Mormonisme juga menyebut diri sebagai "Gereja Orang-orang Kudus pada Akhir Zaman" (Church of Latter Day Saints). Mormonisme ini didirikan pada tahun 1830 oleh seorang Amerika yang bernama Joseph Smith.
Joseph Smith, putra keempat dari sepuluh bersaudara pasangan Joseph dan Lucy Mack Smith ini dilahirkan pada 23 Desember 1805 di Sharon (Vermont, AS), di lingkungan keluarga kaum petani yang miskin. Menurut pengakuan ibunya, sewaktu remaja Joseph Smith adalah seorang yang buta huruf dan tidak paham isi Alkitab dan diakui pula bahwa ia seorang pemuda yang suka berkhayal.
Menurut pengakuan Joseph Smith bahwa pada 21 September 1823, dalam usia 18 tahun ia mendapat kunjungan dari malaikat yang bernama Moroni. Malaikat tersebut memberitahukannya bahwa pada tahun 420 M di sebuah bukit dekat Manchester, suatu perkampungan yang terletak di daerah New York, pernah ditanam lempengan-lempengan emas, dan ia disuruh untuk mengambilnya.
Setelah ditemukan, ia melihat di atas lempengan emas tersebut tertulis huruf-huruf Mesir. Untuk menerjemahkan huruf-huruf tersebut, ia mendapat bantuan "URIM" dan "TUMIM" (dua batu undian yang ada dalam tutup dada pernyataan keputusan pada baju "efod" yang dipakai imam dan dipergunakan untuk mencari tahu kehendak Allah) (Keluaran 28:30), yang dipinjam dari malaikat.
Setelah menerjemahkan, malaikat mengambil kembali lempengan- lempengan emas tersebut. Karya terjemahan ini kemudian dijadikan kitab suci kaum Mormon dan pada tahun 1830 dicetak sebanyak lima ribu eksemplar di Palmyra, New York.
Setelah Joseph Smith berhasil memperoleh pengakuan atas buku terjemahan itu sebagai dasar dari satu perhimpunan keagamaan yang baru, maka ia lebih lanjut menulis buku-buku lain. Menurut pengakuannya bahwa buku-buku ini ditulis atas dasar ilham yang diperoleh dari kunjungan malaikat kepadanya, ia juga mengatakan pernah dikunjungi oleh Yohanes Pembaptis, Petrus, Yakobus, Yohanes, Musa dan Elia.
Kesaksian hidup moralnya tidak baik. Ia memegang pandangan poligami, dan menganjurkan para penganutnya untuk mengambil banyak istri. Ia pernah mengawini empat wanita sekaligus dan menyebut perkawinan ini sebagai "PERKAWINAN ROHANI". Pada waktu meninggal ia meninggalkan 17 Istri dan 56 anak.
Kasus meninggalnya Smith karena pembunuhan yang dilakukan oleh massa yang berjumlah kurang lebih 200 orang mempunyai banyak alasan versi. Ada yang menyebutkan karena masalah "perkawinan rohani", ia harus berurusan dengan polisi dan dipenjarakan. Kemudian ia diperbolehkan pulang dengan uang jaminan, tetapi tidak berani meninggalkan rumah penjara karena rumah penjara tersebut sudah dikepung oleh massa yang marah melihat perbuatan amoralnya. Akhirnya, massa yang marah itu berhasil menerobos masuk dan Joseph Smith beserta saudaranya Hyrum Smith ditembak mati di sana.
Ada pula yang menyatakan karena kasus pengrusakan kantor penerbitan lokal "Nauvoo Expositor" yang dikomandonya, harus berurusan dengan pihak berwajib, dan dimasukkan ke penjara di Carthage. Dan pada 27 Juni 1844, massa yang berjumlah kurang lebih 200 orang menerobos masuk dan menurut cerita Smith masih sempat melawan dengan menembakkan senjata yang dibawanya ke arah massa, tetapi pada akhirnya ia mati di bawah berondongan senjata.
Kematian Joseph Smith dan saudaranya bagi para pengikut dihargai sebagai mati syahid.
Gereja Mormon ini boleh dikatakan mempunyai anggota terbanyak dibandingkan dengan bidat-bidat lainnya. Pada tahun 1960 anggotanya berjumlah 1.650.000 orang. Pada April 1981 dilaporkan bahwa jumlah anggota mereka sudah mencapai 4.638.000 orang dan tersebar di 83 negara. Sebanyak 30.000 orang misionaris tersebar di mana-mana dengan rajin menarik orang untuk menjadi anggotanya.
Kebanyakan para misionaris atau pekerja mereka berstatus sukarela dengan tidak mendapat imbalan apa-apa.
Di berbagai tempat didirikan bangunan-bangunan mewah. Pengaruh gerakan ini makin lama makin hebat. Propaganda gerakan ini makin lama makin luar biasa.
Cara Kerja Orang Mormon:
1. Di Bidang Perdagangan
Di Amerika, gerakan ini mempunyai areal tanah yang sangat luas, pabrik-pabrik dan usaha-usaha di bidang pertanian. Segala masalah jual-beli yang mempunyai sangkut-paut dengan perdagangan diatur oleh gereja. Hasil keuntungan digunakan untuk membeli saham, membangun gedung-gedung yang mewah, dan mengembangkan propaganda agama mereka.
2. Di Bidang Pembangunan
Orang-orang Mormon tidak akan segan-segan membangun gedung serba lux. Gedung-gedung yang didirikan mempunyai fasilitas yang serba komplit. Bukan saja ada ruangan kebaktian, melainkan juga ada ruangan khusus bagi pameran doktrin Mormon dan lain-lainnya. Bangunan yang sangat terkenal berjumlah 10 buah, yang terakhir dibangun pada tahun 1956 di Los Angeles dengan memakan biaya 6.000.000 (enam juta) dollar Amerika. Di ujung dari gedung tersebut dipasang patung emas malaikat Moroni. Setiap tahun gedung tersebut menarik perhatian para pengunjung dari berbagai negara dan banyak pengunjung sangat tertarik dan terpengaruh dengan propaganda- propaganda mereka.
3. Di Bidang Perkunjungan
Semangat perkunjungan mereka seperti Saksi Yehova. Setiap anggota yang muda diharuskan menyumbangkan satu atau dua tahun waktu untuk bekerja menyebarkan ajaran mereka, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam masa bekerja ini, pihak gereja hanya menanggung makan dan penginapan mereka, sedangkan yang lain-lain ditanggung sendiri.
Biasanya, dalam perkunjungan, mereka berdua-dua berpakaian rapi, mengunjungi rumah-rumah penduduk. Dengan sopan mereka akan memperkenalkan diri sebagai misionaris "Gereja Orang-orang Suci pada Akhir Zaman".
Dokrin / Pengajaran Mormon:
Pada tahun 1831, gerakan Mormon mengumumkan pengakuan mereka dalam 13 (tiga belas) pasal kepercayaan dan di bawah ini merupakan ringkasan dari beberapa pasal pengajaran mereka yang perlu diketahui.
1. Doktrin Allah
Menurut mereka, Allah itu adalah superman, mempunyai badan, dapat dilihat dan diraba tetapi mempunyai kekuatan luar biasa. Allah itu adalah Adam yang sudah dipermuliakan. Orang-orang yang beriman setelah meninggal dunia akan sama seperti Adam menjadi ilah dan ilah itu masing-masing mempunyai isteri yang dikawinkan semasa di dunia.
2. Doktrin Kristus
Yesus adalah saudara Lucifer yang dilahirkan karena hubungan antara Allah (Adam yang sudah dipermuliakan) dan Maria. Yesus di Kana menikah dengan Marta dan Mariam sehingga dapat melihat keturunannya sebelum disalibkan (Yesaya 53:10). Jikalau tidak menikah, minimal Ia mempunyai hubungan istimewa dengan Marta, Mariam, dan Mariam lainnya. Allah lebih besar dari Kristus, Kristus lebih besar dari Roh Kudus yang menjadi pesuruh-Nya. Joseph Smith adalah keturunan dari Tuhan Yesus.
3. Doktrin Roh Kudus
Roh Kudus itu semacam benda yang kekal keberadaanya yang disalurkan dari atas dan menyebar ke berbagai tempat. Roh Kudus dapat dikaruniakan kepada seseorang melalui upacara-upacara yang dipimpin oleh pendeta Mormon. Pribadi Roh Kudus yang sesungguhnya tidak dapat hadir lebih dari satu tempat.
4. Doktrin Allah Tritunggal
Allah adalah satu pribadi, Yesus Kristus juga satu pribadi, demikian pula dengan Roh Kudus. Mereka memiliki pribadi yang berbeda-beda. Mereka bukan Allah Tritunggal, melainkan tiga Allah.
5. Doktrin Dosa
Menurut orang-orang Mormon, Adam terpaksa berbuat dosa dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat, karena jika Adam tidak makan buah itu, maka ia tidak mungkin mengetahui hal yang baik dan jahat, dan tidak mungkin pula ia mempunyai keturunan. Dengan demikian, bararti ia tidak mentaati perintah Allah yang menghendaki manusia beranak- cucu untuk memenuhi bumi ini.
Perintah Allah yang terutama adalah beranak-cuculah dan perintah kedua adalah jangan makan buah terlarang. Adam, demi mentaati perintah yang pertama, maka dengan terpaksa melanggar perintah yang kedua. Yang berbuat dosa bukanlah Adam, melainkan Hawa. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Rasul Paulus dalam 1Timotius 2:14 yang berbunyi, "Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa."
6. Doktrin Keselamatan
Menurut pendapat mereka, kematian Yesus tidak dapat menyelamatkan orang lain, melainkan hanya Adam saja. Keselamatan yang sesungguhnya hanya diperoleh melalui ketaatan pada peraturan-peraturan, sakramen- sakramen dari Mormon, dan perbuatan baik. Baptisan yang dilaksanakan pendeta Mormon dapat menghapus dosa. Dengan kata lain, baptisan merupakan syarat mutlak untuk mendapat keselamatan.
Mereka juga mengajarkan bahwa anggota Mormon ini dapat menggantikan sanak saudara yang sudah meninggal untuk dibaptiskan dan ini berarti bahwa orang yang sudah meninggal masih mempunyai kesempatan untuk diselamatkan, asalkan ada orang yang hidup mau dibaptiskan untuk mereka.
7. Doktrin Gereja
Mereka berpendapat bahwa gereja Mormon merupakan gereja satu-satunya yang sejati dan benar, sedangkan gereja yang berada di luar Mormon hanya mengajarkan kebohongan dan berada di bawah kutukan Allah. Mereka mengklaim gereja Mormon merupakan penjelmaan Allah dan Kristus dan didirikan oleh malaikat, Petrus dan Yohanes.
8. Doktrin Pernikahan
Mormon mengajarkan praktik poligami dan berpendapat hubungan suami istri tidak terbatas hanya di dunia ini, melainkan juga sampai ke akhirat. Seorang anggota Mormon yang meninggal akan masuk ke dalam kemuliaan dan istri-istrinya menurut urutan juga akan masuk ke dalam kemuliaan. Jika ia diangkat sebagai raja untuk menguasai satu daerah, maka istrinya akan menjadi permaisuri.
