12 Januari 2010

CERITA DARI AFRIKA

Sumber : Come and Follow Jesus
Suatu malam Saya bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah bangsal rumah sakit; tapi apapun yang kami lakukan, dia meninggal dan meninggalkan bayi premature yang sangat mungil serta seorang anak perempuan usia 2 tahun yang menangis.
Kami mengalami kesulitan untuk menjaga agar si bayi tetap hidup, Karena kami tidak punya incubator ( kami tidak punya listrik untuk Menyalakan incubator)

Kami juga tidak punya makanan khusus bayi. Meskipun kami tinggal di daerah khatulistiwa, di malam hari seringkali udara sangat dingin dan anginnya kencang.

Salah seorang muridku menaruh bayi itu dalam box dan membungkus bayi dengan kain wol. Yang lain menyalakan api dan mengisi botol air panas.

Kemudian muridku yang mengisi botol air panas segera kembali dengan kebingungan sambil bercerita bahwa saat mengisi botol itu dan ternyata meledak (Karet mudah rusak dalam kondisi cuaca tropis)

"Dan ini adalah botol air panas terakhir kita," dia berseru. "Oke," kataku, "taruh bayi itu didekat api dalam jarak yang cukup aman,dan tidurlah diantara bayi itu dan pintu untuk menjaga nya dari angin. Tugasmu adalah menjaga bayi tetap hangat."

Siang hari berikutnya, seperti hari sebelumnya, Aku pergi berdoa dengan beberapa anak yatim piatu yang berkumpul denganku. Aku berikan mereka bermacam-macam saran untuk mendoakan dan bercerita pada mereka tentang bayi mungil itu.

Aku menceritakan masalah kami soal menjaga bayi supaya cukup hangat, menyebutkan tentang botol air panas, dan bagaimana bayi itu bisa dengan mudah meninggal bila kedinginan. Saya juga bercerita pada mereka tentang saudara perempuannya yang berumur 2 tahun, yang menangis karena ibunya meninggal.

Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, Ruth, berdoa dengan doa singkat seperti anak Afrika kami.

"Tolong, Tuhan" dia berdoa, "kirim kan botol air. Tidak baik besok, Tuhan, karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore ini."

Saat aku menarik napas dalam hati karena keberaniannya dalam berdoa, dia menambahkan, "Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bahwa Engkau sungguh mengasihinya?"
Seringkali dalam doa anak-anak, aku merasa ditempatkan pada pusatnya. Dengan sungguh-sungguh kukatakan, "Amin". Oya aku tahu bahwa Tuhan dapat melakukan segalanya, Alkitab mengatakan demikian. Tapi pasti ada batasnya, kan? (pikiran manusia selalu ingin membatasi kuasa Tuhan)
Dan menurutku satu-satunya jalan Tuhan dapat menjawab doa-doa kami yaitu jika keluargaku di Amerika mengirimi bingkisan. Namun aku sudah tinggal selama hampir 4 tahun, dan tidak pernah, sama sekali menerima bingkisan dari rumah. Tapi, bila sesorang mengirimi ku bingkisan, siapa yang akan memberi botol air panas. Sebab aku tinggal di daerah Tropis!

Menjelang sore, ketika aku sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat, sebuah parcel dikirimkan dengan mobil didepan pintu rumahku.

Saat aku sampai di rumah, mobilnya sudah pergi, tapi disana, di beranda, ada dua puluh dua pon parcel yang sangat besar. Aku merasa pedih dimataku.

Aku tidak dapat membuka parsel itu sendirian, jadi aku meminta ke anak-anak yatim piatu untuk membantuku. Bersama-sama kami menarik talinya, dengan hati-hati membuka simpulnya. Kami melipat kertasnya, supaya tidak menyobeknya. Kegembiraan meningkat.

Sebanyak 30 atau 40 pasang mata melihat ke dalam kardus tersebut. Dari atas, kami mengeluarkan baju rajutan berwarna cerah. Mata kami langsung silau melihatnya. Ada perban rajutan untuk pasien kusta, dan anak-anak mulai terlihat sedikit bosan. Lalu ada sekotak kismis, ini bisa dipakai untuk membuat setumpuk kue kismis di akhir pekan.

Lalu, aku memasukkan tanganku lagi, aku merasa .... benarkah ini?? Aku menariknya keluar .... yaa .... ini baru, botol air panas karet. Aku menangis terharu.

Aku tidak meminta Tuhan untuk mengirimkannya. Aku tidak percaya bahwa Dia benar-benar melakukannya. Ruth ada di barisan depan dari anak2. Ia cepat2 maju, sambil menangis, " Jika Tuhan mengirimkan botolnya, Dia harus mengirim bonekanya juga!" Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang mungil, boneka bergaun indah.

Matanya berkilau ! Dia tidak pernah sangsi! Sambil melihatku, dia berkata : " Dapatkah aku pergi bersamamu & memberikan boneka ini kepada gadis kecil itu, supaya dia tahu, Yesus sangat mencintainya??
Ternyata parcel ini telah dipersiapkan dan dikirim 5 bulan lalu. Di bungkus oleh Siswa Kelas Hari Mingguku, yang mana saat mempersiapkan parcel itu, Tuhan telah memerintahkannya juga untuk mengirimi botol air panas walaupun di daerah Tropis. Lalu salah satu dari siswaku juga telah memberikan boneka untuk dikirimkan ke anak Afrika - Dan itu semua terjadi 5 bulan sebelumnya, sebagai jawaban dari doa seorang anak gadis 10 tahun untuk membawanya "sore itu"

(Yesaya 65:24)
"Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya."
--------------------

ALLAH SEBELUM ISLAM

Sumber : Elia Stories

"Pihak Berwajib Malaysia menyita 15.000 Alkitab yang diimpor dari Indonesia karena memuat nama Allah."

Inilah berita hangat saat ini, ada apa dengan Malaysia? Berita demikian sebenarnya tidak aneh karena dua hal: Pertama, memang orang Malaysia terkenal berwatak ego-possesive, bayangkan angklung, reog, batik, dan lainnya yang milik Indonesia di klaim sebagai miliknya, dan sekarang nama 'Allah' bahasa Arab milik orang Arab diklaim sebagai miliknya pula, padahal itu bukan bahasa mereka. Kedua, Umat Islam Malaysia merasa terusik karena belakangan ini makin banyak orang Malaysia yang masuk kristen, maka isu nama 'Allah' diangkat. Gejala fundamentalisme demikian memang gejala baru karena orang Arab sendiri, baik yang beragama Islam, Yahudi maupun Kristen, dari dahulu sampai sekarang, menggunakan nama 'Allah' itu bersama-sama untuk menunjuk 'Allah Monotheisme Abraham/Ibrahim' yang mereka sembah sekalipun masing-masing memiliki aqidah berbeda mengenai 'Allah' yang sama itu. Secara hukum peradilan sebenarnya pengadilan Malaysia tidak bisa melarang penggunaan itu namun keputusan politik yang didasari sentimen agama mayoritas ditambah watak orang Malaysia yang diskrimintatif terhadap kelompok minoritas menjadikan pencekalan itu terjadi.

Apakah nama 'Allah' itu milik agama Islam? kalau begitu mengapa sudah digunakan sebelum agama Islam lahir? Nama Allah sudah ada setua kelahiran bahasa Arab. Jauh sebelumnya di Mesopotamia dimana rumpun semitik bermula, orang-orang sudah mengenal nama El/Il sebagai nama dewa tertinggi dalam pantheon babilonia. Namun bagi sebagian besar keturunan Sem (dimana nama rumpun Semitik berasal), nama itu dimengerti sebagai 'Tuhan Yang Mahaesa pencipta langit dan bumi.' Nama El berkembang ke wilayah Utara dan Barat menjadi Ela, Elah, dan khususnya di Aram-Siria nama itu disebut Elah/Alaha dan dikalangan Ibrani disebut El/Elohim/Eloah. Sedangkan nama Il berkembang di wilayah Timur dan Selatan menjadi Ila, Ilah, dan di Arab disebut Ilah/Allah.

Catatan tertua pada milenium kedua sebelum Kristus menunjukkan bahwa keturunan Abraham yang disebut suku-suku Arab, khususnya Ibrahimiyah dan Ismaelliyah dikenal sebagai kaum Hanif (jmk. Hunafa) menyebut nama 'Allah' dalam dialek Arab sejak zaman kuno.Ensiklopedia Islam (hlm.50-51) menyebutkan, bahwa: "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah, sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno ... Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail."

Dalam penemuan inskripsi dikalangan suku Lyhian/Tamud ditemukan catatan dari sekitar abad VI/V SM (semasa Ezra) bahwa nama Allah sudah digunakan, dan menarik mengetahui bahwa suku Lyhian sangat erat dengan suku Dedan, dimana Dedan adalah cucu Ketura, isteri Abraham: "Inskripsi Arab Utara. . Nama-nama Allah pertama menjadi umum di teks Lyhian. . Bukti ditemukannya nama Allah menunjukkan bahwa Lyhian adalah pusat penyembahan Allah di Arab. . " Orang Siria, menekankan kata benda umum 'allah' menjadi nama diri dengan menambahkan elemen "a": allaha = "the god" lalu menjadi "God". . Ketika orang Lyhian mengambil alih nama diri Allaha, nama itu diarabkan dengan menghilangkan elemen "a"." (F.V. Winnet, Allah Before Islam, dalam The Muslim World, Vol.38, 1938, hlm.245-248)

Ada yang mencoba memberikan stigmatisasi seakan-akan nama Allah itu nama berhala Siria kuno, namun dari Tanakh kita mengetahui bahwa dalam kitab Ezra yang berasal abad VI SM, kita mengenal ada banyak nama 'Alaha' yang ditujukan kepada 'Elah Yisrael' (Ezr 5:1;6:14). Studi yang sama dikemukakan Trimingham dalam bukunya 'Christianity Among the Arabs in Pre-Islamic Times', yaitu bahwa nama 'Allah' sudah lama digunakan dikalangan suku-suku Arab termasuk yang kristen dan berasal dari 'Alaha' Aram, bahasa Arab diketahui berkembang dari Nabati-Aram. Jadi adanya dugaan bahwa 'Allah sesembahan Lihyan itu dewa Siria oleh Winnet dan Trimingham disebutkan bahwa nama itu ditujukan kepada 'Alaha' Aram yang menunjuk kepada 'Elah Yisrael.' Pendapat Trimingham tidak bisa diabaikan, sebab ia belajar ilmu sosial (Birmingham) dan studi Arab & Persia (Oxford) kemudian mengambil doktor dan mengajar 'Studi Arab & Islam' selama 11 tahun di University of Glasgow, ia juga menjabat sekertaris badan misi ke Sudan dan melakukan kunjungan secara intensif ke Afrika. Setelah memperdalam bahasa Arab di Siria dan Palestina ia mengajar Sejarah Arab selama 13 tahun di American University (Beirut).

