11 November 2009

Bagaimana Caranya Menang Atas Godaan

Sumber : Mujizat Itu Nyata
Setan dan pengikutnya selalu menghalangi jalan setiap orang percaya dan dengan segala cara membujuk orang Kristen agar menjauh dari sikap patuh dan beriman pada Kristus.

Tidak seorangpun lepas dari serangan Setan dan tidak seorangpun sepenuhnya berhasil mempertahankan diri atasnya (1Yohanes 1:8,10), akan tetapi ada orang Kristen yang begitu sering mengalah atau tunduk atas godaan Setan sehingga mereka tidak melihat adanya harapan untuk menang atas godan tersebut.Mereka menyerah tanpa perlawanan! Hal ini kurang menguntungkan, menjadikan putus asa dan akan membutakan orang percaya atas kemampuan Allah yang sungguh mengagumkan dalam mengatasi godaan.

Hal pertama yang harus dipahami oleh orang Kristen adalah bahwa Allah tidak menuntun mereka kepada dosa. Rasul Yakobus dengan jelas mengutuk sikap yang menyalahkan Allah atas pencobaan yang menimpa mereka (Yakobus 1:13-15). Allah dapat menguji anak-anakNya supaya mereka murni dan kuat, tetapi bukan untuk membawa mereka ke dalam dosa. Jika manusia memberi hati kepada godaan, maka hal itu akan menghasilkan dosa pada manusia tanpa kecuali dan manusia tidak dapat menyalahkan orang lain dalam hal ini selain dirinya sendiri.

Jika seseorang mau diampuni, hendaklah dia mengaku dengan rendah hati, "aku telah berdosa". Selama dia masih berpaling pada seseorang atau sesuatu untuk disalahkan, dia sepenuhnya tidak terbantu untuk memerangi godaan.

Orang Kristen perlu mengenal peranan dari Kitab Suci dalam mengatasi godaan. Pemazmur berkata," Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau" (Mazmur 119:11). Ketika Firman Tuhan menyatu dengan kehidupan orang percaya, hal itu akan membentengi orang tersebut dari kuatnya godaan.

Kristus sendiri memperlihatkan kuasa dari Firman Allah ketika menjawab godaan Setan dengan mengutip dari Perjanjian Lama (Mateus 4:7). Belajar Kitab Suci secara sistematis disertai doa merupakan prasyarat utama untuk mengalahkan godaan. Firman Allah tidak hanya memberi peringatan atas cara atau metode Setan (2 Korintus 2:11), tetapi juga memberi kekuatan untuk melawannya. (Efesus 6:11-17).

Cara lain untuk menang atas godaan ialah dengan menghindarinya. Dalam beberapa kesempatan, Kristus meminta murid-muridNya untuk berdoa sehingga mereka tidak jatuh ke dalam pencobaan (Matius 6:13; Lukas 22:40). Ada orang percaya yang mendapat pemahaman bahwa godaan tidak sama dengan dosa, sehingga mereka merasa dapat menikmati daya tarik godaan tanpa merasa bersalah. Sikap seperti ini menjadi semacam permainan -- memandang seberapa banyak rangsangan yang dapat "dinikmati" tanpa terjatuh kedalam dosa yang nyata. Sikap seperti ini adalah dosa karena mengabaikan perintah Allah untuk hidup kudus dalam sikap dan juga dalam tindakan.

Salah satu ayat yang paling penting tentang pencobaan terdapat dalam 1 Korintus 10:13.
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Dalam ayat ini Allah memberi jaminan bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan Setan berbuat terlalu jauh. Intensitas dari godaan dan jalan keluarnya akan terjadi secara unik pada tiap-tiap orang dan tidak akan melampaui kemampuannya.

Jika seseorang mengabaikan Firman Allah, dia tidak dapat mengetahui jalan keluar yang tersedia karena dia tidak tahu bagaimana Allah bekerja. Terlepas dari digunakannya atau tidak jalan keluar tersebut, orang percaya tidak pernah dapat menuntut dengan benar bahwa godaan yang dialaminya begitu besar sehingga dia harus mengalah terhadapnya.

Dalam Kitab Suci tidak ada janji pertolongan mengatasi pencobaan disediakan bagi orang yang belum diselamatkan. Sesungguhnya sampai seseorang mengaku dosanya dan dengan iman menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat dan Tuhannya, orang tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk menyenangkan hati Allah. Tetapi mereka yang diselamatkan dapat dengan layak menerima kuasa dan hikmat firman Allah, berharap pada kemurahan Allah dan karenanya akan dapat meraih kemenangan bahkan atas godaan Setan yang halus dan memaksa. Amin.

----------------------------------------------------------------------------------------

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
--------------------

9 November 2009

Terpanggil Untuk Bertindak

Sumber : Mujizat itu Nyata
Amanat Agung 06 November jam 20:29
Terpanggil Untuk Bertindak


"Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."(Matius 25:21)

Seringkali banyak orang yang berpikiran sempit menilai apa arti baik itu. Mereka hanya mengira bahwa baik itu berarti tidak jahat. Namun benarkah seperti itu? Bila ukuran itu yang dipakai oleh kita maka kita akan terperangkap dalam kesalahan yang terus menerus. Untuk lebih memahami hal ini, saya akan memberi sebuah ilustrasi.

Seorang ibu yang hendak bepergian keluar rumah menasihati anaknya yang masih kecil. Ia berkata kepadanya, "Nak, berlakulah yang baik selama Ibu pergi." Si anak mengangguk tanda mengerti dan ibu pun itu pergi. Selama di rumah, pria kecil tersebut hanyalah duduk di depan televisi menonton program-program seusianya. Beberapa jam kemudian, ibunya pun kembali. Si ibu menanyakan kepada si anak hal yang dinasihatinya, "Nak, apakah kamu telah berlaku baik?" dengan sigap si anak menjawab, "Ya bu, saya telah berlaku baik."

Sebenarnya kedua orang yang diceritakan dalam ilustrasi tersebut tidak mengerti antara baik dan tidak jahat. Si ibu berpikir dengan tidak memecahkan jendela atau menarik ekor kucing, dia sudah mengira si anak sudah berlaku baik. Lain lagi dengan pikiran si anak, ia menterjemahkan perkataan ibunya seperti ini: duduk manis di rumah, tidak mengerjakan apa-apa; itu semua baginya adalah berlaku baik. Pikiran dari ibu dan anak ini bukan berarti salah, tetap benar tetapi masih sempit.

Tidak ada seorang baik hanya berdasarkan apa yang tidak dilakukannya. Ada perbedaan besar antara baik dan tidak jahat. Panggilan Kristus untuk penyerahan diri adalah panggilan untuk menjalani hidup yang penuh kebaikan. Kita harus mempergunakan sebaik mungkin segala kemungkinan, kesempatan, dan kepercayaan yang diberikan kepada kita. Sekedar tidak berbuat jahat belum cukup. Yesus memanggil kita untuk berbuat baik dalam pengertian yang aktif. Ia memanggil kita untuk bertindak.

Perumpamaan tentang seorang kaya yang merencanakan untuk melakukan perjalanan jauh ke luar negeri (Matius 25:14-30) adalah cara yang Yesus lakukan untuk mengajar murid-muridnya mengenai bertindak. Diceritakan disana ada seorang kaya yang hendak bepergian jauh. Ia pun memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan miliknya kepada mereka. Kepada yang seorang ia memberikan lima talenta, kepada yang lain ia memberikan dua talenta, dan kepada yang lain ia memberikan satu talenta. Satu talenta adalah sejumlah uang yang besar, yang sebanding dengan upah pekerja selama setahun. Ia menyuruh hamba-hambanya itu untuk menjalankan kekayaannya untuk memperoleh laba salama ia pergi.

Seperti yang kita tahu dari kisah ini, tidak semua hamba menjalankan apa yang tuannya suruh. Hamba yang diberikan lima talenta dan dua talenta menjalankan apa yang disuruh tuannya, sedangkan hambanya yang diberi satu talenta tidak melakukan apa-apa. Ia menyembunyikan satu talenta itu dengan pikiran agar uang tersebut tetap aman sampai tuannya kembali. Ketika tuannya kembali datang dan menagih apa yang telah diperintahkannya, hamba-hambanya ini pun memberikan laporan dan menyerahkan talenta mereka. Dimulai dari hamba lima talenta, lalu dua talenta, dan terakhir satu talenta. Ketika hamba satu talenta melaporkan apa yang dilakukannya, sang tuan pun marah. Ia pun menyuruh hamba-hamba lain mengambil talenta itu dari hamba satu talenta dan memberikannya kepada hamba yang mempunyai sepuluh talenta.

Tuan dari hamba-hamba itu berkata kepada si hamba yang diberi satu talenta, "campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi" (Matius 25:30). Perhatikan tiga kata yang dipakai Yesus untuk menggambarkan hamba itu. Ia menyebutnya jahat, malas, dan tidak berguna.

