25 November 2009

MY SON BE AN ANGEL

Sumber : Elia Stories Care
Kategori: Kesaksian – Rencana Tuhan

(Chapter 1)

TUHAN BAIK SUNGGUH SANGAT BAIK.

Itulah moto dari keluarga kami…GOD IS GOOD!!!!!!

Saya adalah seorang manusia biasa yang hidup istri dan kedua anak saya.

Anak saya yang pertama laki-laki dan yang kedua adalah perempuan.

Kesaksian saya ini bermula dari kelahiran anak pertama ku. Sungguh sangat senang saat menyaksikan kelahiran anak pertamaku, Saat itu tanggal 14 desember 1986 aku menyaksikan kelahiran anak pertamaku. Dan ternyata anak yang lahir itu adalah seorang laki-laki. Anak itu lahir dengan sehat dan saya sangat bahagia karena saat itu juga saya menjadi seorang PAPA. Kemudian kuberi nama anak itu Nathannael.

Setiap hari aku dan istriku merawat anak pertama kami dengan penuh kasih sayang.

Hari demi hari kulalui bersama anak pertamaku.Nathan sangat suka tertawa. Ia tumbuh seperti anak-anak laki pada umumnya. Setiap hari kunantikan dia memanggilku papa. Tapi sebutan itu tidak kunjung ku dengar. Setelah kurang lebih Nathan berumur 3 tahun, ia juga masih tidak mengucapkan kata “mama atau papa”.

Kemudian aku memutuskan untuk membawa anakku ke dokter specialis THT. Banyak dokter yang kami kunjungi dan hasil yang kami dapatkan adalah sama yaitu anakku telat berbicara. Sebagai seorang ayah aku tidak menaruh sedikitpun kecurigaan dengan kondisi anakku yang selalu sehat dan senang tertawa. Hingga suatu hari aku dan istriku memutuskan untuk memeriksakan kondisi anakku di Jakarta.

Nathan di periksa secara intensif kurang lebih dua minggu oleh seorang profesor terkenal di Jakarta. Saat itu Nathan pergi dengan istriku berdua saja. Setelah dua minggu berlalu, didapatilah bahwa anakku tidak dapat mendengar dan berbicara selamanya, Dokter mengatakan bahwa keadaan telinga baik, gendangan telinga serta anak telinga baik, tapi saraf dari telinga menuju ke otak rusak dan hal ini di sebabkan karena virus toksoplasma. Dan menurut professor tersebut cacat yang diderita anakku tidak ada obatnya walau mencari ke ujung duniapun.

Istriku memberitahu aku tentang keadaan anakku. Sunggu sangat sedih entah apa yang harus aku lakukan. Aku pun tidak putus asa untuk memriksakan anakku ke dokter lain. Aku membawa anakku ke dokter yang datang dari Australia dan hasil yang aku terima adalah sama. Bahwa anakku cacat permanen.

Sebagai seorang ayah aku sangat sedih dan kecewa, tidak ada manusia yang dapat kuandalkan. Hanya ada satu jawaban yaitu YESUS. Aku dan istriku sangat percaya bahwa hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan anakku Nathan.

Menurutku saat itu aku sudah hidup dalam Tuhan. Aku juga melayani Tuhan dalam suatu organisasi Kristen di Surabaya. Dan dengan cara ku aku berusaha dan berdoa kepada Tuhan. Aku sangat rajin membawa anakku ke KKR kesembuhan yang pernah ada di Surabaya. Di mana ada KKR selalu ada aku, istri dan kedua anakku. Dalam KKR itu aku selalu berharap bahwa akan ada mujizat yang terjadi. Tapi hasil yang kudapat adalah NOL.

Aku datang bersama anakku dengan keadaan cacat dan pulang kerumah dengan keadaan yang sama. Hal tersebut kulakukan selama bertahun-tahun. Tapi hingga anakku mulai sekolah ia masih tetap tidak bisa berbicara dan mendengar dengan normal.

Karena Nathan mulai besar dan harus bersekolah, kuputuskan untuk menyekolahkan Nathan di sekolah luar biasa (SLB). Tahun demi tahun berlalu. Tapi keadaan anakku tetap sama dan aku masih rajin membawa anakku ke KKR. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk bergumul secara pribadi dengan Tuhan. Aku bergumul, berpuasa, berdoa dan dalam pergumulanku aku bertanya pada Tuhan “ Apa yang harus kulakukan Tuhan untuk dapat menyembuhkan anakku?’.

Setelah bergumul sekian lama ahkirnya kudapatkan jawaban saat itu Tuhan berkata padaku “jika rohanimu tumbuh 5% maka akan kusembuhkan anakmu 5%,begitupun seterusnya”.

Aku kaget saat mendengar jawaban Tuhan, karena aku sudah melayani Tuhan, didepan manusia aku mendapat banyak pujian dengan pelayananku, tapi ternyata dimata Tuhan pelayananku adalah KOSONG.

Disini aku menyadari bahwa yang ku mau bukan yang yang Tuhan mau. Yang kumaksud bukan yang Tuhan maksud. Yang Tuhan rencanakan bukan yang kurencanakan.

Pergumulannku tak berhenti sampai di situ. Aku masih tetap bergumul apa arti pertumubuhan rohani? Aku sudah melayani Tuhan dan apa yang salah dalam diriku? Itu yang selalu kutanyakan pada Tuhan.

Lama pergumulanku mendapat jawaban. Sampai ahkirnya kudapatkan jawaban Tuhan yaitu “perubahan karakter dalam hidup”.

Memang saat itu aku sudah melayani tapi sebagai seorang yanag sudah melayani aku masih seorang manusia duniawi. Aku sombong, aku munafik, aku masih berkompromi dengan blue film, aku pendendam, aku pembohong, aku sangat busuk sebagai seorang manusia. Tapi saat itu aku tahu yang Tuhan mau. Tuhan mau bahwa aku menjadi anak Tuhan yang benar. Tuhan mau aku merendah, jujur, mempunyai kasih. Tuhan mau aku mengubah hidupku menjadi baru.

Aku mengambil keputusan bahwa aku akan mengubah karakter hidupku. Sangat sulit semua hal itu kulakukan. Tapi Tuhan membimbing aku dan berjalan di depanku.

Dulu aku adalah domba yang hilang dan sekarang telah kutemukan gembalaku.

Sungguh mujizat itu nyata dalam hidupku dan keluargaku. Saat itu anakku sudah kelas 4 SD. Hari itu aku pulang kerja dengan keadaan lelah dan sangat capek tapi kudengarkan anakku memanggil ku “ PAPA”. Aku sangat kaget, senang, hingga semua letih ku hilang. Tuhan menggenapi janjinya dalam pergumulanku. Saat aku memutuskan untuk berubah Tuhan memberikanku penggenapan yaitu dengan perubahan yang ada dalam diri Nathan.

Selama ini Nathan hanya bisa memanggilku dengan bahasa tarzan. Jika anakku minta minum ia hanya dapat menggenggamkan tangannya dan menunjukannya pada mulutnya. Selama ini kami berkomunikasi dengan Nathan menggunakan bahasa isyarat. Tapi sejak hari itu aku semakin berkomitmen pada Tuhan aku mau menjadi lebih baik serta lagi memperbaiki hidupku yang buruk dan hasilnya Anakku mulai mengeluarkan banyak kata-kata. Walaupun banyak kata-kata yang berbalik seperti kacamata jadi matakaca, jika ia mau makan Nathan bilang makan mau. Tapi aku tidak peduli aku sangat senang dengan perubahan yang ada dalam diri anakku. Dan semua itu karena YESUS adalah Allah yang hidup dan selalu menepati janjinya.

Pertolongan dan mujizat Tuhan tidak berhenti sampai di situ saja. Nathan di karuniai kepandaian, Nathan selalu rangking 3 besar di sekolahnya, Tuhan juga menjadikan Nathan tumbuh dengan cinta Tuhan.

Pernah suatu hari saat kami sekeluarga pergi ke mall mendadak Nathan mengeluh bahwa perutnya sangat sakit, Aku sangat bingung kemudian aku memutuskan untuk mengajak Nathan pulang. Tapi Nathan dengan tegas berkata “ papa doakan aku saja”. Tanpa berpikir panjang aku mengajak Nathan menepi dekat etalase kosong dan menjamah perut Nathan yang sakit. Saat aku berkata amin, kemudian aku bertanya pada Nathan apakah perutmu masih sakit? Nathan menjawab “ tidak pa,Tuhan sudah menyembuhkan perutku”. Nathan tumbuh dengan memiliki iman yang sangat kuat. Setiap hari tak henti-hentinya Nathan berdoa agar ia dapat berbicara dan mendengar dengan normal. Nathan tidak pernah menyerah dan selalu mengandalkan Tuhan dalam Hidupnya.

Hari demi hari ia terus bertumbuh dan banyak kemajuan, hingga suatu hari Nathan pun lulus SD.

Saat memasukkan Nathan ke sekolah SMP, aku memutuskan memasukkan kesekolah SMP normal tapi dengan tingkat mutu yang sedang. Disana Nathan mengalami banyak kemunduran dalam pelajarannya. Karena pelajaran di SLB sangat rendah sehingga untuk mengikuti pelajaran disekolah normal sangat sulit bagi anak seperti Nathan. Selain itu Nathan juga mengalami Stress berat saat sekolah karena semua teman Nathan mengejeknya ada yang berkata bisu, cacat tidak pantas sekolah, bahkan ada salah satu guru yang mengatakan Nathan gila karena guru tersebut tidak mengerti Nathan berbicara apa.

Sungguh sangat berat kehidupan Nathan saat itu, setiap pulang sekolah Nathan hanya bisa menangis dan berkata pada mamanya ‘kenapa aku lahir seperti ini ma?’

Kami sebagai orang tua terus mensupport Nathan dan yang ku bangga kan dengan anaku, ia punya hati yang pemaaf. Sebenarnya saat aku mendengar Nathan di hina seperti itu aku sebagai orangtua sangat marah dan berencana satang kesekolah Nathan untuk memarahi teman-teman serta guru yang menghina Nathan. Tapi Nathan melarang,ia hanya berkata “ Sudahlah pa,aku sudah memaafkan teman-temanku biar Tuhan yang membalas ,nanti kalau papa marah-marah,papa dosa”.

Aku sangat terharu mendengar perkataan Nathan. Ternyata kesabaran yang diberikan Tuhan kepada Nathan telah memberikanku satu pelajaran.

Setiap hari Nathan tetap bersekolah meski hinaan terus terdengar tapi Tuhan maha adil, memang ada teman Nathan yang suka menghina Nathan Tapi banyak teman Nathan yang sayang dan membela serta membantu Nathan dalam kesusahannya.

Dalam hal nilai ulangan disekolah Natan terus mendapat nilai yang sangat jelek.Hanya nilai 0.1;0.3;dapat 3 saja saya sudah senang,

Kemudian tibalah saat ulangan umum bersama, Nathan berkata padaku “ Papa apa yang harus aku lakukakan?’ Kemudian aku berkata “ Nathan belajar sebisa kamu saja dan berharap pada Tuhan,nanti papa mama Bantu puasa”.

Saat hari ujian tiba, pagi-pagi aku mendoa kan anakku,kutumpangi tangan dan aku serta Nathan beriman,pasti Nathan bisa dalam ujian.

Setelah ujian selesai aku yang menjemput anakku sekolah saat itu,Kemudian kutanyai anakku “bagaimana Nathan apakah kamu bisa?’. ‘jujur pa sebenarnya aku tidak bisa tapi entah pa tangan ku menulis terus menulis aku mau hentikan tidak bisa pa,aku percaya itu pasti malaikat Tuhan yang pimpin’.

Dan ternyata saat nilai rapor keluar dari nilai 0,2;0,3 nathan jadi rangking 2. Saat itu seluruh sekolah heboh bahkan wali kelas Nathan dituduh menjual soal pada Nathan. Tapi Jika Tuhan Yang mengangkat tinggi anaknya makan tidak akan pernah di jatuhkannya lagi. Sekali Nathan rangking hingga lulus SMP pun Nathan tetap rangking.

Saat ini Nathan berada di bangku SMA, penyertaan Tuhan terhadap Nathan tiada berkesudahan. Aku pun makin giat melayani Tuhan dan kesembuhan anakku saat itu sudah mencapai 80%. Nathan dapat menelpon dengan handpone, dapat melihat tv dengan mendengar suaranya, keadaan anakku semakin normal.