Berbeda dengan anggapan sekelompok orang yang menyebutkan bahwa orang Kristen Arab semula menyebut 'Al-Ilah' dan baru pada masa Islam mereka dipaksa menggunakan nama 'Allah,' fakta sejarah menunjukkan bahwa sejak awal orang Arab beragama Yahudi dan Kristen sudah menggunakan nama 'Allah' dalam ibadat mereka. Pater Pacerillo, arkeolog Franciscan menemukan rumah-rumah di Siria, Lebanon dan Palestina dari abad IV dengan inskripsi 'Bism Ellah al Rahmani al Rahimi' (Dalam nama Allah yang pengasih dan penyayang). Trimingham juga menyebutkan bahwa pada Konsili Efesus (431) hadir seorang uskup Arab bernama Abdelas/Abdullah(Abdi Allah), sedangkan Bambang Noorsena S.H. yang mengambil pasca-sarjana dalam sastra Arab di Kairo selama 2 tahun, dalam bukunya menyebut bahwa sebelum Islam lahir, pemakaian istilah Allah di lingkungan Kristen bisa dilihat dari sejumlah inskripsi dari masa pra-Islam yang ditemukan disekitar wilayah Syria dimana nama Al-Ilah/Allah disebut: "Ada dua inskripsi penting: pertama inskripsi Zabad (tahun 512) yang diawali dengan rumusan 'Bism al-Ilah' (Dengan nama al-Ilah) yang kemudian disusul dengan nama-nama Kristen Syria, dan kedua, Inskripsi 'Umm al-Jimmal' (juga berasal abad ke-6 Masehi) yang diawali dengan ucapan 'Allahu ghafran' (Allah mengampuni)." (History of Allah, hlm.10)

Noorsena juga menyebutkan bahwa ada teks Aram Suryani masa itu dimana nama 'Alaha' diterjemahkan menjadi teks 'Allah' Arab: "Risalah fit at Tadbir al-Khalash li Kalimat Allah al-Mutajjasad (bahasa Suryani-Arab), karya Mar Ya'qub al-Rahawi (James of Eddesa). Buku ini diawali kalimat: Allah..., menerjemahkan teks asli yang diawali: Alaha... (teks asli Suryani ditulis tahun 578 M)". (The History of Allah, hlm.12.)

Menarik juga mengamati penggunaan nama 'Allah' di kalangan Arab beragama Yahudi, dimana sebelum Islam lahir ada Imam Sinagoge di Medinah yang bernama 'Abdallah bin Saba.' Bukan hanya itu, data Al-Quran sendiri menyebutkan bahwa pada masa Muhammad di gereja dan sinagoge sudah banyak disebut nama Allah: "(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS.22:40)

Muhammad menyebut bahwa nama 'Allah' sudah disebut orang Yahudi dan Nasrani, ia tidak menyebut orang-orang itu mengucapkan 'Al-Ilah,' maka karena waktu itu Islam dan Al-Quran baru lahir, tentunya penggunaan nama 'Allah' dikalangan Arab beragama Yahudi dan Nasrani sudah lebih dahulu terjadi lama sebelumnya.

Dari kenyataan diatas kita mengetahui bahwa pada masa dahulu, apalagi pada masa bahasa lisan pra-tulis, penggunaan nama 'Allah' bisa terjadi sebagai derivasi 'allaha' Aram, dan sekalipun mayoritas pakar Arab menyebutnya padanan 'Al-Ilah,' belakangan ini dikembangkan pendapat sebagai nama diri yang berdiri sendiri. Memang pada masa modern dengan berkembangnya ilmu tata-bahasa (gramatika) orang berusaha untuk merumuskan bahasa secara diskriptif, namun bahasa adalah ilmu yang berkembang sepanjang waktu, karena itu tidak bisa dibatasi dengan gamatika modern sebagaimana halnya rumus-rumus ilmu pasti/fisika yang mengamati hukum-hukum alam yang tetap.

Nama 'Allah' sudah digunakan Alkitab bahasa Arab sedini tahun 630-an sebelum Al-Quran ditulis, dimana fragmen-fragmen dalam bahasa Arab mulai ditulis oleh Patriakh Aby Sedra II, dan yang disusun lengkap berasal dari Hunayan bin Ishaq dan Saadia Gaon pada abad IX. Sejak itu nama 'Allah' terus digunakan dalam Alkitab bahasa Arab termasuk empat versi yang sekarang digunakan oleh sekitar 29 juta umat kristen Arab diseluruh dunia. Di Indonesia sejak masuknya agama Islam (abad XIII) dan Kristen (abad XVI), nama 'Allah' sudah terserap dalam bahasa Melayu dan kemudian masuk kosa-kata bahasa Indonesia, dan sudah digunakan sedini ditulisnya terjemahan Melayu pada tahun 1629 dan kemudian digunakan sampai sekarang, dan sekalipun Indonesia memiliki populasi Islam terbesar di dunia selama ini tidak ada yang mempersoalkan penggunaan nama Allah itu mengingat nama itu sudah menjadi kosa-kata bahasa Indonesia dan digunakan dalam Alkitab Kristen sejak awal selama 4 abad, kecuali dipersoalkan oleh sekelompok kecil orang.

Menarik juga untuk diamati bahwa di Timur Tengah, penggunaan nama 'Allah' oleh mereka yang beragama Yahudi, Kristen, dan Islam yang berbahasa Arab digunakan bersama tanpa masalah, karena itu memang aneh kalau masakini ada orang diluar Palestina yang bukan Arab atau berbahasa ibu Arab yang memberikan stigmatisasi seakan-akan itu nama 'berhala dewa bulan.' Mereka kurang mengerti bahwa dalam Al-Quran tidak pernah disebut Allah sebagai nama dewa bulan, bahkan ayat-ayat Al-Quran menyebutkan sebaliknya, a.l. dalam ayat berikut:

"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar)." (QS.29:61)

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah." (QS.41:37)

Ini tidak menutup kemungkinan bahwa dikalangan Arab Lihyan dan Arab Jahiliah, disamping kaum Hanif ada juga penyembah berhala yang menyebut dewa mereka dengan sebutan Allah. Namun pada masa Islam hadir, keyakinan monotheisme kaum Hanif itu dipulihkan.

"Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah, sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno ... Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya dituju-kan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. Menjelang abad ke-7, kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang, dan kedudukan-nya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala ... dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir, yakni Risalah Islam". (Ensiklopedia Islam, hlm.50-51)

"Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim, yakni agama fitrah, maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam, ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sistem paganisme, dan diwarnai dekadensi moral. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan, melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual, mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut, melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". (Ensiklopedia Islam, hlm.190)

Kemerosotan penggunaan nama sesembahan 'Allah' tidak hanya terjadi dikalangan Arab, sebab dikalangan Yahudipun kemerosotan yang sama juga terjadi. 'Elohim' disamping untuk menyebut 'Pencipta Langit dan Bumi' (Kej.1:1) juga digunakan untuk menyebut 'berhala anak lembu' (Kel.32:1,4), bahkan 'berhala anak lembu' itu juga disembah sebagai YHWH (Kel.32:5).

Menarik juga melihat fakta bahwa ada Al-Quran dalam bahasa Ibrani yang diterbitkan di Israel dimana nama 'Allah' diterjemahkan 'Elohim' (Al-Quran Tirgem Avrit, Devir Publishing House, Tel-Aviv, 1945).

Marilah kita mendoakan mereka yang tidak merasa damai sejahtera dengan penggunaan nama 'Allah' oleh kalangan Kristen, sebab itu juga berarti bahwa mereka menolak 'YHWH' yang nama lainnya 'El/Elohim/Eloah' dalam dialek Arab 'Allah' ditolak bahkan diberikan stigmatisasi sebagai 'berhala.'

"Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin." (Rm 15:33).

Salam kasih dari Sekertariat www.yabina.org.

DISKUSI

Artikel "Allah Sebelum Islam' (lihat di www.yabina.org) mendapat banyak appresiasi, namun ada juga yang menanggapinya. Tanggapan yang penting untuk didiskusikan adalah seperti berikut :

(Tanggapan-1)
Tidak benar bahwa nama 'Allah' sudah digunakan umat kristen Arab sebelum Islam, sebab dalam 'Arab Bible' nama itu ditulis 'Al-Ilaah' sesuai nama yang digunakan kalangan kristen sebelum ada Islam. Ini bisa dilihat dalam inskripsi Umm al-Jimal (abad-6). Inskripsi Zabad tidak memuat nama 'Allah' itulah sebabnya 'Al-Ilaah' digunakan dalam Arab Bible dan bukan 'Allah.'

(Diskusi-1)
Sebelum mendiskusikannya, ada baiknya mengetahui lebih dahulu apakah 'Arab Bible' itu. Arab Bible (2004) adalah karya plagiat dari 'Arabic Bible' yang selama ini digunakan umat Kristen berbahasa Arab (Bustani-van Dijk, 1865), dengan hanya mengubah nama 'Allah' didalamnya dengan 'Al-Ilaah', karena itu klaim 'Arab Bible' bahwa mereka lebih tahu bahasa Arab perlu diuji. Arabic Bible menggunakan nama 'Allah' sudah satu-setengah abad, meneruskan penggunaannya dalam Alkitab Arab dan oleh orang Arab beragama Yahudi dan Kristen sejak awal, dan kini digunakan 29 juta umat Kristen berbahasa Arab.

Inskripsi Umm al-Jimal memuat nama al-Ilah, namun penggunaan nama 'Allah' sebelum Islam banyak. Ada uskup Arab hadir di Konsili Efesus (431) bernama 'abdellas' (Abdullah, band. dengan 'Wahab Allah' yang diterjemahkan ke Yunani sebagai 'ouaballas')). Dalam fragmen pra-Islam yang ditemukan di Damaskus (1901) ada teks LXX Mazmur 78 dimana 'ho-theos' (elohim) diterjemahkan dalam bahasa Arab yang ditulis dengan aksara yunani sebagai 'allau' (ayat 22,31,59) dan 'el ileu ( (ayat 56) dalam inskripsi itu huruf 'ha' Arab ditulis sebagai 'upsilon' Yunani. Seorang martir kristen Arab dari Najran bernama 'Abdullah ibn Abu Bakr ibn Muhammad' (523), dan di kalangan Arab beragama Yahudi pra-Islam ada Imam Sinagoge di Medinah yang bernama 'Abdallah bin Saba.'

Inskripsi Zabad (512) 'memuat nama Allah,' banyak pakar menyebut inskripsi itu memuat 'Allah Gafran' (Allah mengampuni) sebagai pembuka bahkan digambarkan dalam buku 'Islamic Caligraphy' oleh 'Yasin Hamid Safadi' (London: Thames and Hudson Limited, 1978, hlm.6).

Jadi, nama Al-Ilah dan Allah digunakan bersama dan saling dipertukarkan terlebih pada zaman pra-Islam. Dalam Ensyclopaedia of Islam disebutkan: "Bagi umat Kristen dan monotheis, al-ilah terbukti berarti Tuhan; bagi penulis lain artinya "yang disembah", dan al-ilah menunjukkan 'tuhan yang sudah disebutkan' . penggunaannya bertahan sampai sekarang ('Abd al-Ilah). Allah sering digunakan sebagai kontraksi al-ilah, khususnya dalam tulisan pra-Islam, kemudian menjadi nama diri (ism 'alam)." (Brill, Vol.III, hlm.1093)

Adalah gegabah kalau membangun sebuah teologi hanya dengan mengutip satu-dua contoh yang mendukung, padahal banyak contoh lainnya yang berbeda diabaikan.


(T-2)
Allah adalah 'nama diri' yang sama dengan bentuk feminim 'nama diri' dewi pagan Arab 'Allat' yang ditemukan kuil penyembahannya di Petra dari kaum Nabatea, dan Lihyan adalah pusat penyembahan dewa HLH dari Siria. Tidak ada nama 'Allah' muncul di Inskripsi kristen Zabad (512).