Tidak melakukan apa-apa bukanlah hal yang baik di mata Tuhan. Bagi-Nya, orang-orang yang seperti itu adalah sama dengan mereka yang tidak mau bekerja lebih keras, pemalas, dan acuh tak acuh, tetapi mengharapkan pujian ketika Ia kembali. Tuhan tidak suka dengan sikap seperti ini.

Kita tidak boleh berdiam diri saja selama di dunia ini, ada tugas yang Ia berikan untuk diselesaikan selama kita masih di dunia ini. Jangan sia-siakan kesempatan dan talenta yang sudah Tuhan berikan karena ketika tiba masanya nanti semua yang seharusnya kita jalani di dunia ini tidak bisa kita lakukan.

Hari-hari ini adalah masa anugerah, mari kita sebagai umat Allah bekerja giat di ladang-Nya membawa banyak jiwa bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus melalui apa yang sudah Ia taruhkan dalam kehidupan kita masing-masing. Amin

MEMIKUL SALIB

Sumber : Come and Follow Jesus
Ada 3 orang; A, B ,dan C di beri tugas oleh Tuhan untuk memikul salib yang sama besar dan sangat berat menuju puncak sebuah bukit. Di sana Tuhan berjanji akan menjemput mereka ke Surga. Di tengah jalan ketiga orang itu melihat sebuah gergaji, si B mulai berpikir dan menghasut kedua temannya untuk memotong salib mereka supaya salib itu menjadi ringan.
Namun kedua temannya tidak menuruti usul si B karena mereka taat dan mengasihi Tuhan.

Kasih mereka kepada Tuhan membuat mereka mau dan rela memikul tanggung jawab yang Tuhan sudah berikan tanpa keluhan.

Singkat cerita si B memotong salibnya, sehingga dengan mudah ia mendahului kedua temannya. Sampai dipuncak bukit, si B melihat sebuah jurang yang teramat lebar memisahkan puncak bukit itu dengan gerbang Surga. Di seberang jurang terlihat malaikat Tuhan yang sudah menanti kedatangan mereka.

Dengan bersemangat si B menanyakan jalan mana yang bisa dipakainya untuk sampai ke gerbang Surga, tapi malaikat Tuhan itu menjawab, "Tuhan sudah sediakan jalan itu".

Si B sangat bingung karena dia sama sekali tidak melihat jalan yang dimaksud sang malaikat Tuhan.

Beberapa saat kemudian, si A dan C tiba di puncak bukit tersebut.

Seperti halnya si B, mereka bertanya tentang jalan ke seberang pada malaikat Tuhan, mereka mendapatkan jawaban yang sama, "Tuhan sudah menyediakan jalan itu".

Kemudian Roh Kudus bukakan pikiran mereka berdua dan mereka mengerti sesuatu, ukuran salib yang berat dan besar itu sudah Tuhan buat tepat sama dengan jarak antara puncak bukit dan terbang Surga, itulah jalan yang Tuhan sudah sediakan.

Mereka segera sadar akan hal itu dan bergegas meletakkan salib mereka dan mulai menyeberang. Si B kebingungan karena salib yang Tuhan beri untuk dia sudah dia potong hingga tidak bisa berfungsi sebagai jembatan. Namun dipikirnya dia dapat meminjam salib A atau C untuk menyeberang. Tapi sungguh kasihan, begitu A dan C selesai menyeberang dengan salib mereka, salib itu tiba-tiba menghilang, itu berarti si B tidak dapat menyeberang ke pintu Surga.....

Dari ilustrasi ini, ditunjukkan bahwa seringkali kita menganggap Tuhan begitu kejam mengijinkan "salib" itu ada dalam hidup kita, kita juga sering mengeluh karena sepertinya pemrosesan (yang pahit) itu tidak kunjung selesai. Akibatnya kita terlalu sering mencari jalan keluar sendiri dan tidak mau taat pada Tuhan, sehingga memotong salib yang seharusnya kita pikul. Namun, justru "salib" itulah yang akan menolong kita mengerti akan kasih Tuhan pada kita.

Ia ijinkan kita mengalami pemrosesan yang sulit supaya kita menjadi semakin sempurna.

MARKUS 8:34 "Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."

-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

Cross,

There are 3 people; A, B, and C in the given task by God to carry the cross of the same size and very heavy towards the top of a hill. There, God promised to meet them to Heaven. In the middle of the street three men saw a saw, person B started to think and to incite the other two cross cutting them to cross into light.
But the other two proposals do not comply with the B because they are obedient and loving God.

Their love for God makes them want to and willing to take responsibility that God has given without complaint.

Long story short the B cut his cross, so he was easily ahead of two friends. Reached the top of the hill, the B saw a very wide gap that separates the top of the hill to the gates of Heaven. Across the gulf seen an angel of God who was waiting their arrival.

Person B excitedly asked which way to put in to get to the gates of Heaven, but the angel of the Lord answered, "God had already prepared the way".

Person B is very upset because she did not see the road is the angel of the Lord.

A few moments later, the A and C arrive at the top of the hill.

Like the B, they were asked about the way across the angel of the Lord, they get the same answer, "God has provided a way that".

Then the Holy Spirit opened their minds together and they understand something, the size of the cross is heavy and it was God's great for exactly the same as the distance between the top of the hill and fly Heaven, that's the way God has provided.

They soon realized that and they rushed to put the cross and began to cross. The B confusion because of the cross which God gave to him was he could not cut to serve as a bridge. But she thinks she can borrow the cross A or C to cross. But really sorry, so A and C completed their crossing with the cross, the cross suddenly disappear, it means that person B can not cross to the door of heaven .....

From this illustration, shown that we often think of God so cruel to allow "cross" it is in our lives, we also often complain that seemed processing (bitter) was not finished. As a result we too often find their own solutions and do not want to obey God, thereby cutting off the cross we should bear. However, it was "cross" that will help us understand the love of God to us.

He allowed us through a difficult process so that we become more perfect.

MARKUS 8:34 "Then Jesus called the crowds and the disciples to him and said to them:" Every person who would come after Me, he must deny himself and take up his cross and follow me.

God Bless us...
--------------------

Selamat Pagi

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara
kamu." . Jangan jadikan Tuhan sebatas lampu emergency,
yang hanya menyala ketika dibutuhkan, namun jadikanlah Tuhan sebagai
partner dalam menempuh perjalanan hidup. Libatkan Tuhan dalam segala
aspek kehidupan Kita...

Selamat beraktifitas.. Jangan lupa, jaga kesehatan dan keselamatan..Tetap semangat.. Have a nice day..Good luck and God bless..!!
--------------------

BINTANG LAUT

Sumber : Ellia Stories

Ada seorang pengusaha yang sangat sukses,setiap pagi sebelum berangkat kekantor pagi-pagi sekali dia selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di pantai didekat rumahnya, setiap kali pada saat dia jalan di pantai dia melihat seorang pemuda yang berlari-lari kesana kemari sedang menari-nari. Dia merasa sangat heran melihat pemuda itu setiap pagi menari-nari di pantai, tetapi dia hanya memperhatikan dan terus melanjutkan perjalanannya. Akhirnya pada suatu pagi karena sangat penasaran pengusaha tersebut memberanikan diri untuk berhenti dan bertanya kepada pemuda tersebut "hai, anak muda boleh aku bertanya kepada mu?" , anak muda tersebut berhenti sebentar kemudian menjawab "boleh,ada apa Pak?"

Pengusaha: "kenapa setiap pagi kau selalu menari-nari dan berlari kesana kemari?"

Anak muda: " saya tidak menari !!??"

Pengusaha: " lalu apa yang sedang kau lakukan di pantai ini !!??"

Anak muda: " saya harus cepat-cepat mengambil bintang laut ini (sambil mengangkat seekor bintang laut) dan melemparkanya kembali kelaut "(kemudian dia melemparkan bintang laut tersebut sejauh mungkin dari pantai kembali ke laut)

Pengusaha: "kenapa kau lakukan itu?"

Anak muda: "agar bintang laut ini tidak mati,karena sebentar lagi matahari akan bersinar dan kalau saya tidak cepat-cepat mengembalikan bintang laut ini ke laut maka bintang laut ini akan mati kekeringan !!"

Pengusaha:" anak muda apa yang kau lakukan itu sangat percuma dan tidak ada gunanya !! karena kau lihat !!...begitu banyak bahkan ada ribuan bintang laut dipantai ini, seberapa cepat kau melemparkannya pasti bintang laut-bintang laut ini akan mati semua, karena kau lihat matahari sudah mulai bersinar !!!"

mendengar jawaban seperti itu Pemuda tersebut diam sebentar....melihat ke semua arah di pantai tersebut dan melihat begitu banyak bintang laut di pantai tersebut, kemudian dia menoleh kembali ke pengusaha tersebut, dia mengambil seekor bintang laut dan berkata " yah....tapi tidak untuk bintang laut ini !!! " lalu melemparkannya kembali ke laut,kemudian terus melanjutkan kegiatannya melemparkan bintang laut-bintang laut tersebut kembali ke laut.