Dalam hal pelajaran Nathan tetap rangking 3 besar hingga kelas 3 SMA dan hingga UNAS pun tiba. Anakku belajar sungguh-sungguh untuk memnghadapi ujian tersebut. Dan terbukti ia dapat menyelesaikan hanya ujian sekolah saja.

Pada hari minggu anakku tiba-tiba berkata padaku, ”Pa sepertinya umurku tidak lama”.

Aku sangat kaget dan tak terpikirkan olehku kenapa anakku berkata demikian.Akupun menjawab “ Kenapa kamu berkata seperti itu?”.Nathan menjawab”entahlah pa,aku juga tidak tahu”.

Hari senin Nathan menghadapi ujian pertamanya,hari selasa pun demukian,dan hari rabu pun demikian. Hari itu tanggal 26 april 2006. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah aku mendoakan anakku agar ia bisa menghadapi ujian sekolahnya, tapi wajah anakku terlihat sangat susah hari itu.

Saat pulang sekolah Nathan menelponku minta dijemput ,tapi karena saat itu mertuaku sedang sakit dan aku berada di rumah sakit, aku tidak bisa menjemput nathan, maka aku meminta istriku untuk menjemput Nathan. Nathan juga bilang kalau ujian hari itu yaitu fisika dapat ia kerjakan dengan baik, malah Nathan bercerita ia mendebat gurunya karena membuat soal salah dan punya Nathan yang benar,kemudian Nathan juga bilang kalau pulsanya habis dan aku janji akan membelikan pulsa nanti.

Akhirnya Nathan di jemput oleh mamanya. Dalam [perjalanan pulang tiba-tiba Nathan bilang pada istriku “ ma aku sangat mengasihi mama,I love you ma”. Istriku pun membalas “ mama juga sayang sekali sama Nathan”.

Setibanya di rumah Nathan sempat makan siang dan masih bergurau dengan adik perempuannya dan masih main dengan kelinci peliharaannya, kemudian Nathan bilang pada mamanya kalau ia mau tidur kemudian nanti malam Nathan minta di bangunkan jam 6 sore karena ia mau belajar untuk ujian besok.

Saat itu Nathan berpamitan tidur sekitar jam stenga dua,dan sekitar jam 2 aku pun pulang ke rumah untuk beristirahat,istri dan anak perempuanku sedang pergi dan peristiwa besar pun terjadi.

Sekitar jam 4 sore saat istri dan anak perempuanku pulang,kami memutuskan untuk memasang foto pesta sweet 17thn anak perempuanku,Karena frame foto itu sangat berat,istriku memanggil anak laki-laki ku Nathan untuk membantu mengangkat fram berat itu.

Istriku pun berlari menuju ke kamar Nathan dan membangunkan nya. Tapi saat membangunkan Nathan tubuh Nathan sudah sangat dingin dan saat lampu di nyalakan istriku mendapati anakku sudah menjadi mayat. Anakku meninggal. Istriku histeris, anak perempuanku histeris dan aku pun sangat kaget.

Saat itu istriku membentur-benturkan kepalanya ke tembok,anak perempuankku menangis dan aku hanya bisa menyadari bahwa anakku meninggal. Tapi ada suatu keanehan yang kurasakan saat itu, memang saat mengetahui anakku meninggal seperti ada bom atom meledak di dalam rumahku, Tapi Tuhan memberiku kekuatan, tak ada sepetah katapun saat itu aku ingin menghujat Tuhan. Saat itu aku masih bisa mengajak istri dan anak perempuanku untuk berdoa dan dalam hati ku saat itu terdengar suara tidak ada kebangkitan untuk Nathan. Akhirnya kami merelakan untuk Nathan pergi.

Dengan keadaan shock, sedih,dengan tangis istriku memanggil beberapa kerabat kami yang seorang dokter, kemudian juga ada kawan ku seorang dokter spesialis jantung dan ada dokter bagian visum dari ruma sakit datang kerumah. Mereka memperkirakan bahwa anakku meninggal sekitar jam 2 siang,dan kami menemukan Nathan meninggal sekitar jam setengah 5 jadi mayatnya sudah kaku dan wajah anakku biru.

Semua orang terkejut dan ke tiga dokter itu berkata bahwa anakku meninggal karena jantung tapi jantung jenis apa? Mereka belum mengetahuinya,karena posisi anakku meninggal begitu tenang,sprei dan bed covernya tidak kusut tak ada bantal atau guling yang jatuh dari tempat tidurnya.

Banyak orang datang ke rumahkku untuk berbela sungkawa,aku hanya bisa diam dan percaya bahwa Tuhan punya rencana di balik semua cobaan yang kualami ini.

Keesokan harinya tanggal 27 april, pagi-pagi aku mendapat sebuah sms dari hamba Tuhan dari Amerika yang menyampaikan suara Tuhan padaku,dalam smsnya tertulis” I love your son and now his is with me in heaven”.

Pagi itu dengan istri dan anakku kami berangkat ke adijasa .Sebenarnya seperti mimpi bagi keluarga kami bahwa anakku meninggal. Aku hanya bisa pasrah pada Tuhan dan tidak bertanya apa maksud semua pencobaan ini. Banyak orang datang berbela sungkawa dan menghiburku untuk tabah tapi semua itu hanya seperti angin yang berlalu di telingaku. Setelah pemakaman anakku,aku istri dan anak perempuan ku mendapat suara dari Tuhan yang sama yaitu “ikutilah teladan anakmu”. Memang saat anakku hidup tanpa kusadari ia tidak seperti anak lainnya. Hati anakku begitu tulus, pemaaf, tidak ada negatif thingking, dendam dan ia selalu melandaskan semua perbuatannya dengan penuh kasih, hal ini nyata bukan karena anakku meninggal kemudian aku melebih-lebihkan anakku.

Setelah beberapa minggu anakku meninggal iblis pun menyerang. Keadaan rumah ku angker, iblis mengintimidasi istri dan anak perempuanku bahwa seletah Nathan meninggal sebentar lagi mereka yang meninggal,kemudian istriku mendapat mimpi buruk dan sebagainya.

Saat kehilangan anakku aku merasa hidupku sudah tidak ada artinya, harta yang ku punya jika bisa di tukar dengan anakku aku pun rela. Harta hilang bisa dicari tapi anak meninggal tak dapat kembali.

Aku dan keluarga ku menguatkan hati kami agar iblis tidak menyerang kami terus-menerus. Akhirnya kami bertiga berkomitmen untuk tidak bersedih lagi.

Kemudian aku mulai bertanya pada Tuhan apa masksud rencana –Mu Tuhan?

Aku memasuki puasa 40 hari, aku pun datang ke doa puasa dalam sebuah gereja dan seorang pendeta yang memiliki karunia nubuatan menjamah ku dan bernubuat “Aku memang memanggil anakmu, aku mengirimkan para malaikatku untuk menjemput anakmu. Memang kamu tidak tahu tapi anakmu tahu dan saat ini ia sudah menjadi bagian dari para malaikatku dan ia sudah bersuka cita bersama dengan aku “.

Aku terkejut mendengar nubuatan hamba Tuhan ini, aku tak pernah menceritakan kematian anakku dan aku sekaligus sangat senang dan bertanya-tanya apa arti dari anakku menjadi bagian dari para malaikat-Ku.

Aku terus berpuasa dan bergumul,Tuhan sudah menjawab doa-doa ku lewat hamba Tuhan tapi Tuhan belum menjawab kepadaku sendiri, hamba Tuhan juga seorang manusia bisa saja mereka salah,oleh karena itu aku bersih keras untuk mendengar jawaban Tuhan sendiri kepada ku.

Ahkirnya suatu malam Istriku menemukan ayat dalam kitab wahyu kemudian kami membaca bersama dan tiba-tiba Tuhan menggerakkan aku untuk membaca Wahyu 14: 1-5 yang bertuliskan :

“Dan aku melihat: sesungguhnya,Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagai desau air bah dan bagaikan seru guruh yang dasyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan tahta dan di depan keempat mahluk dan tua-tua itu,dan tidak seorang pun dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan sirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murmi sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti kemana saja Ia pergi. Mereka ditebus diantara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta;mereka tidak bercela”.

Saat aku membaca ayat ini,ayat ini tiba-tiba mejadi rema dan terngiang-ngiang dalam pikiranku selama seminggu. Aku kaget dengan ayat ini karena semua yang tertulis dalam ayat ini adalah anakku. Dan ternyata nubuat bahwa anakku menjadi malaikat adalah benar. Anakku menjadi tim pujian Tuhan,Tuhan mengambil anakku untuk masuk kedalam tim pujian Tuhan.Tuhan sedang mengumpulkan korban-korban yang berjumlah seratus empat-puluh empat ribu yang di tebus dari bumi dan anakku termasuk dalam tim pujian itu. Tim itulah yang akan mengiringi saat Yesus datang untuk ke dua kalinya kebumi untuk menghakimi kita semua.

Kemudian kuputuskan untuk memohon pada Tuhan agar aku di pertemukan dengan anakku atau mungkin Tuhan mengizinkan aku untuk melihat anakku dari jauh saja.

Tanggal 21 juni 2006, semalam suntuk aku tidak bisa tidur. Hingga jam 4 pagi aku sengat tiang listrik di depan rumahku di pukul empat kali. Dalam hati ku terus terdengar suara berdoa-berdoa dan berdoa. Sebenarnya aku tak tahu harus berdoa apa akhirnya aku duduk dengan posisi bersila dan berbahasa roh tapi dalam pikirankku aku ingin bertemu anakku.

Tiba-tiba rohku keluar dari dalam tubuhku dan Tuhan menaruhku di suatu tempat dimana aku melihat Tuhan Yesus sedang memangku seseorang tapi aku silau karena seluruh tubuh dan jubah Tuhan mengeluarkan sinar, sinar itu begitu indah dan sangat bening seperti kristal ,sinar itu begitu indah dan Tukan kita dapat kuungkapkan sangat luar biasa hingga dengan kata-kata pun tak cukup untuk mengungkapkannya. Tapi sinar kemuliaan yang kulihat dari jubahnya bekata bahwa “waktu ku tidak lama”.

Kemudian seorang anak yang berada dalam pangkuan Tuhan itu turun dan itu adalah anakku. Anakku berjalan 3-4 langkah kearah ku, Kemudian dengan wajah tersenyum kuciumi anakku ke peluk anakku dan aku mengajukan 3 pertanyaan,”Nathan apakan kamu mau hidup lagi? Nathan menggeleng, ”Nathan apakah kamu masuk tim pujian Tuhan? Nathan mengangguk-anggukan kepalanya. “Nathan apakah kamu sudah suka cita di sana? Nathan mengangguk-angguk lagi.

Kemudian aku berkata kepada anakku “Ya sudah Nathan kelak kita akan bertemu lagi di surga”. Tuhan Yesus yang kulihat tadi saat itu tinggal berupa sinar dan anakku jalan mundur kebelakang menuju sinar itu dengan menggerakkan tangannya tanda selamat tinggal.

Kini roh ku harus kembali kebumi dan saat aku kembali ke bumi aku sangat ketakutan. Bumi yang kita tinggali ini sudah sangat gelap. Hitam pekat bahkan saat tangan kugerakkan kearah wajahku aku tak dapat melihatnya.

Kemudian aku dapat merasakan roh ku masuk kedalam tubuhku,bahkan tubuhku hampir terbanting ke belakang dan saat itu aku baru menangis.

Saat aku bertemu anakku tak ada dukacita tak ada kesedihan tak ada tangis atau haru yang ada hanya sukacita dan damai sejahtera. Yang kurasa bahwa Allah yang kita sembah yaitu TUHAN YESUS sungguh-sungguh hidup dan memberi jawaban atas persoalan kita. Dan Firman Tuhan memang benar bahwa orang yang mati di dalam Tuhan tinggal dalam suka cita dan damai sejahtera dan itulah yang kualami saat aku bertemu dengan anakku. Jika saat itu Tuhan meminta ku untuk tinggal di sana aku pasti mau karena sangat nikmat dan indah tinggal bersama dengan Tuhan.