(D-2)
Mengenai Allah sebagai nama diri bisa menunjuk sesembahan pagan Arab atau Yang Mahaesa, dan penggunaan dengan satu 'l' (alah) atau dua 'l' (allah) dengan pengertian sama merupakan kebiasaan dalam inskripsi kuno sebelum gramatika abjad Arab menjadi baku. Dalam Tanakh, 'El/Elohim' berarti nama diri dan sebutan yang tertuju Tuhan yang Esa maupun kepada dewa/berhala.

Lihyan disebutkan sebagai pusat penyembahan 'HLH' dan tidak ada indikasi bahwa nama itu tertuju 'dewa Siria' sekalipun ditemukan kuil penyembahan di Petra. Perlu disadari bahwa inskripsi di Arab Utara (Sabean, Lihyan, Tamudic, Safaitic) menunjukkan bahwa Lihyan merupakan pusat penyembahan 'Allah' dan disana berkembang dialek-dialek Arab dimana ada yang menggunakan kata sandang 'al' tapi juga 'ha' untuk menunjukkan 'Tuhan yang Satu.' F.V. Winnet dalam penelitian yang mendalam atas inskripsi Lihyan menyebutkan bahwa pujian kepada Allah dalam inskripsi itu bersifat netral dan bias diarahkan kepada sesembahan mana saja, tapi teks Lihyan menunjukkan adanya kata kunci 'abtar' yang hanya ada dalam Al-Quran (QS.108) yang mengarah kepada 'Allah yang Esa dan Kekal' (QS.112).

"Inskripsi Arab Utara. . Nama-nama Allah pertama menjadi umum di teks Lyhian. . Bukti ditemukannya nama Allah menunjukkan bahwa Lyhian adalah pusat penyembahan Allah di Arab. . "Orang Siria, menekankan kata benda umum 'allah' menjadi nama diri dengan menambahkan elemen "a": allaha = "the god" lalu menjadi "God". . Ketika orang Lyhian mengambil alih nama diri Allaha, nama itu diarabkan dengan menghilangkan elemen "a"." (Allah Before Islam, The Moslem World, Vol.38, 1938, hlm.245-248)

Apalagi, Inskripsi Lihyan abad VI BC itu berada di Arab Utara yang berasal dari bahasa Nabatea Arami itu dekat dengan Yerusalem dimana dikenal kitab Ezra yang sezaman (abad VI BC) yang memuat nama Aram 'Alaha' yang ditujukan kepada 'Elah Yisrael' (Ezr.5:1;6:14). Lagipula, pendahulu suku Lihyan adalah Dedanite yang adalah keturunan Dedan cucu Keturah, isteri Abraham, tentu ada kaitannya dengan keyakinan Hanif. Ensiklopedi Islam menyebut:

"Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah, sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno ... Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.hanif), sebuah kata yang pada asalnya dituju-kan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail." (Glasse, hlm.50-51).

Nabi Islam Muhammad sebelum menjadi rasul berhubungan dengan biarawan Nestorian Waraqah ibn Nawfal yang adalah sepupu Khadijah. Ia juga menghadiri pengajaran guru kristen dekat Mekah, dan setelah memulai agamanya ia mengaku menulis kitab sebagai penerus kitab-kitab Yahudi dan Kristen yang sudah ada, ini menunjukkan bahwa ia mengaku nama 'Allah' yang sama dalam dua agama pendahulunya, hal itu secara jelas terlihat dalam Al-Quran:

"(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS.22:40)

Dalam Surrah Al-Quran disebut "orang Yahudi menyebut Allah" (5:64), dan "orang Yahudi & Nasrani beriman kepada Allah" (2:62) dan menyebut "kami anak-anak Allah" (5:18). Orang Nasrani menyebut "Isa Almasih putra Allah" (9:30) dan "rasul utusan Allah" (4:157,171;61:6), dan "Isa menjawab: Bertakwalah kepada Allah" (5:112) dan berkata "Aku ini hamba Allah" (19:30), dan "Allah mengangkat Isa kepada-Nya" (3:55;4:158;5:110). Ini menunjukkan 'Allah' sudah dipakai umat Yahudi dan Kristen Arab termasuk dalam kitab-kitab mereka (QS.2:97;5:48) semasa pra-Islam.


(T-3)
Arab Bible mengutip ucapan Sidney Griffith bahwa: "Bahasa Arab semakin banyak digunakan oleh para pemimpin Kristen Timur, dan akhirnya menggantikan bahasa Yunani. Nampaknya, bahkan di dalam gereja, ada pergeseran besar ke arah mengadopsi segala hal yang bersifat islami. Migrasi ke arah kebudayaan Arab yang sedang berjaya sedang digemari (dan juga lebih aman), oleh karena peradapan Arab kemudian dipandang sebagai kebudayaan yang lebih superior dari yang lainnya. Dengan situasi seperti ini maka tidaklah mengejutkan jika kita melihat adanya penggunaan kata 'Allah'."

(D-3)
Sidney Griffith kurang mengerti sejarah Arab-kristen dengan menganggap umat kristen pada masa Islam mengikuti bahasa Arab dan meninggalkan bahasa yunani. Sekalipun sejak penguasa Islam (630) bahasa Arab menggeser budaya dan bahasa Yunani, itu tidak berarti orang Arab kristen semula berbahasa Yunani dan baru menggunakan bahasa Arab sesudah itu. Kekuasaan Arab saat itu hanya sebagian saja dari dunia berbahasa Arab yang sudah menyebar sampai ke Mesopotamia, Arab Selatan, seluruh Afrika, dan Eropah beberapa abad sebelum hadir agama Islam.

Sekalipun PB ditulis dalam bahasa Yunani, tidak berarti hanya itu bahasa yang dikenal umat. Kekristenan Arab sudah dimulai sedini abad pertama dimana orang Arab sudah mendengar kotbah Yesus (Mrk.3:7-8) dan dihari Pentakosta mereka mendengar dalam bahasa Arab (Kis.2:11), dan Paulus mengunjungi jemaat kristen Arab (Gal.1:17). Alkitab Peshita dalam bahasa Aram ditulis pada abad II dimana El/Elohim Ibrani ditulis 'Alaha' sebelum kemudian menjadi 'Allah' Arab Nabatea dan bahasa Arab. Pada tahun 244 seorang Arab kristen Phillip the Arab menjadi kaisar Roma dan pada Konsili Nicaea (325) hadir 6 uskup Arab dari kawasan imperium Romawi dan tiga uskup lainnya dari kawasan Arab non Romawi. Ini menunjukkan bahwa umat kristen Arab dengan bahasa Arabnya sudah menyebar bahkan menduduki jabatan tinggi kaisar Romawi dan Uskup jemaat Arab.

Menarik untuk membandingkan isi Injil Apokrif Infancy Gospel of Thomas (abad II) dimana ada cerita mengenai 'Allah yang mengizinkan Yesus membuat mujizat burung dari tanah liat' yang dikutip dalam Injil Anak-anak apokrif dalam bahasa Arab 'Injilu' t Tufuliyyah' dan kemudian diceritakan Al-Quran (QS.5:110, abad VII). Pada abad III Origen menulis dalam introduksi Hexapla bahwa ia berkonsultasi dengan salinan bahasa lain termasuk Arab, ini berarti pada abad III sudah ada fragmen Alkitab dalam bahasa Arab. Pada abad VI, Waraqah ibn Nawfal di Mekah menerjemahkan fragmen Alkitab ke dalam bahasa Arab, pada tahun 520 umat Kristen di Najran memiliki Injil dengan dialek Arab yang ditulis dengan aksara Musnad, dan pada tahun 570 ditemukan tulisan di salah satu batu Kaabah kutipan dari Mat.7:16 dalam bahasa Arab. John of Sedra pada awal abad VII menulis terjemahan keempat Injil dalam bahasa Arab untuk digunakan oleh para cendekiawan Muslim.

Karena itu, menyempitkan kekristenan sebagai hanya mengenal 'Al Ilah' sebelum Islam, dan mengganggap orang kristen terpengaruh tekanan dominasi kekuasaan Arab/Islam agar menggunakan nama 'Allah,' menunjukkan sikap meremehkan kekuatan kekristenan Arab yang dipimpin Roh Kudus sejak hari Pentakosta dan sejak itu meluas pengaruhnya ke hampir seluruh kawasan berbahasa Arab. Pada awal abad VII pada waktu restorasi 'kaabah' di Mekah ditemukan inskripsi disalah satu batu sudut yang memuat nama Maria & Yesus bersama beberapa nabi PL. Dengan adanya nama-nama tokoh kristen yang mengandung nama 'Allah' menunjukkan bukti bahwa kekristenan Alkitablah yang mempengaruhi pembentukan Al-Quran (sekitar 70% isinya ada dalam Alkitab kristen).

Makin jelas bahwa Al-Ilah dan Allah adalah padan kata atau kontraksi, yang tertuju kepada Yang Mahaesa pencipta langit dan bumi maupun dewa. Dalam ensiklopedi disebut:
"Allah ("Tuhan" Arab), Tuhan yang esa dan satu-satunya dalam agama Islam. Secara bahasa, nama Allah mungkin merupakan kontraksi al-Ilah Arab, "Tuhan itu." Asal-muasal nama itu dapat ditelusuri ke masa lalu sampai tulisan-tulisan Semitik yang paling awal dimana kata untuk Tuhan adalah Il atau El, yang terakhir adalah sinonim Yahweh Perjanjian Lama. Allah adalah kata standar Arab untuk menyebut 'Tuhan' dan digunakan oleh Arab Kristen sama halnya dengan Muslim." (Ensyclopaedia Britannica)

"Allah, nama Yang Mahakuasa Arab. Kata itu adalah kontraksi al-Ilah bahasa Arab, "Ilah Itu." Kedua ide dan kata itu sudah ada dalam tradisi Arab sebelum Islam, dimana ada beberapa bukti monotheisme primitive dapat ditemukan. Walaupun ada yang menyebutnya ilah-ilah yang lebih rendah, Arab sebelum Islam mengenal Allah sebagai Yang Mahakuasa." (Microsoft Encarta, 2009)

Demikian juga 'Ensiklopedi Islam' (Glasse) dan 'Ensyclopaedia of Islam' (Brill) menyebut:
"Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum Alquran diwahyukan .... Kata itu tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang, oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan" (Glasse, hlm.23)

"Sebagian besar beranggapan nama diri Allah ada asalnya (mushtakk, mankul), kontraksi al-ilah, dan menganggap ilah adalah tiga huruf akar kata." (Brill, Vol.III, hlm.1093).

"Allah sudah dikenal di Arab; ia adalah satu dari sesembahan yang disembah di Mekah kemungkinan sebagai tuhan yang mahakuasa dan tentu saja tuhan pencipta (band. QS.13:16;29:61,63;31:25;39:38;43:87). Ia sudah dikenal sejak dulu, sebagai 'Allah,' al-Ilah (asal kata yang paling mungkin; saran lainnya adalah Alaha Aram)." (Brill, Vol.I, hlm.406).

Ada teks Aram Suryani pra-Islam yang menulis 'Alaha' diterjemahkan 'Allah' Arab:
"Risalah fit at Tadbir al-Khalash li Kalimat Allah al-Mutajjasad (bahasa Suryani-Arab), karya Mar Ya'qub al-Rahawi (James of Eddesa). Buku ini diawali kalimat: Allah..., menerjemahkan teks asli yang diawali: Alaha... (teks asli Suryani ditulis tahun 578 M)". (Bambang Noorsena, The History of Allah, h.12.)