Pengusaha tersebut hanya melihat dengan heran dan tidak berkata sepatah katapun, kemudian melanjutkan perjalanannya.

keesokan harinya ketika kembali berjalan di pantai dia melihat pemuda tersebut tetap melakukan kegiatannya,tapi kali ini dia tetap meneruskan perjalanannya. Hari berganti hari....... sampai suatu hari pengusaha tersebut berhenti dan kemudian bersama-sama dengan pemuda tersebut melemparkan satu persatu bintang laut-bintang laut itu kembali ke laut.

Perbedaan dan Perubahan sekecil apapun yang kita buat sebagai umat pilihan Allah didalam lingkungan sekitar kita untuk kemuliaan NYA, itu akan membuat terang kasih Kristus akan bersinar dan kemuliaan Tuhan akan terbit di atas kita.

"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-NYA menjadi nyata atasmu." (Amsal 60: 1-2)

Catatan

Sumber : Come and Folow Jesus
1. Belajar tersenyum bila masalah datang
2. Tulus seperti merpati supaya jangan menipu, cerdik seperti ular supaya jangan ditipu (berhikmat)
3. Boleh lupa dompet asal jangan lupa doa.
4. Punyailah iman yang dapat melihat kesempatan dalam kesulitan dan bukan melihat kesulitan dalam kesempatan
5. Layanilah Tuhan dengan karunia yang Tuhan berikan, karena banyak yang mampu (melayani) tetapi tidak mau dan banyak yang mau tapi tidak mampu.
6. Jadikan persembahan saudara menjadi penyembahan dan bukan penyesalan
7. Layanilah Tuhan dengan sukacita dan bukan dengan suka-suka
8. Pilihlah makanan saudara sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan
9. Jadilah Kristen yang kritis tetapi jangan penuh kritik
10. Jadikanlah Alkitab sebagai "Obat Kuat" dan bukan "Obat Tidur"
11. Lakukanlah yang benar, bukan apa yang kamu rasa benar
12. Terimalah orang lain apa adanya, bukan "ada apanya".

Salam Sejahtera bagimu..
Tuhan Memberkati Kita semua.
--------------------

Bermimpi...

Sumber : Come and Follow Jesus
Ada seorang gadis kecil berdiri di pinggir keramaian selagi ayahnya memberikan suatu kesaksian tentang apa yang telah diperbuat Tuhan Yesus dalam hidupnya. Dia menyaksikan bagaimana Tuhan telah menyelamatkan dia dan menarik dia dari gaya hidupnya sebagai seorang pemabuk.

Pada hari itu ada seorang sinis yang berdiri di antara kerumunan tersebut yang tidak tahan lagi mendengar segala omong kosong tentang agama tersebut. Dia berteriak, "Kenapa anda tidak duduk dan diam saja, orang tua. Anda hanyalah bermimpi."

Tak beberapa lama, orang skeptik ini merasa ada tarikan di lengan jaketnya. Dia menoleh ke bawah dan ternyata itu adalah gadis kecil ini. Anak itu menatapnya lekat-lekat dan berkata, "Tuan, itu adalah ayah saya yang anda bicarakan. Anda mengatakan ayah saya seorang pemimpi? Biar saya ceritakan kepada anda tentang ayah saya.

"Ayah saya dulu seorang pemabuk dan malam-malam pulang ke rumah, dan memukuli ibu saya. Ibu menangis sepanjang malam. Dan Tuan, kami tidak memiliki pakaian-pakaian bagus untuk dipakai karena ayah saya membelanjakan seluruh uangnya untuk whiski. Kadang-kadang saya bahkan tidak memiliki sepatu untuk dikenakan ke sekolah. Tapi lihatlah sepatu dan baju ini! Ayah saya mempunyai pekerjaan yang baik sekarang!".

Lalu sambil menunjuk ke suatu arah, dia mengatakan, "Apakah anda melihat seorang wanita yang sedang tersenyum di sana? Itu adalah ibu saya. Dia tidak menangis sepanjang malam lagi sekarang. Sekarang dia menyanyi."

Kemudian suatu pukulan yang hebat. Anak itu berkata, "Yesus telah merubah ayah saya. Yesus telah merubah rumah kami. Tuan, jika ayah saya sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan dia!"

LUKAS 19
(1) Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

(2) Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

(3) Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

(4) Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

(5) Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

(6) Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

(7) Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

(8) Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

(9) Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

(10) Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version


Dreaming,

There was a little girl standing at the edge of the crowd while his father gave a testimony about what Jesus has done in his life. He saw how God had saved him and pulled him from his lifestyle as a drunkard.

On that day there was a cynic who stood among the crowd who could not bear to hear any nonsense about religion. He shouted, "Why do you not sit and be quiet, old man. You are just dreaming."

Not for a while, people feel there are skeptics in the arm pull his jacket. He looked down and it was this little girl. The boy looked at him hard and said, "Sir, it was my father you are talking about. You say my father was a dreamer? Let me tell you about my father.

"My father was an alcoholic and at night go home and beat my mother. My mother cried all night. And Lord, we do not have nice clothes to wear because my father spent all his money for whiskey. Sometimes I even did not have shoes to wear to school. But look at these shoes and clothes! my dad had a good job right now! ".

Then, pointing to a direction, he said, "Do you see a woman who was smiling there? That is my mother. She did not cry all night now. Now he's singing."

Then a great blow. The boy said, "Jesus has changed my father. Jesus has changed our house. Sir, if my father was dreaming, please do not wake him!"
--------------------

KEMURAHAN

Sumber : Come and Follow Jesus
LUKAS 6:36
"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Anak lelaki itu duduk membungkuk. Tatapannya menantang dan tangannya dikepalnya. "Ayo, berikan pada saya."

Sang kepala sekolah melihat ke bawah, ke arah si pemberontak muda ini. "Sudah sesering apa kamu berada di sini?"

Anak lelaki itu mendengus menantang.

"Kelihatannya belum cukup sering." Kepala Sekolah melihat anak itu dengan tatapan aneh. "Dan tiap kali kamu ke sini, kamu selalu dihukum. Benar, bukan?"
"Ya, saya sudah dihukum berkali-kali, jika itu yang Bapak maksud." Dia membusungkan dadanya yang kecil. "Ayo. Saya bisa menghadapi hukuman apapun yang Bapak berikan. Saya selalu mampu."

"Dan tidak pernah sekalipun pikiran mengenai hukuman yang akan menantimu terlintas di kepalamu tiap kali kamu ingin melanggar peraturan lagi, benar tidak?"

"Ya. Saya selalu melakukan apa yang ingin saya lakukan. Tidak ada satupun yang bisa kalian lakukan untuk menyetop saya."

Kepala Sekolah menoleh kepada guru anak itu yang berdiri di sampingnya. "Apa yang dia lakukan kali ini?"

"Berkelahi. Dia menarik si Tommy kecil dan memasukkan kepalanya ke kotak pasir."

Kepala Sekolah menoleh kembali ke arah si anak. "Mengapa kamu lakukan itu? Apa yang diperbuat si kecil Tommy kepadamu sampai kau lakukan ha itu?"

"Dia tidak berbuat apa-apa. Saya hanya tidak suka melihat cara dia memandang saya, sama seperti saya tidak suka cara Bapak melihat saya! Dan jika saya pikir saya dapat melakukannya, saya akan memasukkan kepala anda ke sesuatu juga."

Si guru menjadi tegang dan mulai bangkit berdiri saat Kepala Sekolah menatapnya sejenak, melarangnya untuk bertindak.

Kepala Sekolah berpikir sejenak sambil melihat anak itu. Lalu beliau berkata pelan, "Hari ini, anak muda, kamu harus belajar mengenai kemurahan."

"Kemurahan? Bukankah itu yang kalian orang tua lakukan sebelum makan? (Berdoa, atau 'saying grace', red). Saya tidak butuh kemurahan apapun."

"Oh, kamu butuh." Kepala Sekolah mempelajari wajah anak kecil itu dan berbisik. "Oh ya, kamu benar-benar butuh kemurahan.."

Si anak terus saja memandang marah saat Kepala Sekolah melanjutkan, "Definisi singkat 'Kemurahan' adalah ‘Kebaikan yang tidak sepantasnya diberikan’. Kamu tidak pantas untuk mendapatkannya, hal itu adalah hadiah dan selalu diberikan dengan cuma-cuma. 'Kemurahan' berarti kamu tidak akan mendapat apa yang sepantasnya kamu terima."

Anak kecil itu menampakkan kesan bingung. "Bapak tidak akan memukul saya? Bapak akan membiarkan saya pergi dari sini begitu saja?"

Kepala Sekolah memandang anak yang pantang menyerah itu. "Ya, saya akan mengijinkan kamu pulang begitu saja."

Si anak menyelidiki wajah Kepala Sekolah, "Tidak ada hukuman sama sekali? Meskipun saya sudah menyakiti si Tommy dan memasukkan kepalanya ke kotak pasir?"