Oleh karena sistem poligami mendapat tantangan di berbagai negara, maka mulailah mereka mengkaji ulang sistem tersebut. Pada 25 September 1890, ketua mereka yang bernama Wilford Woodruff mengemukakan makalah yang isinya antara lain menyatakan agar para anggota Mormon harus mentaati hukum dengan hanya beristeri satu. Walaupun pemimpinnya telah memerintahkannya, tetapi masih adalah pula anggota yang melanggarnya.
9. Doktrin Alkitab
Mereka mengajarkan bahwa ada tiga buku yang mempunyai otoritas yang sejajar dengan Alkitab, yaitu: - Kitab Mormon (The Book of Mormon) - Doktrin dan Perjanjian (Doctrin and Covenants) - Mutiara yang Bernilai (Pearl of Great Price)
Joseph Smith juga mengumumkan bahwa pendeta Mormon yang berbicara dengan gerakan Roh Kudus itu adalah Firman Allah yang bisa mendatangkan keselamatan.
10. Doktrin Penghakiman
Orang yang tidak termasuk dalam gerakan Mormon akan diadili, demikian juga orang-orang yang menerima sakramen-sakramen dari gereja lain.
Keberadaan bidat ini dikomentari oleh beberapa mantan penganutnya, di antaranya dari Oliver Cowdery dan David Whitmer dengan mengatakan, "Latter-day Saints Church was not God's true church" (Gereja Orang-orang Kudus pada Akhir Zaman bukan gereja sejati Allah). Dalam bukunya yang berjudul 'An Address to All Belivers in Christ' (1887) menyatakan, "Joseph Smith by 1833 had became a false prophet" (Sejak tahun 1833, Smith telah menjadi nabi palsu).
Diedit dari Sumber: Judul Buku : Bidat Kristen dari Masa Ke Masa Judul Artikel: Mormonisme Pengarang : Paulus Daun Penerbit : Yayasan "Daun Family”, Manado, 2002 Halaman : 135 - 143
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." (Matius 13:44-46)
Hidup kita di dunia ini sekedar singgah untuk minum. Kita tidak akan terus tinggal dalam dunia ini. Kita seperti musafir yang sedang menempuh perjalanan. Mungkin di dunia ini Tuhan memberi kesempatan kita untuk membuat tenda. Tenda itu bisa dalam bentuk rumah, pekerjaan, atau kegiatan-kegiatan kita.
Tenda itu sedang kita bangun dalam kehidupan kita di dunia ini tapi tidak selamanya kita berada di dunia karena tujuan akhir hidup kita adalah surga yang kekal dan penuh sukacita. Kita semua berlomba untuk dapat masuk Kerajaan Surga. Seperti apakah Kerajaan Surga itu?
Ada dua perumpamaan tentang Kerajaan Surga. Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa Kerajaan Surga seperti harta yang terpendam. Itu berarti ada yang berharga sedang tersembunyi dan membangkitkan keinginan untuk memilikinya. Firman Tuhan mengatakan Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di Ladang dan ketika harta itu ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi.
Orang yang menemukan harta itu dipenuhi sukacita. Dia membayangkan memiliki rumah mewah dan mendapatkan seluruh keinginannya. Karena ia sangat bersukacita, ia pergi menjual seluruh harta miliknya lalu membeli ladang itu. Ia tahu persis di ladang itu tersimpan harta yang sangat berharga.
Untuk memperoleh Kerajaan Surga kita harus menjual harta milik kita. Apa yang harus kita jual? Kesombongan yang perlu kita jual; dendam kesumat harus kita pangkas. Segala sesuatu harus kita "jual" hingga kita tidak memiliki apa-apa dan dapat berkata, "Tuhan saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa." Selama kedagingan masih berkuasa dalam hidup kita, maka Kerajaan Surga tidak dapat kita terima. Datanglah kepada Yesus Kristus dan terimalah Dia sebagai juru selamat Anda karena memang hanya Dia lah sang Juruselamat sejati manusia.
Mutiara Asli
Kerajaan Surga dapat diumpamakan seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Jika kita pergi ke suatu pulau yang terkenal dengan keindahan lautnya, maka pada saat kita menyelam di laut tersebut, kita akan menemukan banyak kerang-kerang mutiara. Ketika kerang itu sedang bernafas, ia membuka cangkangnya.
Lalu ada sebuah pasir yang masuk dalam cangkang sehingga kerang ini kesakitan. Ada benda yang sangat mengganggu dan membuat kerang ini gelisah. Ketika ia gelisah, merasa kesakitan karena pasir yang masuk tubuhnya, ia berusaha sedemikian rupa untuk mengatasinya. Kerang itu mengeluarkan lendir yang akan terus dipicu untuk membungkus pasir tersebut. Dengan lendiri tersebut pasir itu mulai diproses menjadi butiran mutiara.
Sesungguhnya Yesus adalah mutiara yang sejati. Ketika Dia merelakan diri-Nya untuk diutus Bapa turun ke dunia, Ia harus mengalami setiap penderitaan, disiksa,disalib, ditombak, dihujani kutukan, diberi mahkota duri. Ia sakit menggeliat seperti mutiara yang kemasukan pasir.
Mengapa Yesus mau melakukan semuanya ini? Karena Dia mengasihi Anda dan saya. Dia ingin yang sakit disembuhkan, yang putus asa diberi pengharapan, yang tidak mempunyai masa depan diberi masa depan yang penuh pengharapan. Dia adalah kerang yang menggeliat. Pada akhirnya setelah waktunya, kerang itu akan menghasilkan mutiara yang asli.
Mutiara yang asli berwarna putih. Putih melambangkan kekudusan. Mutiara murni berwarna putih melambangkan hidup kita harus kudus. Setelah kita memperoleh harta mutiara, yaitu keselamatan yang cuma-cuma dari Tuhan Yesus Kristus, kita pun dituntut hidup kudus.
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa mutiara dipakai sebagai simbol? Selain berwarna putih, mutiara berbentuk bulat, tidak ada ujung dan pangkal. Apakah artinya? Itulah gambaran kasih Yesus. Kasih anak sepanjang galah, kasih orangtua sepanjang jalan. Tapi, kasih Yesus tidak berujung dan tidak berpangkal. Artinya, kasih Yesus begitu bulat dan sempurna.
Kita hidup di tengah masyarakat dengan latar belakang, pendidikan, dan status yang berbeda. Sering kali hal ini membuat gesekan. Di rumah pun kadang keluar kata-kata pedas yang menimbulkan luka. Tapi, bagi mutiara-mutiara asli, goresan-goresan itu akan mudah mudah menutup. Kasih Kristus yang ada dalam hati membuat kita bisa memaklumi kondisi orang lain sehingga kita dapat mengampuni orang yang menyakiti hati berulang-ulang kali. Sungguh betapa indahnya jika hal ini terjadi dalam kehidupan umat Kristiani di dunia dimana inti dari mutiara yang asli yakni kasih tanpa batas itu benar-benar diterapkan antarsatu dengan lainnya.
Kasih Yesus sedemikian rupa dalam hidup kita, sehingga Dia tidak mempertahankan diri-Nya. Dia mau mengosongkan diri-Nya, supaya yang miskin menjadi kaya, yang sakit menjadi sembuh, yang hina menjadi mulia. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Tebarkan kasih. Kasih Kristus, kasih yang mengampuni, kasih yang tidak berujung pangkal. Kasih itu juga yang akan kita pertahankan dalam hidup kita.
Pertahankan mutiara yang abadi itu dalam kehidupan kita. Pegang Dia erat-erat dalam kehidupan Anda, maka Anda akan memiliki Kerajaan Surga, tidak hanya nanti di sana tapi Kerajaan Surga dapat Anda tarik dalam keluarga, pekerjaan, atau di mana pun. Genggam mutiara yang abadi, yaitu Yesus Kristus yang ada dalam hidup Anda. Amin Sumber : Mujizat itu Nyata
Hubungan apa yang terjalin antara warga Gereja dan pemimpinnya? Dengan jalan apa Gereja dapat mendisiplinkan warganya? Hal-hal inilah yang harus digumuli gereja pada zaman apapun.
Pada pertengahan abad ketiga, jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di atas dikemukakan oleh Cyprianus, seorang kaya dan berbudaya, yang lahir sekitar tahun 200 dalam keluarga kafir. Ketika ia menjadi Kristen, ia menanggalkan pola hidup lamanya, membagi-bagikan uang dan hartanya kepada orang miskin, serta bersumpah akan hidup suci. Tentang perubahan ini ia menulis: “Kelahiran kedua ini telah menciptakan manusia baru dalam diri saya, dengan hembusan Roh dari surga.”
Sebagai seorang mantan guru retorika dan orator terkenal, Cyprianus yang fasih berbicara dan saleh ini menanjak melalui jenjang karir di Gereja sampai menjadi Uskup Kartago sekitar tahun 248.
Meskipun ia terlatih dalam sastra Yunani dan Romawi klasik. Cyprianus bukanlah seorang teolog. Tidak seperti Tertullianus, orang yang dia kagumi, Cyprianus adalah orang pragmatis, yang tidak menghiraukan pertengkaran tentang teologi pada masanya. Yang diinginkannya hanyalah persatuan di gereja. Di gereja yang tidak ada kesatuan, ia mencoba menyatukan orang-orang Kristen melalui kuasa para uskup.
Kaisar Romawi, Decius, telah menganiaya orang-orang Kristen dan menyebabkan beberapa orang menyangkal iman mereka. Decius tidak berniat menjadikan mereka martir, karena hal itu akan menarik perhatian yang lebih besar bagi kekristenan. Tetapi, ia menyiksa orang-orang Kristen dengan harapan mereka akan mengakui bahwa “Kaisarlah Tuhan”. Mereka yang berbuat demikian dikenal sebagai orang-orang yang telah “murtad”.
Orang-orang Kristen yang bertahan, yang disebut ‘pengikut setia’ itu sering kali memandang rendah orang-orang murtad tersebut. Maka sebuah konsili para uskup dibentuk untuk membuat peraturan-peraturan ketat dalam hal penerimaan kembali para orang murtad tersebut. Akibat ketatnya peraturan ini, seorang imam bernama Novatus memulai sebuah gereja saingan yang memberi kesempatan bagi orang-orang murtad itu menjadi anggotanya.
Meskipun Cyprianus tidak mengalami penyiksaan karena imannya, ia tidak setuju dengan perpisahan ini. Ia yakin bahwa orang percaya sejati harus menjalani hukuman untuk menebus dosa, untuk membuktikan imannya. Hukuman untuk penebusan dosa itu terdiri dari penyesalan selama suatu masa tertentu dan setelah itu, orang tersebut dapat diterima kembali dalam Perjamuan Kudus. Begitu ia menyelesaikan ‘masa penyesalannya’, ia akan tampil di hadapan jemaat dengan berpakaian goni serta melumuri badan dengan abu, dan di situlah sang uskup akan menyatakan pengampunan baginya. Cyprianus merumuskan ini sebagai sistem berskala – semakin besar dosanya, maka semakin lama pula masa penyesalannya. Idenya mendapat sambutan dan menjadi disiplin Gereja paling kuat – yang terkadang disalahgunakan.