Kebenaran sejarah tidak bisa diubah dan perlu disadari bahwa 'Ilah/Allah' (Arab) memiliki asal mula yang sama (cognate) dengan El/Elohim/Eloah (Ibrani), Elah/Alaha (Aram), maupun El/Il Semitik (Mesopotamia), yang dipercayai beberapa agama sebagai dewa, tuhan tertinggi, atau Tuhan yang Mahaesa pencipta langit dan bumi. (Di Kanaan El juga ditujukan kepala pantheon Kanaan, dan dalam Tanakh, Elohim juga kerap ditujukan kepada dewa, a.l. lembu muda, Kel.32:4).

Perlu dicamkan benar bahwa sekalipun penganut agama Yahudi (Tanakh), Kristen (PL+PB) dan Islam (Al-Quran) berbahasa Arab menggunakan nama 'Allah' yang sama dan menyebutnya sebagai 'Tuhan Monotheisme Abraham/Ibrahim,' ketiganya mempercayai pengajaran/aqidah berbeda sesuai kitab suci masing-masing. Kerancuan biasa terjadi karena mencampuradukkan nama 'Allah' sebagai nama sesembahan semitik/abrahamik dalam bahasa Arab dan doktrin/aqidah mengenai Allah yang sama itu, karena itu kalau mau membandingkan adalah antara 'Allah' Arab Kristen dibanding 'Allah' Arab Islam. Marilah kita mendengarkan wejangan Dr. Olaf Schumann, teolog kristen Jerman yang fasih berbahasa Arab yang selama 3 tahun belajar dan mengajar di Universitas Al-Azhar di Kairo:

"Memang tidak dapat disangkal adanya suatu masalah. Namun yang menjadi masalah ialah soal dogmatika atau 'aqida, sebab tiga agama surgawi itu mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah yang sama, baik hakekatnya maupun pula mengenai cara pernyataannya dan tindakan-tindakannya." (Keluar dari Benteng-Benteng Pertahanan, hlm.177)

Akhirnya, untuk menguji siapakah dari 'Arab Bible' dan 'Arabic Bible' yang lebih mengerti bahasa Arab (termasuk tentang kata 'Allah'), cukuplah kalau Arab Bible menerjemahkan sendiri dengan bahasa Arab mereka (dengan doktrin nama 'Al-Ilaah'nya) seluruh isi Alkitab dari bahasa asli Ibrani (PL) dan Yunani (PB), dan menyerahkan hasilnya untuk diuji oleh orang Arab terutama para pakar bahasa Arab, Ibrani, Yunani, agar dari merekalah keluar kesimpulan siapa dibelakang 'Arab Bible' atau 'Arabic Bible' yang lebih mengerti bahasa Arab, Ibrani dan Yunani!

Salam kasih dari Herlianto www.yabina.org

Jangan Lupa Untuk selalu Bersyukur

Sumber : Come and follow Jesus
Ada satu kata yang hampir terlupakan dalam kehidupan kita, padahal kata ini sangat penting sekali jika kita hidupkan serta kita praktikan, karna kata ini dapat membangkitkan, dapat menyadarkan serta memotifasi pribadi-pribadi siapapun itu baik orang tua maupun orang muda, kaya atau miskin, golongan bangsawan ataupun rakyat jelata, kaum terdidik maupun tidak terdidik, orang yang memiliki jabatan dari jabatan yang terendah sampai jabatan yang tertinggi sekalipun, kata itu adalah “Bersyukur”.

Dewasa ini kita di hadapkan pada suatu kenyataan hidup yang serba sibuk, serba cepat yang membelenggu kehidupan kita yang tanpa di sadari akhirnya berkembang menjadi kebiasaan ataupun gaya hidup yang dapat merampas sebagian bahkan keseluruhan waktu hidup kita. Sungguh sangat memperihatinkan. Anjurannya untuk kita semua agar kita tidak terjebak dalam kehidupan seperti itu adalah “Ambilah sedikit waktumu untuk bersyukur” kepada Tuhanmu, sang khalik penciptamu atas kehidupan yang engkau miliki apapun keadaanya sekarang, tetaplah untuk selalu “Bersyukur”.

Bersyukur adalah ungkapan hati kita atas segala sesuatu yang telah kita terima atau rasakan serta kita ungkapkan dari rasa terima kasih kita pada Tuhan atas segala berkat dan anugrahNya yang terus menerus kita rasakan. “Bersyukurlah” sebab hal ini akan mengubah hidup anda, karena rasa syukur akan menjauhkan kita dari persungutan yang sering kita lakukan ketika kita kecewa, lelah dan menjadi putus asa. “Bersyukur adalah obat penawar dari segala sifat-sifat yang mengerdilkan jiwa dan keyakinan kita.

Rasa syukur adalah obat, rasa syukur adalah kekuatan yang mendasyatkan yang dapat meledakan segala potensi yang kita miliki untuk senantiasa terus maju dan berkarya di dalam mengejar impian-impian kita. Rasa syukur merupakan suatu pengingat yang efektif atas begitu besar dan mulianya campur tangan Tuhan yang kita terima setiap saat di masa lalu kita dan untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu tetaplah selalu “bersyukur”. Ketika anda lelah” bersyukurlah”, ketika kita kecewa “bersyukurlah”, ketika kita di hadapkan dalam berbagai beban kehidupan tetaplah untuk selalu” bersyukur”.

1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah yang di kehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

Akhir kata dari kami untuk saudara-saudaraku, teman-temanku, sahabat-sahabatku Come And Fallow Jesus, senantiasalah mengucap syukur apapun yang terjadi dan lihatlah perubahan hidup yang luar biasa akan engkau terima dan alami karena Tuhanmu Sang Khalik Pencipta akan memperhatikan hidupmu. Karena itu “Bersyukurlah dan perhatikan apa yang akan terjadi.
God bless. Amin.
--------------------

Yang Lemah Berkata,” Aku Kuat!”

Sumber : Mujizat itu Nyata
Salah satu rahasia terbesar kehidupan Kristen adalah bahwa kita sangat lemah dengan kekuatan kita sendiri namun kita kuat di dalam kekuatan Allah. Sangat mudah menemukan ayat yang mendukung pernyataan ini :

1. "...baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" (let the weak say, I am strong - KJV) (Yoel 3:10).
2. "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 12:9).
3. "Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (2 Korintus 12:10).
4. "telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan." (2 Korintus 32-34).

Alkitab mengatakan kepada kita jika kita ingin menjadi kuat, kita harus menjadi lemah. Ini menjelaskan kepada kita bahwa kekuatan kita hanya menjadi sempurna di dalam kelemahan.

Namun ini bukan berarti kita menjadi pasif dan tanpa harapan seperti sebuah keset yang menunggu untuk diinjak setiap orang yang melewati kita. Tidak seperti itu! Sebaliknya "...orang benar merasa aman seperti singa muda." (Amsal 28:1) dan kita diperintahkan untuk menguatkan dan meneguhan hati kita( Yosua 8:1). Jadi, bagaimana caranya untuk menjadi lemah sebelum memperoleh kekuatan, menjadi lemah namun berkata kita kuat?

Jawaban yang pasti adalah bahwa Allah tidak mengijinkan kita untuk memakai kekuatan kita sendiri dan mengijinkan kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita. Kekuatan Allah lebih dari cukup untuk kita, Dia cukup kuat untuk menopang seluruh kehidupan kita dengan kuasa-Nya dan menolong kita untuk melewati setiap masalah yang menghadang.

Tuhan adalah Tuhan, Dia yang membentuk kita sehingga Dia mengenal siapa kita dan Dia hanya menginginkan yang terbaik untuk kita bahkan sering kali kita akan kagum dengan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Mungkin Tuhan tidak membawa kita ke jalan yang cepat dan mudah, sering Tuhan membawa kita ke tempat yang penuh pergumulan untuk membentuk karakter kita, untuk menaklukan tantangan, untuk dapat melewati ujian yang Dia letakan atas hidup kita.

Tidak ada kemenangan tanpa sebuah pertempuran. Sangat menyenangkan ketika ada di puncak gunung bisa melihat pemandangan yang luar biasa tapi untuk mencapainya kita harus melewati lembah dan mendaki tebing yang curam lebih dahulu. Mungkin kita akan merasa tidak nyaman ketika diuji, tetapi dalam hikmat Tuhan, ujian tersebut adalah untuk kebaikan kita. Faktanya, Tuhan sering kali menasehati kita melalui Firman-Nya bahwa dislipin-Nya akan mendatangkan kebaikan untuk kita :

1. "Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa." (Ayub 5:17)
2. "Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya."(Amsal 3:11)
3. "Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."(Amsal 3:12)
4. "Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?" Ibrani 12:7)

Dalam 2 Tawarikh 20:17, kita diperintahkan untuk tenang dan melihat keselamatan dari Tuhan, ini bukanlah sebuah tindakan yang pasif tetapi berdiri dengan teguh yang berakar dalam iman dan percaya kepada kuasa Tuhan yang tak terbatas. Kita kuat jika iman kita kuat. Tuhan "memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7). Kelemahan dan ketakutan berasal dari musuh, hal ini akan membuat kita mudah menyimpang ke hal-hal yang merusak cara berpikir kita.

Jadi Tuhan tidak memberi kita kelemahan dan ketakutan. Tetapi Dia memasukkan kekuatan-Nya ke dalam kita melalui iman dan memberi kita kekuatan untuk meruntuhkan penghalang dan hambatan di depan kita. "Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.( 2 Korintus 13:4). Amin
--------------------

31 Desember 2009

TAHUN KEMARIN MERUPAKAN SENJA TRAKHIR YANG TERBENAM DI TAHUN 2009. BUANG SEMUA DUKA, KEMALANGAN, KEBENCIAN,IRI HATI DAN AMARAH. BIARLAH SEMUA TERBENAM SEIRING TERBENAMNYA MATAHARI TERAKHIR 2009 DAN MARI KITA SONGSONG FAJAR PERTAMA DI TAHUN 2010 DENGAN SEMANGAT UNTUK MENAPAKI HIDUP DI TAHUN 2010 YANG BARU UNTUK MENGGAPAI SATU TAHUN KEBAHAGIAAN, 12 BULAN KEDAMAIAN, 365 HARI KEGEMBIRAAN, 8760 JAM KASIH SAYANG, 525600 MENIT CINTA, 31536000 DETIK PERSAHABATAN DAN KESUKSESAN. TERIRING SALAM DAN DOA. ICHAT

Bersyukur

Sumber : Come and Follow Jesus
Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan
seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari
membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu
hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari
kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan
membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa
luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari
kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang
berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2
tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun
menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk
berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha
menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat,
sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki
nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali.
Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan
memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk
bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib
bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus
berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur,
dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement.
Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian
kejadian.
Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan
baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan" . Maka orang2 seperti Pak
Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2
"beruntung", "sial", dan sebagainya.

Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sungguh tidak tahu
bagaimana hasil akhirnya nanti. Seorang karyawan yang dipecat perusahaan
nya, bisa jadi bukan suatu "kesialan", manakala ternyata status job-less nya
telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di
perusahaan lain. Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini,
kejadian - kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas , Bencana Alam Gempa
Bumi , Konflik rumah tangga , Putus Cinta dan apapun namanya itu. . . .
karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik
peristiwa itu.

" Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Tuhan tahu kemampuan kita.
Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja "

"Live, learn, love and be grateful..."
-Joel Hilton-

MATIUS 7
(1) Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

(2) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
--------------------

30 Desember 2009

Perbuatan baik yang tak pernah terputus...

Sumber : Come and Follow Jesus
Christian Imanuel 30 Desember jam 8:04 Balas
Pada Suatu hari tampak seorang Pria sedang menelusuri sebuah jalan ditempat tinggalnya, dari balik kacamatanya Pria tersebut merasa ada yang telah mencuri penglihatannya saat itu, sudut mata itu terusik pada seseorang diseberang jalan, tampak seseorang itu sedang mengacungkan jempolnya disisi jalan, tampak jelas jempol tersebut tertuju kepada semua kendaraan di sekitar yang melintas, dengan harapan mendapatkan tumpangan untuk meneruskan perjalanan,



namun dari balik kacamatanya pula Pria tersebut tidak melihat ada satupun kendaraan yang sudi menghentikan kendaraannya dan sekedar memberinya tumpangan, dengan sisa wajah yang letih seseorang tersebut melangkahkan kakinya kearah trotoar yang mungkin untuk mengistirahatkan diri, yang entah sudah berapa lama berada di sisi jalan itu, dengan yakin Pria tersebut lalu menepikan kendaraannya untuk menghampiri seseorang tersebut, setelah didekati ternyata orang yang terduduk di trotoar tersebut adalah seorang wanita, dengan wajah penuh keriput serta tongkat yang selalu setia berada disebelahnya seketika berubah ceria dan berusaha tersenyum dengan sisa tenaganya.

Setelah menepikan kendaraannya Pria tersebut bertanya

-PRIA-
"Nek, apa yang sedang Nenek lakukan disini, saat ini ?"


Lalu Nenek itu menjawab dengan lirih bahwa dia tersasar ke daerah ini dan bingung jalan pulang kerumah karena pada saat yang bersamaan tas nya kecurian ketika sedang jalan di suatu daerah.
Lalu dengan sopan Pria tersebut menawarkan diri untuk memberinya tumpangan sampai ketempat tujuan, didalam kendaraan tersebut si Nenek menanyakan nama Pria tersebut, [/right]

-NENEK-
"Nak, kalau boleh Nenek tahu, siapakah namamu ?"

-PRIA-
"Oh saya Dwight Nek"

-NENEK-
"Terima kasih ya Nak, kamu sungguh Baik sekali"

sekali lg ujar sang Nenek dalam ungkapan rasa terimakasihnya saat ini.

-PRIA-
"Oh tak apa Nek, saya sadar saya lahir dari rahim seorang Ibu yang notabene adalah seorang wanita, jadi ketika saya melihat Nenek saat itu yang sedang benar-benar membutuhkan pertolongan, hati saya merasa tergerak dan merasa bahwa saat itu adalah Ibu saya yang sedang berdiri disitu, jadi saya benar-benar ikhlas untuk membantu Nenek"

lalu tanpa sadar Pria tersebut meneteskan air mata, ingat akan Orang Tuanya yang membuatnya selalu rindu untuk selalu berada ditengah-tengah kehangatan mereka.

-NENEK-
"Sekali lagi terima kasih banyak ya Nak..."

lalu Nenek tersebut menyunggingkan senyum haru mendengar jawaban dari Pria tersebut.

Setelah berapa saat akhirnya kendaraan yang mereka naiki telah sampai disebuah daerah dimana Nenek tersebut meminta berhenti dan Berbicara kepada Pria tersebut untuk menurunkannya disini.

-PRIA-
"Dimana Nek rumahnya ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, Nenek turun disini saja"

-PRIA-
"tapi Nek alangkah baiknya, jika saya mengantarkan Nenek hingga kerumah ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, rumah Nenek sudah dekat sekali dari sini, cukup biar Nenek meneruskannya dengan berjalan hingga kedepan rumah Nenek"

dengan sangat terpaksa akhirnya Pria tersebut menepikan kendaraan dan mengabulkan permintaan Nenek tersebut untuk turun disini.

-NENEK-
"Tapi Nak sebelumnya, bagai mana Nenek membalas kebaikan yang engkau lakukan sekarang ?"

-PRIA-
"Oh..Jangan Nek, seperti tadi telah saya katakan, bahwa saya ikhlas untuk membantu Nenek yang benar-benar butuh pertolongan"

-NENEK-
"Tapi Nak...."

-PRIA-
"Baiklah, jika Nenek ingin begitu, permintaan saya cuma satu Nek...", "Apa itu Nak ?", "Saya hanya ingin Nenek melakukan hal yang sama denga saya, Nenek bantulah orang yang benar-benar butuh bantuan ketika Nenek tahu bahwa orang tersebut butuh pertolongan kita..."

lalu Nenek tersebut tersenyum dengan bahagianya mendengar kata-kata Pria tersebut dan mengangguk sebagai tanda setuju.

Suatu hari disebuah tempat makan, Tampak seorang pelayan wanita yang sedang hamil melangkah sambil membawa daftar menu di tangan kanan serta alat tulis untuk mencatat order di tangan kiri terlihat sibuk melayani tamu-tamu yang akan memesan makanan.

-PELAYAN-
"Silahkan, ini menunya..."

setelah menyodorkan menu tersbut pelayan tersebut berdiri disisi pelanggannya, tampak wanita tersebut sibuk mencatat makanan apa yang dipesan oleh tamunya itu, setelah tamu selesai mengorder makanan apa yang akan dipesannya, pelayan tersebut melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menyampaikan orderan yang tadi dipesan oleh tamu tersebut. Sepuluh menit kemudian pesanan tamu tersebut telah selesai dan langsung dibawanya menuju meja untuk kemudian disajikan kepada pelanggan tersebut dan tidak lupa untuk selau tersenyum kepada setiap tamu rumah makan itu lalu melangkah untuk kembali mencatat order menu dari tamu-tamu yang lainnya dan terus seperti itu hingga tamu yang pertama tadi dia layani memanggilnya dan menghitung semua makanan yang telah dia pesan.

-PELAYAN-
"silahkan Nek, ini bill-nya...hmmmm...kalau boleh tahu, kenapa Nenek hanya makan sendirian disini ?, kemanakah keluarga Nenek yang lain...?"

tanpa berkata-kata, Nenek tersebut hanya menyunggingkan senyum sambil memasukan beberapa lembar uang kertas untuk membayar bill pesanannya. Lalu pelayan tersebut melangkah menuju kasir untuk menyetorkan bill pembayaran dari tamu tersebut, setelah selesai pelayan tersebut kembali menuju meja dimana tamu tersebut duduk untuk menyerahkan kembalian dari pembayaran bill makanan tadi, namun alangkah terkejutnya ketika didapati tamu tersebut telah tidak ada di tempat dan hanya menemukan secarik kertas dan sebuah amplop putih dibawahnya, masih dalam keterkejutannya pelayan tersebut membaca isi yang tertera disecarik kertas tersebut,

- Nak, sebelumnya Nenek minta maaf karena telah meninggalkan meja ini tanpa sepengetahuanmu, maaf jika isi secarik kertas ini juga telah membuatmu terkejut, sebelumnya Nenek berada dalam posisi yang mungkin akan sangat panjang jika diceritakan serta di tulis disini, namun Nenek ingat pesan seoran Pria yang telah menolong Nenek pada waktu, yang tidak mungkin juga Nenek menceritakannya disini, namun disini Nenek hanya ingin membantumu, karena hati kecil Nenek berkata bahwa kamu sedang ada pikiran, maka dari itu Nenek meninggalkan amplop putih yang berada di bawah secarik kertas ini untuk membantumu, semoga apa yang Nenek berikan ini dapat berguna bagi persalinan anak kamu kelak-

Tangan pelayan itu gemetar setelah membaca surat tersbut lalu dengan sangat hati-hati tangannya mengangkat amplop putih yang tadi berada dibawah secarik kertas tersebut, lalu di buka nya perlahan dan alangkah terkejutnya lagi pelayan tersebut setelah melihat isi dari amplop putih tersebut adalah selembar cek lengkap dengan nominal yang cukup besar untuk sebuah pemberian cuma-cuma, namun ini adalah sebuah anugrah yang datang kepadanya melalui seorang Nenek dari Tuhan YME hingga tanpa sadar air matanya jatuh mambasahi secarik kertas yang masih dipegangnya.

Malamnya, pelayan tersebut memeluk erat-erat suami yang sedang tidur disebelah dirinya itu lalu memberikan sebuah kecupan hangat dikening sambil membisikan kata-kata ditelinga

-ISTRI-
"Sayang, qmuh nggak usah terlalu khawatir akan persalinan anak kita kelak, Tuhan memberikan Rezeki yang tidak terduga buat kita dan anak kita"

dan tanpa sadar air mata jatuh kembali hingga ke wajah suaminya itu lalu kembali memeluknya erat-erat, sambil membisikan kata-kata.....
"I LOVE YOU DWIGHT"...


-Beberapa yang mungkin kita bisa petik, bahwa kita sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan di dunia ini agar selalu saling bantu dan berbuat baik yang tidak pernah terputus terhadap sesama....

Masing-masing manusia memiliki masalahnya sendiri, cuma bagaimana kita sebagai manusia sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tetap berdampingan dalam menempuh hidup, alangkah bahagianya ketika kita keluar dari masalahnya dan tetap dalam kebersamaan

Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:17)

hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 19:19)

29 Desember 2009

MALAIKAT DI POMPA BENSIN

Sumber : Elias Stories

Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah.(Mazmur 55:23)

TUHAN mempunyai banyak cara untuk menjaga dan memakai kita. Kisah ini, ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver :

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul lima, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulerad, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.

Ketika saya tiba di sana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel. Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, mobil Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan ada 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan), dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, "Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!", jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini.

Saya bertanya, "Apakah Anda berdoa?" Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, "IA mendengar Anda, dan IA mengirim saya."

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli dua kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya dua bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang di sana.

Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal di sana. Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya.

Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, "Apakah Anda malaikat atau apa?"

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, "Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa."

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju kemobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...

Berdoalah: "Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman-temanku, keluargaku dan orang yang membaca email ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon kamu untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Di mana ada luka, sembuhkan dan berikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Di mana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Jesus. Amin."

Artikel Lain:

- Nyawa Cadangan

- Pengampunan Itu Menyembuhkan

- Kuasa Allah Tidak Dibatasi Oleh Jarak

cid:image001.gif@01CA7E28.B6F2D680 Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

Renungan: Sebuah Rahasia Di Balik Mukjizat

Saya setuju bahwa umat Allah, harus memandang mujizat secara objectif, tidak menjadikan mujizat seperti sebuah hal yang luar biasa seakan semua mujizat ada Allah didalamnya. Iblis juga dapat melakukannya, bahkan tidak perlu pendeta paranormalpun lebih spektakuler menampilkan entertainment seperti itu.

Fenomena manusia mencari mujizat adalah merupakan bagian dari jiwa yang haus akan Tuhan. Mereka mencari segala yang gaib, entah itu mujizat, nubuat, pelepasan gaib atau doa-doa berkat atau apapun juga yang mistik. Ironisnya hal itu dijawab oleh gereja seperti menu restoran. Mereka yang mencari mujizat tidak hanya akan datang ke gereja tetapi juga ke tempat lain yang dimana fenomena mistik "baik" itu juga ada. Tetapi mereka yang mencari Yesus, walau mati sakitpun mereka penuh sukacita dan damai sejahtera.