"Oh, hukuman pasti ada. Apa yang kamu lakukan itu salah dan perbuatan kita selalu ada konsekuensinya. Hukumannya ada. 'Kemurahan' bukan alasan untuk melakukan hal yang salah."

"Tuh kan," dengus si anak saat dia menyerahkan tangannya untuk dipukul. "Ayo, lakukan saja sekarang."

Kepala Sekolah mengangguk kepada Guru. "Tolong bawa ke sini ikat pinggangnya."

Si Guru memberikan ikat pinggang kepada Kepala Sekolah, yang kemudian melipatnya dengan hati-hati, dan menyerahkannya kembali ke si Guru. Dia memandang si anak saat berkata, "Hitung pukulan-pukulannya."

Dia keluar dari belakang mejanya dan berjalan lurus ke arah si anak. Dengan lembut ditekuknya tangan si anak yang terjulur ke depan untuk menunggu pukulan-pukulan tersebut. Lalu dia berbalik ke arah si Guru dengan menjulurkan tangannya sendiri. Satu kata keluar dari mulutnya dengan pelan. "Mulai."

Ikat pinggang itu melecut tangan Kepala Sekolah yang terjulur. Krek! Anak kecil itu meloncat 2 meter ke udara. Wajahnya diliputi kekejutan.

"Satu," bisiknya. Krek!

"Dua."

Suaranya naik satu oktaf. Krek!

"Tiga."

Dia tidak dapat mempercayai hal ini. Krek!

"Empat."

Air mata mulai menggenangi mata si pemberontak cilik.

"OK, stop! Sudah cukup!" Krek!

Ikat pinggang melecut tangan yang saat itu sudah mati rasa. Krek!

Si anak meringis tiap kali lecutan menghantam, air mata kini mengaliri wajahnya. Krek! Krek! "Tolong berhenti," ratap si bekas pemberontak, "Stop! Saya yang lakukan kenakalan itu, saya yang harusnya dilecut. Stop! Tolong hentikan."

Tetap saja lecutan demi lecutan datang, Krek! Krek!, yang satu menyusul yang sebelumnya.

Akhirnya berakhir juga semuanya.

Kepala Sekolah berdiri dengan kening yang berkilauan oleh keringat dan butiran keringat menetes dari wajahnya. Dia berlutut dengan perlahan-lahan. Dia mempelajari wajah si anak sesaat, lalu mengulurkan tangannya yang bengkak untuk mengelus wajah si anak yang tengah menangis. Lalu dia mengucapkan kata ini dengan lembut, "Kemurahan."

ROMA 2:4
"Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?"
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version
-------------------

Generosity,

LUKAS 6:36
"Be merciful, just as your Father is compassionate."

The boy sat hunched. Challenging gaze and his fists. "Come on, give it to me."

The principal looked down at the young rebels. "It's often what you're here?"

The boy snorted defiantly.

"Apparently not enough." The principal saw the child with a strange look. "And every time you come here, you are always punished. Right?"
"Yes, I was punished many times, if that's what you mean." He puffed out his chest a little. "Come on. I can face whatever punishment you give. I was always able to."

"And never once thought about the punishment that would await you came to your head every time you want to break the rules again, right?"

"Yes. I always do what I wanted to do. There is nothing you can do to stop me."

Principal teacher turned to the boy who stood beside him. "What did he do this time?"

"Fighting. He pulled the little Tommy and put his head into the sand box."

Head turned back toward the child. "Why did you do that? What's done little Tommy do to you until you just that?"

"He did not do anything. I just do not like the way she looked at me, just like I do not like the way you look at me! And if I thought I could do it, I'll put your head into something, too."

The teacher became tense and began to rise as the principal looked at him a moment, forbade him to act.

The principal thought for a moment as he saw the child. Then he said quietly, "Today, young children, you must learn about generosity."

"Grace? Is not that what your parents do before eating? (Pray, or 'saying grace', red). I do not need any mercy."

"Oh, you need to." Principal study child's face and whispered. "Oh yes, you really need a favor .."

The child continued to look angry when the principal continued, "a brief definition of 'Grace' is a 'good that it is inappropriate given'. You do not deserve to get it, it is a gift and was always given freely. 'Generosity' means you do not 'll get what you deserve thanks. "

The little boy appeared puzzled. "You're not going to hit me? You would let me out of here just like that?"

Head looked at children who were unyielding. "Yes, I'll let you go away."

The children investigate the principal's face, "There is no punishment at all? Although I've hurt the Tommy and put his head into the sand box?"

"Oh, there must be punishment. What do you do it wrong and our actions there are always consequences. His sentence there. 'Grace' is not a reason for doing the wrong thing."

"See," sniffed the boy as he handed his hand to hit. "Come on, do it now."

Headmaster nodded to teacher. "Please take the belt here."

The teacher gave the belt to the principal, who then fold it carefully, and handed it back to the teacher. He looked at the boy as saying, "Count the blows."

He came out from behind his desk and walked straight toward the child. Gently bend the child's hand outstretched to the front to wait for these beatings. Then he turned toward the teacher with his own hands stretched out. One word out of her mouth slowly. "Start."

Belt whip hand outstretched Principal. Crack! The little boy jumped 2 feet into the air. His face was filled with consternation.

"One," he whispered. Crack!

"Two."

His voice rose an octave. Crack!

"Three."

He could not believe this. Crack!

"Four."

Tears began to fill the eyes of the little rebel.

"OK, stop! Enough is enough!" Crack!

Belt whip hand when it was numb. Crack!

The boy grimaced each time crack hit, tears now streaming down his face. Crack! Crack! "Please stop," lamented the former rebels, "Stop! I are doing mischief, I who should be punished. Stop! Please stop."

Still, lash by lash came, Crack! Crack!, Which followed the previous one.

Finally, everything ends well.

The principal stood with her forehead glistening with sweat and beads of sweat dripping from his face. He knelt down slowly. He studied the boy's face for a moment, then reached out his hand to stroke the swollen face of the child who was crying. Then he uttered these words softly, "Grace."

That is what Jesus has done for us.


ROMA 2:4
"Will you ignore the wealth of His kindness, His patience and His broad-mindedness? Do not you know, that God's kindness is meant to lead you to repentance?"
Itulah yang Yesus telah perbuat untuk kita.
--------------------

5 November 2009

BIARLAH YANG MISKIN BERKATA, "AKU KAYA!"

Sumber : Come and Follow Jesus
Christian Imanuel 01 November jam 8:01
Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi?"

"Sungguh luar biasa, Pa."

"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah.

"Iya, Pa," jawabnya.

"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, "Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.

-----------------------------------------------------------------------------------------
FILIPI 4:19
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Embrace the love of God

Sumber : Come and Follow Jesus
Christian Imanuel 02 November jam 14:06 Balas
There was a vagabond who really want to see the scene behind a very tall mountain. Then prepared all the gear and he set. Because the terrain was so heavy he had to go, all supplies and equipment was up. However, because so much desire to see the scene behind the mountain, he continued his journey. Until one day, he found the bush very thick and full of thorns. There is no other way than he has to pass through the undergrowth.

Travelers think "Gee, if I need to go through this thicket, so my skin would be torn and covered with wounds. But I must continue this journey."
So travelers square off and he was through the bush.
Magic, travelers do not have the slightest scratch. With great joy, he then went on and said to myself
"How great I was. Shrubs shrub could not stop me."

For nearly 1 hour he went, there appeared in front of sharp pebbles scattered. And there is no other way than she had passed that way. Travelers thought for a second time
"If I pass this pebble, my feet would bleed and hurt. But I still have to pass through."

So with all determination, travelers walk. Miraculously, he suffered no injury was poke a bit of gravel and looked her feet in a state of fine.
Once again he said to himself: "How great I am. Gravel sharp unable to block my path."

Travelers returning to continue his journey. When almost at the top of the mountain, he again encountered obstacles. Boulders and smooth her path, and there is no other way than he had to pass through. Think travelers for the third time: "If I had to climb these rocks, I would slip and hands and legs would snap. But I want to get on top of it. I must pass."

So Itupun travelers began to climb the rock and he ... slipping. Strange, after the rise, travelers do not feel pain in his body and none of broken bones.
"How great I am. The stones can be steep is not in my way."

So, he traveled and he arrived at the top of the mountain. What a joy he saw the beautiful scenery and he'd never seen anything like this. However, when travelers were turned around, there appeared in front of a full human figure was sitting looking at the wound.

His body was full of scratches and puncture wounds his foot and blood. He could not move the whole body of a broken and shattered bones.

Said travelers with great compassion for the full figure of the wound: "Why is your body covered with wounds like that? Is it because of obstacles that have been? Can not you as good as me because I can get through without the slightest injury? Who are you really?"

Answer full figure wound with a loving gaze: "I am your Lord. How my heart could not refuse to be with you in this way, given how eager you see this beauty. You see, when you need to go through that thicket, I hold you tight so that no single thorns ripping your skin. When you need to go through sharp gravel, so I carry you to your feet is not punctured. When you climb up slippery rocks and fell, I support you from the bottom so that none of broken bones. Do you remember back to ME? "

Traveler Itupun sat and sobbed.
For the second time, God had to shed His blood for a happiness.