Pada tahun 251 Cyprianus mengadakan konsili di Kartago dan disitulah ia membacakan On The Unity Of The Church (Persatuan di dalam Gereja), karyanya yang terkenal dan yang sangat berpengaruh dalam sejarah gereja. Gereja, katanya, adalah lembaga ilahi, yaitu mempelai Kristus, dan hanya ada satu mempelai. Hanya di dalam gereja manusia akan mendapatkan keselamatan, diluar itu yang ada hanyalah kegelapan dan kebingungan. Di luar Gereja, sakramen dan para rohaniwan – bahkan Alkitab – tidak ada artinya. Seorang, secara pribadi, tidak dapat menjalankan kehidupan kristen melalui kontak langsung dengan Allah; ia membutuhkan Gereja. Karena kristus mendirikan Gereja di atas Petrus, si Batu Karang, Cyprianus berkata bahwa semua uskup dalam arti tertentu adalah penerus Petrus – dan oleh karenanya harus dipatuhi. Meskipun ia tidak menyatakan bahwa uskup Roma berada di atas para uskup lainnya, namun Cyprianus memandang keuskupan itu sebagai sesuatu yang khusus karena hubungan Petrus dengan kota tersebut.
Pernyataan-pernyataan Cyprianus seperti “di luar gereja tidak ada keselamatan” dan “seseorang tidak dapat mengatakan Allah sebagai Bapanya tanpa mengakui Gereja sebagai ibunya”, telah mendorong orang-orang memberi tempat yang amat penting bagi para uskup. Seorang uskup dapat menentukan keanggotaan gereja. Akibatnya, ia berkuasa mengatakan “engkau telah diselamatkan”, “engkau belum diselamatkan. Bukannya meyakini bahwa Roh (Kudus) bekerja melalui gereja, Cyprianus justru mengisyaratkan bahwa Roh (Kudus) bekerja melalui para uskup.
Dengan diterimanya ide ini, tentu saja, para uskup mendapat kuasa lebih besar. Cyprianus juga mencetuskan ide bahwa misa adalah pengorbanan tubuh dan darah Kristus. Karena para imam menjalankan fungsinya dalam ibadah atas nama kristus, maka hal inipun meningkatkan kuasa mereka.
Cyprianus meninggal karena penyiksaan Kaisar Valerianus. Karena ia menolak melakukan persembahan korban bagi dewa-dewi kafir, maka kepala uskup Kartago itu dipenggal pada tahun 258.
Karena terancam perpecahan, Gereja pada masa Cyprianus berpegang pada ide-idenya. Uskup tersebut tentunya tidak menduga akibat dari cara-cara yang dirintisnya untuk mempersatukan gereja. Pada Abad Pertengahan, beberapa uskup yang rakus dan tidak bermoral menggunakan kuasanya untuk kepentingan pribadi, ketimbang untuk hal-hal rohani. Struktur hierarki yang menciptakan “persatuan” juga telah menyebabkan keretakan di antara rohaniwan dan kaum awam.
Sumber :
Elia Stories Care <1-s3nd-story-to@elia-stories.com>
Tanggal 11 Februari 1998, 3 bulan sebelum krisis moneter dan kerusuhan massal melanda bangsa kita ini, saya berjalan dengan tidak memiliki prasangka apa-apa bahwa akan ada kejadian luar biasa yang akan menimpa saya hari itu.
Saya ada di daerah Buaran, Bekasi, dekat dengan kota Legenda. Saat itu pukul 16.00, dan peristiwanya terjadi begitu cepat. Saya dirampok, dua peluru ditembakkan dari belakang oleh para perampok.
Saya jatuh tak berdaya, dengan tubuh bersimbah darah. Satu hal yang saya pikirkan saat itu adalah sebentar lagi saya akan mati. Saya menjadi sangat takut akan kematian, teringat anak saya yang masih kecil, yang baru berusia 9 bulan. Kalau saya mati, siapa yang akan mengurusnya? Bagaimana nanti dengan keluarga saya?
Saat itu, saya langsung berseru berdoa, "Darah Tuhan Yesus, tutup bungkus saya!"
Mendadak sebuah ketenangan menyelimuti saya, saya percaya bahwa itu hadirat Tuhan yang bersama dengan saya.
Masyarakat sekitar datang mengerumuni saya, mereka menghentikan taksi dan meminta sopirnya membawa saya ke rumah sakit terdekat. Taksi itu pun segera membawa saya ke Rumah Sakit Umum Bekasi. Setiba di sana, kata dokter saya harus segera dioperasi darurat untuk menyelamatkan nyawa saya. Tapi operasi seperti itu tidak bisa mereka lakukan, saya harus dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
"Ya sudah, tunggu apa lagi, bawa saja saya ke sana," ujar saya lemah.
Namun anehnya pihak rumah sakit menolak, katanya harus ada keluarga yang datang dahulu mengurus administrasinya. Saya mengerti maksud mereka, pasti masalah biaya. Dalam keadaan sekarat, soal hidup dan mati seperti ini, saya tidak habis pikir mengapa mereka masih melakukan itu. Saya pun segera telepon ke rumah, tapi ternyata di rumah tidak ada orang.
Bagaimana ini, satu nomor lagi yang saya ingat hanyalah saudara saya yang berkantor di Pamulang. Namun, dari Pamulang ke Bekasi sangatlah jauh, butuh waktu beberapa jam perjalanan. Tapi saya tidak punya pilihan, saya tetap harus meneleponnya.
Saudara saya, setelah menerima telepon saya, langsung menelepon temannya yang memilki toko di Bekasi. Sebenarnya temannya itu sudah menutup tokonya dan pulang. Namun entah mengapa, ada sebuah suara kuat yang menyuruhnya kembali ke toko. Sehingga tepat saat ia tiba di tokonya, saat itu pula juga telepon berbunyi. Saat itu telepon seluler belumlah lazim digunakan seperti sekarang, bayangkan bila temannya itu tidak kembali ke tokonya, saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya mungkin tertahan dan meninggal di rumah sakit.
Karena dia terburu-buru ke rumah sakit, maka dia tidak sempat membawa uang. Sesampainya di rumah sakit, administrasi rumah sakit tidak mau menerima jaminan KTP-nya. Maka dia harus pulang kembali ke rumah untuk mengambil uang. Setelah dia kembali dan membayarnya, baru pihak rumah sakit mau melepas saya ke RSCM.
Sampai di RSCM, saya juga tertahan karena ada beberapa hal. Sehingga masuk ruang operasi sudah pukul 21.00. Operasi yang harusnya sesegera mungkin dilakukan untuk menyelamatkan nyawa saya, karena pendarahan membuat darah saya hampir habis, tertunda selama 5 jam lebih. Namun, penyelamatan yang cepat seperti yang kita harapkan dari pihak medis itu tidak terjadi.
Hal itu menunjukkan bahwa kita tidak bisa bergantung pada usaha manusia untuk menolong kita. Hanya satu tempat di mana kita bias bergantung, yang membuat saya bisa bertahan selama itu, yaitu pertolongan Tuhan sendiri.
Saat operasi dimulai, saya pun dibius dan saya merasakan para dokter segera bekerja membelah tubuh saya. Saya pun merasa melayang-layang, masuk alam tidak sadar. Semuanya menjadi gelap, dan tubuh saya menjadi sangat ringan melayang-layang, rasanya sangat mengerikan, seperti berada dekat sekali dengan alam maut.
Saat melayang seperti itu, saya merasa tiba-tiba ditangkap oleh sebuah kekuatan yang mengerikan. Saya tahu itu kuasa maut yang menangkap saya, saya tidak bisa bergerak, disekap seperti akan mati.
Saya berteriak padanya bahwa saya adalah anak Tuhan Yesus! Raja di atas segala raja! Maka kekuatan itu pun melepas saya. Hal itu terjadi beberapa kali, perasaannya sama, seperti akan mati. Dan setiap kali saya ditangkap, saya mengucapkan hal yang sama, kemudian saya pun dilepas lagi melayang-layang.
Hal itu membuat saya menjadi kesaksian hidup pada Saudara saat ini, dan telah membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Tuhan yang berkuasa di alam roh dan alam maut. Malaikat maut takut dan patuh akan kuasa nama-Nya di sana.
Operasi berlangsung selama 3,5 jam. Dengan banyak komplikasi karena banyak organ tubuh saya yang terluka, yaitu ginjal, paru-paru, dan hati. Paru-paru saya dijahit, dan hati saya harus dipotong seperempatnya. Proses operasi itu, menurut dokter, harus mengeluarkan semua organ saya dahulu, baru dikembalikan lagi. Sehingga mereka khawatir timbul komplikasi saat tubuh coba menyesuaikan dengan organ-organ itu lagi.
Setelah operasi, saya masih ada dalam masa kritis, sehingga selama 13 hari saya dirawat di ICU. Setelah melewati masa kritis, perawatan dilanjutkan di bagian rawat inap.
Obat-obatan yang diberikan pada saya, membuat saya tidak bisa tidur dan sangat gelisah. Hal apapun dapat membuat saya marah-marah karena efek obat-obat itu. Belum lagi setiap inci dari tubuh saya sangat sakit. Bagian apapun yang saya gerakkan sakitnya tidak terkira, apalagi menggerakkan bagian-bagian besar seperti tangan atau kaki.
Dalam kesakitan dan kegelisahan yang luar biasa karena tidak bias tidur seperti itu, saya mendengar sebuah suara, "Mengapa kau masih tergantung pada obat, bukankah Aku sudah menyembuhkan engkau." Saat mendengar itu saya menangis, saya berdoa pada-Nya: "Tuhan ampuni saya, saya lelah dengan keadaan seperti ini, berikanlah saya ketenangan agar dapat tidur dan beristirahat."
Setelah itu, saya memutar lagu-lagu pujian dan penyembahan. Saat mendengarkan lagu-lagu itu saya merasakan ketenangan melingkupi saya. Bahkan setelah beberapa lagu, saya seakan ingin menari, tangan saya bisa digerakkan tanpa terasa sakit. Demikian juga kaki saya dapat saya gerakkan tanpa sakit, sungguh luar biasa!
Hal itu membuat saya ingin bangun dan turun dari tempat tidur. Sehingga ayah saya yang sedang menjaga saya langsung berteriak-teriak protes keberatan saat saya bangun dan ingin turun dari tempat tidur. Itu benar-benar sungguh sebuah mukjizat. Saya merasakan sebuah cahaya yang sangat terang di sekitar saya, dan hadirat Tuhan terasa sangat nyata. Turun sebuah sukacita melimpah memenuhi hati saya, sedemikian melimpahnya sukacita itu terus saya rasakan sampai hari ini.
Tuhan itu sungguh sangat baik. Banyak hal tidak berkenan baginya yang telah kita lakukan, tapi Dia tetap setia, asal kita sungguh-sungguh bertobat dan minta ampun pada-Nya. Dia akan turun tangan memulihkan hidup kita. Yang penting kita punya iman pada-Nya, Tuhan akan bekerja dalam banyak cara dalam kehidupan kita.
Dokter yang menjadi kepala tim operasi berkata pada suster sesaat setelah mengoperasi saya, "Ini orang punya nyawa cadangan." Setelah melewati hal-hal yang sangat berat seperti itu, saya masih tetap hidup. Tapi saya tahu benar bahwa saya tidak punya nyawa cadangan, dan itu bukan karena kuat gagah saya. Tapi "nyawa cadangan" saya terletak pada ffirman Tuhan yang berkata, "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."
Diambil dan disunting seperlunya dari: Nama majalah: VOICE Indonesia, Vol. 83/2006, Penulis: TS/LM, Penerbit: Communication Department Full Gospel Business's Men Fellowship International -- Indonesia dan Yayasan Usahawan Injil Sepenuhnya Internasional (PUISI), Jakarta 2007 Halaman: 12 - 15. (http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/)
We've been blessed by this song and may it will bless others as we as well..!