Keselamatan tidak ditandai dengan mujizat kesembuhan ataupun manifestasi mistik lainnya. Keselamatan diterima dengan iman dan selanjutnya iman tersebutlah yang membawa dari satu kebenaran kepada kebenaran yang lainnya yang menghiasi hidup kita dengan berbagai perbuatan yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. Tanda keselamatan itu adalah buah-buah bukan mujizat.

Mujizat juga terjadi tidak harus dengan perantara pendeta atau siapapun juga, sebab setiap umat Allah memiliki hak untuk menerima pertolonganNya entah dengan cara alami atau spektakuler bahkan dengan mujizat sekalipun. Istri saya sembuh dengan mujizat dari batu empedu yang hendak diangkat tanpa tumpang tangan pendeta manapun, hal itu membuat dokter specialis di Taiwan yang menanganinya heran tetapi tidak terkejut sebab ia sering menjumpai hal seperti itu terjadi pada umat Kristen. Saya pribadi juga batal operasi walau telah menerima surat dokter juga tanpa tumpang tangan pendeta manapun juga, bahkan hal-hal sepele seperti radang tenggorokan seketika itu juga detik itu juga sembuh setelah berdoa, sama sekali tanpa perantara siapapun. Sebab memang Yesus mengatakan kesembuhan itu adalah hak anak dan saya dan anda berhak mendapatkannya tidak harus "menyewa" manusia bergelar apapun juga.

Saya tidak menyalahkan mereka yang didoakan atau mendoakan orang sakit, sebab hal ini juga merupakan bagian dari pelayanan Tubuh Kristus dan banyak mereka yang sembuh setelah didoakan dengan iman. Bahkan di Sekolah Minggu tempat dimana saya dahulu melayani seorang Ibu bersaksi tentang kesembuhannya setelah didoakan anaknya yang masih kecil. Semua terjadi secara alami dan sehari-hari kita jumpai disekitar kita diantara anak-anak Allah.

Sekarang saya mengharapkan semua umat Allah menaruh imannya kepada Allah Bapa yang memberikan kesembuhan dan mujizat kepada siapa juga anakNya yang meminta kepadaNya sesuai keperluannya. Tetapi tanda keselamatan itu adalah buah-buah yang kita hasilkan dari dorongan Roh Kudus yang dimeteraikan dalam hidup kita.

Salam,
Leo

Selamat Menyongsong Tahun Baru 2010

Sumber : Come and Follow Jesus
Tak terasa tahun 2009 akan segera berlalu untuk menyongsong tahun 2010. Beragam persiapan acara untuk menyambut tahun 2010 tentu sudah teman-teman semua persiapkan dengan seksama. Tahun baru memang selalu dirayakan, baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas sesuai kemampuan masing2. Perayaan tahun baru bukan sekedar bersenang-senang. Tahun baru dirayakan untuk mengingatkan kita kalau umur terus bertambah tua, memberi kita semangat baru untuk membangun hidup yang lebih baik lagi, mempererat kekeluargaan-persahabatan-pertemanan, ataupun berbagi kebahagiaan kepada orang lain.

Sejak langkah awal perjalanan hidup di tahun ini 2009 mungkin diantara Kita mengalami kegagalan demi kegagalan di dalam hidup ini dan mungkin sebaliknya….
Dengan berat beban salibku yang kita pikul… berat dipundak kita membuat kita tersungkur jatuh dan aku jatuh lagi…dan kita menjadi letih. Hanya satu Jalan yang pasti Hidup Bersama Jesus.

Tuhan Yesus tidak akan pernah mengecewakan kita, DIA akan selalu memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Masalah pasti ada dalam hidup kita, itu menandakan kita hidup,dan hiduplah hanya untuk Tuhan Yesus yang telah memilih kita. Tuhan akan selalu menyertai kita sekalipun kita dalam masalah. DIA tidak akan pernah tinggalkan kita.

"Serahkanlah segala kekuatiranmu, masa depanmu dan semua perencanaamu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." . Jangan jadikan Tuhan sebatas lampu emergency, yang hanya menyala ketika dibutuhkan, namun jadikanlah Tuhan sebagai
partner dalam menempuh perjalanan hidup. Libatkan Tuhan dalam segala
aspek kehidupan Kita. Tinggalkanlah Semua Kenangan Buruk Tahun Ini. Siapkan Diri Tuk Sambut Tahun baru.. Bikin Hidup Lebih Hidup dan Lebih Berarti untuk sesama kita, keluaraga, dan terutama Tuhan.

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengajak Kita semua untuk datang kepada-Nya. Apabila Kita menyadari bahwa selama ini Kita hidup menyimpang dari kehendak Tuhan, datanglah kepada-Nya dan katakan,”Tuhan, tolong aku untuk kembali hidup dalam kebenaran-Mu. Bimbing aku untuk berjalan dalam kehendak-Mu.” Apabila Kita sedang berada dalam kesulitan dan Kita merasa tidak berdaya untuk mengatasi beban dan masalah Kita, mungkin itu masalah pekerjaan, studi, usaha, atau rumah tangga Kita, apapun masalah Kita, ingatlah Tuhan mengasihi Kita. Berserulah kepada-Nya, mohonlah pertolongan-Nya. Ia sanggup menolong Kita, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ia sanggup melakukan segala sesuatu. Ia mampu menciptakan alam semesta dari tidak ada menjadi ada. Oleh karena itu, dimanapun saat ini kita berada dan bagaimanapun keberadaan diri Kita, sekarang juga saya mengundang Kita untuk membuka hati dan menyerahkan hidup Kita, baik masa lampau maupun masa depan Kita ke dalam tangan-Nya. ...

Tinggalkanlah Semua Kenangan Buruk Tahun Ini. Siapkan Diri Tuk Sambut Tahun baru.. Bikin Hidup Lebih Hidup dan Lebih Berarti untuk sesama kita, keluaraga, dan terutama Tuhan. Kita lahir di dunia bukan hanya untuk diri kita dan keluarga kita saja. Tetapi kita terlahir untuk membuat dunia ini lebih indah lebih mudah dan lebih bermakna. .

Beberapa hari yang tersisa ditahun 2009 ini, ada baiknya agar kita mulai instropeksi diri. Mengingat-ingat hal baik dan buruk yang telah dilakukan di tahun 2009 dan membuat perencanaan baru untuk tahun 2010.Semoga tahun yang akan datang akan jauh lebih baik dan bermakna.

Selamat Menyongsong Tahun Baru 2010..
Tuhan Memberkati Kita Semua.
--------------------

Boneka untuk adikku

Sumber : Come and Follow Jesus
Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk

membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika

melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu

selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju" "Natal benar2

semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring,

tidur, dan hanya terjaga setelahnya" Walau demikian, aku tetap berjalan

menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai mengutuki harga-harga,

berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain

dengan mainan yang mahal.



Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki2 berusia

sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka

itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka

itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di

dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?'

Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang

untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian Perempuan itu meminta anak

itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia berkeliling ke tempat

lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih

menggenggam boneka itu di tangannya.



Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin

memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka yang paling disayangi adik

perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal ini. Ia yakin

Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya' Aku menjawab mungkin

Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan

khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan sedih 'Tidak, Santa Claus

tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini.

Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat

memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana.' Mata anak laki2 itu

begitu sedih ketika mengatakan ini 'Adikku sudah pergi kepada Tuhan.

Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira

mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku.' Jantungku

seakan terhenti.



Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Aku minta papa untuk

memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu

hingga aku pulang dari supermarket.' Kemudian ia menunjukkan fotonya

yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Aku juga ingin mama membawa

foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak

meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku.'

Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam.



Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan dan

berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika kita periksa lagi, kalau2

uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap punyaku cukup.' Kutambahkan

uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata

cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: 'Terima Kasih

Tuhan karena memberiku cukup uang' Kemudian ia memandangku dan

menambahkan: 'Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk

memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini

sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku.

Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi

aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA

memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih.' 'Kau tahu,

mamaku suka mawar putih'



Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan

keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya

berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari

pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu,

yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan

menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang

gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam

kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat

penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari

kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki2 ini?



2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran

bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan

diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah

duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang2

untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu

di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang

cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu ditempatkan di atas

dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah

berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki2 itu kepada ibu dan

adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap

mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.

FRIENDS ARE LIKE ANGELS,

WHO HELP US FLY WHEN OUR WINGS HAVE FORGOTTEN HOW TO FLY
--------------------

28 Desember 2009

Poinsettia: Legenda Bunga Natal

Sumber : Come and Follow Jesus
Tersebutlah kisah tentang Pepita, seorang gadis Meksiko yang miskin, yang tidak mempunyai hadiah apa-apa untuk dipersembahkan kepada Bayi Yesus pada Misa Malam Natal. Sementara Pepita dan Pedro, sepupunya, berjalan perlahan menuju kapel, hati Pepita merasa amat sedih.

“Aku yakin, Pepita, bahkan hadiah yang paling sederhana sekali pun, jika diberikan dengan cinta, akan berharga di mata-Nya,” hibur Pedro.

Karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya, Pepita berlutut di tepi jalan dan mengumpulkan segenggam penuh rumput liar. Ditatanya rumput-rumput liar itu menjadi sebuah karangan rumput yang kecil. Ketika dipandanginya karangan rumput liar yang kasar itu hati Pepita bertambah sedih, juga malu akan hadiahnya yang tidak berarti itu. Pepita berusaha keras untuk menahan air matanya yang hampir menetes, sementara ia memasuki kapel desa yang kecil.

Sedang Pepita melangkah menuju altar, di telinganya terngiang-ngiang kata-kata Pedro yang lembut: “Bahkan hadiah yang paling sederhana sekali pun, jika diberikan dengan cinta, akan berharga di mata-Nya.” Pepita merasakan cintanya yang berkobar-kobar kepada Bayi Yesus sementara ia berlutut untuk mempersembahkan karangan rumputnya di gua Natal. Tiba-tiba, dari karangan rumput Pepita bermekaranlah bunga-bunga indah berwarna merah menyala. Semua yang melihatnya yakin bahwa mereka telah menyaksikan suatu mukjizat Natal yang terjadi di depan mata mereka.

Sejak saat itu, bunga-bunga indah warna merah menyala itu disebut Flores de Noche Buena, atau Bunga-bunga Malam Kudus, karena mereka hanya mekar sekali setahun yaitu pada masa Natal.

Flores de Noche Buena pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Amerika pada tahun 1825 oleh Joel Roberts Poinsett, seorang duta besar Amerika di Meksiko. Oleh karena itu Flores de Noche Buena disebut juga bunga Poinsettia.

ROMA 12:1
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

a story of Pepita, a poor Mexican girl, who did not have any prizes to offer to the Baby Jesus on Christmas Eve Mass. While Pepita and Pedro, his cousin, walked slowly toward the chapel, Pepita heart felt very sad.

"I am sure, Pepita, even the simplest of gifts even if given with love, will be valuable in his eyes," Pedro said soothingly.

Not knowing what else to do, Pepita knelt by the roadside and gathered a handful of weeds. Arranged weeds into a small bouquet of grass. When looked essay rough weeds that grow Pepita heart sad, too shy to present that does not mean it. Pepita trying hard to hold back the tears that almost dripping, as he entered the small village chapel.