Setelah aku mengalami kejadian Tuhan mempertemukan aku dengan anakku, aku juga berusaha mencari tahu apa saja yang dilakukan anakku semasa hidupnya aku membongkar kamar anakku setelah kejadian itu ternyata anakku memang anak yang sangat mencintai Tuhan tak ada satu buku yang berbau roman kutemukan di dalam kamarnya. Bahkan aku menemukan sebuah notes sebanyak sembilan lembar yang ternyata berisi bahan untuk khotbah. Kemudian aku juga pergi kesekolah Nathan untuk mengambil rapor nya yang terahkir semasa hidupnya dan tiba-tiba guru Nathan bercerita bahwa sebelum anakmu meninggal ada kejadian aneh, biasanya sebelum dan setelah ulangan Nathan selalu berdoa dengan suara yang keras, tapi sehari sebelum anakmu meninggal dia berdoa saat kelas sedang istirahat setelah ulangan. Nathan berdoa seperti biasanya dan didengar oleh tiga teman perempuannya. Ketika Nathan berdoa tiba-tiba suasana kelas yang gaduh menjadi syahdu dan suara Nathan menjadi jauh bahkan ketiga teman Nathan yang mendengarkan tidak kuat dan menangis. Jadi anakku mendapat lawatan Tuhan sebelum anakku meninggal. Dari sini aku tahu kebenaran semasa anakku hidup,aku mendapat banyak peneguhan-peneguhan yang menyatakan bahwa apa yang dikatakan Tuhan padaku adalah benar.

Hidup di dunia ini adalah semu dan fana tak ada artinya harta yang kita cari kesenangan yang kita dapat jika dibanding dengan tinggal dalam kerajaan surga bersama dengan Allah Bapa dan Kerajaan Surga itu memang NYATA.

Setelah kejadian demi kejadian kualami, sekarang hubunganku dengan Tuhan bertambah intim dan mesra. Suatu hubungan yang tak dapat diutarakan dengan kata-kata.

(Chapter 2)

Setelah aku menceritakan semua yang kualami pada istri dan keluargaku, mereka sangat senang dan kami sungguh merasa bahwa ini memang sudah jalan yang terbaik yang di berikan oleh Tuhan.

Kemudian aku sebagai ibu dari anakku yang telah meninggall,aku pun meminta permintaan yang sama dengan suamiku yaitu bertemu dengan anakku. Aku berkata pada Tuhan “ Tuhan kau sudah mempertemukan suamiku dengan anakku, tapi aku ini ibunya, aku yang melahirkannya aku juga ingin bertemu dengan anakku ,aku ingin tahu Tuhan sedang apa anakku sekarang? Aku telah berpuasa 40 hari tapi tidak mendapatkan jawaban dari Tuhan. Kemudian tanpa menyerah aku pun berpuasa 40 hari lagi. Dalam puasaku yang kedua aku tetap meminta untuk dipertemukan oleh Nathan dari jauh saja atau melihat apa yang sedang dilakukan oleh Nathan sekarang. Setiap hari aku terus berdoa dan berharap agar permohonanku dijawab oleh Tuhan.

Hari itu minggu pertama dalam bulan oktober tahun 2006, hari itu hari Kamis. Setiap kamis pertama dan kamis ke tiga di rumahku selalu ada persekutuan doa malam. Saat itu aku, suamiku dan semua orang yang hadir sedang menyembah, Kami semua menyembah dalam roh dan tiba-tiba dalam penyembahan, aku melihat sebuah video dimana ada segerombolan anak muda seumuran dengan anakku sedang memuji dan memuliakan Tuhan. Mereka mengenakan jubah putih panjang dan membawa alat-alat pujian, mereka semua memuji dan memuliakan Tuhan. Saat itu posisi segerombolan anak muda itu membelakangiku dan mereka berjalan kearah depan kemudian tiba-tiba keluarlah seorang anak muda dari sekumpulan anak muda itu dan ia menoleh kearahku. Anak muda itu hanya tersenyum memandangku sejenak dan aku pun tertegun memandang anak muda itu, karena ia adalah anakku Nathan. Kemudian setelah berpandang-pandangan dengan Nathan, Ia pun kembali ke dalam gerombolannya dan video itu lenyap seketika.

Setelah mendapat jawaban Tuhan Aku menangis dan merasa bahwa Tuhan sungguh baik. Tuhan itu Allah yang adil. Ia sangat bertanggung jawab ia tidak membiarkannku terus bertanya dan hanyut dalam kesedihanku.Ia memang telah melukaiku dengan mengambil anakku tapi ia juga yang menyembuhkan dan membalut lukakku.

Sejak semua jawaban Tuhan itu kami terima, Kami sekeluarga mendapat penghiburan derita kami dan suatu kemantapan hidup didalam Yesus. Dan kami sekeluarga percaya bahwa kelak kami akan bertemu dengan Nathan di surga saat Hari Tuhan tiba. Kami pun percaya bahwa nama kami telah ditulis didalam kerajaan surga.

Mari kita hidup lebih dan harus sungguh-sungguh dalam Tuhan,Jangan jadi orang Kristen setengah-setengah tapi hiduplah sungguh-sungguh dalam Dia maka semua persoalan hidupmu akan diselesaikan oleh-Nya.Bahkan kamu akan mendapat kan jaminan hidup yang kekal bersama Yesus selamanya. Percayalah maka kita akan diselamatkan.

Amin.

Thank You Jesus,We always love You.

Sumber : Handoko Wibisono & Christiani Hartono

Created by: Ruth Sarah Wibisono. (Surabaya,26 september 2008)

Email: ruth_sarah@ymail.com

cid:image001.gif@01C7E2A7.B636D0D0 Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

Renungan: Jangan Menangis Mama

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi. 
  
Dia bertanya dengan penuh harapan: "Bagaimana anakku?
Apakah dia dapat disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?" 
  
Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong" 
  
Bu Sally bertanya dengan hati remuk, "Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?" Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? " 
  
Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong" 
  
Bu Sally bertanya dengan hati remuk, "Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi? Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? " 
  
Dokter bedah bertanya, "Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama beberapa waktu? Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas. " 
  
Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan Mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu. 
  
"Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?" perawat itu bertanya. 
  
Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan. 
  
Ibu Sally berkata, "Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong orang lain yang memerlukan. Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab, 'Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.' " 
  
Bu Sally terus bercerita, "Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. " 
  
Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy. 
  
Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya. 
Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong. 
  
Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya. Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu. Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur. Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat. 
  
Surat itu berbunyi: 
"Mama tercinta, Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan 'Aku sayang mama'. 
  
Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma.. Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku. Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki. Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan. Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana.  
  
Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang melihatnya terbang.  Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting. 
  
Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain. Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan-Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama. ter. 
  
Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma. Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya 'Di mana Allah pada saat aku membutuhkan-Nya?' Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib. 
  
Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak. Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam. 
  
Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku Kehidupan. Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali. Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan. 
  
Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa! Bagaimana ma? Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku. " 

23 November 2009

KURSI BAPAK YANG KOSONG

Sumber : Come and Follow Jesus
Anak perempuan dari seseorang telah meminta pendeta
dari gereja setempat untuk datang berdoa dengan
bapaknya. Ketika pendeta itu tiba di rumah itu
dia dapati orang itu sedang terbaring di tempat
tidurnya diatas dua bantal yang tersusun. Sebuah kursi
yang kosong terletak di samping ranjang itu.

Si pendeta tadi berpikir tentu orang itu sudah
diberitahukan akan kunjungannya kerumah itu.

Saya pikir tentu anda sedang menunggu kedatangan saya,
dia berkata. 'Tidak, siapakah anda?' tanya bapak itu.
Pendeta tadi memberitahukan namanya kemudian
melanjutkan, "Saya melihat kursi yang kosong itu, jadi
saya sangka anda sudah tahu bawa saya akan datang
berkunjung." "Oh, ya, mengenai kursi itu,"kata orang
yang kelihatan sakit payah tak dapat berdiri dari
ranjangnya itu. "Bolehkah anda tolong menutup pintu itu?"

Merasa sedikit keheranan, pendeta itu menutup pintu
kamar itu. "Saya tidak pernah menceritakan hal ini
kepada siapa pun, kepada anak perempuanku pun tak
pernah," kata si orang itu. "Tetapi sepanjang umur
hidup saya, saya tidak pernah tahu bagaimana caranya
berdoa. Di gereja saya selalu mendengar pendeta
berkhotbah tentang berdoa, tapi itu hanya lalu saja
begitu melampaui kepala saya." Saya berhenti berusaha
berdoa sama sekali," orang tua itu melanjutkan,
"sehingga pada suatu hari kira-kira
empat tahun yang lalu, seorang sahabat baikku berkata
kepadaku, "Johnny, doa itu adalah suatu hal yang
sederhana yaitu anda mengadakan percakapan
dengan Yesus. Inilah anjuran saya. Anda duduklah
disatu kursi, kemudian di depan anda letakkan satu
kursi yang kosong, kemudian dalam iman anda
lihatlah Yesus sedang duduk dikursi itu. Ini bukan
satu pikiran yang aneh, karena Dia berjanji, 'Aku akan
beserta dengan kamu selamanya.' "Kemudian anda
bercakap dengan dia seperti caranya anda
berbicara dengan saya sekarang." Jadi saya coba itu
dan saya sangat menyukainya sehingga saya telah
melakukan itu selama dua jam setiap hari. Saya sangat
berhati-hati dalam soal ini. Kalau anak perempuan saya
melihat saya berbicara kepada kursi yang kosong, pasti
dia akan jadi senewen atau gegawang dan akan mengirim
saya ke rumah sakit jiwa."

Si pendeta sangat terharu mendengar cerita itu dan
menganjurkan supaya meneruskan pengalaman ini.
Kemudian dia berdoa dengan orang itu dan setelah itu
mengurapinya dengan minyak dan kembali ke gerejanya.
Dua malam kemudian anak perempuan itu menelpon pendeta
tadi dan menyampaikan bahwa bapaknya sudah meninggal
pada sore hari itu.

"Apakah dia meninggal dengan tenang?" dia bertanya.
"Ya, pada waktu saya akan meninggalkan pada
jam dua sore, dia memanggil saya kesamping tempat
tidurnya, mengatakan bahwa dia mencintai saya dan
kemudian mencium pipi saya. Waktu saya kembali dari
toko sejam kemudian, saya dapati bahwa dia sudah
meninggal. Tapi ada sesuatu yang aneh dalam
kematiannya itu. Kelihatannya, sebelum bapak
meninggal, dia telah mengangkat kepalanya lalu
membaringkan itu diatas kursi di samping ranjangnya.
Menurut anda apa yang telah terjadi?" Si pendeta
menyeka linangan air matanya dan berkata, "Betapa aku
harapkan kalau kita semua bisa meninggal dengan cara
demikian."

01. Aku minta air dari Tuhan, dan Ia berikan aku sebuah samudera.
02. Aku minta kembang dari Tuhan, dan Ia berikan aku sebuah taman.
03. Aku minta teman dari Tuhan, dan Ia berikan ENGKAU kepadaku.
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

The daughter of a man has asked priests
of the local church to come pray with
father. When the priest arrived at the house
He found the man lying in the
sleeping on two pillows arranged. A chair
which is located beside the empty bed.

The priest was thinking of that person's
will be notified that his visit home.

I think certainly you're waiting for my arrival,
he said. 'No, who are you? " the father asked.
Pastor was told his name and
continued, "I saw the empty chair, so
I think you already know I will come take
visit. "" Oh, yes, on that chair, "said the
that looks terrible pain could not stand the
her bed was. "Can you please close the door?"

Feeling a little surprise, the priest closed the door
room. "I never told this story
to anyone, to my daughter did not
ever, "said the man." But all the age
my life, I never know how
pray. In church I always hear the preacher
preach about prayer, but it was only then it
so beyond my head. "I stopped trying
pray at all, "the old man continued,
"so that one day about
four years ago, a friend of mine said
to me, "Johnny, prayer is something that
ie you hold a simple conversation
with Jesus. Here's my advice. You sit
the one chair, then you put in front of one
the empty chair, then in your faith
see Jesus was sitting in the chair. This is not
a strange thought, because He promised, 'I will
along with you forever. " "Then you
talk with him like the way you
talk to me now. "So I tried it
and I loved it so I have
do it for two hours each day. I strongly
careful in this matter. When my daughter
see me talking to an empty chair, certainly
he'll be nervous or gegawang and will send
me to a mental hospital. "

The minister was deeply moved to hear the story and
suggested that this experience continues.
Then he prayed with him and after that
anointing with oil and returned to his church.
Two nights later the daughter called pastor
earlier and said that his father had died
in the afternoon that day.

