now I feel better, I smiled at her and agreed.

The following three weeks, I was in a hurry to go to the beach in a state of panic pretty much. I'm not at all 'in the mood' even if only to greet Wendy.

"Look, if you do not mind," I said with a huff when Wendy caught me, "I want to be alone today."

He seemed more pale than usual and looked exhausted.

"Why?" He asked.

I turned to him and shouted, "Because my mother died!" And jerked myself, my God, why do I say this to a child?

"Oh," she said slowly, "Then this is a bad day."

"Yes," I said, "And yesterday and yesterday again and? ah it's over! "

"Are you sad?" These kids keep asking.

"Sad?" I'm disappointed for him and for myself.

"When did he die?"

"Of course it's sad !!!!" I yelled, misunderstood, my mixed feelings in me.

I went left it.

One month later, when I came back to the beach, Wendy, the little girl was not there.

By feeling guilty, ashamed and must admit that I really miss him, I went to the cottage after a walk and knocked on the door.

A young woman with a striking yellow-colored hair opened the door honey.

"Hello," I said. "I'm Robert Peterson. I lost my little girl and wanted to know where he is now. "

"Oh yes, Mr. Peterson, please enter. Wendy told me a lot about you. I'm afraid if I had let it bother you. If he had been disturbing, please accept my apology. "

"Not really - he's a nice kid," I said, suddenly I realized that indeed the case.

"Where is he?"

"Wendy died last week, Mr. Peterson. He was suffering from leukemia. Maybe he has not told you. "

Like the hit, I immediately find grip on the chair. I like to stop my breath.

"She loved this beach, so when she asked to come to this place, we can not reject it. He seems to be better here and had a lot of days he called a day of fun. But last week, his condition rapidly declining? "His voice trailed off,

"She left something for you. If only I could find. Can you wait a moment while I search for? "

I nodded, my mind working hard for something, anything, to say to this dear young lady.

He gave me an envelope a little dirty, with bold Sir Peter, a child.

Inside there is a picture made of bright crayon - drawing a yellow bewarna beaches, blue sea, and a brown bird.

Neatly written underneath: SEA BIRD BRINGS HAPPINESS TO YOU

My eyes were wet, and one part of a nearly-forgotten heart during open to love. I took Wendy's mother Tengan.

"I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry," in many times and we cried together.

Figure little precious now framed and hanging in my study room.

Six words - one for every year of his life - has spoken to me of harmony, strength, love is not demanding.

Gift from a small ank with blue eyes and sandy hair has taught me the meaning of love.
-------------------------------------------------- ---------------------------------------

JOHN 15: 9-17, Command to love one another

(9) As the Father has loved me, so also I have loved you: abide in my love of it.

10) If you obey my commandments, ye shall abide in my love, as I obey my Father's commandments and abide in His love.

(11) Everything I have told you, that My joy may be in you and your joy may be full.

(12) This is my commandment, that you love one another, as I have loved you.

(13) There is no greater love than the love of a man who gave his life for his friends.

(14) You are my friend, if you do what is commanded you.

(15) I do not call you servants anymore, because I do not know, what was done by the master, but I call you friends, because I had told you everything I have heard from My Father.

(16) You did not choose me, but I chose you. And I have set you, that ye may go and bear fruit and that your people remain, so that what you ask the Father in my name, give him to you.

(17) This is my commandment: Love one another. "

God bless us all ...
--------------------

JESUS BLESS YOU

sejauh mana kaki kita melangkah, seberat apa pekerjaan kita, dan dengan apa kita melewatinya. Aku tau bahwa TUHAN selalu brsama kita, bukan hanya membuat kita berhasil dengan baik, tetapi supaya kita tahu bahwa TUHAN selalu hadir di hati setiap orang yang membutuhkan Nya termasuk aku dan kalian semuanya..

PENDETA KAYA LUAR BIASA

Sumber : Elia Stories Care

oleh: Pdt. Bigman Sirait

ZAMAN ini tepat seperti yang digambarkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 3:2: zaman uang. “Manusia akan menjadi hamba uang,” tegas Paulus. Ya, kecintaan akan uang memang telah menggilas habis nurani banyak orang. Dalam surat yang sebelumnya kepada Timotius, Paulus juga telah menyinggung hal ini. Dalam 1 Timotius 6:10, dia berkata: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Sebuah kenyataan yang menggelisahkan.