God before us, God beside God within us abide God in Heaven, and in this place Father, we commit to You this day
God in pleasure, God in pain God will ever remain God in gladness, and God in strife Father, we commit to You our lives
For we know that You are faithful through the stillness and the storm For You've been with us from the start Father, we commit to You our hearts
God in pleasure, God in pain God will ever remain God in gladness, and God in strife Father, we commit to You our lives
For we know that You are faithful through the stillness and the storm For You've been with us from the start Father, we commit to You our hearts Father, we commit to You our hearts
PENDAHULUAN Nietzsche pernah berkomentar bahwa jika manusia hidup tanpa musik maka hidup akan menuju pada suatu kesalahan.[1] Isu-isu kekinian yang sedang menjamur di beberapa gereja sehubungan dengan munculnya suatu aliran musik yang cukup panas, cepat dan liar mulai menimbulkan perasaan cemas. Keresahan tersebut semakin mengental ketika tujuan akhir penggunaan musik dalam ibadah-ibadah Kristen tidak lagi diperketat oleh nilai-nilai theologis. Jerry W. McCant berpendapat bahwa musik merupakan wadah yang efektif dalam mengajarkan ide-ide Alkitab dan theologi.[2] Hal yang sama juga dikatakan oleh Kenneth W. Osbeck. Ia mengemukakan bahwa tokoh-tokoh gereja telah mempergunakan hymn untuk mengekspresikan theologi yang dianut dalam aliran masing-masing.[3] Dengan kata lain, musik merupakan salah satu media yang paling efektif untuk meneruskan iman Kristen.
David Bowie, seorang rocker, mengatakan bahwa musik rock merupakan musik Iblis sehingga musik rock akan mengajar jutaan kawula muda untuk memuja dan menyembah Iblis.[4] Musik ini mengandung pesan penghujatan terhadap Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang dimanifestasikan melalui lirik, irama dan gambar.[5] Tujuannya supaya dosa itu menjadi biasa dan tidak perlu ditakutkan karena semua orang melakukannya.
Dalam sebuah majalah medis terdapat suatu observasi tentang berbagai dampak negatif musik rock, misalnya hilangnya kontrol, agresif, suka memberontak, mempunyai dorongan seksual yang tidak terkendali, dan berubahnya kepribadian secara negatif. Keadaan histeris ini menunjukkan ekspresi kawula muda yang penuh konflik serta pemberontakannya terhadap generasi yang sudah tua.[6] Para utusan gereja yang melayani di daerah-daerah yang masyarakatnya belum mengenal Tuhan, telah menegaskan bahwa musik rock adalah musik para setan. Jenis musik inilah yang sering kali digunakan ketika setan-setan dipanggil dan disembah. Misalnya, sepasang utusan gereja di Kalimantan melaporkan reaksi penduduk setempat terhadap musik rock Kristen demikian: “Mengapa Anda memanggil roh-roh halus dengan musik Anda?”[7] Pertanyaan mereka muncul karena mereka mengenali stimulan psikis tersebut sama dengan yang mereka gunakan untuk mengontak kekuatan-kekuatan Iblis. Jeff Godwin mengatakan bahwa di dalam musik rock ada kuasa spiritual, suatu kuasa yang bukan dari Tuhan.[8] Oleh karena itu, tidaklah heran jika musik rock “dikristenisasikan,” maka tidak menutup kemungkinan akan memperluas pekerjaan Iblis.
Oleh sebab itu tujuan penulisan ini adalah agar gereja-gereja Tuhan dapat melakukan pembedahan terhadap musik rock Kristen, baik syair, ritme, melodi dan harmoninya dengan pendekatan theologis dan musikal. Hal ini penting untuk membawa kita kepada pemahaman yang benar mengenai jenis musik ini. Khususnya apakah syair, ritme, melodi dan harmoninya dapat dikategorikan dan atau dipertanggungjawabkan di dalam perbendaharaan musik gerejawi.
LATAR BELAKANG MUNCULNYA MUSIK ROCK Musik rock[9] berawal sekitar tahun 1805, dari suatu daerah perbudakan di Afrika. Pada saat itu bangsa Negro diburu dan ditangkap untuk menjadi budak orang Amerika.[10] Waktu itu penduduk asli Afrika masih memiliki agama yang terkenal dengan nama Voodoo, yang upacara ritualnya menggunakan mantra-mantra. Karena mereka telah menjadi budak orang Amerika, maka tidak heran kalau mereka sangat membenci orang Kristen yang berkulit putih. Ketika ditangkap, mereka merasa kehilangan harga kemanusiaannya, sehingga mereka mengekspresikannya dengan nyanyian-nyanyian lagu mantra tanpa alat musik. Pada masa kesusahan dan penderitaan sebagai budak tersebut, mereka mengingat nenek moyang dan dewa-dewa mereka. Singkatnya, setelah mereka bisa bermain musik, jenis musiknya menjadi Rhythm dan Blues. Kemudian jenis musik ini terpecah menjadi dua, yaitu yang mengandalkan melodi dikenal sebagai musik jazz, sedangkan yang mengandalkan rhythm sebagai rock.
Pada abad ke-20, kemajuan teknologi telah melahirkan berbagai jenis alat musik yang menggunakan pengeras suara dan kemudian disusul dengan alat-alat musik elektronik. Salah satu jenis musik yang memakai alat-alat elektronik ini adalah musik rock, sebuah jenis musik yang memiliki beat lebih cepat, keras dan liar. Pada abad inilah musik rock kembali muncul ke permukaan, tepatnya pada tahun 1947 oleh seorang penyanyi amatir yang bernama Will Bill Moore, di mana ia memunculkan istilah “Rock and Roll.”[11] Dalam sebuah lagunya terdapat salah satu syairnya berbunyi demikian “We’re gonna rock and we ‘re gonna roll.”[12]
Namun lagu tersebut gagal di pasaran musik Amerika dan dilupakan begitu saja. Akan tetapi, pada tahun 1954, Alan Freed[13] mencari nama terbaik untuk menggambarkan musik barunya yang dipopulerkan oleh Gene Vincent, Chuch Berry dan Elvis Presley.[14] Ia meramu jenis musik Rhythm dan Blues dengan Country dan Western sehingga menghasilkan musik “Rock and Roll.” Oleh karena itu, pada tahun-tahun itulah istilah “rock and roll” lahir untuk menggantikan istilah dancing blues music. Apabila “rock and roll” dicampur dengan jenis musik lain akan menghasilkan Progressive Rock, Rock Latin, Heavy Metal, dll.
Sebenarnya Alan Freed meminjam istilah “rock and roll” yang sebelumnya sudah merupakan istilah umum perkampungan kumuh, yang berarti hubungan seks pranikah. Karena itu, tidaklah heran jika musik ini banyak mengandung unsur-unsur kenikmatan khususnya yang berhubungan dengan dorongan seksual. Memang tidak banyak yang mengenal Alan Freed bahkan namanya pun tidak, seperti halnya Wild Bill Moore, mereka sudah dilupakan. Namun “rock n’ roll” terus hidup, bahkan nama itu jauh melebihi ketenarannya. Sejak itu “generasi rock” terus berkembang dan merambat ke mana-mana, terutama generasi muda yang hasilnya menciptakan dekadensi moral dari generasi ke generasi.
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa sasaran musik rock adalah generasi muda. Dengan alasan, pada masa tersebutlah masa-masa produktif untuk melayani Tuhan. Jiwa generasi muda yang cenderung memberontak biasanya langsung bersimpati dengan jenis musik ini. Sebenarnya ini merupakan suatu pilihan yang salah, sehingga tidaklah heran mereka menjadi generasi yang anti kemapanan dan pro-pemberontakan. Musik rock sangat berperan dalam membentuk wawasan hidup, pola nilai dan pola tingkah laku, karena budaya musik ini lebih memanfaatkan indera-indera dan mengirimkan konsep atau nilai di dalam kemasan nada, irama, simbol, cerita dan khayalan. Cepat atau lambat musik rock telah mengindoktrinisasi generasi muda ke arah yang sesat, karena musik rock itu sendiri mempunyai keinginan yang kotor di dalam pekerjaannya.[15]
SIFAT DAN PENGARUHNYA Berbicara mengenai penelitian terhadap musik, banyak orang menyangkal kekuatan atau pengaruhnya bagi kehidupan setiap orang.[16] Statistik pun memperlihatkan bahwa banyak generasi muda yang telah dirangsang oleh rock and roll, akhirnya hamil karena aktif melakukan hubungan seksual.[17] Steve Clapp ketika melakukan penelitian terhadap pengaruh musik rock, menemukan 59% anak laki-laki yang aktif dalam gereja dan 42% anak wanita yang juga aktif dalam gereja telah memiliki pengalaman dalam pergaulan seksual pada usia 18 tahun.[18] Slash, salah seorang gitaris handal kelompok Gun n’ Roses, mengatakan bahwa musik rock banyak memiliki kekuatan.[19]
Di Galatia, Paulus mengkontraskan dua tipe buah, yaitu buah-buah kedagingan dan buah-buah Roh Kudus (Gal 5:19-21). Berikut ini beberapa buah-buah kedagingan yang menunjukkan gaya hidup atau filosofi para pemusik rock:
1. Seks Bebas dan Hedonisme Salah satu area primer di mana para pemusik rock gagal mengukur diri kepada standar Alkitab adalah di area seks bebas, percabulan, biseksual, dan homoseksualitas. Elton John, yang dipuji dan dihargai sepanjang masa pernah berkomentar bahwa tidak ada yang salah jika tidur dengan sesame jenis. Traci Guns dari L.A. Guns mengatakan, “Sex, drugs, and rock… sure work wonders for me. I admit that I drink…. I ….[bercinta] as many women as I can…. and I do recommend (it). Hey, it’s all part of rock and roll.”[20] Hal senada juga diungkapkan oleh grup band Skid Row: “I am not a role model for anyone… Hey, I’m young and I’m horny. I’m not gonna tie myself down to one women.”[21]
2. Obat-obatan dan Alkohol[22] Promosi bintang-bintang rock mengenai diri mereka sendiri sebagai pencinta seksual hanyal sekadar permulaan. Hal tersebut tidaklah cukup, melainkan membawa mereka kepada arena obat-obatan dan alkohol. Anggota dari Dangerous Toys, dengan bangga mengklaim dan mengatakan keterlibatan mereka dengan alkohol: “There’s nothing else to do on the road, really. It’s out of habit and boredom that we get drunk. The first thing you do after a show a drink to help replenish your energy… Partying gets to be a crucial thing; you start drinking every night.”[23]
3. Hilangnya Kedamaian, Kegembiraan, dan Sukacita Satu hal penting yang menandai kekosongan dalam gaya hidup rock adalah fakta banyak pemusik-pemusik rock tidak bahagia dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah merasa cukup dan selalu ingin lebih. John Mellencap yang mencintai penampilan dari “bad-boy image” di dalam kebudayaan rock pernah mengungkapkan ketidakpuasannya dengan hidup: “When you get older… it’s to be happy. I have never had a full good day since I was 21.”[24]
Art Alexakis dari grup Everclear mengungkapkan kehidupannya yang haus akan kebahagiaan dan sukacita, “I feel depressed every day. I suffer from chemical depression…I grew up without a Dad on a housing project doing drugs, and drugs changed my chemical make up. I’ll ger really bad anxiety attacks, or I’ll get drug flashbacks.”[25]