Sometimes, we forget that God always be with & protect us.
We are more easily remember how great we are capable of surpassing all the obstacles without realizing that God's work there. And once again, God had to sacrifice for our salvation. So, like God who could refuse to be with His people, can we also can not reject any of His love in our life journey and allow arms to work in our lives?

Sindrom Mesias

Sumber : Come and Follow Jesus
Christian Imanuel 02 November jam 11:08
Sedangkan siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga (Matius 18:4)
-----------------------------------------------------------------------------------------

Milton Rokeach, seorang psikolog, merasa kewalahan menyembuhkan tiga pasiennya yang menderita “sindrom Mesias”.

Mereka menganggap dirinya sebagai penyelamat dunia. Sulit sekali menyadarkan ketiganya tentang siapa mereka sebenarnya. Suatu kali, mereka bertiga diajak berdiskusi dalam suatu terapi kelompok. Orang pertama berkata, “Akulah Mesias, anak Allah yang diutus menyelamatkan dunia.” “Bohong! Dari mana kamu tahu?” bantah orang kedua. “Tuhan berbicara kepadaku,” jawab orang pertama. Tiba-tiba orang ketiga berseru: “Siapa bilang? Aku tak pernah berkata begitu kepadamu!”

Para murid Yesus pun pernah mengalami sindrom Mesias saat mereka mempersoalkan siapa di antara mereka yang terbesar. Tiap-tiap orang merasa paling unggul, paling layak, paling berjasa, atau paling rohani. Yang diincar bukan lagi pelayanan, tetapi keuntungan. Itu sebabnya Yesus meminta mereka agar bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Seorang anak tidak memedulikan status atau gengsi. Ia mengakui dirinya tak berdaya dan bergantung sepenuhnya pada orang lain. Inilah kerendahan hati sejati. Jika ingin masuk ke dalam kerajaan surga, seseorang tak boleh merasa dirinya berjasa.

Sindrom Mesias bisa juga terjadi di gereja. Banyak konflik terjadi karena orang saling bersaing, berebut kuasa, atau merasa dirinya hadir sebagai “penyelamat”. Yang senior berkata, “Karena sayalah, gereja ini berdiri!” Yang yunior berkata, “Kamilah pembaru gereja. Tanpa kami, gereja ini sudah mati ditelan tradisi!” Berhati-hatilah! Ketika kita membangun kerajaan kita sendiri, bisa-bisa kita semakin jauh dari kerajaan-Nya.

TIADA TEMPAT DI KERAJAAN SURGA
BAGI MEREKA YANG MERASA DIRI SEGALA-GALANYA

Matius 18:1-5
18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka

18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

Ends...Tuhan memberkati kita semua

belajar berkata, "Cukup!"

Sumber : Come and Follow Jesus
Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
--------------------

DAFTAR TELEPON TUHAN

Sumber : Come and Follow Jesus
BAGAIMANA KALAU ALLAH PUNYA "ANSWERING MACHINE?"
(DAFTAR TELEPON TUHAN)


Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini:

"Terima kasih, anda telah menghubungi Rumah Bapa".

Pilihlah salah satu :

Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'
Tekan 3 untuk 'mengeluh'
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'

Atau,bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini:

"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.

Tetaplah menunggu.Panggilan anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

Bisakah anda bayangkan bila pada saat berdoa, anda mendapat respons seperti ini:

Jika anda mau bicara dengan malaikat Gabriel, tekan 1.
Jika anda mau bicara dengan malaikat Mikhail, tekan 2.
Jika anda mau bicara dengan malaikat lainnya, tekan 3.
Jika anda ingin mendengar nyanyian Raja Daud saat anda menunggu, tekan 4

"Untuk mengetahui apakah orang yang anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkanlah nomor KTP-nya.

Untuk pesan tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y,O,H,A, N, E, S dan tekan 3,1,6."

"Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan dimana bahtera Nuh berada, silakan tunggu sampai anda tiba disini."

Atau bisa juga anda mendengar ini :

"komputer kami menunjukkan bahwa anda telah satu kali menelpon hari ini, silakan mencoba kembali esok hari."

"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Puji TUHAN, anda telah dapat meneleponNYA setiap saat !

Anda hanya perlu untuk memanggiNYA sekali dan TUHAN mendengar anda.
Karena YESUS, anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. TUHAN menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.


Ketika anda memanggil dan TUHAN akan menjawab anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata, " Ini AKU "
ketika anda memanggil, gunakan nomor telepon darurat di bawah ini :

PERSOALAN PUTAR NO TELEPON
Saat berduka cita Yohanes 14
Ketika dikecewakan sesama Mazmur 27
Jika anda ingin berbuah Yohanes 15
Ketika anda berdosa Mazmur 51
Ketika anda khawatir Matius 6 : 19 - 34
Ketika anda dalam bahaya Mazmur 91
Ketika TUHAN terasa jauh Mazmur 139
Ketika iman anda perlu dikuatkan Ibrani 11
Ketika anda merasa sendiri dan takut Mazmur 23
Ketika hidup anda dalam kepahitan 1 Korintus 13
Untuk rahasia kebahagiaan Paulus Kolose 3 : 12-17
Untuk arti keKrstenan 1 Korintus 5 : 15-19
Ketika anda merasa kecewa dan ditinggalkan Roma 8 : 31-39
Ketika anda menginginkan kedamaian dan ketenangan Matius 11: 25-30
Ketika dunia terlihat lebih besar dari TUHAN Mazmur 90
Ketika anda ingin jaminan kekristenan Roma 8 : 1-30
Ketika anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau berpergian Mazmur 121
Untuk penemuan / kesempatan besar Yesaya 55
Ketika anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas Josua 1
Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama Roma 12
Ketika anda memikirkan kekayaan Markus 10
Saat anda mengalami depresi Mazmur 27

Ketika anda kesulitan keuangan Mazmur 37
Jika anda kehilangan kepercayaan terhadap orang 1 Korintus 13
Jika orang disekitar anda tampak berlaku tidak baik Yohanes 15
Ketika anda putus asa dengan pekerjaan Mazmur 126


Jika anda menemukan bahwa dunia mengecil dan anda merasa besar Mazmur 19
Nomor - nomor tersebut dapat langsung dihubungi.
Opretaor tidak diperlukan.
Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 Jam sehari.
Bagikan daftar telepon ini kepada orang - orang di sekeliling kita.

Mana tahu, mungkin mereka sedang membutuhkannya.
Jika diperlukan ajaklah berdoa bersama
Jika anda pengguna HP dapat juga menghubungi
= 081 8 50 15 2 2 33 3
081 8 = Mazmur 81 : 8
50 15 = Mazmur 50 : 15
2 2 = Yunus 2 : 2
333 = Yeremia 33:3

Tuhan Memberkati Kita Semua..
--------------------

MENCARI CINTA DI PELUKAN PRIA LAIN

Sumber : Elia Stories
Perhatian dan cinta tidak didapatnya lagi dari suaminya. Hingga akhirnya kasih dalam hatinya menjadi dingin, dan cinta menjadi hambar, tidak ada lagi perekat bagi hubungannya dengan sang suami. Semua harapan untuk terus menjalani bahtera rumah tangganya telah kandas. Itulah yang membuat Iecha akhirnya memutuskan untuk selingkuh.

Seorang pria dikantornya telah memikat hatinya, perhatian yang diberikan pria ini membuat Iecha jatuh cinta.


"Mulanya kami hanya sering bercerita saja, dia sangat mengerti apa yang saya perlu. Untuk pekerjaan yang kecil, untuk hal-hal yang saya lakukan, dia rajin memuji saya, dia selalu menyempatkan mengucapkan terima kasih. Dan itu tidak pernah dilakukan suami saya. Suami saya selalu anggap jika saya mengerjakan pekerjaan rumah, itu kewajiban saya sebagai seorang istri."


Hingga pada suatu titik, Iecha memutuskan melakukan hubungan intim dengan pria yang menjadi selingkuhannya.


"Biasanya kami pergi ke hotel yang jauh dari kota kami, dan saya memberikan segalanya buat dia."


Iecha bertemu dengan suaminya, ditempat kerja Gideon, sang suami. Akhirnya mereka menjalani hubungan yang lebih dalam, dan sempat hidup bersama tanpa menikah. Namun kehidupan mereka dipenuhi dengan pertengkaran demi pertengkaran. Akhirnya Gideon dan Iecha melangsungkan pernikahan dengan harapan masalah-masalah yang mereka hadapi waktu mereka tidak menikah, tidak lagi mereka hadapi.


"Pada awalnya kehidupan pernikahan kami baik-baik saja. Makin bertambah usia pernikahan kami, saya harus akui bahwa saya banyak kecewa terhadap suami saya. Ada banyak kebutuhan-kebutuhan saya, sebagai seorang istri, sebagai seorang wanita yang tidak dipenuhinya."