Idealisme nyaris tak tersisa, bahkan jika ada yang memilikinya sering kali dianggap bodoh, tidak realistis, melepas kesempatan emas, dan berbagai penilaian lainnya. Orang tak segan-segan menjual kebenaran demi uang. Hati nurani secara perlahan tapi pasti, teriris habis. Dengan mudah kita menemukan pertengkaran hingga permusuhan karena uang. Bahkan kasus pembunuhan bermotif uang semakin meninggi jumlahnya. Pertalian darah dengan mudah bisa “putus” karena harta warisan yang juga sama dengan uang. Wajah dunia makin hari makin menyedihkan, tak lagi mampu memancarkan kemurnian yang murni. Kehidupan terus berubah, penuh basa-basi, semakin kehilangan arti kasih yang sejati, karena semua bisa dibeli. Orang kini bisa membeli senyuman, bahkan “perkawanan” hingga “pernikahan”. Semboyan asal ada uang semua bisa datang, semakin mendapat pembenaran dalam kenyataan. Namun yang paling menyedihkan adalah runtuhnya tembok keimanan.

Iman, yang seharusnya membuat manusia beriman berdiri teguh di tengah badai godaan uang, ternyata, juga turut mengalami goncangan. Banyak orang “beriman” kini tak lagi menyukai iman. Iman dianggap menyingkirkan diri dari pergaulan zaman. Orang tak dihargai karena beriman, melainkan karena beruang, begitu sinis yang muncul. Di lingkungan rohani virus ini terus menyebar luas. Ironis. Kini ada guyonan pahit: Jika berbisnis bukalah gereja, dijamin tak rugi, bahkan terkesan suci. Mengapa? Karena ternyata banyak “petinggi gereja” yang memang berbisnis dalam membuka gereja. Jabatan “pendeta” menempel tanpa pernah jelas dari mana asalnya, dan bagaimana bisa meraihnya. Pemahaman theologi tak ada, berkhotbah tak pernah, yang ada hanya kata bagaikan mantera, “Roh Tuhan berbicara pada saya…” Visi diungkapkan seakan datang dari surga untuk digarap di Bumi. Namun jika dicermati, hati tersentak karena semua bermuara pada sang pendeta.

Yang lain mungkin sedikit lebih baik dalam kemampuan. Sekalipun tak memiliki pemahaman theologi, namun karena fasih lidah sang pendeta berkhotbah. Yang dikisahkan selalu yang meninabobokkan umat. Sukses yang semu dikumandangkan dalam apa yang disebut kesaksian, sementara kebenaran sebagai buah hidup orang percaya, nyata-nyata, tak tampak. Pendekatan emosi selalu menjadi pola karena sukses mendulang hasil. Lagi-lagi ungkapan rohani: “sentuhan Roh Kudus”, menjadi kata-kata sakti yang membutakan umat untuk tak lagi menguji segala sesuatu. Padahal Alkitab jelas berkata, “jangan padamkan Roh, namun ujilah segala sesuatu” (1Tes. 5:19, 21). Umat percaya habis, dan dana mengalir kencang. Tampaknya tak jelas berakhir di mana. Karena ada gedung gereja, aset gereja dan lainnya. Seakan pemakaian uang tampak nyata, namun ternyata, di balik semuanya tersisa masalah yang luar biasa. Aset atas nama pribadi pendeta, sering terungkap setelah pendeta tiada. Terjadilah tarik-menarik aset yang sungguh tak menarik sama sekali.

Yang sedikit lebih canggih, aset atas nama yayasan, atau bahkan gereja. Namun dalam akte notaris ternyata susunan pengurus didominasi oleh keluarga pendeta. Lagi-lagi untuk suara terbanyak, pengurus dan umat kecele. Tapi ada yang lebih halus lagi, seakan pengurus tidak didonimasi keluarga pendeta, namun ternyata bunyi klausul yang ada memberikan kekuasaan tak terbatas pada pendeta atau segelintir orang dekat pendeta, atas aset yang ada. Umat selalu berkata, itu urusan pendeta dengan Tuhan, dan tentu saja pendeta senang karena memang pemahaman itu yang ditabur untuk dituai. Umat telah digiring pada paham yang salah, sehingga tak lagi kritis, apalagi menguji sesuai kata Alkitab. Belum lagi ketakutan akan kutuk yang selalu ditebar, seperti “jangan mengganggu pendeta, karena dia adalah biji mata Tuhan”. Pengultusan dilakukan dalam waktu yang lama lewat indoktrinasi. Sayangnya, umat semakin teggelam dan gelap mata menghargai pendeta, sekalipun nyata-nyata salah. Apalagi jika lingkungan pelayanan diwarnai suasana adan ajaran yang mistis, dan lagi-lagi, obral kata-kata “kehendak Roh”.