"Did he die in peace?" he asked.
"Yes, when I would leave the
two in the afternoon, he called me aside places
his sleep, saying that he loved me and
then kissed my cheek. When I returned from
store an hour later, I found that he had
died. But there was something strange in the
his death was. Apparently, before the father
died, he had raised his head and then
lay it on the chair beside her bed.
What do you think has happened? "The minister
wipe the tears in his eyes and said, "How I
expect if we all could die in a way
so. "

01. I asked for water from the Lord, and He gave me an ocean.
02. I asked for flowers from the Lord, and He gave me a garden.
03. I asked a friend of God, and He gave me YOU.
--------------------

The Power of One

Sumber: Mujizat itu Nyata
Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel."

Hakim-Hakim 5:6 "Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit."

Hanya ada dua ayat dalam Alkitab yang menyinggung kehidupan Samgar. Samgar hanya petani sederhana....tidak ada orang yang memperhitungkan dia sebagai seorang pahlawan yang besar. Akan tetapi, petani sederhana ini, seorang diri membunuh 600 orang Filistin + menyelamatkan seluruh bangsa! Hal ini membangkitkan semangat bagi kita yang merasa diri hanya orang biasa saja. Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

#1: (Saudara harus) MULAI DARI TEMPAT SAUDARA BERADA
Samgar adalah orang biasa yang menjalani hidup yang biasa saja. SAUDARA, jangan menunggu kondisi jadi sempurna, mulai tepat dari tempat Saudara berada!

Mulai kerjakan persiapan, mulai kerjakan perencanaan, mulai MELANGKAH KELUAR + lakukan sesuatu dalam kehidupan Saudara -tepat dari tempat di mana Saudara berada sekarang!

Tidak ada gunanya kalau kita berkata: "Suatu hari kelak, aku akan membuat perbedaan + memberikan dampak pada dunia! Suatu hari kelak, aku akan memiliki takdir ilahi!"

Pemimpin sejati selalu mulai dari tempat di mana mereka berada sekarang!

Kalau Saudara pelajar, Saudara bisa memberikan pengaruh yang positif bagi teman sekelas + guru kalian di sekolah. Kalau Saudara penjual asuransi, Saudara bisa menolong client Saudara menjatuhkan pilihan yang bijak yang menguntungkan keluarganya. Kalau Saudara seorang businessman, Saudara bisa menyediakan suatu pelayanan yang meningkatkan standar kehidupan komunitas Saudara. Kalau Saudara fulltimer, Saudara memiliki pengaruh yang sangat kuat pada anggota gereja lainnya.

#2: (Saudara harus) GUNAKAN APA YANG SAUDARA MILIKI
Hakim-Hakim 3:31 "...ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu..."
Menurut para sarjana dan arkeolog, tongkat penghalau lembu Samgar panjangnya 2,5 m. Kalau mau dipakai senjata, hal itu pasti sangat janggal! Tapi hanya itu yang dimiliki Samgar! Seringkali kita fokus pada apa yang kita tidak miliki sehingga kita lupa untuk fokus pada apa yang telah kita miliki!

Apa yang digambarkan oleh tongkat penghalau lembu:
IMPIAN Saudara
Impian adalah suatu hal yang dahsyat! Impian membuat kita memiliki pengharapan + memampukan kita untuk bisa membayangkan masa depan yang lebih baik! Impian memberi kita motivasi, energi + memberi kita keberanian untuk mengambil resiko.

Jangan berpikir kecil-impian Saudara harus gagah + berani! Samgar punya impian membebaskan bangsanya dari terror + penjajahan orang Filistin.Dia mengambil tongkat penghalau lembu+ membuat impiannya menjadi kenyataan.

TALENTA Saudara
Talenta apa yang telah Tuhan berikan pada Saudara? Mencari uang? Menyanyi? Melukis? Mendesign software komputer? Menjalankan website?Talenta dalam mengajar anak? Mendorong semangat orang tua? Pelayanan meja? Cuci piring? Setiap Saudara punya semua talenta yang Saudara butuhkan! Apapun talenta Saudara, pakai creativitas untuk mengembangkannya.

#3: (Saudara harus) LAKUKAN APA YANG SAUDARA BISA

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin..."

Samgar tidak seperti Yosua atau Otniel atau Ehud yang telah menghancurkan puluhan ribu musuh. Dia hanya melakukan yang bisa dia lakukan -600 orang Filistin ... itu yang terbaik yang bisa dikerjakannya!

Tetapkan sasaran yang bisa dikerjakan...dan waktu Saudara mengerjakan sebaik mungkin, maka hal tsb cukup! Hati-hati dengan sikap atau roh agamawi yang membuat Saudra selalu merasa belum cukup dalam melakukan sesuatu!

Shamgar MELAKUKAN LANGKAH IMAN:
- Mulai di mana dia berada,
- Menggunakan apa yang dia punya.
- Melakukan apa yang dia bisa!

... dan hal tsb lebih dari cukup bagi Kerajaan Sorga! Alkitab mencatat bahwa dia sendirian bisa mengalahkan 600 orang Filistin. Ada kekuatan luar biasa dalam setiap kehidupan kita! Amin
--------------------


The Power of One

Sumber: Mujizat itu Nyata
Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel."

Hakim-Hakim 5:6 "Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit."

Hanya ada dua ayat dalam Alkitab yang menyinggung kehidupan Samgar. Samgar hanya petani sederhana....tidak ada orang yang memperhitungkan dia sebagai seorang pahlawan yang besar. Akan tetapi, petani sederhana ini, seorang diri membunuh 600 orang Filistin + menyelamatkan seluruh bangsa! Hal ini membangkitkan semangat bagi kita yang merasa diri hanya orang biasa saja. Bahwa ada kekuatan dalam diri satu orang, kalau kita memulai dari tempat di mana kita berada, menggunakan apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa .... Maka kita juga akan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa!

#1: (Saudara harus) MULAI DARI TEMPAT SAUDARA BERADA
Samgar adalah orang biasa yang menjalani hidup yang biasa saja. SAUDARA, jangan menunggu kondisi jadi sempurna, mulai tepat dari tempat Saudara berada!

Mulai kerjakan persiapan, mulai kerjakan perencanaan, mulai MELANGKAH KELUAR + lakukan sesuatu dalam kehidupan Saudara -tepat dari tempat di mana Saudara berada sekarang!

Tidak ada gunanya kalau kita berkata: "Suatu hari kelak, aku akan membuat perbedaan + memberikan dampak pada dunia! Suatu hari kelak, aku akan memiliki takdir ilahi!"

Pemimpin sejati selalu mulai dari tempat di mana mereka berada sekarang!

Kalau Saudara pelajar, Saudara bisa memberikan pengaruh yang positif bagi teman sekelas + guru kalian di sekolah. Kalau Saudara penjual asuransi, Saudara bisa menolong client Saudara menjatuhkan pilihan yang bijak yang menguntungkan keluarganya. Kalau Saudara seorang businessman, Saudara bisa menyediakan suatu pelayanan yang meningkatkan standar kehidupan komunitas Saudara. Kalau Saudara fulltimer, Saudara memiliki pengaruh yang sangat kuat pada anggota gereja lainnya.

#2: (Saudara harus) GUNAKAN APA YANG SAUDARA MILIKI
Hakim-Hakim 3:31 "...ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu..."
Menurut para sarjana dan arkeolog, tongkat penghalau lembu Samgar panjangnya 2,5 m. Kalau mau dipakai senjata, hal itu pasti sangat janggal! Tapi hanya itu yang dimiliki Samgar! Seringkali kita fokus pada apa yang kita tidak miliki sehingga kita lupa untuk fokus pada apa yang telah kita miliki!

Apa yang digambarkan oleh tongkat penghalau lembu:
IMPIAN Saudara
Impian adalah suatu hal yang dahsyat! Impian membuat kita memiliki pengharapan + memampukan kita untuk bisa membayangkan masa depan yang lebih baik! Impian memberi kita motivasi, energi + memberi kita keberanian untuk mengambil resiko.

Jangan berpikir kecil-impian Saudara harus gagah + berani! Samgar punya impian membebaskan bangsanya dari terror + penjajahan orang Filistin.Dia mengambil tongkat penghalau lembu+ membuat impiannya menjadi kenyataan.

TALENTA Saudara
Talenta apa yang telah Tuhan berikan pada Saudara? Mencari uang? Menyanyi? Melukis? Mendesign software komputer? Menjalankan website?Talenta dalam mengajar anak? Mendorong semangat orang tua? Pelayanan meja? Cuci piring? Setiap Saudara punya semua talenta yang Saudara butuhkan! Apapun talenta Saudara, pakai creativitas untuk mengembangkannya.

#3: (Saudara harus) LAKUKAN APA YANG SAUDARA BISA

Hakim-Hakim 3:31 "Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin..."

Samgar tidak seperti Yosua atau Otniel atau Ehud yang telah menghancurkan puluhan ribu musuh. Dia hanya melakukan yang bisa dia lakukan -600 orang Filistin ... itu yang terbaik yang bisa dikerjakannya!

Tetapkan sasaran yang bisa dikerjakan...dan waktu Saudara mengerjakan sebaik mungkin, maka hal tsb cukup! Hati-hati dengan sikap atau roh agamawi yang membuat Saudra selalu merasa belum cukup dalam melakukan sesuatu!

Shamgar MELAKUKAN LANGKAH IMAN:
- Mulai di mana dia berada,
- Menggunakan apa yang dia punya.
- Melakukan apa yang dia bisa!

... dan hal tsb lebih dari cukup bagi Kerajaan Sorga! Alkitab mencatat bahwa dia sendirian bisa mengalahkan 600 orang Filistin. Ada kekuatan luar biasa dalam setiap kehidupan kita! Amin
--------------------


SANG PENIPU

Sumber : Elia Stories Care
Saya (OA) lahir tanggal 18 November 1956 dari keluarga poligami yang tidak mengenal Kristus. Ibu sangat menderita saat mengandung dan melahirkan saya, karena saya adalah anak ke-10 dalam keluarga dan ke-9 kakak saya semuanya meninggal saat masih bayi atau pun dalam kandungan, sehingga ketika keluarga tahu bahwa ibu mengandung, mereka menolak dan menyingkirkannya. Akhirnya, ibu saya bersembunyi di sebuah kampung terpencil. Saya tidak lahir tepat pada saatnya, tapi pada usia kandungan ibu saya 18 bulan, sehingga ia sangat kesakitan saat saya lahir. Ibu dibawa ke rumah sakit yang sangat jauh dari kampung karena komplikasi. Orang tua saya tidak mau memberikan nama, karena takut saya akan meninggal jika diberi nama. Lagipula dalam adat saya, pemberian sebuah nama harus dilakukan dengan perayaan yang sangat mahal. Hal itu membuat saya dipanggil sekenanya pada masa kanak-kanak, sehingga pada saat remaja, saya memberi nama diri saya sendiri "Wahid".

Saya sebenarnya anak yang cerdas di sekolah (Ahmadiyah Grammar School), namun saya juga sekaligus anak yang nakal, suka merokok, dan melakukan begitu banyak kenakalan remaja. Hal itu membuat saya menjadi anak yang paling banyak dihukum di sekolah, dan saya bangga akan hal itu. Sekolah segan mengeluarkan saya karena saya anak yang sangat cerdas, bahkan berhasil lulus SMA dengan nilai yang tinggi. Tapi saya melawan kehendak orang tua saya. Mereka ingin saya masuk universitas, tapi saya malah bergabung dengan kehidupan geng dan preman di kota kami. Melakukan apa saja untuk mendapatkan uang dengan cepat, namun hanya menghambur-hamburkan uang yang saya dapat untuk tidur bersama pelacur di hotel dan mabuk-mabukan sampai pagi. Hal itu membuat ibu saya memaksa saya untuk menikah. Saya menikah bulan Desember tahun 1981. Tapi di malam pernikahan saya, saya malah menghabiskan malam itu bersama dengan seorang pelacur di sebuah hotel. Malah pada malam ketika anak pertama saya lahir, saya mabuk-mabukan sampai drop di sebuah hotel.