Pepita was walked down the aisle, in her ears ringing Pedro words soft: "Even the simplest of gifts even if given with love, will be valuable in his eyes." Pepita feel the love burning to the Baby Jesus as he knelt to offer the grass in the cave essays Christmas. Suddenly, the bouquet of blooming grass Pepita beautiful flowers bright red. All who saw it believed that they had witnessed a Christmas miracle that happened in front of their eyes.

Since then, beautiful flowers bright red color was called Flores de Noche Buena, or the flowers Holy Night, because they only bloom once a year ie during Christmas.

Flores de Noche Buena was first introduced to the American public in 1825 by Joel Roberts Poinsett, an American ambassador in Mexico. Therefore, the Flores de Noche Buena is also called poinsettia flowers.
--------------------

Kasih Allah....

Sumber : Come and Follow Jesus
Allah Adalah kasih... Karena Kasihnya kepada kita manusia IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal datang kedalam dunia untuk menebus dosa kita.Apapun yang terjadi dengan kita dan apapun yang telah kita lakukan, kasih-Nya serta pengampunan-Nya adalah lebih besar daripada masalah kita. Dan bila kita datang kepada-Nya, mengakui dosa-dosa kita, maka Allah adalah setia untuk mengampuni kita dari segala dosa kita.Terimalah Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita sebagai Juruselamat dan Penebus. Biarkan Ia masuk ke dalam hidup kita, Ia akan memulihkan hidup kita dan memperbaikinya.Bukan hanya itu saja Tetapi Ia akan juga dapat memberikan kepada kita pengharapan serta masa depan yang pasti.

Yesus datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA, jangan tinggal di dalam kegelapan.
Andalkanlah DIA dalam segala Aspek kehidupan kita.


Selamat Natal ..Biarlah Damai Sukacita Natal, tercurah penuh dalam kehidupan kita semua. dan Selamat menyongsong Tahun Baru 2010
JESUS LOVE U ALL & FAM
--------------------

DUA BAYI DALAM PALUNGAN

Sumber : come and Follow Jesus
Pada tahun 1994, dua orang misionaris Amerika mendapat undangan dari Departemen Pendidikan Rusia untuk mengajar Moral dan Etika berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Mereka mengajar di penjara-penjara, kantor-kantor, departemen kepolisian, pemadam kebakaran dan di panti asuhan.

Panti Asuhan yang mereka kunjungi cukup besar dengan sekitar seratus anak laki-laki dan perempuan yatim piatu penghuninya. Mereka adalah anak-anak yang dibuang, ditinggalkan dan sekarang dirawat dalam program pemerintah.

Inilah kisah para misionaris tersebut:

"Waktu itu menjelang Natal 1994, saatnya anak-anak yatim piatu kita - untuk pertama kalinya - mendengarkan kisah Natal. Kami bercerita tentang Maria dan Yusuf, bagaimana setibanya di Bethlehem, mereka tidak mendapatkan penginapan hingga mereka akhirnya menginap di sebuah kandang hewan. Di kandang hewan itulah akhirnya Bayi Yesus lahir dan dibaringkan bunda-Nya dalam sebuah palungan.

Sepanjang kisah itu, anak-anak maupun pengurus panti asuhan begitu tegang; mereka terpukau dan takjub mendengarkan Kisah Natal. Beberapa anak bahkan duduk di tepi depan kursi seakan agar bisa lebih menangkap setiap kata. Selesai bercerita, setiap anak kami beri tiga potong kertas karton untuk membuat palungan. Mereka juga mendapat sehelai kertas persegi, sobekan dari kertas napkin kuning yang kami bawa. Anak-anak amat senang menerimanya karena di kota itu belum ada kertas berwarna.

Sesuai petunjuk, anak-anak mulai menggunting kertasnya dengan hati-hati lalu kemudian menyusun guntingan-guntingan kertas kuning sebagai jerami dipalungan. Potongan-potongan kecil kain flannel, yang digunting dari gaun malam seorang ibu Amerika yang telah meninggalkan Rusia, dipakai sebagai selimut bayi. Bayi kecil mirip boneka pun digunting dari lembaran felt yang kami bawa dari Amerika.

Semua anak sibuk menyusun palungannya masing-masing. Saya berjalan di antara mereka untuk melihat kalau-kalau ada yang membutuhkan bantuan. Semuanya tampak lancar dan baik-baik saja, hingga saya tiba di meja si kecil Misha. Misha adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun. Ia telah selesai mengerjakan proyeknya.

Ketika saya mengamati palungan bocah kecil ini, saya merasa terkejut bercampur heran. Ada dua bayi dalam palungan Misha. Cepat-cepat saya memanggil seorang penerjemah untuk menanyakan hal ini kepada Misha. Dengan melipat kedua tangannya di meja, dan sambil memandangi karyanya itu, Misha mulai mengulang Kisah Natal dengan amat serius.

Bagi anak sekecil dia, yang baru sekali saja mendengarkan Kisah Natal, ia menceritakan semua rangkaian kejadian dengan amat cermat dan teliti, hingga ia tiba pada bagian di mana Maria membaringkan Bayinya dalam palungan. Mulailah Misha bergaya. Ia membuat sendiri penutup akhir Kisah Natalnya. Katanya:

'Dan ketika Maria membaringkan Bayinya dipalungan, Bayi Yesus melihat aku. Ia bertanya apakah aku punya tempat tinggal. Aku katakan kepada-Nya bahwa aku tidak punya mama dan juga tidak punya papa, jadi aku tidak punya tempat tinggal. Kemudian Bayi Yesus mengatakan bahwa aku boleh tinggal bersama Dia. Tetapi aku katakan bahwa aku tidak bisa. Bukankah aku tidak punya apa-apa yang bisa kuberikan sebagai hadiah kepada-Nya seperti yang dihadiahkan orang-orang dalam kisah itu?

Tetapi aku begitu ingin tinggal bersama-Nya, jadi aku berpikir-pikir, "Apa ya, yang aku punya yang bisa dijadikan hadiah untuk-Nya." Aku pikir, barangkali kalau aku membantu membuat-Nya merasa hangat, itu bisa jadi hadiah yang bagus.

Jadi aku bertanya kepada Yesus, "Kalau aku menghangatkan-Mu, apakah itu bisa dianggap sebagai hadiah?" Dan Yesus menjawab, "Kalau kamu menjaga dan menghangatkan Aku, itu akan menjadi hadiah terindah yang pernah diberikan siapapun pada-Ku."

Demikianlah, aku menyusup masuk dalam palungan itu. Yesus memandangku dan berkata bahwa aku boleh kok tinggal bersama-Nya untuk selamanya.'
Misha dan Yesus
Saat si kecil Misha selesai bercerita, kedua matanya telah penuh air mata yang kemudian meleleh membasahi pipinya yang mungil. Wajahnya ia tutupi dengan kedua tangannya, kepalanya ia jatuhkan ke atas meja. Seluruh tubuh dan pundaknya berguncang hebat saat ia menangis dan menangis.

Yatim piatu yang kecil ini telah menemukan seseorang yang tak akan pernah melupakan serta meninggalkannya, yaitu seseorang yang akan tinggal bersamanya dan menemaninya - untuk selamanya."

YOHANES 15:5
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

In 1994, two American missionaries received an invitation from the Russian Ministry of Education to teach moral and ethics based on biblical principles. They teach in prisons, offices, police department, fire department and in an orphanage.

Orphanage they visit large at about a hundred boys and girls orphaned inhabitants. They are children who discarded, abandoned and is now being treated in government programs.

This is the story of the missionaries are:

"It was just before Christmas 1994, the time the children of our orphans - for the first time - listened to the Christmas story. We talked about Mary and Joseph, how the arrival in Bethlehem, they did not get the inn until they finally stayed in a barn animal. In the stable animals that eventually the Baby Jesus was born and his mother lay in a manger.

Throughout the story, the children and orphanage administrators so tense, they dazzled and amazed listening to the Christmas story. Some children even sat on the edge of the chair as if to get a better catch every word. Finished, each child we give three pieces of construction paper to make a manger. They also got a square piece of paper, Napkin paper torn from a yellow that we had brought. Children are very happy to accept it because the city's no-colored paper.

According to the instructions, the children began to cut the paper carefully and then make paper cuttings of yellow as straw in a manger. Small pieces of flannel cloth, cut out of an evening gown that American mothers have left Russia, used as a baby blanket. Small baby doll-like even, cut from sheets of felt that we had brought from America.

All the kids busy up each manger. I walked among them to see if anyone needed help. Everything looks smooth and fine, until I arrived at the little table Misha. Misha was a boy aged about six years. He has finished work on the project.

When I watched this little boy a manger, I was surprised mingled surprise. There were two babies in the manger Misha. I quickly called a translator to ask this to Misha. With his hands folded on the table, and looking at his work, Misha began to repeat the story of Christmas with very serious.

For a small child he was, who had once listened to the Christmas story, he told all the events very closely and carefully, until he arrived at the part where Mary put baby in the manger. Start Misha style. He makes his own cover story last Christmas. He said:

'And when Maria laid the baby dipalungan, Baby Jesus saw me. He asked if I had a place to live. I told him that I did not have mommy and daddy did not have, so I do not have a place to live. Then Baby Jesus said that I could stay with him. But I say that I could not. Did not I do not have anything to give as a gift to Him as those presented in the story?

But I so want to stay with him, so I was thinking, "What was it, that I could have made a gift to Him." I thought, maybe if I help make him feel warm, it could be a good gift.

So I asked him, "If I warm you, whether it can be considered as a gift?" And Jesus replied, "If you keep and warmed me, it would be the greatest gift ever given to anyone on Me."

Thus, I sneak into the crib. Jesus looked at me and said that I could kok stay with him forever. "
Misha and Jesus
As little Misha finished, her eyes had filled with tears which then melted down her cheeks a little. He covered his face with both hands, he dropped his head onto the table. Whole body and powerful shoulders shaking as he cried and cried.

Little orphan had found someone who will never forget and leave it, someone who will stay with him and accompany him - forever. "

JOHN 15:5
"I am the vine, ye are the branches. Whoever remains in me and I in him, he bear much fruit, for without me ye can do nothing."
--------------------

Aku Tidak Ingat lagi

Sumber : come and Follow Jesus
Pada suatu hari seorang suster dari biara di Milan tergopoh-gopoh mendatangi uskup dan menceritakan bahwa 2 hari sebelumnya Yesus menampakkan diri di hadapannya.Uskup itu tampak tekejut sebentar lalu bertanya kepada suster itu,

"Apakah saat itu kamu berbicara kepada Yesus?"

"Ya. . Bapak Uskup ,"Jawab Suster.

"Apakah hanya sekali itu?"Lanjut Uskup

"Sebetulnya,Yesus berjanji mau menampakkan diri Lagi,"Jawab Suster dengan penuh semangat.

"Oh ya. . ?"Kata Uskup.Uskup merenung sebentar,sambil tersenyum ia berkata kepada suster itu.

"Gini aja. . ,Jika kamu bertemu Yesus lagi,Tolong ajukan pertanyaan begini. . .mana yang lebih besar dosa dari uskup sebelum ia menjadi seorang uskup ?"Uskup mengetahui bahwa hanya Tuhan dan Bapak pengakuannyalah yang tahu dosanya yang terbesar.

Kira-kira tiga minggu kemudian ,suster tersebut datang lagi menemui uskup.