Gideon membenarkan pernyataan Iecha tersebut, "Saya termasuk suami yang kurang memperdulikan bagaimana istri saya, apa sih yang dibutuhkannya dari saya. Saya tidak pernah bertanya tentang hal itu kepadanya. Jadi saya tidak pernah memberikan waktu yang banyak untuk dia. Bagian saya adalah bekerja, cari uang buat kamu. Jadi tugas kamu adalah mengurus rumah tangga ini dengan baik. Dulu memuji istri adalah sesuatu yang aneh bagi saya."


Setelah enam bulan menjalani perselingkuhan, Iecha mengikuti camp Wanita Bijak. "Disana saya banyak ditegur tentang dosa ini. Saya sadar bahwa sebenarnya diri saya ini berharga di hadapan Tuhan. Dan saya memiliki fungsi yang unik, yang telah Tuhan taruh dalam hidup saya sebagai seorang wanita, sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri. Dan saya harus bisa jadi contoh, jadi teladan, minimal bagi anak-anak saya. Saya harus berhenti, saya harus memutuskan hubungan dengan pria ini "


Iecha akhirnya mengambil keberanian dan memutuskan untuk mengakui perselingkuhan yang dilakukannya kepada sang suami.


"Saya sudah jatuh dalam perselingkuhan, saya sudah jatuh dalam perzinahan."


Mengetahui hal ini, Gideon merasa hancur, "Waktu saya tahu istri saya selingkuh, saya merasa sangat sakit."

"Aku dikhianati oleh istriku sendiri. Aku dikhianati oleh orang yang sangat aku percaya. Saya ngga kuat Tuhan."


Dalam keadaan putus asa, Gideon datang kepada Tuhan meminta kekuatan untuk dapat mengampuni dan mengasihi istrinya kembali.

"Ku datangi dia, dan aku bilang, hari ini aku putuskan, hari ini aku mau bilang sama kamu, aku mengasihi kamu." Demikian Gideon mengungkapkan pengampunan tulusnya sambil menitikkan air mata.


Sambil menangis karena rasa haru, Iecha menceritakan perasaannya saat itu.


"Saya tahu waktu itu, saya adalah orang yang sangat sulit untuk dikasihi. Tapi toh dia mau melakukannya. Dan saya malu waktu itu, karena ini kualitas yang belum pernah saya lihat dalam diri suami saya, sebelumnya. Dan saya malu pada diri saya, karena ternyata suami saya memiliki hati yang... ya.. saya punya istilah hatinya lebih besar dari pada badannya. Saya bisa melihat gambaran Kristus ada dalam suami saya. Orang bilang Tuhan Yesus itu tidak pernah menolak orang yang datang pada-Nya. Saya percaya hal itu, karena suami saya tidak pernah menolak saya."


Sekalipun Iecha masih tetap menemukan kekurangan-kekurangan dalam diri suaminya, namun dia telah memiliki cara pandang yang berbeda.


"Saya bilang sama Tuhan, Tuhan, kasih saya kekuatan untuk dapat menerima dia apa adanya. Sekalipun saya tetap dapat melihat kekurangan-kekuranganya, tapi saya tidak mau dikuasai oleh hal itu. Tapi saya minta sama Tuhan, supaya saya dikuasai oleh kasih yang dari Tuhan itu."


Maka karya Tuhan yang luar biasa terjadi dalam hidup Gideon dan Iecha, "Dan sejak saat itu, hubungan kami Tuhan pulihkan dengan cara yang luar biasa. Kasih Tuhan itu sendiri menjadi pemersatu aku dan istriku."


"Hanya oleh kasih Tuhan saya sanggup mengasihi suami saya, ngga bisa yang lain," ungkap Iecha penuh kebahagiaan. (Kisah ini sudah ditayangkan 2 Juni 2008 dalam acara Solusi di SCTV).

CHATTING DENGAN TUHAN..

Sumber : Come and Follow Jesus
TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU: Kadang-kadang ketidak berhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
--------------------

Virgin Islands: Leonard Dober

Sumber : Come and follow Jesus
Leonard Dober bertanya-tanya apakah Yesus berpikir bahwa salibnya terlalu berat; kemudian dia teringat bagian akhir doa Yesus di taman, "Bukan kehendak-Ku, tapi kehendak-Mu, Bapa." Tugas Leonard sepertinya tidak mungkin untuk dilakukan, tapi dia sedang melakukan kehendak Allah, bukan kehendaknya.

Leonard Dober yakin bahwa Allah telah memanggilnya untuk menjangkau para budak di Virgin Islands. Dia berencana untuk menjangkau orang-orang ini dengan menjual diri menjadi budak dan bekerja bersama mereka sambil menceritakan tentang kasih Yesus kepada mereka. Dia begitu takut memikirkan bahwa dia akan menjadi budak. Dia ngeri membayangkan perlakuan yang akan diterimanya. "Tapi Kristus telah mati di atas kayu salib bagiku," pikirnya. "Tidak ada harga yang terlalu tinggi untuk melayani Dia."

Penganiaya terkejam yang dihadapi Dober bukanlah para pemilik budak, tetapi orang-orang Kristen. Mereka mempertanyakan panggilannya untuk melayani para budak dan menertawakannya sebagai orang bodoh karena rencananya itu. Tapi Dober tidak menyerah. Pada tahun 1730, dia sampai di Virgin Islands.

Ketika dia menjadi pelayan di rumah gubernur, dia takut posisinya ini akan menjauhkannya dari para budak yang ingin dilayaninya. Jadi dia pergi dan pindah dari rumah gubernur ke gubuk kotor di mana dia dapat bekerja bersama-sama dengan para budak.

Dalam waktu tiga tahun, pelayanan Dober sudah mencakup lebih dari tiga belas ribu petobat baru.

***

"Orang-orang sinting Yesus", itulah julukan dunia bagi orang-orang yang memiliki iman yang sedikit radikal. Dober adalah "orang sinting Yesus" pada abad delapan belas -- orang bebas yang memilih menjadi budak agar dapat memenangkan para budak bagi Yesus. Dia bersedia melakukan semua yang harus dilakukan untuk menunjukkan kesungguhan hatinya dalam melayani Yesus. Bagi Dober, hal ini berarti membuat suatu rencana yang tidak masuk akal bagi orang lain kecuali dirinya sendiri. Apakah Anda juga disingkirkan karena Anda telah menolak untuk mengikuti orang banyak? Jika Allah telah memanggil Anda untuk melakukan hal yang radikal dalam keluarga, gereja, atau komunitas Anda, Anda harus menaatinya. Biarkan orang menyebut Anda gila, tetapi Yesus akan mendapati Anda sebagai orang yang bersungguh- sungguh.

-----------------------------------------------------------------------------------------
English version


Virgin Islands: Leonard Dober

Leonard Dober wonder if Jesus thought that his cross was too heavy; then he remembered the end of the prayer of Jesus in the garden, "Not my will, but Thy will, Father." Leonard task was unlikely to be done, but he was doing the will of God, not his will.

Leonard Dober convinced that God has called him to reach the slaves in the Virgin Islands. He plans to reach these people by selling themselves into slavery and worked with them as he tells of the love of Jesus to them. He was so scared to think that he would become a slave. He was horrified at the treatment to be received. "But Christ died on the cross for me," he thought. "No price is too high to serve Him."

Facing the harshest persecutors Dober not slave owners, but the Christians. They questioned his call to serve the slaves and laughing at the fool because of his plans. But Dober did not give up. In 1730, he arrived at the Virgin Islands.

When he became a servant in the governor's house, he was afraid of this position will keep him away from the slaves who wanted to serve. So he went and moved from the governor's mansion to the dirty hovel where he can work with the slaves.

Within three years, Dober services already covered more than thirteen thousand new converts.

***

"People are crazy Jesus", that's the nickname of the world for people who have little faith that radical. Dober is "Jesus freaks" in the eighteenth century - a free person who chose to become slaves in order to win the slaves for Jesus. He was willing to do all that must be done to demonstrate his sincerity in serving Jesus. For Dober, this means making a plan that does not make sense to anyone but himself. Are you also removed because you have refused to follow the crowd? If God has called you to do something radical in the family, church, or your community, you must obey it. Let people call you crazy, but Jesus will find you as a person who meant it.
--------------------

Anda Hanya Perlu Mengetahuinya Lagi!

Sumber : Mujizat Itu Nyata
Kapan terakhir kalinya Anda tidak yakin dengan segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan Anda? Pekerjaan Anda? Pelayanan Anda? Panggilan Tuhan di hidup Anda? Kesehatan Anda? Kasih Tuhan? Kasih terhadap sesama? Iman Anda? Ya, kita semua pasti pernah berada dalam masa tersebut. Di dalam seluruh kehidupan kita, ada waktu dimana kita lemah, lelah, stress, atau secara jasmani sakit dan waktu-waktu inilah yang sebenarnya sedang iblis gunakan agar kita meragukan kasih Allah.