Penguasaan pendeta atas umat, sudah tak bertepi. Nah, ketika pendeta kaya raya, maka alasannya sangat mudah: itulah bukti pendeta diberkati, pendeta beriman. Padahal kekayaan pendeta yang bertumpuk justru bukti ketidakpedulian pada yang susah. Banyak umat yang susah, apalagi dalam konteks Indonesia. Tidak salah pendeta memiliki mobil karena memang dia membutuhkannya. Namun jika mobil itu mewah dan jumlahnya yang berlebih, bukankah itu tak lazim?


Pendeta harus memiliki rumah, karena dia dan keluarga memerlukannya. Tapi jika rumah itu mewah dan ukurannya wah, bagaimana mungkin dia bisa berkata, sangat peduli pada umat yang kebanyakan tak, atau, belum, memiliki rumah. Umat yang dimaksud tentulah orang percaya yang baik, di berbagai tempat secara merata. Terhadap berbagai hal ini, biasanya dengan mudah pula pendeta berkelit dan berucap, ini adalah pemberian umat juga. Mungkin dia benar. Hanya saja, mengapa umat memberi, itu tetap harus diuji. Jangan-jangan hasil indoktrinasi. Belum lagi, namanya “diberi”, apakah dia tak bisa menerima yang pas, sesuai kebutuhan, menolak yang berlebih, sehingga berkat bisa terdistribusi.

Dengan demikian juga menjadi pembelajaran bagi umat untuk saling menolong. Karena ada juga umat yang suka memberi pada pendeta ternyata pelit pada sesama. Mengapa? Anda pasti tahu alasannya. Ini adalah kenyataan yang menyedihkan. Sudah waktunya kita mengembalikan semuanya pada kebenaran. Gereja bukan kerajaan, sehingga yang ada suksesi keturunan, kekeluargaan, padahal tidak ada panggilan yang jelas. Sangat menyenangkan jika anak pendeta menjadi pendeta karena panggilan, tapi jangan dengan motivasi melanggengkan kekayaan. Jangan lagi terucap kalimat “pendeta harus kaya sebagai bukti diberkati”, karena yang benar adalah pendeta yang diberkati akan menjadi berkat bagi banyak orang. Jangan lagi menumpuk kekayaan untuk diri, karena Alkitab telah mengatakan, “adalah terlebih berkat member daripada menerima”. Bukankah “Doa Bapa Kami” yang antara lain berkata “Berilah kami makanan kami yang secukupnya”, nadanya sangat indah? Atau mungkin kita telah lupa pada apa yang diajarkan Yesus?

Biarlah para pebisnis hidup sesuai dunia mereka (pakaian, mobil dan rumah mewah sebagai bukti prestasi) dan pendeta di panggilannya (kejujuran, kesetiaan, kesederhanaan). Berpunya tapi tak berlebih, karena memilih fungsi bukan prestise. Mari menjadi pendeta, yang adalah gembala, tapi bukan upahan tentunya. Berani menyatakan kebenaran dan menjadi model dalam kehidupan. Selamat menjadi pak pendeta yang kaya rasa, bukan kaya harta. Semoga umat jeli mengamati dan membantu pendeta agar berada di jalurnya.

(Diringkas dari kaset khotbah oleh Hans P.Tan)

SURAT PILATUS KEPADA KAISAR TIBERIUS

Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea, Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya : Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius ... Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru, dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang Yahudi. Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya. Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti "Tuhan" (Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia. Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang. Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin, tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat. Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam. Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik, sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari Nazaret ini. Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim. Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus. Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika. Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus "tidak berani" menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24, Yohanes 18 : 31-40 dan 19 : 4,6 - 16)