Saya sama sekali tidak memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sama sekali tidak peduli dengan istri saya yang membanting tulang bekerja sebagai buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebaliknya, saya malah meninggalkan mereka pergi ke Amerika tanpa pamit, hanya karena seseorang menghina saya tidak punya gelar sarjana. Di Amerika, saya masuk ke Borough Of Manhattan Community College, lalu ke Baruch College; kedua-duanya di New York. Sekolah saya berjalan cukup baik, namun seperti biasa saya terus terlibat dalam pencarian uang secara instan. Seperti penipuan, pemalsuan, pengedaran narkoba, bahkan perdagangan manusia. Semua, baik pendidikan dan penghasilan dari dunia gelap, berjalan baik (terutama dari bisnis penipuan saya). Saya merasa begitu penuh dan tercukupi, merasa diri paling hebat, itu semua hasil usaha saya, dan di manakah Tuhan? Buktinya Dia tidak bisa menghentikan hal-hal jahat yang saya lakukan ini.

Pengenalan saya yang pertama kali kepada Yesus terjadi agak aneh. Saya sedang bermain judi bersama teman-teman saya. Kemudian ada seorang teman yang bernama Ray, sering menang dan setiap kali menang dia berseru, "Puji Tuhan, Haleluya, dan Terima kasih Yesus". Hal itu sungguh mengesalkan hati saya. Saya memandangi Ray dan berpikir dia sudah gila. Masakan membawa-bawa jargon-jargon agama dalam judi. Dan saya juga katakan padanya bahwa Yesus yang dia puji-puji itu tidak ada istimewanya, hanya manusia biasa seperti kita, seorang penipu yang lebih pintar dari pengikutnya, sehingga pengikutnya mau saja dibohongi dan mengikutinya. Namun pada malam harinya, tanggal 5 Februari, saya bermimpi dan mimpi itu begitu nyata. Saya melihat seorang pria yang matanya, kulitnya, dan jubahnya semuanya berwarna putih bagai salju. Saya bertanya padanya, "Siapakah engkau?" Dia lalu menjawab, "Aku adalah Yesus yang kau bilang sebagai penipu. Tapi sekarang Aku akan memberimu tugas untuk memberitahukan seluruh dunia kalau Aku bukan tipuan, tetapi sesuatu yang sungguh nyata."

Saya katakan padanya, saya tidak punya urusan denganmu, untuk itu pergilah tinggalkan saya. Kejadian itu menjadi awal dibongkarnya hidup saya dan akhir dari kenyamanan yang dibangun atas kejahatan saya. Saya tidak bisa lagi hidup tenang sejak mimpi itu. Beberapa hari setelah mimpi itu, ibu saya menelepon, katanya istri saya akan meninggalkan saya kalau saya tidak berbicara dengannya. Saya memang meninggalkan istri saya pada ibu saya, karena saya pikir dia tidak berpendidikan atau pun setingkat kehidupannya dengan saya. Saya coba bicara dengannya, namun saya malah salah bicara dan menghancurkan sedikit harapan yang tersisa padanya. Ia pun langsung pergi keluar dari rumah ibu saya, kembali pada orang tuanya, dengan meninggalkan sebuah amplop berisi surat yang mengatakan bahwa dia akan tetap menunggu saya, peduli sampai berapa lama. Tidak lama kemudian, rumah saya yang di Amerika dirampok habis saat saya sedang pergi kuliah, tidak ada harta saya yang tersisa, semuanya habis dibawa perampok.

Pada bulan Maret 1987, saya menembak seseorang hingga hampir mati hanya karena masalah wanita. Pada 15 September 1987, FBI menangkap dan membekuk saya di dalam kelas saat sedang kuliah, dengan tuntutan penipuan dan pemalsuan. Saya ditahan 13 bulan sebelum akhirnya dibebaskan. Baru saja saya dibebaskan, departemen imigrasi langsung menangkap saya dan langsung mendeportasi saya kembali ke Nigeria. Setelah hampir 4 tahun mencoba kembali ke Amerika, saya akhirnya berhasil kembali ke negeri itu tahun 1991. Namun dua tahun kemudian terjadi masalah besar, pertama ibu saya meninggal di bulan Januari. Lalu saya ditangkap pihak berwajib sampai 19 kali di tahun itu juga. Bukan semuanya karena kesalahan saya. Banyak orang dalam perusahaan saya terlibat dalam penipuan dan pemalsuan, sehingga saya sering terseret dalam penyelidikan.

Tahun 1994, saya kembali ke Nigeria untuk mencari pertolongan spiritual. Saya benar-benar hancur, baik dalam hal kejiwaan dan finansial. Saya benar-benar butuh pertolongan. Hal yang mendorong saya mencari pertolongan spritual. Setiap kali kejadian-kejadian di atas terjadi, suara dalam mimpi yang saya alami itu terus datang. Menantang dan terus memanggil saya. Tapi saya coba lari dari-Nya, saya tidak mau itu menjadi jalan hidup saya. Saya memutuskan untuk mencoba sedikit berdamai dengan pemilik suara itu. Maka saya mencari seorang pendeta dan meminta sarannya. Ia menyarankan agar saya kembali bersama istri dan keluarga saya. Bila tidak, keadaan akan bertambah buruk. Saya mematuhi sarannya, dan berusaha kembali pada keluarga saya. Itulah hadiah Natal terindah, 23 Desember 1994, dua putri saya yang manis kembali duduk di pangkuan saya dengan sukacita.

Bulan Februari 1997, saya memutuskan kembali ke Amerika, karena bisnis saya di Nigeria, apapun itu, selalu gagal. Saya transit di Amsterdam, Belanda, saya menelepon teman saya yang tinggal di situ. Ia pun dengan senangnya langsung mengundang saya ke rumahnya, karena ada perayaan pemberian nama untuk anaknya. Setelah perayaan itu selesai, saya jalan-jalan melihat-lihat Amsterdam. Namun di tengah jalan, mendadak polisi memberhentikan mobil saya. Menurut data yang mereka miliki, ternyata saya termasuk dalam daftar orang dicari di negara tersebut. Saya sangat terkejut, bagaimana mungkin, saya belum pernah datang ke negara itu, namun tertuduh atas sebuah kejahatan di situ? Setelah diusut, ternyata saya tercatat karena kejahatan yang saya lakukan di negara lain 5 tahun lalu, yang dilaporkan oleh warga negara di negara tersebut. Saat didorong masuk dengan kasar ke dalam sel dan pintu sel dengan keras terkunci, suara dari mimpi itu dengan jelas datang lagi dan berkata, "Apakah engkau sudah siap sekarang?"

Saya langsung tersungkur di lantai sel itu dengan muka menghadap ke tanah. Saya menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil. "Tuhan ..., ampuni aku, aku sudah lelah, aku menyerah!" Di dalam penjara itu, pada tanggal 7 Februari 1997, saya akhirnya menyerahkan hidup saya kepada Yesus Kristus. Di dalam penjara itu pula saya menjadi manusia yang tergantung hanya pada satu buku, yaitu Alkitab. Tidak saya lepas ke mana pun saya pergi di dalam lingkungan penjara. Saya baca berulang-ulang, sekali lagi dan lagi. Roh Kudus banyak berbicara pada saya melalui firman-Nya. Selama 7 bulan dalam penjara, saya pun dilepaskan dan menjadi luntang-lantung di Belanda. Di jalanan, saya bertemu dengan seorang pecandu narkoba dan dia menawarkan tempat sementara untuk berteduh. Tempat itu ternyata sebuah gereja bernama Victory Outreach Church. Dan saya disambut dengan sangat baik di sana, seperti di keluarga sendiri, bahkan mungkin lebih baik dari keluarga. Saya ikut dalam program rehabilitasi di gereja itu selama 3 bulan dan kemudian dipindahkan ke Utrecth. Ternyata pendeta pelayan di Utrecth adalah seorang Nigeria, namanya Pendeta Franklin Ogunnorin. Saya belajar banyak di bawah bimbingannya selama 6 bulan, dan pemerintah Belanda memerintahkan saya untuk melanjutkan perjalanan ke Amerika.

Namun, saat saya sedang transit di Spanyol dan mengunjungi seorang teman, suara itu datang lagi. "Aku tidak mengutusmu ke Amerika, tapi kembali ke Afrika dan dirikanlah gereja seperti yang telah engkau lihat, khusus untuk melayani pecandu, pelacur, pemabuk, narapidana, anak jalanan, dan mereka yang berasal dari keluarga yang berantakan. Mendengar suara itu, saya memilih patuh daripada mengikuti keinginan diri saya sendiri. Saya pun kembali ke Nigeria dengan hanya $10 di kantong dan langsung menggunakan rumah warisan ibu saya sebagai tempat pelayanan dan rehabilitasi. Kami juga melayani ibadah, sampai diadakan di hampir setiap hotel di Ibadan. Kehidupan dalam pelayanan bukanlah jalanan yang penuh bunga, namun begitu banyak tantangannya. Saya dan istri memang memiliki beban yang sama dalam pelayanan, tapi kami hidup tidak seperti suami istri, kami hidup seperti dua orang yang asing. Begitu banyak adu mulut dan perkelahian dalam kehidupan perkawinan kami. Sampai suatu saat, saya ditegur dengan firman Tuhan yang menyatakan agar saya harus mengasihi istri saya, menghormatinya, dan menjaganya. Puji nama Tuhan, kehidupan keluarga saya menjadi harmonis sejak saya patuh pada firman Tuhan.

Tuhan Yesus yang Mahakuasa telah memanggil dan mengubahkan saya. Saya yang dahulunya suka memukul wanita, menjadi seorang pencinta istri. Saya tidak lagi melihat anak-anak saya sebagai parasit dan pengganggu hidup saya, melainkan warisan mulia dari Tuhan. Tuhan telah mengubahkan saya, dari seorang penghujat Tuhan menjadi pengabar Injil-Nya. Dari penjara menjadi pendeta, dari pencinta kehidupan malam menjadi pencinta kehidupan doa. Saya tidak melihat wanita dari tubuhnya lagi, tapi dari jiwanya yang terluka. Saya tidak mabuk akan anggur lagi, melainkan mabuk akan Roh Kudus. Dibebaskan dari lembah kematian dan diletakkan pada gunung batu kemulian-Nya. Saya sekarang percaya kalau Tuhan bisa memanggil saya, memilih saya, dan mengubahkan saya dengan karunia-Nya, kasih-Nya, dan kuasa-Nya yang begitu besar. Tuhan juga pasti mampu memanggilmu dan mengubahkanmu dari yang terhilang menjadi anak kesayangan-Nya. Asal kau mau bertobat dan kembali pada-Nya. Saya sekarang merasa begitu hidup, begitu diperbaharui, dan begitu dipulihkan. Membuat saya berpikir jika pengalaman saya bersama Kristus yang begitu indah ini adalah sebuah mimpi, maka saya tidak mau dibangunkan. Biarkan saya tetap bermimpi dalam hidup berkemenangan seperti ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama majalah: VOICE Indonesia, Vol. 88/2007
Penulis: Omotoni Akintoye
Penerbit: Communication Department Full Gospel Business's Men Fellowship International -- Indonesia dan Yayasan Usahawan Injil Sepenuhnya Internasional (PUISI), Jakarta 2007
Halaman: 18 -- 23

Artikel Lain:
- Air Mata Ibu Dan Ayah
- Hai Dunia, Bergembiralah!

Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

Renungan: Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir
Ada seorang pendeta yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana Kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi.

Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.

Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya di ketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : 'Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan. '

Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :
'' Apa yang daripada tanah kembali kepada tanah dan apa yang daripada debu kembali kepada debu..''

Mengapa demikian?
Ia baru sadar: semuanya ini karena.... YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI

Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita teriakan '' Haleluyah '' keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ''Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s'kalian nyanyilah s'kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah'' Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Tapi syukurlah Yohanes 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.
' Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.'

SANG PENIPU

Sumber : Elia Stories Care

Saya (OA) lahir tanggal 18 November 1956 dari keluarga poligami yang tidak mengenal Kristus. Ibu sangat menderita saat mengandung dan melahirkan saya, karena saya adalah anak ke-10 dalam keluarga dan ke-9 kakak saya semuanya meninggal saat masih bayi atau pun dalam kandungan, sehingga ketika keluarga tahu bahwa ibu mengandung, mereka menolak dan menyingkirkannya. Akhirnya, ibu saya bersembunyi di sebuah kampung terpencil. Saya tidak lahir tepat pada saatnya, tapi pada usia kandungan ibu saya 18 bulan, sehingga ia sangat kesakitan saat saya lahir. Ibu dibawa ke rumah sakit yang sangat jauh dari kampung karena komplikasi. Orang tua saya tidak mau memberikan nama, karena takut saya akan meninggal jika diberi nama. Lagipula dalam adat saya, pemberian sebuah nama harus dilakukan dengan perayaan yang sangat mahal. Hal itu membuat saya dipanggil sekenanya pada masa kanak-kanak, sehingga pada saat remaja, saya memberi nama diri saya sendiri "Wahid".