FUNGSI MUSIK DALAM IBADAH Secara umum makna kata “ibadah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai definisi sebagai berikut: “perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari oleh ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.”[26] The International Standard Encyclopedia mendefinisikan kata “ibadah” sebagai: “kemuliaan dan penghormatan dalam pikiran, perasaan, atau tindakan yang dilakukan oleh manusia, malaikat-malaikat yang ditujukan semata-mata kepada Allah.”[27] Dalam Webster Dictionary edisi kedua “ibadah” didefinisikan sebagai: “penghargaan kepada ilahi serta pengakuan keberadaan yang tertinggi melalui penyembahan, pengakuan dosa, pengucapan syukur.”[28] Evelyn Underhill mendefinisikan ibadah sebagai: “penyembahan total manusia sebagai respons kepada Allah yang kekal, yang menyatakan diri-Nya.”[29] Kata ibadah itu sendiri dalam bahasa Inggris (worship) berawal dari kata Anglo Saxon, yang secara literal adalah weorth (eorthy) dan scipe (ship). Pengertiannya merujuk kepada kelayakan seseorang yang menerima penghargaan dan penghormatan yang khusus. Kemudian kata ini berkembang menjadi “worthship” dan akhirnya menjadi “worship” yang artinya beribadah kepada Allah karena Ia layak dipuja dan disembah.[30]
Alkitab menyaksikan bahwa musik cukup mendapat tempat dan perhatian yang tersendiri dan ini mengandung implikasi bahwa kehadiran musik mempunyai tujuan dan sasaran tertentu yang perlu dicapai. Allah memberikan perintah dan tuntutan tertentu terhadap pemanfaatan dan peran musik di dalam kehidupan gereja-Nya. Semua ini bertolak dari pemahaman bahwa musik (dalam ibadah) pada dasarnya merupakan ide Allah yang dikaruniakan kepada manusia pada umumnya dan umat Allah pada khususnya untuk memperkaya kehidupan mereka. Dalam hal ini, Dr. Brace H. Leafblad memberikan kesimpulan yang tepat: “Music was God’s idea… a luxurious gift to Human Beings which has enriched our life since earliest times. In Old Testament, God melded music and worship, a glorious union still stable today….God takes music in the church seriously….”[31]
Walaupun inisiatif pengadaan musik itu diperintahkan oleh Allah, namun jika tidak sesuai dengan maksud Allah maka Allah tak berkenan atasnya. Bila Allah sendiri menyatakan perhatian yang cukup serius terhadap pemanfaatan musik di dalam kehidupan umat-Nya, maka sudah seharusnyalah kita yang diwarisi peninggalan karya-karya musik yang kaya dan indah harus memikirkan musik gereja dengan serius pula. Berikut ini beberapa konsep yang benar mengenai fungsi musik dalam ibadah, yaitu:
1. Sebagai Sarana untuk Memuji Tuhan Harold Best, dekan dari The Wheaton Conservatory of Music, dengan tegas mengatakan bahwa: “Music is also an act of worship.”[32] Sedangkan seorang profesor emeritus dalam bidang musik gerejawi dari Universitas Rochester, M. Alfred Bicheh pernah mengatakan dalam khotbahnya di Concordia Theological Seminary Indiana, 16 Maret 1978: “Music has both sacramental and sacrificial overtunes.”[33] Musik merupakan pemberian karunia yang dianugerahkan Allah kepada manusia, karena itu manusia harus memakainya untuk memuji Tuhan. Hal ini merupakan prinsip dasar manusia, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam Roma 11:36: “sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Pengertian seseorang terhadap konsep peranan musik dalam ibadah akan menentukan sikap orang yang bersangkutan dalam melakukan tindakan ibadahnya. Lovelace dan Rice mengatakan dengan keras bahwa penyalahgunaan musik dalam ibadah pada dasarnya merupakan tindakan yang sudah menjadikan musik sebagai “pelacur” (prostitute) dan bukan sebagai “pelayan” (handmaid of religion).[34] Mengapa demikian? Karena dengan penyalahgunaan musik dalam gereja, musik telah “dipaksa” untuk menjalankan peranan yang tidak sesuai dengan makna dan maksud ibadah yang sesungguhnya. Maka sebagai bagian dari ibadah, musik harus diperankan sesuai dengan makna ibadah, dalam hubungan antara umat Allah dan Allah sendiri. Alasan dan tujuan pemanfaatan musik dalam relasi tersebut harus bertolak dari Allah dan berporos kepada Allah. Dr. Leafblad menyimpulkan: “In our ministry to the Lord, our ultimate goal is to glorify Him. The goal of worship is not the delight of man, but the pleasure of God. Thus the ministry of music in worship must be primarily concerned with pleasing and glorifying God. In worship, God is the audience.”[35]
Tujuan akhir ibadah bukanlah kepuasan manusia melainkan kepuasan Allah. Maka, pelayanan musik gerejawi dalam ibadah pertama-tama harus berusaha memuaskan dan memuliakan Allah. Di dalam Mazmur 100:2b berkata: “Datanglah di hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” Ayat ini menunjukkan bahwa musik Allah memiliki sesuatu yang disukai-Nya ketika Dia dihampiri.[36] Musik bukan sekadar pencair suasana, bukan pula sebagai pembangkit semangat jemaat. Karena itu tuntutan kualitas musik tidak hanya ditekankan pada aspek “science and art” saja, melainkan juga pada aspek isi atau berita dari syair-syair nyanyian yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah ada keselarasan antara isi atau berita dengan realitas sifat dan eksistensi Allah beserta musiknya.
2. Sebagai Sarana untuk Persekutuan (fellowship) Relasi pertama, yaitu antara umat dengan Allah, yang diwujudkan dalam ibadah akan dengan sendirinya membawa mereka masuk dalam relasi kedua, yaitu antara umat dengan sesamanya. Hal ini terjadi sebagai konsekuensi logis, di mana setiap orang sama-sama datang ke hadirat Allah sebagai umat yang telah ditebus, disucikan, diperbarui. Musik memiliki daya untuk mempersatukan, sehingga dapat berperan sebagai sarana pemersatu jemaat yang berkumpul bersama-sama untuk menyembah Tuhan. Jemaat yang sudah dipersatukan dalam Kristus dipanggil dan tergerak untuk mengikrarkan pengakuan, penyembahan, pengucapan syukur bahkan puji-pujian kepada Allah. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik musik. Pengertian tentang peranan musik yang demikian akan mempunyai akar theologis sebagaimana yang digariskan Alkitab, dan bukan sekadar alasan fungsional belaka. Musik sakral senantiasa mempersatukan karena pada saat ibadah dilangsungkan gereja telah menjadi satu.[37]
3. Sebagai Sarana untuk Pembinaan (nurture) Peranan musik erat hubungannya dengan menasehati jemaat. Musik sebagai sarana untuk menyampaikan nasehat, dorongan, peringatan dan penghiburan (encouragement, comfort) kepada saudara seiman agar mereka dapat dikuatkan untuk bertumbuh dan berani menghadapi segala realitas dan tantangan hidup sebagai orang Kristen yang benar. Ini jelas berbeda dengan fungsi musik yang hanya sekadar bersifat entertainment atau hiburan, di mana umumnya membawa orang kepada dunia mimpi yang seolah-olah tidak ada persoalan dan kesulitan hidup yang menyebabkan timbulnya rasa pesimis dan frustasi. Walaupun musik itu sendiri memiliki aspek nilai Entertainment, namun di tengah-tengah jemaat hal tersebut tidaklah menjadi tujuan yang paling utama. Dengan berdasarkan pengertian di atas, maka peranan musik gerejawi dapat dimanfaatkan sebagaimana seharusnya sehingga hal-hal yang bersifat negatif, misalnya memanipulasi emosi yang ditimbulkan sebagai efek sampingan dari jenis musik atau nyayian tertentu dapat dihindari. Sebaliknya, kehangatan ekspresi persekutuan dengan Allah yang saling membangun akan tampak dan dapat dirasakan oleh jemaat.
4. Sebagai Sarana untuk Pengajaran (education) Pada umumnya peranan musik di sini dimengerti sebagai sarana untuk menanamkan pengajaran-pengajaran yang terdapat dalam Alkitab ke dalam hati, pikiran dan kehidupan umat-Nya. Kebenaran-kebenaran spiritual tersebut menjadi lebih jelas, ekspresif dan komunikatif ketika dinyatakan melalui melodi, harmoni dan ritme yang bersangkutan. Dalam hal ini musik merupakan sarana yang amat efektif daripada pendekatan verbal. Musik sebagai sarana pendidikan sudah lama dikenal dan diterapkan. Di India para guru memakai musik untuk membina kerohanian atau mental para murid atau pengikutnya.[38] Begitu pula Plato dan Aristoteles amat menganjurkan penggunaan musik sebagai mata pelajaran wajib bagi para murid mereka untuk membentuk karakter.[39] Secara pedagogis, musik juga merupakan metode pengajaran itu sendiri (a sound teaching method).
Penjelasan di atas sebenarnya sudah dikenal sebelumnya oleh para filsuf di abad ke-3 sM, dan khususnya berkenaan dengan integrasi keunikan peranan musik dengan pendidikan agama Kristen, Marthin Luther mengatakan bahwa musik adalah metode dan sekaligus kurikulum.[40] Oleh karena itu, gereja-gereja liturgikal mempunyai kepekaan akan pentingnya pengajaran doktrinal di dalam musik gerejawi. Theologi yang tidak membawa manusia menyembah kepada Allah adalah theologi yang tidak benar dan berbahaya. Agar makna ibadah tidak diselewengkan, maka hubungan liturgi dan ibadah harus jelas. Liturgi dipakai untuk menjaga keutuhan pengajaran yang benar agar gereja tidak terlena dengan keindahan yang tidak menumbuhkan iman.
MUSIK ROCK KRISTEN DALAM KONTEKS IBADAH Harus diakui bahwa musik rock tidak memberikan suatu kesejajaran tuntutan nilai theologis, bahkan khususnya dalam hal fungsi atau peran musik rock dalam ibadah-ibadah Kristen. Musik rock dalam ibadah-ibadah Kristen hanya diwarnai nilai-nilai sekuler daripada prinsip-prinsip theologis. Musik rock yang dilangsungkan dalam persekutuan sering kali lebih ditujukan pada pemuasan selera (musik) jemaat daripada menemukan dan memenuhi kebutuhan spiritual mereka. Berikut ini akan dipaparkan tujuan pemanfaatan musik rock dalam ibadah:
Pertama, tujuan akhir dari pemanfaatan musik rock dalam ibadah adalah semata-mata hanya kepuasan dari sekelompok orang yang menggemari gaya musik tertentu. Musik ini digunakan untuk menghangatkan, memberikan kenyamanan dan keduniawian kemudian mengisinya dengan Injil.[41] Kualitas komposisi dan keketatan theologis dari pada lagu sering kali dikorbankan karena selera sebagian jemaat terhadap musik yang bersangkutan. Walaupun ada “tujuan baik” tertentu untuk menarik anak-anak muda yang kemudian diharapkan dapat “dimenangkan” bagi Yesus, tetapi realitasnya selera musik dari sekelompok orang dapat menjadi sarana memanipulasi ibadah. Mereka tertarik bukan pada Yesus, tetapi karena musik rock dan besar kemungkinan gereja bukan lagi melayani Allah dalam ibadah melainkan sekelompok orang dengan penyajian musik yang mereka gemari. Para pecinta musik rock Kristen merasa aman karena mereka mengetahui bahwa tidak ada ayat Alkitab yang berkata “janganlah kamu mendengarkan musik rock Kristen.”[42] Stephen Streiker mengatakan bahwa “musik kami bersumberkan kekerasan.”[43] Jelas kalimat tersebut tidak dapat dikompromikan dengan kebenaran Alkitab. Misalnya 1 Korintus 14:33 mengatakan “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” Musik rock yang penuh dengan kekerasan akan mengacaukan ibadah. Mengapa? Karena tujuan akhir dari ibadah adalah memuliakan Allah dan bukan mempermalukan Allah.