Uskup menerima dia di ruang kerjanya dan dengan bersemangat bertanya,"apakah kamu mendapatkan penampakan lagi suster?"

"Ya . . ,bapak uskup" Jawab Suster.

"apakah kamu bertanya kepada Yesus seperti yang saya pesankan?",tentang dosa-dosa saya?"Lanjut uskup.

"Ya saya menanyakan hal itu!"

"Lalu apa jawab Yesus?" Kejar uskup penasaran.

Sambil tersenyum suster itu melanjutkan,

"Tuhan Yesus mengatakan,Dosa. .. .?Aku tidak ingat lagi tuh !".



Saudara .....,Kita semua mengetahui Bahwa Tuhan itu Maha Pengampun kan ?
Bertobatlah . .

Tuhan Yesus Memberkati.

22 Desember 2009

Happy Mother Day 22 Desember 2009

Dear mama, walau mama udah tenang di pangku sang Khalik, tapi mama selalu ada di beta pung bagian terdalam hati ini, mama pung kasih sayang, mama pung doa, dan mama pung piara seng akan hilang dari setiap aliran darahku. di hari ibu ini ingin ku titip salam buat mamaku di langit sana: I Love You so Much... Mom. you are the star for my live.

Mengenang Ibu yang Akan Pergi dan Yang Telah Pergi

Sumber : Doa Untuk Saudara - Ku

Saat engkau dalam kandungan dia menjagamu penih cinta dan kasih sayang agar engkau tidak gugur dalam kandungannya...

Saat engkau berumur 1 tahun dia menghiburmu agar engkau tidak menangis atau merengek-rengek...

Saat engkau berumur 3 tahun dia mulai mengjarimu untuk melangkah...

Saat engkau berumur 7 tahun dia mulai mendidik mu dan menykolahkan mu...

Saat engkau berusia 17 tahun apa yang kamu minta dia berikan karena engkau beranjak dewasa...

Saat engkau berusia 20 tahun dia berjuang untuk membiayai kuliah mu...

Saat engkau berusia 30 tahun dia mengundangmu untuk merayakan ulang tahunnya, tapi kamu sibuk dengan pekerjaan mu dan keluarga mu, engkau hanya mengucapkannya lewat SMS.

Saat engkau berusia 40 tahun dia mulai terbaring di rumah mu karena usianya semakin tua....

Saat engkau berusia 45 tahun dia sudah sakit-sakitan dan menyita sebagian dari waktu mu, tapi apa jawab mu "orang tua hanya merepotkan"

Ketika dia pergi untuk selamanya, engkau baru menyadari dialah nadi dalam hidup mu...

Selamat hari Ibu...
tulisan ini mengingatkan kita pada pengorbanan seorang ibu yang tak pernah berhenti memberikan kasihnya pada kita, dan selalu menyayangi kita....

Natal Adalah Damai.

Sumber : Come and Follow Jesus
Berdamailah dengan diri sendiri dan juga dengan orang lain. "Artinya, sebelum seseorang berdamai dengan orang lain, terlebih dahulu orang itu harus bisa berdamai dengan dirinya sendiri.''
apabila semua orang di muka bumi ini mampu berdamai dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain, maka dunia ini akan damai dan semua umat akan hidup tenteram menikmati kasih karunia Allah, Damai sejahtera itu datang dari dalam hati dan dianugerahkan oleh Yesus Kristus karena Dialah yang datang untuk membawa damai.

Ada tiga hal yang memang sulit dilakukan manusia:
(1) membalas kejahatan dengan kebaikan;
(2) menolong orang-orang yang terlantar, tersisihkan dan terbuang; dan
(3) memahami kesalahan orang lain dan mengakui kesalahan diri sendiri. Akan tetapi, jika kita mengakui bahwa diri kita adalah pengikut Kristus, maka kita harus meneladani perkataan dan perbuatan Yesus. Yesus telah melakukan ketiga hal yang sulit dilakukan manusia, yaitu dengan menyembuhkan orang sakit, mengampuni orang yang berdosa dan mengorbankan Dirinya demi menyelamatkan kita semua.

Damai yang kita dambakan tidak terwujud begitu saja, melainkan harus diupayakan secara terus menerus dan dengan usaha keras, baik sendiri maupun bersama. Itulah sebabnya Yesus memuji mereka yang membawa damai, yang memperjuangkan keadilan dan membangun hidup sebagai saudara. Mereka itu sangat dikasihi Allah, sehingga disebut anak-anak Allah. ``Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah'' (Mat 5:9).

Perayaan Natal saya mengajak kita untuk memberikan kesaksian akan Yesus sang Raja Damai, terutama dengan menghayati dan melaksanakan perintah-Nya untuk membawa damai di mana ada perselisihan, pertengkaran, perkelahian, peperangan; bertindak benar dan adil untuk menegakkan keadilan dan memupuk sikap saling percaya, saling membantu untuk meningkatkan kwalitas hidup bersama.
Semoga melalui perayaan Natal, Yesus lahir di hati kita dan hati kita dipenuhi dengan damai, cinta dan kebahagiaan..

YESUS Datang Membawa TERANG dan DAMAI Bagi Kita… Untuk… Menjadikan Kita Sebagai Pembawa TERANG dan DAMAI Bagi Sesama....Mari kita Mempersiapkan Hati & Pikiran Untuk Sambut Hari Kelahiran Yesus Kristus Dengan Sukacita & Ucapan Syukur.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2009..semoga kehidupan kita dan keluarga selalu dipenuhi dengan cinta dan damai.

JESUS LOVE U ALL
@andry mbura.
--------------------

SURAT PILATUS KEPADA KAISAR TIBERIUS

Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea, Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya : Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius ... Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru, dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang Yahudi. Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya. Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti "Tuhan" (Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia. Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang. Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin, tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat. Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam. Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik, sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari Nazaret ini. Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim. Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus. Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika. Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus "tidak berani" menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24, Yohanes 18 : 31-40 dan 19 : 4,6 - 16)

PEREMPUAN ITU KU PANGGIL MAMA

Perempuan itu ku panggil Mama Yang setiap malam selalu terjaga saat hati sibuah hatinya sedang gelisah... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu sibuk di subuh hari untuk menyiapkan sarapan dan keperluan sibuah hatinya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengajariku untuk menjadi bijaksana,... Yang selalu mengajariku untuk selalu dekat dengan Sang Khalik... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu turut merasakan kesusahanku,.. Yang selalu barusaha memenuhi kebutuhanku... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengkhawatirkan keadaanku saat ku jauh,.. Yang selalu menanyaiku dengan penuh kasih saat ku murung... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat penyakit itu bersarang ditubuhnya dan kubisikan: mama izinkan aku untuk merawatmu dan menjagaimu... Perempuan itu ku panggil Mama Yang yang terbaring lamah di pembaringan... Perempuan itu ku panggil Mama Yang dengan lemah berusaha duduk di pembaringan dan mengatakan pesan terakhirnya kepadaku: "RIS MARI BERBAGI DENGAN MAMA DALAM HIDUPMU"... Perempuan itu ku panggil Mama Yang di saat-saat terakhir hidupnya masih memintaku untuk bernyanyi memuju Sang Khalik serta bertelut dan berdoa untuknya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang malam itu tarikan napasnya semakin berat.... Perempuan itu ku panggil mama Yang saat itu kubertelut di kakinya sambil memanjatkan doa: TUHAN KUMOHON KEBESARAN KASIHMU DAN MUJIZATMU UNTUK KESEMBUHAN DAN MEMBERI PANJANG UMUR BAGI MAMAKU TERCINTA... Perempuan itu ku panggil Mama Yang disaat-saat terakhir hidupnya ku bersujud di kakinya sambil menangis dan memeohon ampun atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kubuat selama hidupku bersamanya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang mengatakan kepadaku: RIS MAMA CAPEK DAN MAMA INGIN ISTIRAHAT... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kubisikan: MAMA, KALAU MAMA CAPEK BERISTIRAHATLAH MAMA......... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat detik - detik terakhir tarikan napasnya, aku masih tetap besujud di kakinya sambil meneteskan air mataku ke kakinya sambil berkata: MAMAKU, TOLONG RASAKAN BETAPA AKU SANGAT MENYAYANGI MAMA LEWAT HANGATNYA AIR MATAKU YANG MENETES DI KAKI MAMA INI... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kasih sayangku kepadanya dikalahkan oleh kasih sayang Sang khalik kepada mamaku, sehingga saat itu juga mamaku menghembuskan napasnya yang terakhir untuk pergi menghadap Sang Khalik, untuk pergi meninggalkan kami selamanya dan untuk mengakhiri segala penderitaan hidupnya di dunia ini... Perempuan itu ku panggil Mama yang disaat tubuhnya terbujur kaku dan dingin, kucium mamaku sambil berbisik: MAMAKU TERSAYANG, KASIH SAYANG MAMA KEPADAKU AKAN TETAP MENJADI BINTANG DI DALAM HATIKU YANG AKAN TETAP BERSINAR DAN SINAR KASIH SAYANG ITU AKAN TETAP KUPANCARKAN KEPADA SEMUA ADIK - ADIKU, SAUDARA - SAUDARAKU, DAN SEMUA ORANG YANG BERADA DI SEKITARKU AGAR MEREKA TAHU BAHWA MAMAKU ADALAH FIGUR YANG TERBAIK DAN YANG TELAH MENDIDIKKU MENJADI MANUSIA YANG BIJAKSANA... Perempuan itu ku panggil Mama yang selalu menyebut namaku di dalam setiap doanya Perempuan itu kupanggil Mama Yang kini menetap disurga bersama Sang Khalik yang mengasihinya... TERIMA KASIH MAMAKU TERCINTA, ATAS SEMUA KEHIDUPAN YANG INDAH, YANG TELAH KAU HADIRKAN SELAMA ENGKAU BERSAMAKU DI DUNIA INI........ LIWAT HEMBUSAN NAPASKU SERTA DOAKU, KU TITIPKAN CIUM YANG PALING MANIS UNTUK MAMA DI SURGA SANA....... (Untuk mengenang mamaku yang meninggal tanggal 5 Mei 2009 di Ambon) Anakmu Richard Sahetapy yang Kau panggil RIS

SENG ADA MAMA LAI

SU SENG ADA MAMA LAI PAR BIKING COLO - COLO SU SENG ADA MAMA LAI PAR TUANG PAPEDA DI SEMPE SU SENG ADA MAMA LAI PAR ATOR MAKAN DI MEJA MAKAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR CUCI BETA PUNG PAKIAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR DENGAR BETA PUNG SUSAH SU SENG ADA MAMA LAI PAR JAGA BETA WAKTU SAKIT MAMAE.... PAR APA LAI BETA PULANG KA RUMAH TUA KALO MAMA SU SENG ADA PAR LIA BETA PAR APALAI BETA DUDU DI MEJA MAKAN KALO MAMA PUNG TAMPA GARAM SU SENG ADA PAR SAPA LAI BETA MAU MANYANYI KALO MAMA SU SENG ADA PAR DENGAR... SIOOO MAMA E.... MAMA SU JAUH DARI BETA DENG BASUDARA MAMA SU TENANG DI TETEMANIS PUNG PANGKO TAPI MAMA PUNG PASANG DENG MAMA PUNG DOA TETAP JADI BINTANG YANG BERSINAR DI BETA PUNG HATI SELAMA HIDOP DI DUNIA. JUST FOR MY LOVE MAMA

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

Yesus Manis