Saya sebenarnya anak yang cerdas di sekolah (Ahmadiyah Grammar School), namun saya juga sekaligus anak yang nakal, suka merokok, dan melakukan begitu banyak kenakalan remaja. Hal itu membuat saya menjadi anak yang paling banyak dihukum di sekolah, dan saya bangga akan hal itu. Sekolah segan mengeluarkan saya karena saya anak yang sangat cerdas, bahkan berhasil lulus SMA dengan nilai yang tinggi. Tapi saya melawan kehendak orang tua saya. Mereka ingin saya masuk universitas, tapi saya malah bergabung dengan kehidupan geng dan preman di kota kami. Melakukan apa saja untuk mendapatkan uang dengan cepat, namun hanya menghambur-hamburkan uang yang saya dapat untuk tidur bersama pelacur di hotel dan mabuk-mabukan sampai pagi. Hal itu membuat ibu saya memaksa saya untuk menikah. Saya menikah bulan Desember tahun 1981. Tapi di malam pernikahan saya, saya malah menghabiskan malam itu bersama dengan seorang pelacur di sebuah hotel. Malah pada malam ketika anak pertama saya lahir, saya mabuk-mabukan sampai drop di sebuah hotel.

Saya sama sekali tidak memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sama sekali tidak peduli dengan istri saya yang membanting tulang bekerja sebagai buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebaliknya, saya malah meninggalkan mereka pergi ke Amerika tanpa pamit, hanya karena seseorang menghina saya tidak punya gelar sarjana. Di Amerika, saya masuk ke Borough Of Manhattan Community College, lalu ke Baruch College; kedua-duanya di New York. Sekolah saya berjalan cukup baik, namun seperti biasa saya terus terlibat dalam pencarian uang secara instan. Seperti penipuan, pemalsuan, pengedaran narkoba, bahkan perdagangan manusia. Semua, baik pendidikan dan penghasilan dari dunia gelap, berjalan baik (terutama dari bisnis penipuan saya). Saya merasa begitu penuh dan tercukupi, merasa diri paling hebat, itu semua hasil usaha saya, dan di manakah Tuhan? Buktinya Dia tidak bisa menghentikan hal-hal jahat yang saya lakukan ini.

Pengenalan saya yang pertama kali kepada Yesus terjadi agak aneh. Saya sedang bermain judi bersama teman-teman saya. Kemudian ada seorang teman yang bernama Ray, sering menang dan setiap kali menang dia berseru, "Puji Tuhan, Haleluya, dan Terima kasih Yesus". Hal itu sungguh mengesalkan hati saya. Saya memandangi Ray dan berpikir dia sudah gila. Masakan membawa-bawa jargon-jargon agama dalam judi. Dan saya juga katakan padanya bahwa Yesus yang dia puji-puji itu tidak ada istimewanya, hanya manusia biasa seperti kita, seorang penipu yang lebih pintar dari pengikutnya, sehingga pengikutnya mau saja dibohongi dan mengikutinya. Namun pada malam harinya, tanggal 5 Februari, saya bermimpi dan mimpi itu begitu nyata. Saya melihat seorang pria yang matanya, kulitnya, dan jubahnya semuanya berwarna putih bagai salju. Saya bertanya padanya, "Siapakah engkau?" Dia lalu menjawab, "Aku adalah Yesus yang kau bilang sebagai penipu. Tapi sekarang Aku akan memberimu tugas untuk memberitahukan seluruh dunia kalau Aku bukan tipuan, tetapi sesuatu yang sungguh nyata."

Saya katakan padanya, saya tidak punya urusan denganmu, untuk itu pergilah tinggalkan saya. Kejadian itu menjadi awal dibongkarnya hidup saya dan akhir dari kenyamanan yang dibangun atas kejahatan saya. Saya tidak bisa lagi hidup tenang sejak mimpi itu. Beberapa hari setelah mimpi itu, ibu saya menelepon, katanya istri saya akan meninggalkan saya kalau saya tidak berbicara dengannya. Saya memang meninggalkan istri saya pada ibu saya, karena saya pikir dia tidak berpendidikan atau pun setingkat kehidupannya dengan saya. Saya coba bicara dengannya, namun saya malah salah bicara dan menghancurkan sedikit harapan yang tersisa padanya. Ia pun langsung pergi keluar dari rumah ibu saya, kembali pada orang tuanya, dengan meninggalkan sebuah amplop berisi surat yang mengatakan bahwa dia akan tetap menunggu saya, peduli sampai berapa lama. Tidak lama kemudian, rumah saya yang di Amerika dirampok habis saat saya sedang pergi kuliah, tidak ada harta saya yang tersisa, semuanya habis dibawa perampok.

Pada bulan Maret 1987, saya menembak seseorang hingga hampir mati hanya karena masalah wanita. Pada 15 September 1987, FBI menangkap dan membekuk saya di dalam kelas saat sedang kuliah, dengan tuntutan penipuan dan pemalsuan. Saya ditahan 13 bulan sebelum akhirnya dibebaskan. Baru saja saya dibebaskan, departemen imigrasi langsung menangkap saya dan langsung mendeportasi saya kembali ke Nigeria. Setelah hampir 4 tahun mencoba kembali ke Amerika, saya akhirnya berhasil kembali ke negeri itu tahun 1991. Namun dua tahun kemudian terjadi masalah besar, pertama ibu saya meninggal di bulan Januari. Lalu saya ditangkap pihak berwajib sampai 19 kali di tahun itu juga. Bukan semuanya karena kesalahan saya. Banyak orang dalam perusahaan saya terlibat dalam penipuan dan pemalsuan, sehingga saya sering terseret dalam penyelidikan.

Tahun 1994, saya kembali ke Nigeria untuk mencari pertolongan spiritual. Saya benar-benar hancur, baik dalam hal kejiwaan dan finansial. Saya benar-benar butuh pertolongan. Hal yang mendorong saya mencari pertolongan spritual. Setiap kali kejadian-kejadian di atas terjadi, suara dalam mimpi yang saya alami itu terus datang. Menantang dan terus memanggil saya. Tapi saya coba lari dari-Nya, saya tidak mau itu menjadi jalan hidup saya. Saya memutuskan untuk mencoba sedikit berdamai dengan pemilik suara itu. Maka saya mencari seorang pendeta dan meminta sarannya. Ia menyarankan agar saya kembali bersama istri dan keluarga saya. Bila tidak, keadaan akan bertambah buruk. Saya mematuhi sarannya, dan berusaha kembali pada keluarga saya. Itulah hadiah Natal terindah, 23 Desember 1994, dua putri saya yang manis kembali duduk di pangkuan saya dengan sukacita.

Bulan Februari 1997, saya memutuskan kembali ke Amerika, karena bisnis saya di Nigeria, apapun itu, selalu gagal. Saya transit di Amsterdam, Belanda, saya menelepon teman saya yang tinggal di situ. Ia pun dengan senangnya langsung mengundang saya ke rumahnya, karena ada perayaan pemberian nama untuk anaknya. Setelah perayaan itu selesai, saya jalan-jalan melihat-lihat Amsterdam. Namun di tengah jalan, mendadak polisi memberhentikan mobil saya. Menurut data yang mereka miliki, ternyata saya termasuk dalam daftar orang dicari di negara tersebut. Saya sangat terkejut, bagaimana mungkin, saya belum pernah datang ke negara itu, namun tertuduh atas sebuah kejahatan di situ? Setelah diusut, ternyata saya tercatat karena kejahatan yang saya lakukan di negara lain 5 tahun lalu, yang dilaporkan oleh warga negara di negara tersebut. Saat didorong masuk dengan kasar ke dalam sel dan pintu sel dengan keras terkunci, suara dari mimpi itu dengan jelas datang lagi dan berkata, "Apakah engkau sudah siap sekarang?"

Saya langsung tersungkur di lantai sel itu dengan muka menghadap ke tanah. Saya menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil. "Tuhan ..., ampuni aku, aku sudah lelah, aku menyerah!" Di dalam penjara itu, pada tanggal 7 Februari 1997, saya akhirnya menyerahkan hidup saya kepada Yesus Kristus. Di dalam penjara itu pula saya menjadi manusia yang tergantung hanya pada satu buku, yaitu Alkitab. Tidak saya lepas ke mana pun saya pergi di dalam lingkungan penjara. Saya baca berulang-ulang, sekali lagi dan lagi. Roh Kudus banyak berbicara pada saya melalui firman-Nya. Selama 7 bulan dalam penjara, saya pun dilepaskan dan menjadi luntang-lantung di Belanda. Di jalanan, saya bertemu dengan seorang pecandu narkoba dan dia menawarkan tempat sementara untuk berteduh. Tempat itu ternyata sebuah gereja bernama Victory Outreach Church. Dan saya disambut dengan sangat baik di sana, seperti di keluarga sendiri, bahkan mungkin lebih baik dari keluarga. Saya ikut dalam program rehabilitasi di gereja itu selama 3 bulan dan kemudian dipindahkan ke Utrecth. Ternyata pendeta pelayan di Utrecth adalah seorang Nigeria, namanya Pendeta Franklin Ogunnorin. Saya belajar banyak di bawah bimbingannya selama 6 bulan, dan pemerintah Belanda memerintahkan saya untuk melanjutkan perjalanan ke Amerika.

Namun, saat saya sedang transit di Spanyol dan mengunjungi seorang teman, suara itu datang lagi. "Aku tidak mengutusmu ke Amerika, tapi kembali ke Afrika dan dirikanlah gereja seperti yang telah engkau lihat, khusus untuk melayani pecandu, pelacur, pemabuk, narapidana, anak jalanan, dan mereka yang berasal dari keluarga yang berantakan. Mendengar suara itu, saya memilih patuh daripada mengikuti keinginan diri saya sendiri. Saya pun kembali ke Nigeria dengan hanya $10 di kantong dan langsung menggunakan rumah warisan ibu saya sebagai tempat pelayanan dan rehabilitasi. Kami juga melayani ibadah, sampai diadakan di hampir setiap hotel di Ibadan. Kehidupan dalam pelayanan bukanlah jalanan yang penuh bunga, namun begitu banyak tantangannya. Saya dan istri memang memiliki beban yang sama dalam pelayanan, tapi kami hidup tidak seperti suami istri, kami hidup seperti dua orang yang asing. Begitu banyak adu mulut dan perkelahian dalam kehidupan perkawinan kami. Sampai suatu saat, saya ditegur dengan firman Tuhan yang menyatakan agar saya harus mengasihi istri saya, menghormatinya, dan menjaganya. Puji nama Tuhan, kehidupan keluarga saya menjadi harmonis sejak saya patuh pada firman Tuhan.

Tuhan Yesus yang Mahakuasa telah memanggil dan mengubahkan saya. Saya yang dahulunya suka memukul wanita, menjadi seorang pencinta istri. Saya tidak lagi melihat anak-anak saya sebagai parasit dan pengganggu hidup saya, melainkan warisan mulia dari Tuhan. Tuhan telah mengubahkan saya, dari seorang penghujat Tuhan menjadi pengabar Injil-Nya. Dari penjara menjadi pendeta, dari pencinta kehidupan malam menjadi pencinta kehidupan doa. Saya tidak melihat wanita dari tubuhnya lagi, tapi dari jiwanya yang terluka. Saya tidak mabuk akan anggur lagi, melainkan mabuk akan Roh Kudus. Dibebaskan dari lembah kematian dan diletakkan pada gunung batu kemulian-Nya. Saya sekarang percaya kalau Tuhan bisa memanggil saya, memilih saya, dan mengubahkan saya dengan karunia-Nya, kasih-Nya, dan kuasa-Nya yang begitu besar. Tuhan juga pasti mampu memanggilmu dan mengubahkanmu dari yang terhilang menjadi anak kesayangan-Nya. Asal kau mau bertobat dan kembali pada-Nya. Saya sekarang merasa begitu hidup, begitu diperbaharui, dan begitu dipulihkan. Membuat saya berpikir jika pengalaman saya bersama Kristus yang begitu indah ini adalah sebuah mimpi, maka saya tidak mau dibangunkan. Biarkan saya tetap bermimpi dalam hidup berkemenangan seperti ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama majalah: VOICE Indonesia, Vol. 88/2007
Penulis: Omotoni Akintoye
Penerbit: Communication Department Full Gospel Business's Men Fellowship International -- Indonesia dan Yayasan Usahawan Injil Sepenuhnya Internasional (PUISI), Jakarta 2007
Halaman: 18 -- 23

Artikel Lain:

- Air Mata Ibu Dan Ayah

- Hai Dunia, Bergembiralah!

cid:image001.gif@01C7E2A7.B636D0D0 Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

Renungan: Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir

Ada seorang pendeta yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana Kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi.

Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.

Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya di ketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : 'Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan. '

Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :
'' Apa yang daripada tanah kembali kepada tanah dan apa yang daripada debu kembali kepada debu..''

Mengapa demikian?
Ia baru sadar: semuanya ini karena.... YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI

Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita teriakan '' Haleluyah '' keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ''Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s'kalian nyanyilah s'kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah'' Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Tapi syukurlah Yohanes 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.
' Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.'

20 November 2009

Father's Love

Sumber : Come and Follow Jesus
Diambil dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat, dan sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita.

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya mereka pun selalu berdoa, 'Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...' Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, 'Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.' Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi, 'Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami.' Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung,lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. 'Anak laki-laki pak,' kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata, 'Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.' Si ayah membalas, 'Kabar apapun, saya siap menerimanya,pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk' 'Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain,' jelas si dokter. 'Apa maksud bapak,' si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, 'Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius.' Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, 'Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu.'

But above all these things put on love, which is the bondof perfection. Colossians 3:14 (NKJV)

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua. Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut,tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut. Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. 'Woi anak gw nih…ganteng kan ?' Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes. Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka yang cacat itu.

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, 'Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa.' Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi 'ting', maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, 'Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya'.

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir, 'Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama.' Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, 'Kalau 2 sendok the saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka.' Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu. Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, 'Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa.' Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma 'sedap' dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. 'Wah pasti enak nih.'

Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, 'Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?' Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan, 'Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan, amin.'

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya, 'Enak kan pa?'

'Iya, enaaaak sekali,' lalu melanjutkan makan. Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, 'Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….' Si ayah berkata, 'Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.' Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, 'Harum dan enak kan pa?' Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, 'Pahit, tapi papa suka sekali.' Dan dengan lugunya si anak menjawab, 'Ya iya dong papa, kopi kan pahit…,' karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata 'Ray, kamu tau nggak…'

'Nggak paa,' potong si anak cacat tersebut. Lalu si ayah melanjutkan, 'Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.' Lalu si anak menjawab, 'Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat papa.' Lalu si ayah berkata lagi, 'Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?' Si anak sambil menggelengkan kepala, 'Nggak tau pa….' 'Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.' Lalu si ayah melanjutkan, 'Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang sekali sama kamu?' Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, 'Nggak tahu pa…..' 'Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeeeeeeeeeng banget.' 'Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.' Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya, 'Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.' Lalu si anak menjawab, 'Sama-sama papaah….' Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, 'Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku…'

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut?
Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan. Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa
yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang harum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut..

Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu. You are all fair, my love, and there is no spot in you. Song of Solomon 4:7 (NKJV)
--------------------

19 November 2009

Mulailah Perjalanan Bersama Allah

Sumber : Mujizat Itu Nyata
Setiap orang Kristen di dunia ini tidak asing dengan kata-kata samping, yakni "Allah akan membuat jalan". Kata-kata ini bukanlah kata-kata penghibur belaka supaya kita bisa menikmati hidup atau tidak putus asa ketika masalah dan ujian datang. Kata-kata ini benar-benar mengandung sebuah keyakinan bahwa jalan akan terbuka, setiap masalah dapat teratasi dan kemenangan diraih. Bukan keyakinan Anda yang membuat jalan, melainkan Allah.

Beriman adalah langkah vital yang Anda ambil untuk menghubungkan diri Anda dengan Allah, Sang Pembuat jalan. Tetapi tanpa Allah, semua iman yang dapat Anda kumpulkan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Anda harus menemukan jalan Allah itu. Lalu pertanyaannya saat ini, bagaimanakah menemukannya? Mari mulailah melakukan perjalanan Anda bersama Allah.

Abraham adalah contoh yang baik berkaitan dengan hal ini. Ketia Allah memanggil dua untuk meninggalkan kampong halamannya, Abraham tidak tahu akan pergi ke mana. Tetapi ia percaya bahwa Allah tahu ke mana ia melangkah, maka ia pun berkemas dan berangkat. Abraham tidak mengandalkan keyakinan dirinya, tetapi ia mengandalkan Allah yang tahu ke mana ia melangkah dan siapa yang mau menuntunnya ke sana.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kisah Abraham diatas:

1. Kita dirancang untuk tergantung. Sebagian orang membantah bahwa percaya kepada Allah adalah suatu kelemahan, bahwa Allah adalah penopang bagi mereka yang tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri. kenyataan bahwa Anda sangat membutuhkan Allah di dalam hidup bukanlah kelemahan. Dia menciptakan kita untuk dapat meraih sesuatu di luar diri kita agar kita dapat menemukan apa yang kita butuhkan. Kita dirancang untuk bergantung kepada-Nya. Iman yang Anda miliki dapat membuat Anda melakukan segala hal yang orang dunia ini bayangkan sekalipun.

2. Allah menyediakan apa yang Anda butuhkan. Seringkali manusia begitu ragu bagaimana memenuhi kehidupan mereka sehingga tidak jarang mereka terjebak dengan kegiatan mereka. Manusia mencoba lebih keras untuk membuat suatu hubungan berjalan dengan baik, untuk sukses dalam berkarir, atau mengatasi masalah pribadi, pola, atau kebiasaan sulit. Namun, apakah itu berhasil? Awal mulanya mungkin berhasil, tetapi itu tidak akan lama. Ada waktu dia akan jatuh dan akhirnya menyerah dengan apa yang dialami. Akan tetapi, bila Anda berjalan bersama Allah, maka ketika Anda sampai pada keterbasana Anda, maka sebenarnya itu adalah awal harapan. Seperti yang dikatakan Yesus, "Allah memberkati mereka yang menyadari kebutuhan mereka akan Dia, (Matius 5:3, NLT). Apabila Anda menyadari bahwa Anda miskin dan tidak berdaya tanpa Allah, maka Anda siap untuk meminta pertolongan kepada-Nya. Saat Anda meminta pertolongan Allah, Anda akan melampaui keterbatasan Anda sendiri dalam menemukan jalan, dan kekayaan Allah tersedia bagi Anda.

3. Jawaban "Ya' dari kita-lah yang dibutuhkan Allah. Mukjizat tidak akan pernah terjadi bila manusia yang percaya kepada Allah tidak meyakini perkataan-Nya. Anda tidak akan dapat melihat keajaiban di dalam kehidupan Anda bila Anda tidak meresponi apa yang Allah janjikan/ ucapkan. Memang terkadang Anda akan kaget melihat jalan-jalan yang dibukakan-Nya, tetapi percayalah bahwa itu merupakan jalan terbaik bagi hidup Anda. Amin
--------------------

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

Sumber : Come and Follow Jesus
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut".
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar".

"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan.

"Lho, kenapa?" tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar.

Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka, kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

Maleakhi 1:2 Aku mengasihi kamu,

-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

Wealth, Success, and Love,

One time, there was a woman who returned home to home, and he sees a bearded man 3 people who sat in the front yard. She did not know them all. She said: "I do not know you, but I'm sure you all must have been hungry. Let's go inside, I must have something to prop the belly".
Bearded man then asked, "Is your husband home?"

The woman replied, "No, he's out".

"Oh, then, we do not want to go. We will wait until your husband back," he said.

At dusk, when the family gathered, the wife told him all about that. The husband, initially confused by this incident, and he said to his wife, "Tell them, I have returned, and they all can come to enjoy this supper".

The woman then went out and invited them to enter into. "Sorry, we all can not go together", said the men were almost identical.

"Why, why?" she asked, feeling puzzled.

One person he said, "Name him wealth," he said, pointing to a bearded man next to him, "while this is called success, holding the other bearded man's shoulder. While I myself called Compassion. Now, ask your husband, who among us who can come into your home. "

The woman went back inside, and told him the message out.

Her husband too was surprised. "Ohho ... lovely. Well, then, try to take the property you enter into. I want this house full of wealth."

His wife does not agree with that choice. He asked, "Honey, why do not we just invite the success? Because it seems we need him to help the success of our farm crops."

Apparently, their children listen to the conversation. He suggested, too, who will go into the house. "Would not it be nice if we took the Valentines that goes into? House we will be comfortable and filled with the warmth of Love."

Husband and wife agree with the choice fruits of their hearts. "All right, get into the Valentines is inside. And tonight, The Valentine's dinner to our friends."

The woman went back outside, and asked the 3 men. "Who among you is the name of Love? Come on, please log in, you become our guest tonight."

Love the rose, and walked toward the porch of the house. Ohho .. turns out, the other bearded men also participate. Feeling strange, she asked the wealth and the success. "I only invited the Love that goes into, but why did you come too?"

The two men who asked the same answers. "If you invite the property, or the success, then others will stay out. However, because you invited the Valentines, then, wherever Love goes, we'll go be with him. Where there is Love, the Wealth and Success also will participate. Because, you know, actually we both are blind. And the only Valentines that can be seen. Only he can show us the path of goodness, to a Straight Path. So, we need guidance as you walk. When we this life. "
--------------------

18 November 2009

DITINGGAL OLEH SAHABAT


Sumber : Come and Follow Jesus
Hampir tiap orang di dunia ini pernah mempunyai seorang sahabat karib, entah pada saat kita masih kecil maupun saat sekarang ini.
Bagaimana kalau Anda di tinggal mati oleh sahabat karib Anda?
Tempat dimana Anda bisa berbagi suka maupun duka.
Hal inilah yg terjadi pada saat ini dengan diri saya, sobat karib saya, Ben kemarin telah meninggal dunia dalam usia 46 th, karena penyakit kanker.
Hal ini mengingatkan kembali ketika saya di tinggal mati oleh si Udin.

Sejak usia 2 th saya telah di tinggal ayah, karena ia ditawan oleh tentara Jepang. Ibu harus berkerja keras untuk bisa membiayai hidup anak-anaknya.

Ibu sering melakukan puasa, karena tidak cukup makanan dirumah, bahkan kamipun sering tidur dengan perut lapar.

Hal inilah yg mendorong saya untuk minggat dari rumah, karena ingin meringankan bebannya Ibu. Padahal waktu itu usia saya baru 6 th dengan rasa berat hati dan air mata terlinang saya berangkat meninggakan kampung halaman dengan tujuan pergi ke kota besar Bandung, karena ingin mencoba mencari nafkah sendiri

Saya berangkat berdua dengan sobat karib saya si Udin yg usianya 3 th lebih tua daripada saya. Ber-jam-jam kami berjalan kaki seharian tanpa makan, sedangkan uang tidak kami miliki, satu-satunya harta yang kami miliki ialah sehelai baju yang melekat dibadan kami.

Karena sudah tidak tertahankan lagi, saya mengusulkan kepada si Udin untuk mencuri buah-buahan di kebun orang, tetapi si Udin walaupun ia anak yatim, ia sangat taat sekali kepada agama, ia melarang saya untuk mencuri, ia bilang lebih baik kita mengemis daripada mencuri.

Kami melewati satu gedung besar, dan kami berpikir disinilah kita bisa mengemis untuk memohon sesuap nasi, tetapi belum saja kami bisa masuk ke halaman rumah, kami telah dikejar oleh anjing sipemilik rumah, kami lari terbirit-birit, tetapi dengan kaki yg masih kecil, saya belum bisa berlari cepat, sehingga saya jatuh tersungkur dan anjing menggigit saya. Akhirnya si Udin datang melindungi dan menghalau anjing tersebut.

Hujan telah turun dgn deras, badan kami menggigil kedinginan, karena telah tak tertahankan lagi, kami mencari makan di tempat sampah, ternyata disitu masih ada sisa sepotong roti kecil, dan beberapa genggam nasi.

Karena badan saya telah lemah lunglai apalagi telah digigit anjing, si Udin memberikan roti maupun nasi tersebut semuanya untuk saya, makanlah ia bilang, karena saya lagi puasa, walaupun kenyataannya tidaklah demikian, tetapi ia mengikhlaskannya untuk saya.

Malam hari itu kami tidur di emperan rumah orang, tepatnya di depan sebuah kelenteng. Malam-malam saya terbangun, karena saya mendengar si Udin mengeluh kesakitan, badannya menggigil, tak satu katapun bisa ia ucapkan tetapi matanya kelihatan sayu.