Kedua, musik rock diperlukan sebagai salah satu bentuk hiburan yang sakral (albeit sacred). Dengan musik rock yang disukai oleh banyak orang, maka gereja bermaksud “menolong” jemaat yang hidupnya penuh dengan tekanan hidup. Hal ini dilakukan dengan latar belakang konsep “sikap hidup yang melarikan diri dari realitas hidup” sebagai jalan keluar. Konsep ini sama sekali tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan orang Kristen untuk hidup dengan gagah dan perkasa dalam menantang atau menghadapi persoalan hidup bersama Tuhan (1 Kor 10:13; Filipi 4:13).
Untuk menolong jemaat tidak perlu membuai mereka agar melupakan fakta-fakta kehidupan, melainkan dengan membekali mereka dengan kebenaran firman Tuhan. Musik rock memang memiliki sifat dan ciri entertainment dalam dirinya. Tetapi peran utamanya dalam ibadah bukan sebagai sarana menghibur jemaat, melainkan sarana untuk menolong jemaat melihat dan mengerti realitas hidupnya sebagai orang percaya serta dikuatkan untuk menghadapinya. Menurut Harold Best, ibadah harus merupakan aksi persembahan yang bersifat kreatif, sekaligus menyebut musik sebagai “korban persembahan kreativitas.”[44]
Ketiga, musik rock sebagai bagian dari pada seni harus diperjuangkan sebagai suatu bidang / bagian dari seni. Nilai eksistansinya sebagai musik dijadikan pusat dan tujuan akhir dari segala program yang dibuat dan dilaksanakan. Namun yang perlu dipertanyakan adalah apakah musik rock merupakan suatu seni yang patut diperjuangkan, mengingat adanya efek-efek negatif secara psikologis yang dimunculkan dalam ibadah. Misalnya, menjerit-jerit, tertawa, menyobek-nyobek pakaian, dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan dan menggembirakan. Hal ini bukan saja terjadi pada penggemar musik rock sekuler, tetapi hal serupa pun terjadi di lingkungan penggemar musik rock Kristen.[45] Cara-cara ini tidak dapat dipertanggungjawabkan karena semua ibadah akan berakhir dengan keributan yang juga dapat menimbulkan kebingungan jika seseorang tertarik memperoleh hidup baru melalui cara-cara yang merupakan bagian dari hidup lama. Konsep seperti ini kurang mendapat dukungan theologis yang kuat.
MUSIK ROCK KRISTEN DENGAN KEKETATAN THEOLOGIS Penulis freelance dari Canada, E. Margaret Clarkson, dalam suatu essaynya The Christian Imagination: Essay on Literature and the Arts, mengatakan: “Hymns are expressions of worship, they are man’s glad and grateful acknowledgment of the worth-ship of Almighty God…Hymns are a celebration of that God is and what He has done….”[46]
Bertolak dari pengertian di atas, maka syair suatu puji-pujian memegang peranan penting dalam memberitakan kebesaran-Nya. Syair itulah yang menentukan nilai dan mutu puji-pujian yang bersangkutan. Karena itu, keketatan teologinya bertugas mengekspresikan syair tersebut dengan jelas dan Alkitabiah. Saat ini banyak model-model syair yang bermunculan yang dikenal dengan nama “nyanyian rohani” dengan memiliki kedangkalan nilai-nilai theologis. Dapat dikatakan syair tersebut lebih bersifat spontan yang diangkat dari “pengalaman” hidup orang Kristen dan dipopulerkan oleh artis Kristen “papan atas.” Bentuk ini lebih dikenal dengan sebutan gospel songs dan umumnya dipakai dalam kelompok-kelompok band/vocal grup yang akhir-akhir ini menjamur di gereja-gereja, bahkan persekutuan-persekutuan besar.
Dua lagu di bawah ini adalah lagu yang dibawakan oleh sebuah kelompok band yang bernama Petra, salah satu kelompok musik rock Kristen yang sangat populer mulai tahun 1984, di mana dua lagunya Witch Hunt dan God Gave Rock And Roll To You menimbulkan banyak pertanyaan yang serius untuk diperhatikan.
Witch Hunt Another witch hunt looking for evil where we can find it Off on a target, Hope the Lord won’t Mind it Another witch hunt, Takin’ a break from All our gospel labor On a crusade but we forgot our saber… So send out the dogs and tally ho…. And we won’t stop until somebody Gets burned.…
Lirik lagu Bob Hartman’s menyarankan bahwa orang-orang Kristen harus membutakan mata mereka terhadap kejahatan di sekeliling mereka dan mewaspadainya. Ini adalah metode yang dipakai oleh para pengikut sesat setan untuk menutupi perbuatan jahat mereka. Bagi suatu kelompok yang memulai setiap lagu dengan memakai satu ayat dalam Alkitab dari lagu mereka, ini adalah satu sikap yang sangat aneh dan asing. “Tuhan akan memberikan rock and roll kepadamu, letakkan itu dalam jiwamu,” merupakan syair yang tidak memiliki kebenaran kristiani. Yesus tidak pernah memberikan seseorang yang datang kepada-Nya rock and roll, melainkan Yesus memberi keselamatan, pengampunan, menguduskan, membenarkan dan menguatkan mereka yang percaya di dalam nama-Nya. Dengan kata lain, syair di atas bukan merupakan berita Injil, berita yang mereka sampaikan telah dimanipulasi sedemikian rupa demi kesenangan anak-anak muda tanpa peduli dengan pengajaran theologi yang benar.
Yang menjadi penekanan dari lagu tersebut adalah rock and roll dan bukan Kristus. Padahal di dalam Alkitab Kristuslah yang menjadi pusat pemberitaan. Yohanes 1:1, dalam kalimatnya “Pada mulanya adalah Firman,” mengindikasikan bahwa sejauh ke belakang mana pun Firman itu terus menerus ada.[47] Keil dan Delitzsch mengatakan bahwa Mesias adalah “pembawa damai.”[48] Kristus harus terus menerus menjadi jantung dalam syair-syair lagu yang dinyanyikan, Kristus pembawa damai bukannya pembawa rock and roll.
Lagu lain dari Beat The System adalah lebih cacat bagi para fans musik rock Kristen yang tidak dapat dibedakan dengan jelas. Berikut ini kutipan liriknya:
God Gave Rock And Roll To You You can learn to sing You can play guitar You can learn to rock You can be a star But where wick you be then the music’s gone God gave Rock and Roll to you Gave Rock and Roll to you Put in the soul of everyone…
Ada beberapa hal yang berbahaya dan cacat dari lagu ini. Pertama, lagu ini tidak ditulis oleh Petra. Lagu ini direkam pada tahun 1973 oleh suatu kelompok musik yang disebut Argent, yaitu satu kelompok musik sekuler. Petra menggunakan suatu musik yang bukan Kristen untuk mendorong suatu pandangan yang dianggapnya rohani bahwa Tuhan telah memberikan rock and roll kepada semua jiwa kita. Kedua, Petra mengganti kata-katanya untuk membuat lagu ini mengatakan bahwa apa yang mereka percayai adalah benar, bahwa Tuhan telah meletakkan lumpur milik setan di dalam jiwa kita. Jelas lagu tersebut tidak Alkitabiah. Kristus tidak memberikan setan di dalam jiwa kita, melainkan Kristus memberikan jaminan keselamatan kepada kita. Kristus sebagai pengantara memulihkan persekutuan kita pada persekutuan itu terputus karena dosa. Kristus disebut sebagai “Pembela” orang percaya (parakletos) artinya “pengacara pembela” (1 Yoh 2:1). Dalam literatur rabinik kata itu dapat mengindikasikan seseorang yang menawarkan pertolongan hukum.[49]
Kristus memberikan Roh Kudus di dalam hidup kita bukan rock and roll bahkan tidak memberikan setan di dalam jiwa kita. Melalui Roh Kudus kita akan diajar, dibimbing dan dilahirbarukan supaya kita bisa bersaksi. Rock and roll tidak dapat memberikan kuasa kepada kita supaya bersaksi, setan pun tidak memiliki kuasa apa-apa untuk melahirbarukan hidup kita. Roh Kudus menyakinkan seseorang akan sesuatu atau menunjukkan sesuatu pada seseorang.[50] Keyakinan tentang apa? Jelas keyakinan tentang dosa, kebenaran, dan penghakiman. Lagu-lagu yang dibawakan oleh band Kristen tersebut sangat dangkal dan tidak memiliki keketatan secara theologis. Bisa dikatakan sesat dan menyesatkan.
Salah satu band musik rock Kristen lainnya, DeGarmo & Key, memproduksi pertama kali lagunya yang ditayangkan di MTV yang berjudul Six, Six, Six dan semuanya itu mengenai anti-Kristus. Berikut ini contoh syairnya:
Six, Six, Six …I said Jesus won’t you save me From this evil man of sin I have read about his future I don’t want to go with him And when I looked up he had gone But he had left a note that said ‘My number is, my number is…. Six, six, six…. Flight 666.…departing-WELCOME
Pesan dalam lagu ini sungguh membingungkan. Band-band Kristen menyarankan bahwa Yesus pun tidak dapat menolong orang-orang dari anti-Kristus. Syair ini seolah-olah mau menunjukkan bahwa sungguh kasihan orang ini mengemis kepada Yesus untuk menyelamatkannya tetapi mengahirinya dengan penerbangan 666 yang langsung menuju neraka. Syair lagu ini jelas tidak memberitahukan kepada anak-anak bahwa Yesus memiliki kuasa untuk memberi hidup atau bagaimana untuk menerima kuasa itu. Hal penting lainnya, yaitu mengenai pertobatan sebenarnya bukanlah merupakan sesuatu yang terpenting dalam pelayanan mereka, sebab terlihat di dalam syair lagunya sama sekali tidak mengajak generasi-generasi muda untuk mengambil satu keputusan untuk meninggalkan dosa dan mengikuti Yesus seumur hidup mereka. Yohanes 5:24 berbunyi: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Syair yang tidak membangun kerohanian bukanlah kehendak Allah, bahkan bukan misi Kristen.