PEREMPUAN ITU KU PANGGIL MAMA

Perempuan itu ku panggil Mama Yang setiap malam selalu terjaga saat hati sibuah hatinya sedang gelisah... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu sibuk di subuh hari untuk menyiapkan sarapan dan keperluan sibuah hatinya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengajariku untuk menjadi bijaksana,... Yang selalu mengajariku untuk selalu dekat dengan Sang Khalik... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu turut merasakan kesusahanku,.. Yang selalu barusaha memenuhi kebutuhanku... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengkhawatirkan keadaanku saat ku jauh,.. Yang selalu menanyaiku dengan penuh kasih saat ku murung... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat penyakit itu bersarang ditubuhnya dan kubisikan: mama izinkan aku untuk merawatmu dan menjagaimu... Perempuan itu ku panggil Mama Yang yang terbaring lamah di pembaringan... Perempuan itu ku panggil Mama Yang dengan lemah berusaha duduk di pembaringan dan mengatakan pesan terakhirnya kepadaku: "RIS MARI BERBAGI DENGAN MAMA DALAM HIDUPMU"... Perempuan itu ku panggil Mama Yang di saat-saat terakhir hidupnya masih memintaku untuk bernyanyi memuju Sang Khalik serta bertelut dan berdoa untuknya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang malam itu tarikan napasnya semakin berat.... Perempuan itu ku panggil mama Yang saat itu kubertelut di kakinya sambil memanjatkan doa: TUHAN KUMOHON KEBESARAN KASIHMU DAN MUJIZATMU UNTUK KESEMBUHAN DAN MEMBERI PANJANG UMUR BAGI MAMAKU TERCINTA... Perempuan itu ku panggil Mama Yang disaat-saat terakhir hidupnya ku bersujud di kakinya sambil menangis dan memeohon ampun atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kubuat selama hidupku bersamanya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang mengatakan kepadaku: RIS MAMA CAPEK DAN MAMA INGIN ISTIRAHAT... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kubisikan: MAMA, KALAU MAMA CAPEK BERISTIRAHATLAH MAMA......... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat detik - detik terakhir tarikan napasnya, aku masih tetap besujud di kakinya sambil meneteskan air mataku ke kakinya sambil berkata: MAMAKU, TOLONG RASAKAN BETAPA AKU SANGAT MENYAYANGI MAMA LEWAT HANGATNYA AIR MATAKU YANG MENETES DI KAKI MAMA INI... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kasih sayangku kepadanya dikalahkan oleh kasih sayang Sang khalik kepada mamaku, sehingga saat itu juga mamaku menghembuskan napasnya yang terakhir untuk pergi menghadap Sang Khalik, untuk pergi meninggalkan kami selamanya dan untuk mengakhiri segala penderitaan hidupnya di dunia ini... Perempuan itu ku panggil Mama yang disaat tubuhnya terbujur kaku dan dingin, kucium mamaku sambil berbisik: MAMAKU TERSAYANG, KASIH SAYANG MAMA KEPADAKU AKAN TETAP MENJADI BINTANG DI DALAM HATIKU YANG AKAN TETAP BERSINAR DAN SINAR KASIH SAYANG ITU AKAN TETAP KUPANCARKAN KEPADA SEMUA ADIK - ADIKU, SAUDARA - SAUDARAKU, DAN SEMUA ORANG YANG BERADA DI SEKITARKU AGAR MEREKA TAHU BAHWA MAMAKU ADALAH FIGUR YANG TERBAIK DAN YANG TELAH MENDIDIKKU MENJADI MANUSIA YANG BIJAKSANA... Perempuan itu ku panggil Mama yang selalu menyebut namaku di dalam setiap doanya Perempuan itu kupanggil Mama Yang kini menetap disurga bersama Sang Khalik yang mengasihinya... TERIMA KASIH MAMAKU TERCINTA, ATAS SEMUA KEHIDUPAN YANG INDAH, YANG TELAH KAU HADIRKAN SELAMA ENGKAU BERSAMAKU DI DUNIA INI........ LIWAT HEMBUSAN NAPASKU SERTA DOAKU, KU TITIPKAN CIUM YANG PALING MANIS UNTUK MAMA DI SURGA SANA....... (Untuk mengenang mamaku yang meninggal tanggal 5 Mei 2009 di Ambon) Anakmu Richard Sahetapy yang Kau panggil RIS

SENG ADA MAMA LAI

SU SENG ADA MAMA LAI PAR BIKING COLO - COLO SU SENG ADA MAMA LAI PAR TUANG PAPEDA DI SEMPE SU SENG ADA MAMA LAI PAR ATOR MAKAN DI MEJA MAKAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR CUCI BETA PUNG PAKIAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR DENGAR BETA PUNG SUSAH SU SENG ADA MAMA LAI PAR JAGA BETA WAKTU SAKIT MAMAE.... PAR APA LAI BETA PULANG KA RUMAH TUA KALO MAMA SU SENG ADA PAR LIA BETA PAR APALAI BETA DUDU DI MEJA MAKAN KALO MAMA PUNG TAMPA GARAM SU SENG ADA PAR SAPA LAI BETA MAU MANYANYI KALO MAMA SU SENG ADA PAR DENGAR... SIOOO MAMA E.... MAMA SU JAUH DARI BETA DENG BASUDARA MAMA SU TENANG DI TETEMANIS PUNG PANGKO TAPI MAMA PUNG PASANG DENG MAMA PUNG DOA TETAP JADI BINTANG YANG BERSINAR DI BETA PUNG HATI SELAMA HIDOP DI DUNIA. JUST FOR MY LOVE MAMA

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

Yesus Manis