Belakangan ini, Tuhan mengingatkan saya Firman Tuhan yang tertulis dalam Mazmur 62 dimana Raja Daud berada di satu keadaan yang saya gambarkan pada awal pengajaran ini. Daud membuka mazmur ini dengan kata-kata sebagai berikut, "Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah" (ayat 2-3). Di ayat 12 dan 13, David merangkum mazmur pasal 62 ini dengan begitu indahnya, "Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya."

Oleh karena Daud adalah orang Israel, dia pasti mengenal kitab Allah sejak kecilnya. Daud telah belajar dari sejarah bangsanya bahwa Allah terus menunjukkan kekuatan-Nya. Ia juga tahu bahwa bangsa Israel disertai oleh Allah dan mukjizat yang begitu luar biasa terjadi adalah semua bagi kepentingan bangsanya. Allah telah menunjukkan kekuatan-Nya dalam kehidupan Daud dari sebelum ia menjadi raja sampai ia memerintah umat pilihan Allah tersebut. Daud ingat saat pertama kali kekuatan Allah dialirkan dalam dirinya dan membuatnya menjadi pemenang saat melawan Goliat hanya dengan satu batu yang dilemparkannya melalui ketapel. Daud tahu bahwa Allah itu perkasa dan dia tidak perlu harus mempertanyakannya lagi.

Ketika Allah berbicara kepada Daud yang saat itu berbuat kesalahan, ia mendengar teguran itu, tetapi ia juga mendengar kasih Allah kepadanya yang begitu besar. Saya percaya bahwa Allah mendengar teguran ini dengan mengikutsertakan hatinya juga. Ya, Daud adalah orang yang berdosa, Ya, Daud pernah ragu. Ya, keluarga Daud bukanlah keluarga yang baik. Namun, kasih Allah kepada Daud tidak pernah berubah.

Kita tidak jauh berbeda dengan Daud. Bukanlah menjadi masalah jika hidup kita saat ini masih belum seperti yang diinginkan oleh Allah karena kasih-Nya tidak akan pernah berubah. Hati-Nya selalu penuh dengan kasih kepada kita. Kristus mati bukan karena perbuatan baik yang kita tunjukkan atau karena kita lebih sedikit berbuat dosa, tetapi karena Dia mengasihi kita apa adanya.

Terkadang kita perlu kembali mengingat peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa Allah sangatlah mengasihi kita. Itu adalah waktu dimana kita harus mengetahuinya dibanding hal-hal di dunia! Hanya melalui hal ini kita dapat melalui hari-hari kita.

Mazmur Daud dalam pasal 63:4-6 mengingatkan bahwa hanya kasih Allah yang dapat memuaskan kehidupan kita. "Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. "Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji."

Ini adalah pengingat Anda, bahwa kasih Allah tidak akan pernah berhenti tercurah; kasih-Nya tidak akan pernah menyerah; kasih-Nya benar-benar sempurna, dan kasih ini yang diberikan-Nya bagi Anda. Allah menunjukkan kasih dalam perkataan-Nya, ciptaan-Nya, melalui orang-orang yang mencintai Anda, dan khususnya lewat keselamatan yang hanya didapat melalui Yesus Kristus. Minumlah, sahabatku. Ada kasih melimpah tersedia bagimu! Amin.
--------------------

30 Oktober 2009

HIDUP bukanlah sebuah VCD PLAYER

Sumber : Come and follow Jesus
HIDUP bukanlah sebuah VCD PLAYER
Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika.
Bagikan


Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?"

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.


Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali....
hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward...
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....
jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.........
yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"
hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....
CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya.........

Tersentuhkah hati anda?
klo YA, artinya anda masih mempunyai HATI
Forward lah Post Bulletin ini......
Pengalaman orang lain dapat menjadi hikmah bagi kita.... dan jangan sampai kesalahan orang lain
kita ulangi juga..........
KIRIMKAN kepada temen2 anda agar mereka juga dapat membagikannya kepada temen2 lainnya.....

Tuhan Memberkati Kita Semua..
--------------------

A Little Lesson about Life

Sumber :Come and Follow Jesus
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.

Kita memohon Kekuatan... Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan... Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran... Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati... Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta...Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati...Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang...berusaha...dan berserah diri... Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita

-----------------------------------------------------------------------------------------
IBRANI 12

(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."

(7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

(8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

(10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

(11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

(12) Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;

13) dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

...Ends...
--------------------

29 Oktober 2009

Dien Tamaela, Perempuan Maluku Dalam Keabadian Puisi

Sumber http://www.balagu.com/node/219

1Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu

Begitulah bait pertama puisi karangan pujangga angkatan 45 Chairil Anwar, berjudul Tjerita Buat Dien Tamaela. Siapa Dien dan mengapa Pattiradjawane ? Bagaimana hubungan Chairil Anwar dan Dien ?

LANTARAN penyair Chairil Anwar, nama Dien Tamaela begitu termasyur. Puisi Chairil berjudul Cerita Buat Dien Tamaela, sangat populer. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di manca negara. Sebab puisi itu ternyata telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, Latin bahkan Rusia.

Meskipun begitu populer, Dien Tamaela ternyata menjadi sebuah misteri. Banyak orang tidak tahu, siapa Dien Tamaela sebenarnya. Ada yang menyangka Dien seorang pria Ambon, seorang penyair, seorang pelukis, kritikus sastra. Ada yang menyebutnya sahabat Chairil di Negeri Belanda. Bahkan, ada juga yang menggosipkan sebagai istri gelap Chairil.

“Siapa itu Dien Tamaela, kita tidak kenal jadi kita tidak bisa menghayati puisi Chairil Anwar secara baik,” ujar seorang guru Sastra Indonesia pada forum dalam bulan bahasa 2008 di Kampus FKIP Universitas Pattimura.

Puisi Cerita Buat Dien Tamaela yang sungguh mistis, juga menjadi sebuah misteri. Chairil seperti punya pengalaman magis berada di pulau-pulau Maluku. Tapi untuk membuka tabir hubungan Chairil dan Dien, justru mesti dimulai dengan menelusuri puisi ini.

Puisi ini ditulis Chairil tahun 1946. Di bawah judul Cerita Buat Dien Tamaela, Chairil memulainya dengan satu larik yang langsung sangat Maluku, Beta Pattiradjawane. Tercatat, lima kali nama Pattiradjawane muncul dalam puisi sembilan bait itu. Maka pertanyaan berikut, siapa Pattiradjawane ? Mengapa bukan Pattimura atau marga-marga lainnya ?

PUTRI DOKTER TAMAELA
Cerita mengenai siapa Dien Tamaela bisa diurai dengan menelusuri makamnya di Tanah Kusir Jakarta Selatan. Dari sana, bisa tersingkap siapa Dien sebenarnya. Tentu, berjumpa dengan saudara kandungnya atau beberapa kerabatnya, sangatlah membantu.

Dien Tamaela bernama lengkap Leonardine Hendriette Tamaela. Ia lahir di Palembang, 27 Desember 1923 sebagai putri pertama pasangan dr Lodwijk Tamaela dan Mien Jacomina Pattiradjawane. Dien mempunyai seorang adik kandung bernama Lebrin Agustien Tamaela, yang lahir di Malang, 21 Agustus 1926. Sang adik dikenal dengan nama Dee, seorang dokter anak yang masih hidup di Menteng Jakarta Pusat dalam usia 83 tahun.

Dien dan Dee adalah putri dr Lodwijk Tamaela, pria kelahiran Ambon, 4 Maret 1896. Sang dokter meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalulintas di Mojokerto, 27 Juli 1938. Nama sang dokter diabadikan di Ambon sebagai nama ruas jalan dari Tugu Trikora menuju Batugantung.

Ibunda Dien dan Dee yakni Mien Jacomina Pattiradjawane lahir di Ambon, 8 September 1897. Sejak sang suami meninggal tahun 1938, Mien jualah yang mengasuh kedua putrinya. Waktu itu Dien berusia 15 tahun dan Dee baru 12 tahun. Mien hidup di Jakarta dalam usia yang panjang. Ia baru menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 28 Oktober 1996 dalam usia 99 tahun.

PIANIS DAN PENYANYI
Dien Tamaela sempat belajar di MULO Jakarta. Namun sampai kelas dua, ia pindah ke Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak. Nahas sebab pada tahun 1942, Jepang mulai menguasai Jakarta sehingga sekolah-sekolah ditutup. Dien pun putus sekolah. Tapi Dien melamar kerja di kantor pemerintah Jepang. Ia diterima sebagai tenaga administrasi sampai Indonesia merdeka. Setelah Jepang angkat kaki, tentara NICA ada di mana-mana.

Meskipun situasi tidak menentu, namun komunitas Maluku di Jakarta tetap berada dalam tradisi seni. Dien yang pandai bermain piano, secara rutin tampil dalam siaran budaya Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Sebagai pianis, mengiringi pemuda-pemuda Ambon bernyanyi. Dee juga masuk dalam kelompok penyanyi. Lagu-lagu dan pantun antara lain ditulis oleh seniman Buce Tahalele.