Berdasarkan konsep ibadah yang benar dan berdasarkan doktrin yang benar, serta berdasarkan kekayaan isi beritanya maka musik rock Kristen tidak akurat di dalam pemberitaan Injil. Dari hasil survei terhadap lagu-lagunya, maka konsep mengenai ibadah tidak ada sama sekali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ibadah bukanlah merupakan suatu pertemuan antara Allah dengan umat-Nya. Pertemuan tersebut tidak ditekankan pada umat untuk menyembah-Nya. Oleh sebab itu pertemuan tersebut tidaklah kudus, tidak mulia dan tidak mendatangkan sukacita surgawi, serta tidak signifikan untuk pembentukan karakter generasi muda. Musik rock Kristen tidak menempatkan sikap penyembahan yang benar dalam musik mereka, padahal konsep ibadah yang Alkitabiah adalah merupakan tanda ketaatan secara mutlak kepada Tuhan dalam kehidupan. Ibadah dalam musik rock Kristen memberi kesan bahwa praktek penyembahan tidaklah penting, serta terabaikannya kehidupan yang kudus. Sebaliknya ibadah dalam Alkitab menunjukkan praktik penyembahan dan praktik kehidupan tidak dapat diabaikan satu dengan yang lain. Syair musik rock Kristen juga tidak menekankan akan kehadiran Tuhan di dalam penyembahan, sedangkan Alkitab sangat menekankan bahwa kehadiran Tuhan itu terjadi pada saat dalam kehidupan, misalnya dalam 1 Korintus 3:16.
Berdasarkan acuan doktrinal, apakah syair musik rock Kristen mengajarkan doktrin yang benar? Jelas Tuhan yang dilukiskan dalam lagu-lagunya adalah Tuhan yang tidak perkasa dan Tuhan yang tidak penuh kasih. Tuhan tidak diperkenalkan sebagai Allah yang memimpin, membimbing, menuntun, memelihara dan mencukupi kebutuhan umat-Nya, serta memiliki rencana yang harus ditaati dalam kehidupan umat-Nya. Boleh dikatakan bahwa hampir seluruh karya dalam penelitian ini tidak menekankan akan Kristus adalah Tuhan dan Allah yang perkasa, Raja di atas segala raja. Selain itu tidak ditanamkan suatu paham theologi mengenai Kristus adalah Anak Domba Allah yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan jiwa umat-Nya. Dari perbandingan tersebut tampak bahwa musik rock Kristen tidak memiliki syair yang ajarannya meninggikan Allah. Kristus seolah-olah diragukan sebagai Tuhan yang telah menjadi manusia, mati disalibkan untuk menyelamatkan umat manusia yang percaya pada-Nya. Istilah-istilah yang menunjukkan keperkasaan Kristus tidak dapat ditemukan dalam lagu-lagu tersebut.
Kemudian berdasarkan kekayaan isi berita dari syair musik rock Kristen terlihat lebih terkonsentrasi pada sisi kepuasan pendengar sehingga tidak membicarakan mengenai pelayanan, penginjilan dan pergumulan iman dalam menghadapi masalah kekinian. Apabila ada pergumulan, itu pun dipaparkan secara dangkal. Pada umumnya, jalan keluar dalam menghadapi semua masalah terletak pada Allah maka solusi dalam menghadapi masalah tersebut adalah datang kepada-Nya. Oleh sebab itu, berita atau ajaran musik rock Kristen dapat dikatakan sangat miskin untuk memberi masukan yang berarti bagi pembentukan wawasan Kristiani dalam menghadapi tantangan dunia ini.
PENUTUP Dari penjelasan di atas, maka tidak dapat dijadikan sebagai patokan atau pegangan yang tepat bagi penggarisan peranan musik rock dalam ibadah. Mengapa demikian? Karena di dalam ketiga konsep tersebut terlihat suatu sikap yang menjadikan manusia sebagai obyek utama dan tujuan akhir dalam pelayanan ibadah. Hal ini berarti Allah ditempatkan di luar lingkungan ibadah. Pada dasarnya Allahlah yang harus menjadi satu-satunya Tuhan, Raja yang dilayani, dipuji dan disembah, menerima persembahan umat-Nya, baik secara konkrit (materi) maupun abstrak (puji-pujian, nyanyian syukur, dsb.). Musik yang memiliki latar belakang komersial dan emosional dapat menimbulkan efek-efek negatif atau kesalahan-kesalahan theologis.[51]
Menurut Larry Sibley, musik yang memiliki latar belakang komersial dan emosional (button song) yang hanya digunakan membangkitkan emosional, yang kurang komposisinya (cheap-music) tidak atau belum tentu tepat untuk digunakan dalam persekutuan umat Allah.[52] Perkembangan musik gerejawi sangat memprihatinkan karena pemanfaatannya dalam gereja yang lebih menitikberatkan komersial sehingga mengorbankan isi berita Kristiani.[53] Pelayanan musik rock dalam ibadah lebih mendekati pola-pola dunia sehingga terkadang sulit dibedakan antara musik religius masa kini dengan musik populer sekuler lainnya. Garis pemisah antara “melayani/pelayanan” dan “menghibur/hiburan” (ministry and entertainment) tidak jelas dan kabur. Di sisi lainnya ada efek-efek negatif lainnya yang diakibatkan dari musik rock terhadap fisik, yaitu dapat menimbulkan perubahanperubahan dalam denyut jantung, pernapasan, tekanan darah dan respon syaraf.[54] Kemudian musik itu pun dapat menggugah nafsu, merangsang gerakan aktif, melepaskan ketegangan, menutup rasa sakit dan stress.[55]
Erik Routley mengatakan bahwa melodi-melodi dalam suatu puji-pujian memiliki daya untuk menimbulkan imaginasi dan ide dalam pikiran, maka perlu diyakinkan bahwa melodi yang bersangkutan tidak menimbulkan imaginasi/ide yang pada dasarnya melemahkan / mencemarkan gambaran tentang Anak Allah yang berinkarnasi sebagaimana yang diwahyukan dalam Alkitab.[56] Musik rock Kristen tidak memiliki melodi sama sekali. Melodi merupakan “batu penjuru” dan “titik penuntun” bagi kualitas keindahan suatu musik.[57] Dalam hal ini kreativitas dan imaginasi komponis amat menentukan nilai dan keindahan. Rumusan atau motif melodi yang benar akan berkombinasi untuk menciptakan frase-frase dan tema-tema, setiap melodi secara individu mempunyai garis masing-masing dari turun atau naiknya nada. Gerakan yang statis dan kekurangan kesimbangan akan menciptakan sebuah efek hipnotis atau keputusasaan di dalam diri pendengarnya. Berdasarkan panduan ini maka melodi-melodi musik rock Kristen pada dasarnya menimbulkan ide yang melemahkan atau mencemarkan gambaran tentang Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia.
Karena itu kehadiran musik dalam gereja harus terwujud dengan baik dan bermanfaat, sehingga musik dapat terefleksikan dengan tepat, indah, dan kaya dalam gereja. Musik gerejawi perlu mengandung konsep ibadah yang berpolakan theosentris bukan pengalaman egosentris demi subjective spirituality. Gereja tidak boleh acuh terhadap sisi doktrinal/theologi yang disajikan dalam syair. Motivasi dan tujuan pemakaian musik seharusnya bermula pada Allah dan berakhir pula pada diri Allah. Musik gereja harus memberitakan Injil keselamatan pada dunia. Oleh sebab itu musik yang dipergunakan di dalam gereja harus mengandung atau menyampaikan berita, pengajaran, theologi yang benar dan utuh sesuai dengan wahyu Alkitab.
Gagasan di sekitar status dan fungsi musik gereja akan tetap tinggal sebagai suatu gagasan yang ideal, sulit terwujud jika tanpa kesadaran dan partisipasi setiap pihak di dalam tubuh Kristus; baik itu pemimpin gereja, para pemusik Kristen maupun lembaga atau pendidikan Kristen lainnya. Dengan demikian ibadah-ibadah gerejawi bersifat konstruktif dan tidak sekadar menghiasi suasana dalam beribadah.
Catatan Kaki: 1. Rhoda Thomas Tripp, The International Thesaurus of Quotations (New York: Thomas Y. Crowell, 1970), 419. 2. Jerry W. McCant, “Music and Christian Education,” dalam Journal of Christian Education, Vol. 1, No. 2 (1981), 65. 3. Kenneth W. Osbeck, The Ministry of Music (Grand Rapids, Michigan: Kregel Publications, 1985), 24-25. 4. Tony Hington, A Christian Approach to Rock Music (Hawkwell, Hockley, England: Hawkwell Paris Church, ltd), 4. 5. M. Basilea Schlink, Musik Rock Dari Mana & Mau Kemana? (Malang: Gandum Mas, 1995), 5. 6. Arnold Shaw, Dictionary of American Pop/Rock (New York: Macmillan, 1982), 287. 7. Schlink, Musik Rock Dari Mana & Mau Kemana?, 25. 8. Jeff Godwin, Dancing With Demons the Music’s Real Master (Chino: Chick Publications, 1988), 8. 9. Kata “rock” itu sendiri berarti batu karang, atau gerak ayun, yang di dalam penampilannya mereka lebih mengutamakan “rhythm” (tempo dalam irama) dan “noise” (gaduh, riuh) dari pada sound. Dennie Olden Frans, Musik Rock (Batu: YPPII, 1993), 1. Kemudian definisi yang lebih jelas datang dari seorang mantan rocker yaitu Mike Johnson, yang mendefinisikan rock sebagai “karang” yang juga bisa berarti menggoyahkan, menggocangkan atau membuai orang yang mendengarnya, khususnya generasi muda. Erick, Musik Dari Surga Atau Dari Neraka: Bahana 03/III/11. David Bowie, seorang bintang rock pun mengatakan bahwa musik rock dapat menguasai dan menghancurkan kehidupan. Tony Hington, 10. Donald P. Ellsworth, Christian Music in Contemporary Witness (Grand Rapids: Baker Book House, 1979), 91. 11. Steve Peters & Mark Littleton, Truth About Rock (Minneapolis: Bethany House Publisher, 1998), 13. 12. Ibid., 13. 13. Alan Freed adalah seorang Disk Jockey di Cleveland dan seorang penyiar radio. Pekerjaannya memainkan lagu-lagu yang mengandung seks, yang kemudian setelah berhasil meramu musik dengan ritme yang lebih cepat, panas dan liar, ia juga mempromosikan penyanyi-penyanyi baru. Music From Hell: Getfresh! 10/I/vol.1 (Juni 2001), 13. 14. Jacob Aranza, Backward Masking Unmasked (Shreveport: Huntington House, 1983), 21. 15. J. Brent Brill, Rock and Roll (New Jersey: Fleming H. Reveel Company, 1984), 18. 16. John Ankerberg & John Weldon, The Facts on Rock Music (Oregen: Harvest House Publishers, 1992), 4. 17. Brill, Rock and Roll, 18. 18. Steve Clapp, Teenage Sexuallity: A Crisis and an Opportunity for the Chruch (Sidell: C-4 Publications, 1981), 4. 19. Ankerberg, The Facts on Rock Music, 6. 20. Peters, Truth About Rock, 39. 21. Ibid., 40. 22. Schlink. Musik Rock Dari Mana Dan Mau Kemana? 