Saya mengetahui ia sakit, karena lapar, ia sudah tidak makan sejak lebih dari dua hari, dan bagian makanannya selalu diberikan kepada saya, sehingga badannya menjadi sedemikian lemahnya.

Dari luar kelenteng masih kelihatan cahaya api lilin remang-remang diatas meja sesajen, tanpa pikir panjang saya memanjat pagar dan pintu kelenteng untuk bisa masuk ke dalam, akhirnya saya berhasil mencuri sesajen berupa dua potong kueh. Saya berlari kepada si Udin cepat-cepat untuk memberikannya kepada dia, karena saya merasa takut sekali kehilangan dia.

Ketika saya tiba, saya berusaha memeluk badannya si Udin yang gemetaran dan mencoba menyuapkan kueh ke dalam mulutnya, tetapi rupanya telah terlambat. Sang Pencipta telah memanggil dia balik kepangkuan-Nya.

Apakah Anda bisa membayangkan betapa perasaan seorang bocah berusia 6 th yang di tinggal mati oleh kawan dan sobat satu-satunya yg pada saat itu tidak memiliki siapapun juga, karena jauh dari kampung halaman?

Bagaimana perasaan Anda apabila sobat karib Anda meninggal dalam pelukan tangan Anda?

Dibawah hujan rintik-rintik dengan badan menggigil kedinginan, saya menangis terseduh-seduh. Saya mendekap badannya si Udin erat-erat dan dengan suara tersendat-sendat saya mengucapkan: "Jangan tinggalkan saya, Din! Jangan tinggakan saya seorang diri......"

Hal inilah yg terulang dan teringat kembali, bagaimana sakitnya perasaan dan hati saya di tinggal oleh seorang sobat karib. Dengan air mata terlinang saya menyanyikan lagu: "What we have a friend in Jesus!"

Selamat jalan Ben!
A brother may not be a friend, but a friend will always be a brother.

YOHANES 15:13
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
-----------------------------------------------------------------------------------------
English Version

Almost every person in this world ever had a best friend, either when we were little and now today.
What if you're in the living dead by your best friend?
The place where you can share joy and sorrow.
This reply is happening at this moment with me, my closest friend, Ben yesterday has died at the age of 46 years, due to cancer.
This reminds me back when the living dead by the Udin.

Since the age of 2 years I have been in the living father, because he was captured by Japanese soldiers. My mother had to work hard in order to finance his children live.

Mothers often make fast, because not enough food at home, even sleeping with kamipun often hungry.

This is reply prompted me to run away from home, because Mom wanted to lighten the load. And this time I was age 6 years with a heavy heart and a sense of the tears I left terlinang hometown meninggakan with the aim of going to the big city Bandung, because I wanted to try to make a living alone

I left alone with my closest friend's reply Udin age 3 years older than me. Be the hours we walked all day without eating, while we did not have money, the only treasure we have is a piece of clothing we dibadan attached.

Because it's not unbearable, I propose to the Udin for stealing fruit in the garden, but even though he's Udin orphan, he was very faithful to the religion, he told me not to steal, he said we'd better to beg than steal.

We passed a large building, and we think this is where we can beg to beg a bite of rice, but we can not just go to the home page, we have been chased by a dog sipemilik house, we rushed to run, but the reply was little feet, I could not run fast, so I fell down and the dog bit me. Finally the Udin come to protect and dispel these dogs.

The rain has come down with heavy, our bodies shivering, because it has been unbearable, we are looking for food in the trash, there was still a small remaining piece of bread and some rice cell.

Because I have a weak body limp dog let alone been bitten, the Udin give them bread and rice all for me, eat she said, because I was again fast, despite the fact that not the case, but he was let go for me.

At night we slept on the porch of the house, exactly in front of a temple. The nights I woke up, because I heard the Udin complained of pain, his body shivering, not a word could he say but his eyes looked glazed.

I knew he was sick, because of hunger, he had not eaten since more than two days, and the food is always given to me, so that the body becomes so weak.

From outside the temple are still visible light dim candle on the table of offerings, without thinking I climbed the fence and the temple door to get into, I finally managed to steal the offerings of two pieces of hot dog. I ran to the Udin quickly to give it to him, because I was so scared to lose him.

When I arrived, I tried to hug the body's trembling Udin and tried feeding hot dog into his mouth, but apparently too late. The Creator has called him behind his fold.

Can you imagine the feelings of a boy who was 6 th in the living dead by friends and buddies only reply at that time did not have anyone, because far from home?

How would you feel if your closest friend died in the arms of your hand?

Under the drizzling rain with shivering body, I cried terseduh-brewed. I hugged the Udin body tightly and in a voice choking me to say: "Do not leave me, Din! Do tinggakan me alone ......"

This is repeated and the reply came back, how sick feeling in my heart and live by a friend of friends. With tears I sang terlinang: "What we have a friend in Jesus!"

Good-bye Ben!
--------------------

SURAT PILATUS KEPADA KAISAR TIBERIUS

Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea, Pontius Pilatus pernah menulis sebuah surat kepada Kaisar Tiberius di Roma melaporkan mengenai aktivitas dari pelayanan Yesus. Surat ini ditulisnya pada tahun 32 AD. Berikut adalah isi suratnya : Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius ... Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru, dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang Yahudi. Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya. Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti "Tuhan" (Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia. Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang. Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin, tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat. Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam. Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat. Namun Ia tenang saja. Tanpa beranjak, saya begitu terpukau dengan orang yang luarbiasa ini beberapa saat. Tidak ada yang tidak menyenangkan pada penampilan atau perilaku-Nya. Selama kehadiran-Nya saya menaruh hormat dan respek yang mendalam pada diri-Nya. Saya katakan kepada-Nya bahwa pada diri dan kepribadian-Nya terdapat sesuatu yang memancar dan menunjukkan kesederhanaan yang memukau, yang menempatkan Ia di atas para ahli filsafat dan cendekiawan masa kini. Ia meninggalkan kesan yang mendalam pada kami semua karena sikap-Nya yang simpatik, sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Saya telah meluangkan banyak waktu untuk mengamati aktivitas pelayanan menyangkut Yesus dari Nazaret ini. Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim. Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus. Surat di atas tersimpan di Perpustakaan Kepausan di Vatikan, dan salinannya mungkin dapat diperoleh di Perpustakaan Kongres Amerika. Dari surat di atas, tahulah kita mengapa Pilatus "tidak berani" menjatuhkan vonis hukuman mati atas Yesus (Matius 27:24, Yohanes 18 : 31-40 dan 19 : 4,6 - 16)

PEREMPUAN ITU KU PANGGIL MAMA

Perempuan itu ku panggil Mama Yang setiap malam selalu terjaga saat hati sibuah hatinya sedang gelisah... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu sibuk di subuh hari untuk menyiapkan sarapan dan keperluan sibuah hatinya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengajariku untuk menjadi bijaksana,... Yang selalu mengajariku untuk selalu dekat dengan Sang Khalik... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu turut merasakan kesusahanku,.. Yang selalu barusaha memenuhi kebutuhanku... Perempuan itu ku panggil Mama Yang selalu mengkhawatirkan keadaanku saat ku jauh,.. Yang selalu menanyaiku dengan penuh kasih saat ku murung... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat penyakit itu bersarang ditubuhnya dan kubisikan: mama izinkan aku untuk merawatmu dan menjagaimu... Perempuan itu ku panggil Mama Yang yang terbaring lamah di pembaringan... Perempuan itu ku panggil Mama Yang dengan lemah berusaha duduk di pembaringan dan mengatakan pesan terakhirnya kepadaku: "RIS MARI BERBAGI DENGAN MAMA DALAM HIDUPMU"... Perempuan itu ku panggil Mama Yang di saat-saat terakhir hidupnya masih memintaku untuk bernyanyi memuju Sang Khalik serta bertelut dan berdoa untuknya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang malam itu tarikan napasnya semakin berat.... Perempuan itu ku panggil mama Yang saat itu kubertelut di kakinya sambil memanjatkan doa: TUHAN KUMOHON KEBESARAN KASIHMU DAN MUJIZATMU UNTUK KESEMBUHAN DAN MEMBERI PANJANG UMUR BAGI MAMAKU TERCINTA... Perempuan itu ku panggil Mama Yang disaat-saat terakhir hidupnya ku bersujud di kakinya sambil menangis dan memeohon ampun atas semua dosa dan kesalahan yang pernah kubuat selama hidupku bersamanya... Perempuan itu ku panggil Mama Yang mengatakan kepadaku: RIS MAMA CAPEK DAN MAMA INGIN ISTIRAHAT... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kubisikan: MAMA, KALAU MAMA CAPEK BERISTIRAHATLAH MAMA......... Perempuan itu ku panggil Mama Yang saat detik - detik terakhir tarikan napasnya, aku masih tetap besujud di kakinya sambil meneteskan air mataku ke kakinya sambil berkata: MAMAKU, TOLONG RASAKAN BETAPA AKU SANGAT MENYAYANGI MAMA LEWAT HANGATNYA AIR MATAKU YANG MENETES DI KAKI MAMA INI... Perempuan itu ku panggil Mama Yang kasih sayangku kepadanya dikalahkan oleh kasih sayang Sang khalik kepada mamaku, sehingga saat itu juga mamaku menghembuskan napasnya yang terakhir untuk pergi menghadap Sang Khalik, untuk pergi meninggalkan kami selamanya dan untuk mengakhiri segala penderitaan hidupnya di dunia ini... Perempuan itu ku panggil Mama yang disaat tubuhnya terbujur kaku dan dingin, kucium mamaku sambil berbisik: MAMAKU TERSAYANG, KASIH SAYANG MAMA KEPADAKU AKAN TETAP MENJADI BINTANG DI DALAM HATIKU YANG AKAN TETAP BERSINAR DAN SINAR KASIH SAYANG ITU AKAN TETAP KUPANCARKAN KEPADA SEMUA ADIK - ADIKU, SAUDARA - SAUDARAKU, DAN SEMUA ORANG YANG BERADA DI SEKITARKU AGAR MEREKA TAHU BAHWA MAMAKU ADALAH FIGUR YANG TERBAIK DAN YANG TELAH MENDIDIKKU MENJADI MANUSIA YANG BIJAKSANA... Perempuan itu ku panggil Mama yang selalu menyebut namaku di dalam setiap doanya Perempuan itu kupanggil Mama Yang kini menetap disurga bersama Sang Khalik yang mengasihinya... TERIMA KASIH MAMAKU TERCINTA, ATAS SEMUA KEHIDUPAN YANG INDAH, YANG TELAH KAU HADIRKAN SELAMA ENGKAU BERSAMAKU DI DUNIA INI........ LIWAT HEMBUSAN NAPASKU SERTA DOAKU, KU TITIPKAN CIUM YANG PALING MANIS UNTUK MAMA DI SURGA SANA....... (Untuk mengenang mamaku yang meninggal tanggal 5 Mei 2009 di Ambon) Anakmu Richard Sahetapy yang Kau panggil RIS

SENG ADA MAMA LAI

SU SENG ADA MAMA LAI PAR BIKING COLO - COLO SU SENG ADA MAMA LAI PAR TUANG PAPEDA DI SEMPE SU SENG ADA MAMA LAI PAR ATOR MAKAN DI MEJA MAKAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR CUCI BETA PUNG PAKIAN SU SENG ADA MAMA LAI PAR DENGAR BETA PUNG SUSAH SU SENG ADA MAMA LAI PAR JAGA BETA WAKTU SAKIT MAMAE.... PAR APA LAI BETA PULANG KA RUMAH TUA KALO MAMA SU SENG ADA PAR LIA BETA PAR APALAI BETA DUDU DI MEJA MAKAN KALO MAMA PUNG TAMPA GARAM SU SENG ADA PAR SAPA LAI BETA MAU MANYANYI KALO MAMA SU SENG ADA PAR DENGAR... SIOOO MAMA E.... MAMA SU JAUH DARI BETA DENG BASUDARA MAMA SU TENANG DI TETEMANIS PUNG PANGKO TAPI MAMA PUNG PASANG DENG MAMA PUNG DOA TETAP JADI BINTANG YANG BERSINAR DI BETA PUNG HATI SELAMA HIDOP DI DUNIA. JUST FOR MY LOVE MAMA

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

Yesus Manis