CHAIRIL MARAH
Tidak diketahui secara pasti kapan dan di mana Dien berkenalan dengan Chairil Anwar. Tapi baik Dien maupun Chairil sama-sama sering bolak-balik Jakarta – Yogyakarta. Di Yogyakarta, Dien tinggal bersama keluarga Tahya-Pattiradjawane, saudara ibundanya yang biasa disapa Tante Putih. Keluarga Tahya-Pattiradjawane mengelola sebuah asrama pelajar dan Dien tinggal di situ jika ke Yogyakarta.

Chairil memang kemudian akrab dan jatuh cinta pada Dien. Tapi cinta setiap kali harus mengurut dada. Sebab ia harus berhadapan dengan dua perempuan bermarga Pattiradjawane yakni Mien di Jakarta dan Tante Putih di Yogyakarta.

Chairil sendiri dikenal sebagai pemuda petualang, tidur di mana saja, jarang mandi, jarang ganti baju, tukang begadang dan selalu kekurangan uang. Dengan penampilannya kumal, hal ini sangat kontras dengan Dien. Tiap kali Chairil bertamu, ia selalu kena semprotan kata-kata dari dua perempuan Pattiradjawane.

Meskipun berkali-kali kena damprat, Chairil selalu saja muncul dengan penampilan dekilnya. Cerita tentang tifa, pala, laut, sampan, pulau, datuk-datuk yang kemudian muncul dalam puisinya, sesungguhnya ekspresi kemarahan Chairil pada perempuan Pattiradjawane yang menjadi penghalang cintanya pada Dien. Chairil menangkap kisah-kisah tentang Maluku dari perempuan-perempuan itu.

Tahun 1947, Dien beberapa kali ke Yogyakarta. Waktu itu, puisi Cerita Buat Dien Tamaela sudah mulai menjadi buah bibir di Yogyakarta dan Jakarta. Chairil juga sering Yoggyakarta. Tapi menurut Dee, kakaknya itu seorang yang tidak banyak bicara sehingga tidak pernah bercerita sejauh mana hubungannya dengan Chairil.

“Dien tidak pernah bercerita tentang Chairil,” kata Dee.

TBC MEMBUNUH
Usianya baru 25 tahun ketika dokter memvonisnya positif terserang penyakit TBC. Pada masa itu, TBC adalah penyakit pembunuh nomor satu karena belum ada obatnya sama sekali. Kesehatannya terus memburuk. Sang ibu membawanya berobat ke rumah sakit yang kini dikenal sebagai RSUP Cipto Mangunkusumo.

Meskipun menjalani perawatan intensif, penyakitnya semakin parah. Dien tidak tertolong lagi sehingga akhirnya menutup mata untuk selamanya pada 8 Agustus 1948. Ia dimakamkan di Petamburan. Sepuluh tahun kemudian dipindahkan ke Pemakaman Tanah Kusir. Gadis hitam manis itu tidur di sana dalam sebuah keabadian puisi yang sangat terkenal, Cerita Buat Dien Tamaela. (Rudi Fofid)

SURAT PILATUS KEPADA KAISAR TIBERIUS

Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea, Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya : Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius ... Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru, dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang Yahudi. Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya. Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti "Tuhan" (Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia. Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang. Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin, tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat. Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam. Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik, sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari Nazaret ini. Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim. Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus. Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika. Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus "tidak berani" menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24, Yohanes 18 : 31-40 dan 19 : 4,6 - 16)

PEREMPUAN ITU KU PANGGIL MAMA

Perempuan itu ku panggil Mama Yang setiap malam selalu terjaga saat hati sibuah hatinya sedang gelisah... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu sibuk di subuh hari untuk menyiapkan sarapan dan keperluan sibuah hatinya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengajariku untuk menjadi bijaksana,... Yang selalu mengajariku untuk selalu dekat dengan Sang Khalik... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu turut merasakan kesusahanku,.. Yang selalu barusaha memenuhi kebutuhanku... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengkhawatirkan keadaanku saat ku jauh,.. Yang selalu menanyaiku dengan penuh kasih saat ku murung... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat penyakit itu bersarang ditubuhnya dan kubisikan: mama izinkan aku untuk merawatmu dan menjagaimu... Perempuan itu ku panggil Mama Yang yang terbaring lamah di pembaringan... Perempuan itu ku panggil Mama Yang dengan lemah berusaha duduk di pembaringan dan mengatakan pesan terakhirnya kepadaku: "RIS MARI BERBAGI DENGAN MAMA DALAM HIDUPMU"... Perempuan itu ku panggil Mama Yang di saat-saat terakhir hidupnya masih memintaku untuk bernyanyi memuju Sang Khalik serta bertelut dan berdoa untuknya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang malam itu tarikan napasnya semakin berat.... Perempuan itu ku panggil mama Yang saat itu kubertelut di kakinya sambil memanjatkan doa: TUHAN KUMOHON KEBESARAN KASIHMU DAN MUJIZATMU UNTUK KESEMBUHAN DAN MEMBERI PANJANG UMUR BAGI MAMAKU TERCINTA... Perempuan itu ku panggil Mama Yang disaat-saat terakhir hidupnya ku bersujud di kakinya sambil menangis dan memeohon ampun atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kubuat selama hidupku bersamanya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang mengatakan kepadaku: RIS MAMA CAPEK DAN MAMA INGIN ISTIRAHAT... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kubisikan: MAMA, KALAU MAMA CAPEK BERISTIRAHATLAH MAMA......... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat detik - detik terakhir tarikan napasnya, aku masih tetap besujud di kakinya sambil meneteskan air mataku ke kakinya sambil berkata: MAMAKU, TOLONG RASAKAN BETAPA AKU SANGAT MENYAYANGI MAMA LEWAT HANGATNYA AIR MATAKU YANG MENETES DI KAKI MAMA INI... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kasih sayangku kepadanya dikalahkan oleh kasih sayang Sang khalik kepada mamaku, sehingga saat itu juga mamaku menghembuskan napasnya yang terakhir untuk pergi menghadap Sang Khalik, untuk pergi meninggalkan kami selamanya dan untuk mengakhiri segala penderitaan hidupnya di dunia ini... Perempuan itu ku panggil Mama yang disaat tubuhnya terbujur kaku dan dingin, kucium mamaku sambil berbisik: MAMAKU TERSAYANG, KASIH SAYANG MAMA KEPADAKU AKAN TETAP MENJADI BINTANG DI DALAM HATIKU YANG AKAN TETAP BERSINAR DAN SINAR KASIH SAYANG ITU AKAN TETAP KUPANCARKAN KEPADA SEMUA ADIK - ADIKU, SAUDARA - SAUDARAKU, DAN SEMUA ORANG YANG BERADA DI SEKITARKU AGAR MEREKA TAHU BAHWA MAMAKU ADALAH FIGUR YANG TERBAIK DAN YANG TELAH MENDIDIKKU MENJADI MANUSIA YANG BIJAKSANA... Perempuan itu ku panggil Mama yang selalu menyebut namaku di dalam setiap doanya Perempuan itu kupanggil Mama Yang kini menetap disurga bersama Sang Khalik yang mengasihinya... TERIMA KASIH MAMAKU TERCINTA, ATAS SEMUA KEHIDUPAN YANG INDAH, YANG TELAH KAU HADIRKAN SELAMA ENGKAU BERSAMAKU DI DUNIA INI........ LIWAT HEMBUSAN NAPASKU SERTA DOAKU, KU TITIPKAN CIUM YANG PALING MANIS UNTUK MAMA DI SURGA SANA....... (Untuk mengenang mamaku yang meninggal tanggal 5 Mei 2009 di Ambon) Anakmu Richard Sahetapy yang Kau panggil RIS

SENG ADA MAMA LAI

SU SENG ADA MAMA LAI PAR BIKING COLO - COLO SU SENG ADA MAMA LAI PAR TUANG PAPEDA DI SEMPE SU SENG ADA MAMA LAI PAR ATOR MAKAN DI MEJA MAKAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR CUCI BETA PUNG PAKIAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR DENGAR BETA PUNG SUSAH SU SENG ADA MAMA LAI PAR JAGA BETA WAKTU SAKIT MAMAE.... PAR APA LAI BETA PULANG KA RUMAH TUA KALO MAMA SU SENG ADA PAR LIA BETA PAR APALAI BETA DUDU DI MEJA MAKAN KALO MAMA PUNG TAMPA GARAM SU SENG ADA PAR SAPA LAI BETA MAU MANYANYI KALO MAMA SU SENG ADA PAR DENGAR... SIOOO MAMA E.... MAMA SU JAUH DARI BETA DENG BASUDARA MAMA SU TENANG DI TETEMANIS PUNG PANGKO TAPI MAMA PUNG PASANG DENG MAMA PUNG DOA TETAP JADI BINTANG YANG BERSINAR DI BETA PUNG HATI SELAMA HIDOP DI DUNIA. JUST FOR MY LOVE MAMA

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

Yesus Manis