13-14. Tidak sedikit dari pemusik rock yang meninggal akibat pemakaian obat-obatan dan alkohol yang berlebihan. Schlink mendaftarkan beberapa diantaranya. Seperti: penyanyi andalan dari Sublime, Brad Nowell, mati karena overdosis heroin di San Fransisco Hotel pada usia dua puluh delapan tahun. Brian Jones dari kelompok The Rolling Stones tenggelam dalam kolam renangnya karena terlalu banyak minum alkohol. Jimi Hendrix tersumbat jalan napasnya sampai mati oleh muntahannya sendiri karena terlalu banyak menggunakan heroin. Ron McKernan dari kelompok The Grateful Dead mati perlahan-lahan sebagai akibat alkoholisme. Marc Bolan, gitaris dan penulis lagu kelompok T-Rex, yang mengaitkan keberhasilan dengan ilmu hitam, mati dalam suatu kecelakaan mobil yang misterius. Keit Moon dari kelompok The Who melakukan bunuh diri. Elvis Presley mati sebagai akibat penyalahgunaan obat. Sid Vicioud dari kelompok The Sex Pistols terlalu banyak menggunakan heroin setelah menikam teman gadisnya sampai mati. John Bonham dari kelompok Led Zeppelin tersumbat jalan napasnya sampai mati oleh muntahannya sendiri setelah minum 40 gelas vodka. Pete Farndon dari kelompok The Pretenders di temukan mati di bak mandi dengan jarum suntik heroin masih tertusuk pada lengannya. Yogi Horton, seorang penabuh drum yang terkenal, melompat dari lantai tujuh belas sebuah hotel di New York. Roy Buchanan, salah seorang gitaris musik rock dan blues terbaik, menggantungkan diri dalam keadaan tidak sadar karena mabuk sewaktu ia ditahan dalam sel. 23. Peters, Truth About Rock, 41. 24. Ibid., 42. 25. Ibid. 26. Kamus Besar Bahasa Indonesia (ed.1988), “ibadah,” 318. 27. The International Standard Encyclopedia Vol. 5, “worship” 3112. 28. Jean L. McKechnie, Webster’s Dictionary (USA: The World Publishing Co, 1975), 2109. 29. Warren W. Wiersbe, Real Worship (New Jersey, Nashville: Oliver Nelson, 1986), 21. 30. Walter Elwell, Evangelical Dictionary of Theology (Grand Rapids, Michigan: Baker Book House, 1985) 1192. 31. Brace H. Leafblad, “What Sound Church Music?,” dalam Christianity Today, 19 May 1978, 19-20. 32. Harold Best, “Music: Offerings of Creativity,” dalam Christianity Today, 6 May 1977, 15. 33. Ibid., 15. 34. Austin C. Lovelace & William C. Rice, Worship and Music in the Church (Nashville: Abingdon, 1976), 20-21. 35. Leafblad, What Sound Church Music?, 19. 36. Lamar Boschman, Musik Bangkit Kembali (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, 2001), 19. 37. Best, Music: Offering of Creativity, 15. 38. Charles R. Hoffer, The Understanding of Music (California: Wadsworth Publishing Co.,1971), 2. 39. William Lyod Hooper, Church Music in Transition (Tennessee: Broadman Press, 1963), vi. 40. John F. Wilson, An Introduction to Church Music (Chicago: Moody Press, 1974), 39. 41. Ellsworth, Christian Music in Contemporary Witness, 161. 42. Jeff Godwin, What’s Wrong With Christian Rock (Chino: Chick Publications, 1990), 249. 43. Godwin, Dancing With Demons the Music’s Real Matter, 260. 44. Best, “Music: Offerings of Creativity,” 12-13. 45. Schlink, Musik Rock Dari Mana & Mau Kemana? 28. 46. E. Margaret Clarkson, “What Makes a Hymn ‘good’?,” dalam Christianity Today, 27 Juni 1980, 22. 47. Leon Morris, The Gospel According to John (Grand Rapids: Zondervan, 1962), 73. 48. C. F. Keil & Delitzsch, Biblical Commentary on the Old Testament, 25 vol (Grand Rapids: Eerdmans, 1968), 1:393. 49. Fritz Rienecker, Linguistic Key to the Greek New Testament (Grand Rapids: Zondervan, 1980), 664. 50. William F. Arndt & F. Wikbur Gingrich, A Greek-Engkish Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature, direvisi oleh F. Wilbur Gingrich & Frederick W. Danker (Chicago: University of Chicago, 1979), 146. 51. Richard D. Mountford, “Does Music Make Them Do It?,” dalam Christianity Today, 4 May 1979, 21-22. 52. Larry Sibley, “Singging Upward,” dalam Moody Monthly, April 1976, 114. 53. Richard D. Dinwiddie, “Monney Changers in the Church: Making the Sounds of Music,” Christianity Today, 26 June 1981, 16-18. 54. Richard D. Dinwiddie, “Did I Really Sing That?” dalam Christianity Today, 27 June 1980, 24. 55. Don Campbell, Efek Mozart (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001) 97. 56. Erik Routley, Church Music and Christian Faith (London: Collins Liturgical Publications, 1978), 80. 57. The Harvard Dictionary of Music, 2nd. ed.,Willi Apel, (Massachusset, 1970), 518. Sumber: Jurnal Amanat Agung (STT Amanat Agung) (www.sttaa.org)
Banyak orang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun... yang lain dgn denyut jantung ... gairah dan air mata ... tetapi ukuran sejati dibawah mentari adalah apa yang telah kita lakukan dalam hidup ini untuk orang lain....
MERDEKA BUKANLAH AKHIR DARI SEBUAH PERJUANGAN, NAMUN MERDEKA MERUPAKAN MOMENTUM AWAL DARI PERJUANGAN YANG BERAT UNTUK MEMPERTAHANKAN, MENGISI DAN MELANJUTKAN KEMERDEKAAN YANG TELAH DIRAIH BERLANDASKAN NILAI - NILAI PATRIOTISME SERTA NILAI - NILAI LUH...UR YANG DIMILIKI OLEH BANGSA INDONESIA..... MERDEKA NEGERIKU, MERDEKA RAKYATKU.... DIRGAHAYU RI KE 64. GOD BLESS ALL
Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea, Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya :Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius ...
Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru, dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang Yahudi.
Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya. Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti "Tuhan" (Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia. Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang. Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin, tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat.
Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam. Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik, sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari Nazaret ini.
Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim.
Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus.
Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika.
Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus "tidak berani" menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24, Yohanes 18 : 31-40 dan 19 : 4,6 - 16)
PEREMPUAN ITU KU PANGGIL MAMA
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang setiap malam selalu terjaga saat hati sibuah hatinya sedang gelisah...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang selalu sibuk di subuh hari untuk menyiapkan sarapan dan keperluan sibuah hatinya...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang selalu mengajariku untuk menjadi bijaksana,...
Yang selalu mengajariku untuk selalu dekat dengan Sang Khalik...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang selalu turut merasakan kesusahanku,..
Yang selalu barusaha memenuhi kebutuhanku...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang selalu mengkhawatirkan keadaanku saat ku jauh,..
Yang selalu menanyaiku dengan penuh kasih saat ku murung...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang saat penyakit itu bersarang ditubuhnya dan kubisikan: mama izinkan aku untuk merawatmu dan menjagaimu...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang yang terbaring lamah di pembaringan...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang dengan lemah berusaha duduk di pembaringan dan mengatakan pesan terakhirnya kepadaku: "RIS MARI BERBAGI DENGAN MAMA DALAM HIDUPMU"...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang di saat-saat terakhir hidupnya masih memintaku untuk bernyanyi memuju Sang Khalik serta bertelut dan berdoa untuknya...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang malam itu tarikan napasnya semakin berat....
Perempuan itu ku panggil mama
Yang saat itu kubertelut di kakinya sambil memanjatkan doa: TUHAN KUMOHON KEBESARAN KASIHMU DAN MUJIZATMU UNTUK KESEMBUHAN DAN MEMBERI PANJANG UMUR BAGI MAMAKU TERCINTA...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang disaat-saat terakhir hidupnya ku bersujud di kakinya sambil menangis dan memeohon ampun atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kubuat selama hidupku bersamanya...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang mengatakan kepadaku: RIS MAMA CAPEK DAN MAMA INGIN ISTIRAHAT...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang kubisikan: MAMA, KALAU MAMA CAPEK BERISTIRAHATLAH MAMA.........
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang saat detik - detik terakhir tarikan napasnya, aku masih tetap besujud di kakinya sambil meneteskan air mataku ke kakinya sambil berkata: MAMAKU, TOLONG RASAKAN BETAPA AKU SANGAT MENYAYANGI MAMA LEWAT HANGATNYA AIR MATAKU YANG MENETES DI KAKI MAMA INI...
Perempuan itu ku panggil Mama
Yang kasih sayangku kepadanya dikalahkan oleh kasih sayang Sang khalik kepada mamaku, sehingga saat itu juga mamaku menghembuskan napasnya yang terakhir untuk pergi menghadap Sang Khalik, untuk pergi meninggalkan kami selamanya dan untuk mengakhiri segala penderitaan hidupnya di dunia ini...
Perempuan itu ku panggil Mama
yang disaat tubuhnya terbujur kaku dan dingin, kucium mamaku sambil berbisik:
MAMAKU TERSAYANG, KASIH SAYANG MAMA KEPADAKU AKAN TETAP MENJADI BINTANG DI DALAM HATIKU YANG AKAN TETAP BERSINAR DAN SINAR KASIH SAYANG ITU AKAN TETAP KUPANCARKAN KEPADA SEMUA ADIK - ADIKU, SAUDARA - SAUDARAKU, DAN SEMUA ORANG YANG BERADA DI SEKITARKU AGAR MEREKA TAHU BAHWA MAMAKU ADALAH FIGUR YANG TERBAIK DAN YANG TELAH MENDIDIKKU MENJADI MANUSIA YANG BIJAKSANA...
Perempuan itu ku panggil Mama
yang selalu menyebut namaku di dalam setiap doanya
Perempuan itu kupanggil Mama
Yang kini menetap disurga bersama Sang Khalik yang mengasihinya...
TERIMA KASIH MAMAKU TERCINTA, ATAS SEMUA KEHIDUPAN YANG INDAH, YANG TELAH KAU HADIRKAN SELAMA ENGKAU BERSAMAKU DI DUNIA INI........ LIWAT HEMBUSAN NAPASKU SERTA DOAKU, KU TITIPKAN CIUM YANG PALING MANIS UNTUK MAMA DI SURGA SANA....... (Untuk mengenang mamaku yang meninggal tanggal 5 Mei 2009 di Ambon)
Anakmu
Richard Sahetapy yang Kau panggil RIS
SENG ADA MAMA LAI
SU SENG ADA MAMA LAI
PAR BIKING COLO - COLO
SU SENG ADA MAMA LAI
PAR TUANG PAPEDA DI SEMPE
SU SENG ADA MAMA LAI
PAR ATOR MAKAN DI MEJA MAKAN
SU SENG ADA MAMA LAI
PAR CUCI BETA PUNG PAKIAN
SU SENG ADA MAMA LAI
PAR DENGAR BETA PUNG SUSAH
SU SENG ADA MAMA LAI
PAR JAGA BETA WAKTU SAKIT
MAMAE....
PAR APA LAI BETA PULANG KA RUMAH TUA
KALO MAMA SU SENG ADA PAR LIA BETA
PAR APALAI BETA DUDU DI MEJA MAKAN
KALO MAMA PUNG TAMPA GARAM SU SENG ADA
PAR SAPA LAI BETA MAU MANYANYI
KALO MAMA SU SENG ADA PAR DENGAR...
SIOOO MAMA E....
MAMA SU JAUH DARI BETA DENG BASUDARA
MAMA SU TENANG DI TETEMANIS PUNG PANGKO
TAPI MAMA PUNG PASANG DENG MAMA PUNG DOA
TETAP JADI BINTANG YANG BERSINAR
DI BETA PUNG HATI SELAMA HIDOP DI DUNIA.
JUST FOR MY LOVE MAMA